Useless 8th Prince

Useless 8th Prince
Tempat Sunyi dan Aneh


__ADS_3

Berdiri di dean sepuluh ribu prajurit, Ciel tampak begitu tenang dan tak acuh.


“Sebagai tuan sekaligus pemimpin kalian, aku akan mengatakan beberapa kata.”


“...”


Mendengar ucapan Ciel, semua orang diam. Mereka tidak berarti mengucapkan sepatah kata dan fokus ke arah tuan mereka. Ciel yang melihat itu mengangguk.


“Di sini aku tidak akan memberi motivasi seperti berkorban untuk wilayah dan kekaisaran dan mati sebagai pahlawan. Karena menurutku … itu omong kosong. Setelah mati, kalian menjadi mayat lalu dilupakan.


Jadi, bertarung bukan untuk diriku, wilayah, atau kekaisaran. Alasan kalian bertarung adalah untuk kalian sendiri.


Pulang dengan selamat, menjadi lebih kuat, mendapatkan lebih banyak pengalaman hidup. Setelah itu berjalan menuju masa depan dan jalani hidup yang lebih baik. Jika mati, kalian hanya akan membuat sedih keluarga, teman, atau pacar kalian. Bukan hanya itu tanpa bantuan kalian, kehidupan mereka cepat atau lambat akan menurun dan kembali ke titik awal meski aku telah memberi kompensasi.


Jadi, bertarung untuk kalian sendiri. Juga, hanya satu perintahku … JANGAN MATI JIKA AKU TIDAK MEMINTA KALIAN UNTUK MATI, KEMBALI DAN BAWA PULANG KEBANGGAAN SERTA KEMULIAAN KALIAN!”


“YA, TUAN!!!”


Jawaban sepuluh ribu prajurit yang darahnya mendidih karena tekad dan semangat seperti guntur di siang hari. Menggelegar dan menggema di seluruh padang rumput yang luas.


Asterious, Jean, Theo, Clark, dan Elena juga menatap Ciel dengan tatapan penuh tekad. Ekspresi mereka begitu serius. Tidak ingin mempermalukan diri sendiri, tidak ingin mempermalukan tuan mereka. Kembali dengan kemenangan dan kemuliaan!


“Kalau begitu, berbaris! Tujuan kita … timur laut!”


Dimulai dengan perintah tegas Ciel, seluruh pasukan berbaris menuju timur laut.


...***...


Beberapa hari berlalu begitu saja, Ciel dan pasukannya akhirnya sampai di perbatasan wilayah Blackfield milik Ciel dan wilayah Marquis Bathory.


Jika menurut arah mata angin, wilayah Marquis Bathory berada di timur laut wilayah Ciel. Lokasi paling dekat dengan wilayah Marquis Bathory adalah Kota Blackrock. Terus menuju ke timur laut, mereka akhirnya sampai di perbatasan.

__ADS_1


Tempat yang Ciel tuju merupakan lokasi perbatasan dari tiga wilayah yaitu wilayah Ciel yang ada di bagian selatan, di timur laut wilayah Ciel ada wilayah Marquis Bathory. Di barat kedua perbatasan ada sebuah sungai yang di seberangnya adalah sebuah hutan yang lebat bernama Shadowmist Forest. Hutan itu adalah wilayah netral antara Kekaisaran Black Sun dan Kerajaan tetangga.


Alasan Ciel berada di sini tentu saja untuk mencegah Marquis Bathory kabur. Aliansi bangsawan South Duchy berencana menekan Marquis Bathory dan pasukannya menuju ke selatan sambil mengikisnya perlahan.


Dalam rencana, Marquis Bathory dan bawahan seharusnya dipaksa ke selatan sampai perbatasan kemudian berusaha melarikan diri ke barat, ke Shadowmist Forest yang merupakan wilayah netral.


Tugas Ciel adalah sebagai kelompok finishing. Setelah Marquis Bathory sampai di perbatasan, pasukannya akan tinggal sedikit atau bahkan habis. Selain itu, mereka akan kelelahan. Tugas Ciel cukup sederhana yaitu mencegah Marquis Bathory melarikan diri. Jika bisa ditangkap, itu bagus. Jika tidak, maka bunuh.


Setelah semua pasukan Ciel dan lima Viscount di bawahnya bersatu, mereka berbaris ke perbatasan. Namun sesampainya di perbatasan, Ciel merasa agak aneh.


Situasinya terlalu sepi dan sunyi.


Karena juga berbatasan dengan sungai serta Shadowmist Forest, lokasi yang Ciel dan pasukannya tuju adalah hutan perbatasan. Meski vegetasi tidak selebar Blackwood Forest atau Shadowmist Forest, hutan perbatasan seharusnya memiliki cukup banyak binatang atau Demonic Beast.


