Useless 8th Prince

Useless 8th Prince
Menjadi Seorang Pria


__ADS_3

“Sebenarnya … Tuan Putri …”


Flora dengan agak ragu berbisik ke telinga Ariana. Setelah mendengar cerita singkat pelayannya, gadis itu mengangguk. Ekspresinya sama sekali tidak berubah, senyum lembut di bibir tetapi tatapannya terlihat kosong.


“Jadi ternyata dirimu yang telah menyelamatkan kedua pelayan saya, Sayang.”


Kamu masih memanggilku dengan nada seperti itu? Meski tidak ada orang tua kita?


Ciel merasa kepalanya kesemutan. Dia merasa kalau gadis di depannya ‘agak’ terlalu sempurna. Dia terlihat cantik, sopan, baik, dan bahkan memiliki tubuh yang bagus di usia seperti itu. Namun masalahnya, Ciel tidak menyukai tatapan Ariana. Bisa dibilang … gadis itu seperti boneka tanpa jiwa.


“Itu hanya pertemuan kebetulan. Tidak perlu dipikirkan, Putri Ariana.”


Mendengar ucapan Ciel, Ariana memiringkan kepalanya dengan ekspresi kosong.


“Sebenarnya aku berniat memberikan Flora dan Fiona kepada suamiku. Namun karena pertemuan itu, aku merasa ingin melepaskan mereka. Tidak menyangka, ada takdir seperti ini, Sayangku.”


“Bisakah kamu berhenti memanggilku dengan cara seperti itu, Putri Ariana?”


“Kenapa?”


“Aku hanya tidak menyukainya. Lagipula, kita bahkan belum bertunangan.”


“Tetapi kita akan bertunangan, menikah, dan tinggal bersama.” Ariana berkata dengan nada monoton seolah itu adalah hal yang wajar.


“Lupakan.” Ciel mengerutkan kening. “Selain itu, bisakah kamu tidak memperlakukan dua pelayanmu seperti barang?”


“Kenapa? Mereka memilih mengikutiku dan menjadi budakku. Bukankah itu hal yang wajar?”


Hal yang wajar …


Ciel menggumamkan kalimat itu dalam hatinya. Meski dia tahu kalau para budak di dunia ini diperlakukan seperti barang, dirinya agak enggan. Pemuda itu merasa kalau setiap makhluk hidup memiliki sebuah hak. Meski itu hanya hal yang sangat kecil.


“Kamu mau menikahiku meski tidak mengenalku?” tanya Ciel dengan heran.


“Luciel Dawnbringer. Pangeran ke-8 dari Kekaisaran Black Sun. Bersembunyi selama lebih dari delapan tahun untuk menyembunyikan kekuatannya. Ada kemungkinan dirinya dilatih secara diam-diam untuk dijadikan Putra Mahkota.


Luciel Dawnbringer adalah iblis tingkat atas. Lebih tepatnya, level 5 (menengah). Kemampuan yang menyaingi Pangeran Pertama. Ada kemungkinan-”


“Cukup!” Ciel mengusap keringat di dahinya. “Itu hanya informasi tentangku. Maksudku, apakah kamu mengenalku secara pribadi? Bagaimana kalau aku tipe yang keras kepala dan sering menyakitimu hanya karena hal-hal kecil? Sudah terlambat untuk menyesal!”


“Apakah itu masalah?” Ariana kembali memiringkan kepalanya.


“Apakah kamu tidak apa-apa bahkan jika aku menyiksamu!” seru Ciel dengan tidak sabar.

__ADS_1


“Jika kamu menginginkannya, kamu bisa melakukan apa saja kepadaku, Sayang. Lagipula, setelah menikah, aku adalah milikmu.”


Ciel langsung terdiam di tempat. Dirinya menatap gadis itu dengan ekspresi rumit. Pemuda itu menghela napas panjang.


“Kenapa kamu sampai seperti ini?”


“Bukankah itu sudah jelas, Pangeran? Itu sudah hal yang wajar untuk dilakukan seorang Putri bangsawan, kan? Aku lahir sebagai Putri Kerajaan Black Star. Sudah menjadi tanggung jawabku untuk melakukan hal seperti ini. Sesuatu yang menguntungkan Kerajaan Black Sun.”


“Meski melakukannya tanpa cinta?” Ciel menggertakkan gigi.


“Cinta?” Aria berkata dengan suara monoton. “Kamu pasti sedang bercanda, Sayang. Kita bukan seekor ‘ternak’ yang bisa memilih pasangan sesuai suasana hati kita. Tugas mereka adalah melahirkan dan membuat banyak orang untuk bekerja bagi bangsawan atau pergi ke medan perang. Sedangkan tugas Putri bangsawan … melakukan apa yang menguntungkan keluarga bangsawannya.”


PLAAK!!!


