Useless 8th Prince

Useless 8th Prince
Pergi Ke Pesta Pernikahan


__ADS_3

Tiga hari sebelum hari pernikahan, Ciel dan rombongan akhirnya tiba di Istana Kekaisaran.


Ciel tampak begitu lelah secara mental. Sejak di Kastil Black Lily sampai pergi ke Istana Kekaisaran, Ciel menghabiskan waktu bersama dengan Zack hampir satu bulan. Hidup bersama sosok bebal yang tidak bisa dinasehati, pemuda itu merasakn tekanan luar biasa.


Jika bukan temanku … aku pasti sudah memotongnya tipis-tipis lalu kujadikan camilan untuk Deschia!


Melihat Zack yang mondar-mandir dan masih tampak bersemangat, Ciel mengeluh dalam hati. Pemuda itu kemudian mengamati bagian Istana Utara yang akan dijadikan tempat pesta diadakan. Karena ini pesta pernikahan pertama putra Ratu Lilith, semuanya tampak megah dan mewah. Dekorasinya juga meriah, tetapi tidak glamour atau berlebihan.


Jika saja uang untuk pesta ini diubah sebagai bahan untuk membesarkan pasukan … mungkin aku bisa membesarkan 1500 orang dalam divisi bayangan.


Melihat uang yang dihamburkan, Ciel merasa sakit di hatinya. Diam-diam dia memutuskan untuk mencari partner bisnis dalam pesta ini. Dia ingin membeli bahan obat murah dan menjual potion agak mahal. Mencari keuntungan!


“Ngomong-ngomong … apakah kamu sudah menyiapkan hadiah pernikahan, Rivalku?”


Pertanyaan Zack membuat Ciel sadar. Dia mengangguk ringan sebagai jawaban, membuat temannya itu penasaran.


“Apa itu? Bolehkah aku melihatnya?” tanya Zack penasaran.


“Hanya hadiah kecil.” Ciel menggeleng ringan.


“Apa itu? Pedang? Buku sihir? Atau apa?” tanya Zack.


“Rahasia.”


Ciel berkata dengan nada tak acuh. Meski dia pemalas dan tidak suka mengikuti acara seperti ini, Ciel masih memiliki hati. Pemuda itu telah menyiapkan hadiah jauh-jauh hari setelah dirinya kembali dari Istana Kekaisaran. Hanya saja, dia melakukannya secara diam-diam.


“Cih! Mari bertaruh hadiah siapa yang lebih baik, Rivalku!”


“Kalau begitu aku menyerah. Hadiahku terlalu sederhana dan pasti kurang menarik dibandingkan hadiahmu.”


“Kenapa? Kamu membeli barang murah? Meski itu kakak kandungmu?” tanya Zack penasaran.


“Itu masalahku.”


Ciel mengabaikan Zack dan memilih pergi ke Istana Utara. Dia ingin menyapa keluarga sebelum beristirahat dan menunggu waktu pesta pernikahan.


Tanpa terasa, tiga hari berlalu begitu saja.

__ADS_1


Dua siluet tampak berjalan bersama menuju ke arah lokasi pesta. Salah satunya adalah pemuda tampan dengan rambut hitam, kulit pucat, dan dua iris warna berbeda … ungu dan emas. Dia memakai setelan bangsawan berwarna hitam dengan ornamen serta hiasan berwarna emas ditambang beberapa batu amethys ungu sebagai pelengkap.


Di sampingnya, tampak gadis cantik berambut pirang dengan iris hijau dan penampilan layaknya boneka. Dia memakai gaun hitam dengan ornamen serta hiasan berwarna emas, seperti pasangannya. Yang membedakan, batu amethys kecil digantikan dengan batu emerald indah yang sama dengan warna iris matanya.


Benar … keduanya adalah Ciel dan Ariana.


Meski suasana meriah, tempah megah, dan penuh makanan lezat … ekspresi Ciel terlihat bosan. Lebih tepatnya, dia merasa malas untuk mengikuti acara seperti ini.


“Lihat! Bukankah itu Pangeran Luciel?”


“Aku dengar ternyata menyembunyikan kekuatannya.”


“Iblis level 5 di usia semuda itu? Royal blood benar-benar mengerikan …”


“Aku ingin tahu, di tingkat mana level 5 itu. Awal? Menengah? Akhir?”


“Siapa yang peduli itu. Sudah bisa naik menjadi iblis level tinggi di usia itu sudah sangat luar biasa.”


“Gadis cantik di sampingnya itu … mungkinkah tunangan Pangeran Luciel?”


“...”


“...”