Ciel merasa situasinya mirip dengan keberadaan Abyssal Basilisk yang sebelumnya mengusir Demonic Beast dan hewan yang ada di sekitarnya. Namun, Ciel juga merasa aneh karena … tidak ada laporan kalau ada makhluk kuat yang tinggal atau pindah ke lokasi itu.


Ciel langsung menyuruh barisan berhenti. Dia kemudian menuju salah satu pohon. Menggunakan katana miliknya, Ciel menebang satu ranting. Setelah mengeceknya, pemuda itu menggeleng ringan.


Tidak ada yang aneh dengan lingkungan …


Memikirkan itu, Ciel semakin curiga. Alasan kenapa dia mengecek tumbuhan atau tanah karena takut ternyata wilayah telah terkontaminasi dengan racun, sihir, atau beberapa zat berbahaya. Namun hasilnya nihil, tanah dan tumbuhan di tempat itu normal. Bahkan bisa dikatakan subur.


Setelah mengeluarkan botol air dan mencuci tangannya, Ciel bersiul dengan santai. Bayangan hitam turun dari langit tidak jauh dari Ciel.


Melihat para prajurit, Ciel segera memberi perintah.


“Jangan dirikan tenda. Atur barisan dengan rapi dalam posisi siaga! Aku akan mengecek situasi sekitar!”


Setelah memberi perintah, Ciel langsung naik ke punggung Deschia lalu terbang.


Melayang di angkasa, Ciel mengamati hutan luas dengan vegetasi yang cukup jarang di bawahnya. Setelah berputar beberapa kilometer, ekspresinya menjadi serius.

__ADS_1


Ciel melihat banyak lubang yang digali. Itu seperti sarang semut, tetapi dengan ukuran diameter lubang sekitar satu meter. Dia langsung menepuk leher Deschia.


“Deschia … turun.”


Mengikuti perintah Ciel, Deschia segera melayang turun perlahan. Setelah jarak tidak jauh dari tanah, Ciel yang duduk di punggungnya langsung melompat turun. Tentu saja, lokasi yang dia pilih cukup jauh dari lubang-lubang itu.


Ciel yang menginjakkan kakinya di atas tanah langsung mengamati sekitar. Melihat banyak semak berantakan dan banyak kulit pohon yang digerogoti, Ciel mengerutkan keningnya.


Makhluk apa ini … semut? Rayap?


Ciel segera memikirkan jenis Demonic Beast yang mirip dengan semut atau rayap dengan ukuran yang pas pada lubang yang digali. Dia kemudian memikirkan beberapa makhluk, tetapi mereka jelas tidak berhabitat di wilayah selatan. Pemuda itu menjadi semakin curiga.


“SERANGAN MUSUH!!!"


Mendengar seruan dari kejauhan, Ciel merasa agak terkejut. Dia langsung memanggil Deschia dan kembali terbang ke langit. Pemuda itu menyuruh Deschia terbang lebih tinggi lalu menggunakan skill ‘Eye of The Lord’ dan melihat secara luas seluruh hutan perbatasan.


Ciel langsung merasa pusing karena banyaknya informasi yang diterima oleh otaknya. Namun dia jelas melihat kalau sangat banyak lubang yang sama di berbagai penjuru hutan. Merasa cukup aneh, pemuda itu langsung memerintahkan Deschia untuk kembali.


Ketika tidak jauh dari lokasi tempat para ksatria berkumpul, Ciel melihat mereka melawan ratusan atau bahkan ribuan makhluk aneh.


Sebagian besar penampilannya seperti iblis pada umunya, tetapi bukan berjalan dengan dua kaki, mereka merayap dengan kedua kaki dan tangan. Tidak mengenakan pakaian, sebagian tubuh mereka memiliki sisik merah aneh. Mereka juga memiliki mulut dan separuh wajah mirip serangga. Selain itu, salah satu kaki belakang mereka seperti kaki serigala.


Jika digambarkan secara menyeluruh, mereka seperti iblis yang dipotong-potong lalu disambung dengan beberapa bagian tubuh Demonic Beast. Memiliki bagian berbeda-beda, Ciel teringat Chimera dalam legenda kehidupan sebelumnya. Hanya saja, bukannya ganas, itu tampak aneh dan menjijikkan.


Melihat makhluk-makhluk itu, Ciel mengaktifkan skill ‘Eye of The Lord’. namun setelah mengaktifkan skill itu, ekspresi pemuda itu langsung berubah menjadi muram.


“Keparat …”


Ciel bergumam sembari menatap dengan tatapan dingin.


>> Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2