Suara tamparan terdengar di ruangan.


Ciel tiba-tiba menghilang dari tempat duduknya dan berdiri di depan Ariana. Gadis yang hanya iblis level tingkat 3 tidak mungkin bisa lepas dari serangan Ciel. Namun, hal aneh terjadi.


Ariana tidak terlihat marah atau bahkan kesakitan. Meski pipi kirinya ada sedikit bekas merah, senyum masih tergantung di bibirnya dan tatapannya masih kosong. Hal itu membuat Ciel merasa agak ngeri.


“Kenapa kamu tidak mengatakan apa-apa?” tanya Ciel.


“Ariana membuatmu marah. Ini sudah sewajarnya diterima oleh Ariana, Sayang.”


Ciel mengerutkan kening. Dia langsung berkata dingin, “Aku menolak untuk bertunangan denganmu.”


“Kenapa? Apakah kamu masih marah dengan Ariana, Sayang?” Ariana memiringkan kepalanya.


“...”


Melihat Ciel masih berdiri di depannya dan tidak menjawabnya, Ariana mulai menjelaskan.


“Sayang, Ariana akan melakukan apa saja. Lagipula, Ariana telah belajar banyak hal. Ariana adalah iblis level 3, meski tidak terlalu kuat, bisa dianggap sebagai bakat baik di usia yang sama.


Ariana bisa bermain violin atau piano dengan baik untuk menghibur telingamu. Ariana juga bisa memasak banyak hidangan lezat untuk memuaskan perutmu. Meski masih bersih (suci), Ariana juga telah diberi banyak pelajaran dan teori untuk menyenangkan laki-laki.


Atau-”


“Diam!” ucap Ciel dingin.


Mendengar perintah Ciel, Ariana langsung diam. Melihat gadis itu benar-benar mendengarkan ucapannya, Ciel agak kagum tetapi juga kasihan.


Gadis ini … apa yang dia alami sehingga menjadi seperti ini?

__ADS_1


Sekarang, Ciel merasa bukan sedang menghadapi sesama makhluk hidup. Dirinya merasa sedang melihat sebuah boneka yang sangat bagus dan canggih. Boneka seorang Putri yang bisa diperlakukan semena-mena dan tidak mengeluh bahkan jika dirusak begitu saja.


“Kamu boleh bicara. Hanya saja, aku tidak bisa menikahi sebuah boneka.” Ciel bergumam lembut.


“Bukankah ini yang paling diinginkan para laki-laki, Sayang? Ariana cantik, dirawat dengan baik dan memilik sosok menarik. Selain itu, Ariana juga bisa melakukan banyak hal serta menurut.”


“Dasar bodoh. Bukan itu maksudku …” Ciel menggelengkan kepalanya. “Kamu agak terlalu sempurna. Namun dirimu tidak lengkap. Aku akan bertanya … kapan terakhir kali kamu menolak perintah dari ayah atau ibumu?”


Ariana merenung lama. Dia kemudian berkata, “Ariana pernah menolak ketika masih kecil. Namun orang-orang berkata kalau Ariana salah. Ariana-”


“Cukup.” Ciel menggeleng ringan.


Pencucian otak? Orang tua seperti ini … lebih buruk daripada kakek tua yang memukulku ketika aku masih bocah.


Ciel menghela napas panjang dalam hati. Dia menunduk ke arah Ariana yang diam.


“Sudah aku putuskan. Aku menolak pertunangan bodoh ini!”


Ketika mengatakan itu, Ciel tiba-tiba merasa pakaiannya ditarik.


“Jika kamu menolak, berarti misi Ariana gagal. Jika gagal-”


“Kamu tidak salah.” Ciel memotong ucapan Ariana.


“Kamu tidak akan disalahkan. Aku menjamin itu. Aku akan membuat alasan. Sebenarnya aku tidak mau ikut campur dalam hidupmu, tetapi …


Persetan dengan orang bodoh yang selalu memerintahmu!


Kamu adalah individu sendiri. Bahkan jika memiliki kewajiban untuk mematuhi orang tua. Sebagai makhluk hidup, kamu memiliki hak milikmu sendiri.


Jika marah dan sedih, menangislah! Jika bahagia dan merasa itu lucu, tertawalah!


Hal itu yang akan membuatmu merasa hidup.”


Setelah mengatakan itu, Ciel melepaskan tangan Ariana dan pergi meninggalkan ruangan.


Meninggalkan ruangan santai, Ciel langsung menuju sebuah ruangan tempat kedua orang tuanya dan Ratu Elizabeth berada. Berdiri di depan pintu raksasa yang tertutup, Ciel menarik napas panjang dan mengembuskannya perlahan.


Mendorong pintu terbuka, tatapan dingin terlintas di mata Ciel saat dirinya berseru dalam hati.


Waktunya menjadi seorang pria sejati!


>> Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2