Useless 8th Prince

Useless 8th Prince
Tangan Kanan


__ADS_3

“Kenapa kamu ingin ikut, Theo?”


Ciel menatap Theo dengan ekspresi heran. Jika mengingat baik-baik. Pada saat dirinya seusia dengan Theo, jangankan keluar untuk mengikuti olahraga berburu, keluar dari rumah saja dirinya terlalu malas.


“...”


Tidak menjawab, jemari di kedua tangan Theo terjalin erat. Dia terlihat agak ragu, bimbang, dan gugup. Seperti seorang anak kecil yang berusaha meminta mainan kepada orang tuanya, tetapi takut dimarahi.


“Ada apa, Theo? Jika kamu tidak berbicara, Tuan tidak akan mengerti. Katakan saja, okay?”


Ciel tersenyum lembut. Karena bocah di depannya salah satu bakat puncak yang dia miliki sekaligus masih kecil, pemuda itu tidak ingin memarahinya hanya karena hal sepele. Ya … dia tidak ingin hal semacam itu malah menjadi sebuah batu pengganjal dalam hubungan mereka ke depannya.


Memang, Theo sudah mengikat kontrak jiwa dan tidak bisa mengkhianati Ciel. Akan tetapi, pemuda itu lebih ingin melihat bawahan yang mau melayaninya sepenuh hati tanpa paksaan kontrak.


“S-Saya … Sayang ingin lebih kuat lagi, Tuan!” ucap Theo dengan nada tegas tetapi polos.


Ciel kemudian menatapnya dalam diam lalu menatap Zenara. Meski Theo masih beberapa kepala lebih pendek dibanding gadis Centaur itu, keduanya sama-sama level 2 (menengah). Menurut kemajuan, kecepatan Zenara tidak lambat, tetapi Theo seperti sedang naik roket.


Belum lagi, dengan bakat Theo, bocah itu memiliki kemungkinan besar untuk mengalahkan Zenara. Jadi Ciel tidak bisa tidak heran. Dia merasa malu dengan anak kecil itu. Berbeda dengan Theo yang memiliki banyak motivasi, sebagai iblis yang beberapa tahun lebih tua … dia benar-benar bisa dibilang hambar.


“Aku berencana menuju ke pinggiran Blackwood Forest. Jangan salah, meski itu pinggiran, tempat itu masih berbahaya. Lebih baik kamu tinggal di kastil bersama dengan ibumu dan berlatih dengan giat.”


“T-Tapi Tuan … saya sudah melakukan misi pembersihan di musim dingin. Saya sudah tidak takut membunuh! Saya tidak akan menjadi beban.” Theo menatap Ciel dengan mata memohon.


Sementara itu, Shana dan Zenara menatap Ciel dengan ekspresi terkejut. Mereka tidak menyangka kalau tuan mereka mengirim seorang anak kecil menuju medan perang. Belum lagi, itu di musim dingin!


Keduanya menatap Ciel dengan ekspresi takut. Khususnya Zenara, gadis itu tidak menyangka kalau tuan yang terlihat begitu baik itu ternyata kejam. Sedangkan Shana yang pernah ‘ditaklukkan’ oleh Ciel juga masih heran. Benar-benar tidak menyangka. Bukan hanya tidak peduli gender, tuannya yang gila bahkan tidak peduli dengan usia.


Laki-laki, perempuan … anak-anak sampai orang tua … orang itu pasti akan memukul mereka tanpa memandang hal semacam itu!


Melihat tatapan mereka, Ciel hanya bisa tersenyum pahit.


Theo yang melihat Ciel masih belum setuju menjadi resah. Dia buru-buru berkata, “S-Saya … Saya ingin membuat anda bangga, Tuan.”


Kedua gadis itu kembali tertegun. Menatap Ciel dengan heran karena Theo memperlakukannya seperti ayahnya sendiri.


Shana memiringkan kepalanya, “Apakah anak haram anda, Tuan?”


Mendengar pertanyaan itu, Theo langsung menunduk malu. Kepalanya seolah mengeluarkan asal, benar-benar sangat malu. Sementara Ciel … pemuda itu tercengang.

__ADS_1


Anak? Sial! Dia tiga atau empat tahun lebih muda dariku! Memangnya kalian pernah melihat anak tiga tahun membuat bayi?


Sial! Gadis-gadis ini …


Ciel menggertakkan gigi. Dia sangat marah, tetapi mencoba menahan diri.


“Jangan bilang omong kosong seperti itu. Mana mungkin Theo anakku, kan? Lihat saja perbedaan usia kami.” Ciel menghela napas panjang setelah mengatakan itu.


Seolah menyadari sesuatu, Shana dan Zenara mengangguk. Ciel menjadi heran karena keduanya benar-benar begitu konyol karena tidak menyadari hal semacam itu. Sementara kedua gadis sadar, Theo malah menunduk dengan ekspresi lesu. Melihat itu, Ciel bingung harus memasang ekspresi apa.