Mendengar suara bisik-bisik dari kebanyakan tamu, Ciel mengerutkan alisnya. Dia benar-benar merasa tidak puas.


Sial Lihatlah itu … orang-orang yang tamak. Lihat mata mereka! Menjijikkan!


Ciel mengutuk dalam hati. Pada saat para bangsawan yang dulu mengabaikannya sekarang melihatnya seperti seorang pengemis yang menemukan koin emas di jalan, pemuda itu tidak bisa menahan rasa jijiknya.


“Mari mencari tempat duduk yang relatif sepi. Aku tidak menyukai keramaian seperti ini.”


“Baik, Sayang.”


Meski ibunya telah memberi nasehat agar dia bersikap lebih ramah dan mendapat banyak teman, Ciel jelas melakukan yang sebaliknya. Aura di sekitarnya jelas berteriak ‘jangan coba-coba mendekatiku atau aku akan membunuhmu’ kepada setiap orang yang berusaha mendekat. Hasilnya, para bangsawan itu benar-benar tidak berani mendekatinya.


Ciel dan Ariana duduk di sudut yang agak terpencil, ya … meski masih saja agak ramai. Ada banyak makanan lezat di meja depan mereka, tetapi keduanya sama sekali tidak menyentuh itu. Ciel sendiri, daripada datang dan menemui setiap orang sebagai ‘adik’, dia malah bertingkah seperti tamu.

__ADS_1


“Tidak bisakah waktu acaranya dimajukan? Aku benar-benar ingin segera pergi dari sini,” gumam Ciel.


“Kita sudah datang sangat dekat dengan waktunya, Sayang. Mohon bersabar, masih ada dua puluh menit.”


“Menyebalkan,” gumam Ciel.


Pada saat itu, suara terdengar dari kejauhan. Di sana terlihat sosok Zack yang tertawa dikelilingi oleh para bangsawan muda dari North Duchy dengan senyum penjilat. Pemuda konyol itu hanya mengiyakan semuanya. Tidak peduli dimanfaatkan, dia bersikap positif dan baik kepada semua orang.


Bukankah kita semua iblis? Bagaimana ada iblis yang sebaik itu …


Ciel menghela napas panjang dalam hatinya. Ketika itu juga, Zack tiba-tiba melihat dirinya dan Ariana yang sudah sengaja memilih tempat yang tidak mencolok. Meski begitu, pakaian mereka serta wajah mereka tidak bisa disembunyikan. Keduanya masih jelas dibandingkan orang-orang di sekitarnya.


Menyingkirkan orang-orang di sekitarnya, Zack langsung berjalan cepat menuju tempat Ciel dan Ariana duduk. Sampai di depan keduanya, dia mengangkat tangan kanannya sambil menyeringai.


“Yo! Kapan kamu tiba, Rivalku? Aku sudah menunggumu sedari tadi.” Zack tersenyum lembut.


“Baru saja” balas Ciel singkat. Sementara itu, Ariana yang duduk di sebelahnya mengangguk ringan sebagai sapaan.


“Apakah kamu benar-benar sudah membawa kadonya? Jangan memberi sesuatu yang memalukan. Beberapa kado akan dibuka di depan publik.” Zack memberi nasehat.


“Aku tidak peduli.” Ciel menggeleng ringan.


“Cih! Aku hanya tidak ingin melihatmu dipermalukan.”


“Aku tahu.” Ciel membalas singkat.


Ciel melihat sekitar. Seperti sebelumnya, Ratu pertama dan Ratu ke-2 tidak datang. Sama dengan para bangsawan di West Duchy dan East Duchy. Mereka semua tidak datang. Tamu dari pesta ini adalah bangsawan dari North Duchy yang mendukung Ratu Lilith serta para bangsawan Central Plain dan South Duchy yang netral.


Tidak seperti di kehidupan sebelumnya, para bangsawan akan hadir meski di pesta Pangeran yang berbeda, di dunia ini lebih tegas dan jelas. Tidak perlu munafik, tidak mendukung berarti tidak hadir.


Pada saat itu, Ciel melihat sosok ibunya yang sedang berbicara dengan Ratu Elizabeth. Di belakang ibu Ariana itu, terlihat tiga orang mengikuti. Namun sosok Raja dari Kerajaan Black Star jelas tidak terlihat.


Di antara ketiga orang yang mengikuti ratu Elizabeth, ada dua perempuan dan satu laki-laki. Lelaki itu terlihat tampan dengan rambut pirang, iris emerald, serta senyum lembut di wajahnya. Senyum itu adalah tipe senyum yang Ciel benci. Senyum orang-orang munafik.


Entah kenapa, pertama kali melihat Pangeran ini … aku langsung membencinya.


>> Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2