Useless 8th Prince

Useless 8th Prince
Hak dan Kewajiban


__ADS_3

Melihat dua jenis hama yang mati di atas meja, keempat pria paruh baya itu merasa cukup takjub. Hector Lawrence tampak termenung, sementara Rocco sesekali melihat ke arah Isabella.


Ciel berkata dengan ekspresi santai, “Bawa sampel kembali.”


“Sesuai perintah anda, Tuan.” Isabella membungkuk sopan. Dia kembali bersama ketiga pelayan lainnya setelah mengemas sampel.


Hector yang melihat para pelayan pergi menoleh ke arah Ciel. Pria paruh baya itu langsung berkata, “Saya percaya kedua potion efektif dan pasti membantu pertanian. Hanya saja, apakah Pangeran Luciel sudah memikirkan biaya produksinya?”


“Hehehe … Tentu saja sudah. Meski tidak terlalu murah, itu masih bisa ditangani. Jika rencana berhasil, produksi pertanian juga pasti meningkat pesat.” Ciel tersenyum misterius.


Tentu saja Ciel tidak akan mengatakan bahan potion itu mudah ditemukan dan murah. Jiwa pebisnisnya menyuruh pemuda itu untuk mengambil lebih banyak keuntungan. Jadi dia hanya menjawab dengan samar.


“Jadi begitu …” Hector mengangguk. “Bagaimana masalah produksi masal? Apakah anda akan menyewa potion master?”


“Tentu saja tidak,” ucap Ciel dengan ekspresi tak acuh. Menuangkan anggur ke dalam gelas kaca, pemuda itu tampak santai. “Kalian tidak perlu memperdulikan masalah produksi, itu tidak ada hubungannya dengan kalian. Yang perlu kalian ketahui, setelah rencana berjalan, setiap bulan aku akan mengirimkan potion kepada kalian dalam jumlah tertentu. Tentu saja untuk dibagikan kepada para petani … gratis.”


“Gratis???” Rocco terkejut. Dia segera membujuk, “Itu sebuah kerugian besar, Tuan. Bagaimana kalau menjualnya? Tidak perlu terlalu mahal. Para petani pasti setuju.”


“Sepertinya kalian belum mengerti …” Ciel menggeleng ringan.


“Bisakah anda menjelaskannya kepada kami, Tuan.” Armand berkata sopan.


“Ayahku memberikan wilayah ini untuk aku kelola secara pribadi. Karena itu, aku menganggap semua tanah, sungai, pohon, bahkan kerikil di wilayah ini sebagai milikku.


Aku adalah tipe orang yang menyukai tempat yang tenang, makmur, dan tertata rapi. Jadi aku akan mengubah banyak hal sesuai keinginanku. Ngomong-ngomong … karena aku belum memilih dua bangsawan baru. Dua daerah tanpa pemimpin, aku yang akan mengelolanya secara pribadi.” Ciel tersenyum ringan sebelum mengangkat segelas anggur lalu menyesapnya perlahan.


“Apakah anda sudah memutuskan, Tuan?” tanya Hector Lawrence dengan takjub.


“Tentu saja. Kalian berempat setuju berada di bawahku, jadi aku akan memberi kalian gelar bangsawan. Palmer … aku sudah menyiapkan penggantinya. Sedangkan Nixon, aku memiliki pengaturan tersendiri untuk dia dan daerah kekuasaannya.” Ciel tersenyum sambil menatap Hector, membuat pria paruh baya itu terkejut.

__ADS_1


Mengerikan! Bahkan Pangeran ini sudah memikirkan rencana jika kami menolak!


Keempat orang itu berseru dalam hati. Punggung mereka berkeringat dingin. Menatap Pangeran yang dianggap tidak berguna itu, mereka mulai meragukan informasi yang didapat dari Royal Capital. Meski tidak tahu seberapa kuat Ciel, mereka merasa kalau kepala pemuda itu berisi ide-ide yang tidak sederhana.


“Ngomong-ngomong … aku akan memberitahu kalian. Meski aku Pangeran, aku memimpin wilayah layaknya seorang Marquis. Jadi aku hanya bisa mengangkat 8 orang bangsawan.


Kalian berempat … aku akan memberi kalian gelar Viscount. Ditambah orang yang aku rencanakan, akan ada 5 Viscount baru. Sedangkan untuk gelar Count, mari kita tunggu setelah beberapa waktu. Jika aku puas dengan kinerja kalian, ada kemungkinan kalian bisa naik.


Sebaliknya, karena aku memberi kalian gelar, aku juga bisa mengambilnya kembali. Jadi tolong jangan mencoba melanggar perintah atau mencoba melakukan sesuatu yang lucu. Aku akan mengawasi kalian.”


