
“Heh … ternyata gadis kecil kita mengikuti kembali menjadi pengikut kecil kakaknya.”
Suara itu membuat Lilia yang tenggelam dalam pelukan Ciel langsung mendorong kakaknya itu pergi. Menoleh ke arah sumber suara, dia melihat sosok kakak perempuannya, Julia Dawnbringer.
“Kamu salah sangka, Kak Julia! Aku-”
“Ibunda memanggilmu.” Julia berkata dengan ekspresi lembut.
Setelah diam sebentar, Lilia mengangguk. “Baik.”
Setelah melihat Lilia pergi, Julia menatap ke arah adiknya yang dua tahun lebih muda darinya. Mengingat bagaimana pemuda di depannya selalu membuat masalah di masa lalu maupun masa kini, dia menghela napas pendek. Senyum lembut terlihat di wajahnya.
“Ada apa, Kak Julia?” tanya Ciel sambil memiringkan kepalanya.
“Tidak apa-apa. Aku merasa kamu sudah banyak berubah, Ciel. Kamu bahkan sekarang lebih tinggi dariku.” Julia tersenyum sopan sebelum mengangguk. “Kalau begitu aku kembali.”
“...”
Melihat punggung kakaknya yang menjauh, mata Ciel menyempit. Ekspresi tak acuh di wajahnya berubah menjadi lebih dingin.
Setiap anak Ratu Lilith memiliki ciri khas tersendiri. Putra tertua, Alexander adalah sosok yang disiplin. Meski bakatnya tidak sebaik pangeran pertama atau pangeran kedua, dia mampu membayangi keduanya karena kerja kerasnya. Dia adalah gabungan antara sikap serius, baik, dan heroik.
Sedangkan anak kedua, Julia, sejak kecil dia memiliki sikap yang suka mengatur dan disiplin. Dia selalu memarahi Ciel karena banyak hal. Tentu saja, itu karena gadis itu peduli kepada adiknya.
Anak ketiga, Luciel Dawnbringer. Jika diringkas secara keseluruhan, dia adalah pangeran malas yang membuat banyak masalah. Sedangkan anak bungsu, Lilia, ya … dia adalah gadis kecil manis yang penurut. Mungkin kata gadis baik tetapi dingin adalah gambaran yang cocok untuknya.
Meski selalu dimarahi ketika masih bocah, Ciel sama sekali tidak membenci Julia. Melihat wajah pucat di balik riasan tipis di wajah gadis itu, dia tidak bisa tidak curiga. Belum lagi tatapan sayu dan tubuhnya yang lebih kurus dibandingkan biasanya. Ciel tahu kalau Julia sedang dalam keadaan depresi dan tertekan, tetapi mencoba menutupinya dengan baik.
Kembali ke kamarnya, Ciel memutuskan untuk beristirahat sebentar sebelum mencaritahu apa yang telah terjadi di Istana Kekaisaran.
Malam harinya di meja makan.
Ciel duduk tenang sambil sesekali melihat empat orang yang duduk di meja. Selain ibu dan kedua saudarinya, Alexander juga kembali. Dia sekarang tinggal di manor milik Duke Flamehart yang ada di Royal Capital.
__ADS_1
Meski istrinya, Leona Flamehart juga dianggap sebagai bagian dari keluarga, wanita itu paham kalau kali ini suaminya kembali untuk membahas sesuatu yang sangat penting. Selain itu, pertemuan antara para pangeran juga akan diselenggarakan lusa. Lebih baik menunggu di rumah dan tidak mengganggunya.
Pada saat makan, semua orang tampak tenang dan tidak berbicara. Berbicara atau mengobrol ketika makan, bahkan dalam etiket biasa sudah dianggap tidak sopan. Belum lagi dalam Istana Kekaisaran yang lebih ketat.
Selesai makan, mereka semua menuju ke ruang pertemuan keluarga. Tempat biasa keluarga mereka membahas hal-hal penting.
Ketika duduk di kursi masing-masing, semua orang diam. Ciel bisa merasakan suasana berat dan tertekan dalam ruang pertemuan. Melihat ke arah Julia dan Alexander yang tampak murung, dia menjadi semakin penasaran.
Dalam penglihatannya, Alexander terlihat sedikit memusuhi Julia. Kelihatannya keduanya terlibat dalam masalah yang sama. Sedangkan Lilia, gadis itu memasang ekspresi dingin seolah tidak tahu apa-apa dan tidak peduli dengan keadaan di sekitarnya.
“Bisakah anda memulainya, Ibu? Jika tidak, aku ingin kembali ke kamar dan berbaring.”
Suara Ciel yang terdengar tak acuh dan bosan entah bagaimana membuat suasana tegang sedikit mereda. Ratu Lilith menatap ke arah Ciel dengan ekspresi lembut sebelum berpura-pura marah.
“Ciel kecil, dalam etiket bangsawan, perilaku generasi muda yang menyela itu tidak baik. Jangan diulangi.” Ratu Lilith berkata dengan dingin.
“Mengerti.” Ciel bahkan tidak memandang ke arah ibunya ketika menjawab santai.
“Kalau begitu mari kita mulai rapatnya. Pertama-tama, aku akan memberitahu kepada Ciel tentang keadaan Istana Utara.”