Theo? Serius? Aku seorang ayah? Paling tidak kakak, kan? Kakak Ciel yang tampan?


Ciel mengeluh dalam hatinya. Namun dia mencoba menghibur bocah kecil itu. Karena ketika melihat Theo yang murung, Ciel teringat husky yang dicampakkan oleh tuannya.


“Meski bukan anak karena aku sendiri masih muda. Theo sudah aku anggap sebagai keluarga. Bukan hanya Theo, kalian juga.” Ciel tersenyum.


Karena Shana dan kelima gadis semi-heteromorph itu memiliki bakat yang baik, Ciel membuat kontrak jiwa dengan mereka. Bukan hanya mereka, dia juga telah membuat kontrak jiwa dengan Verrona dan Lyfalia. Oleh karena itu, menganggap mereka juga bukan sesuatu yang salah.


Mendengar perkataan Ciel, ekspresi Theo langsung kembali bersemangat. Sementara itu, Shana dan Zenara merasakan jantung mereka berdegup lebih cepat. Merasa hangat karena ada yang menganggap keberadaan mereka. Tidak hanya itu, bahkan menganggap mereka sebagai keluarga.


“Jadi … jadi … jadi anda mengizinkan saya untuk ikut kan, Tuan?” tanya Theo dengan nada bersemangat.


“Terima kasih, Tuan!”


Melihat sosok Theo yang bersemangat, Ciel mengangguk ringan. Dia kemudian memberi perintah.


“Kita akan berangkat lusa, persiapkan dengan baik sebelum berangkat. Kalau begitu .. bubar.”


“Baik, Tuan!” Mereka menjawab bersamaan.


Melihat sosok ketiga bawahannya yang pergi, Ciel menghela napa panjang. Suara Isabella terdengar di telinganya.


“Anda terlihat lelah, Tuan.”


“Ya … begitulah.”


Ciel yang diikuti Isabella segera kembali ke ruang kerja. Namun bukannya langsung kembali bekerja, Ciel duduk di sofa panjang sambil meluruskan kakinya. Di samping sofa, Isabella memijat pundak Ciel, membuat pemuda itu memejamkan matanya dengan ekspresi nyaman.


“Ngomong-ngomong … Tuan?”

__ADS_1


“Iya?”


“Apakah anda ingin mencobanya dengan Jenny?”


“...”


Ciel terdiam. Dia kemudian berkata, “Jangan bodoh.”


“Namun, bukankah Jenny tidak buruk? Melahirkan Theo di usia 16 tahun, sekarang dia berusia 28 tahun. Bukankah itu … benar-benar matang?” bisik Isabella dengan nada menggoda.


Ciel yang memejamkan matanya tiba-tiba membayangkan Jenny. Setelah disembuhkan kutukannya dan dirawat dengan baik. Dia memang terlihat cantik. Penampilan Theo yang menarik juga diwariskan olehnya.


Belum lagi … Ciel tiba-tiba mengingat lekuk tubuh Jenny. Wajah cantiknya ditambah bentuk tubuh yang menakjubkan. Pemuda itu tanpa sadar menelan saliva.


Ciel membuka matanya, melihat wajah cantik Isabella yang tidak jauh dari wajahnya.


“Tentu saja. Saya akan lebih senang jika anda memilih saya, Tuan.” Isabella tersenyum menawan.


“...”


“Apa yang membuat anda ragu, Tuan? Bukankah saya cantik … saya juga bisa selalu tampil menarik untuk anda.”


Ciel mengerti yang Isabella maksud. Beberapa ras iblis memang bisa awet muda. Contohnya seperti Dark Elf, Succubus, Abyssal Angel, atau keturunan iblis tingkat tertinggi seperti ibu Ciel. Selain itu, ada juga varian lain. Namun Ciel sedang tidak ingin memikirkannya.


“Bukankah tubuh wanita berada dalam puncaknya di usia 23 tahun? Saya akan mempertahankan penampilan itu untuk anda selama anda mendukung saya, Tuan.”


Menggunakan sihir untuk terlihat awet muda pun juga memerlukan banyak usaha. Selain harus terlahir dari salah satu ras tertentu, mereka juga harus didukung dengan uang dan kekuatan.


Semakin kuat iblis, semakin mereka bisa mempertahankan penampilannya. Belum lagi jika ditambah potion tertentu untuk meremajakan kulit dan sebagainya.


“Kamu tahu, Isabella. Meski tidak bersamaku, aku akan tetap mendukungmu dan membiayai dirimu. Kamu telah melakukan banyak hal untukku … sudah seperti tangan kananku sendiri.”


“Namun saya merasa kurang, Tuan. Sekarang saya sadar … saya tidak bisa tidak memikirkan anda. Saya tidak bisa membuang anda dari pikiran saya. Jadi …


Tolong jangan tolak saya.”


Isabella menunduk sambil memejamkan matanya. Pada saat itu juga, kedua bibir bertemu, menandakan dirinya telah diterima oleh pemuda itu.


>> Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2