Keempat orang itu saling memandang dengan ekspresi takjub. Mereka mencoba menemukan celah tetapi begitu sulit. Kelihatannya Tuan baru mereka telah memikirkan berbagai rencana dengan matang. Ketika keempat orang itu bingung akan mengatakan apa, suara Ciel kembali terdengar.


“Untuk perintah pertama yang akan aku berikan, itu masalah pajak dan bawahan. Kalian tidak boleh langsung mengangkat 5 Baron. Aku tahu kalian memiliki kemampuan dan hak untuk melakukannya, tetapi untuk sekarang, 3 Baron adalah batasnya.


Sedangkan masalah pajak, aku tahu ini agak rumit tetapi kalian harus mengikutinya. Pak Hector, Pak Armand, dan Pak Matteo menarik 50% pajak penghasilan. Sedangkan Pak Rocco, anda menarik 55%.


Mulai sekarang, semua pajak pertanian di daerah kalian atau Baron di bawah kalian akan ditetapkan sama, 45% pajak penghasilan. Tentu saja, kalian juga mengirimkan pajak 45% kepadaku.


Apakah kalian mengerti?”


Setelah merenung cukup lama, keempat orang itu mengangguk. Tahu apa yang dimaksud oleh Ciel. Namun Hector dengan ragu bertanya, “Maaf jika kami tidak sopan. Jika daerah yang kami kelola semua memiliki ajak 45%. Bagaimana dengan daerah yang anda kelola secara pribadi, Tuan?”


Melihat keempat orang yang menatapnya dengan ekspresi ragu, Ciel tersenyum. “Daerah yang aku kelola secara pribadi memiliki pajak 40%.”


“Lebih kecil?” Rocco memiliki ekspresi terkejut di wajahnya.


“Hehehe … Kita sebenarnya tidak perlu terlalu serakah tentang pajak. Bagiku, 40% itu sudah cukup banyak. Yang jadi masalahnya adalah membuat para petani mengelola pertanian dengan lebih baik dan mengurus masalah wabah. Tujuanku adalah untuk membuat hasil panen menjadi dua kali lipat setelah hama diselesaikan.


Jika awalnya petani menghasilkan 100 dengan 50% pajak. Setelah dibagi, kalian dan aku masing-masing mendapat 25.

__ADS_1


Bagaimana dengan dua kali lipat dan pajak 45%? Petani menghasilkan 200. Mereka mendapatkan keuntungan bersih 110. Kalian mendapat 47,5 sedangkan aku mendapat 40,5.


Bukankah itu lebih banyak?”


Membayangkan banyak yang mereka dapat, keempat orang itu menelan saliva.


Rocco yang berpikir cukup lama tiba-tiba berkata, “Bukankah jika dengan pajak lama, kita menghasilkan lebih banyak setelah menyelesaikan masalah hama, Tuan?”


Melihat ekspresi serakah Rocco, Ciel mendengkus dingin. Dia melirik dengan tatapan tak acuh. “Apakah kamu mencoba mengaturku?”


“S-Saya … Saya tidak berani, Tuan!” seru Rocco sambil menunduk.


“Jangan terlalu serakah, Mr. Rocco. Aku akan mengajarimu sesuatu. Sebagai pedagang, kamu juga memerlukan ketulusan. Sekarang aku tanya … jika kita menurunkan pajak, apakah para petani akan senang?”


“Tentu mereka akan senang, Tuan.” Rocco menjawab dengan nada sopan.


“Jika mereka senang dengan keuntungan yang mereka dapat, mereka akan bekerja lebih giat. Hal itu bermanfaat untuk semua orang. Mereka untung, kita juga mendapat tidak rugi. Memang kita hanya menerima 45% dan masih dibagi. Namun kalian juga harus ingat …


Jumlah petani tidak hanya satu! Kalian tinggal mengalikan keuntungan kalian. Setelah begitu banyak, masih tidak puas?”


Keempat bangsawan langsung merasa terkejut. Sementara itu, Rocco berkata dengan ekspresi malu.


“Maafkan kebodohan hamba, Tuan. Kali ini … saya benar-benar banyak mendapat pelajaran.”


“Aku memaafkanmu,” ucap Ciel dengan ekspresi tak acuh.


Melihat keempat bawahan barunya, Ciel menghela napas panjang dalam hati. Dia merasa cukup lega karena semuanya tidak terlalu melenceng dari apa yang dia prediksi. Menyesap anggur, pemuda itu diam-diam berpikir.


Waktu untuk pindah ke rencana selanjutnya.

__ADS_1


>> Bersambung.


__ADS_2