“Situasi Istana Utara sekarang tidak baik dan tidak stabil. Untuk masalahnya, itu disebabkan hubungan goyah antara fraksi Istana Utara dengan North Duchy.”
North Duchy? Dengan hubungan Kak Alex sebagai menantu, bagaimana mungkin bisa menjadi lebih buruk?
Ciel menatap ke arah Ratu Lilith dengan ekspresi heran. Tentu saja, sang ibu langsung menjelaskan semuanya.
“Kamu tahu kalau kakakmu, Julia telah membatalkan pertunangan dengan pangeran dari Kerajaan Blood Diamond, kan?”
“Tentu saja. Bukankah itu telah diselesaikan sejak lama, Ibu?”
“Seharusnya begitu. Namun siapa sangka, orang-orang dalam Kerajaan Blood Diamond benar-benar berhati sempit dan membuat masalah. Mereka mengirim seseorang untuk membuat masalah, dan targetnya adalah … Zack Flamehart.”
“Zack?” gumam Ciel dengan ekspresi serius.
__ADS_1
“Benar. Zack yang pergi ke garis perbatasan untuk berlatih benar-benar mengalami penyergapan.”
Mendengar itu, ekspresi Ciel menjadi lebih dingin. Jangan bicarakan tentang betapa konyol atau keras kepala sahabatnya itu. Meski sering merasa terganggu, Ciel telah menganggap Zack sebagai salah satu sahabat yang berarti penting bagi dirinya.
“Orang itu … dia tidak mati, kan?” Ciel berkata dengan nada dingin.
“Tidak. Meski sekarat dan nyaris menghadapi kematian, Zack berhasil diselamatkan. Dia juga satu-satunya yang selamat di antara semua pasukan yang pergi bersamanya.
Tentu saja. Tidak ada bukti khusus kalau yang menyerang adalah pasukan dari Kerajaan Blood Diamond. Mereka menyangkal keras dan berkata kalau penyerang mungkin adalah bandit. Namun, berdasarkan lokasi dan kekuatan tempur saja …”
Ciel mengangguk dengan ekspresi dingin. “Tidak mungkin bandit sepele bisa menumbangkan orang itu.”
“Oleh karena itu, Duke Flamehart yang hampir kehilangan putra sekaligus jenius dalam keluarga benar-benar marah dan ingin mengirim pasukan untuk menyerang Kerajaan Blood Iron.
Akan tetapi, perang pasti akan merugikan Kekaisaran Black Sun yang belum lama ini mendapat masalah oleh organisasi Curses of Shadow. Ditambah dengan tekanan dari East Duchy dan West Duchy, Duke Flamehart tidak bisa melakukannya.
Kamu sendiri pasti tahu tempramen Keluarga Flamehart. Mereka ingin membalas dan meminta persetujuan dariku. Namun, karena banyak resiko yang mungkin akan mengacaukan tatanan kekuatan dalam Istana Kekaisaran, aku hanya bisa menolak. Tidak bisa memberi izin Duke Flamehart untuk melakukan serangan.
Tidak bisa membalas, Keluarga Flamehart menjadi marah. Hubungan mereka dengan fraksi Istana Utara menjadi goyah. Belum lagi, mereka menyalahkan sosok Julia karena semua ini dimulai darinya. Tentu saja, sebagai menantu laki-laki, Alex juga mendapat tekanan yang lebih berat.”
Mendengar kalau Zack baik-baik saja, Ciel merasa agak lega. Namun mendengar bagaimana West Duchy dan East Duchy memanfaatkan situasi untuk menekan fraksi Ratu Lilith lalu membuat hubungan dengan Keluarga Flamehart goyah, dia tidak bisa tidak menghela napas panjang.
Demi perebutan kursi Putra Mahkota, mereka …
Ciel mengeluh dalam hatinya. Namun dirinya juga sadar dengan situasi. Kedua fraksi Ratu lainnya pasti takut karena dirinya telah membuat banyak keajaiban di South Duchy dan disebut-sebut sebagai calon Putra Mahkota terbaik. Jika South Duchy mendukung, ditambah dengan dukungan awal dari North Duchy … Ciel pasti naik ke posisi Putra Mahkota dengan lancar.
Hanya saja, Ciel sebenarnya tidak terlalu memikirkan hal itu dan berusaha tidak ikut campur. Tetap saja, dia terseret oleh arus di sekitar. Karena takut, dua fraksi lain menggunakan kesempatan untuk menekan fraksi Ratu Lilith.
Apa yang Ciel pikirkan sekarang bukanlah masalah fraksi atau hal semacamnya. Namun di dalam kepalanya, dia memikirkan keluarga dan sahabatnya. Daripada tahta atau semacamnya, pemuda itu lebih memilih keluarganya.
Bahkan setelah mengungsi ke sudut selatan yang terpencil, aku masih harus terlibat?
Ciel tersenyum pahit. Melihat ekspresi tertekan Alexander dan Julia, dia menghela napas panjang. Dia tiba-tiba mengatakan hal yang mengejutkan semua orang dalam ruangan.
__ADS_1
“Setelah pertemuan para pangeran … aku akan pergi ke North Duchy dan menemui Duke Flamehart.”
>> Bersambung.