
Menatap langit penuh bintang, Elena merasa khawatir. Sudah cukup lama dan tuannya belum kembali. Dia mulai memikirkan beberapa hal negatif.
Pada saat itu, dua bayangan hitam terbang ke arahnya. Setelah diperhatikan, ternyata itu adalah Ciel dan … Darkfrost Wyvern yang terlihat sedih.
Apakah makhluk itu dipukuli oleh tuannya sampai hitam dan biru? Atau mungkin dipermalukan?
Mengingat ketika dirinya diborgol, sedikit rona merah muncul di pipi Elena. Dia tidak menyangka kalau tuannya tipe yang seperti itu.
“Selamat atas keberhasilan anda, Tuan.”
“Bukan apa-apa,” ucap Ciel saat turun disusul oleh Darkfrost Wyvern.
“Selamat, Elena. Kamu juga berhasil,” tambah Ciel.
“Terima kasih, Tuan.”
“Ngomong-ngomong …”
“Iya?” Elena memiringkan kepalanya.
“Kenapa elang itu memandangiku … Bukan hanya aku , dia juga memandangi Darkfrost Wyvern penuh dengan kebencian.”
Mendengar itu, Elena bingung harus menangis atau tertawa.
Tentu saja karena anda menikamnya dengan tombak. Sedangkan peliharaan anda hampir mengigitnya sampai mati.
Four Winged Snow Eagle menatap CIel dan peliharaannya dengan tatapan dingin. Jika bisa berbicara, dia pasti sudah menggerutu.
Cih! Kenapa kalian terlihat masih sehat? Ternyata kalian adalah partner? Sama-sama gila! Memang cocok!
Elena langsung mengalihkan perhatian dengan berkata, “Lil-White mungkin merasa kurang nyaman karena lukanya belum sembuh total.”
“Lil-White? Putih kecil?” Ciel memandang Four Winged Snow Eagle yang memiliki tinggi sedikit lebih dari 2 meter ketika berdiri. “Dia???”
“I-Itu bukan masalah! Memangnya anda menamai peliharaan anda dengan nama apa?”
“Darkon! Terdengar keren dan mendominasi, bukan?” Ciel berkata dengan nada sedikit bangga.
Mendengar ucapan CIel, Elena tertegun di tempat, Darkfrost Wyvern memalingkan muka, dan Lil-White memandang Wyvern itu dengan tatapan iba.
Bukankah nama itu … agak berlebihan? Mungkin sedikit vulgar?
Meski merasa demikian, Elena tidak berani mengatakannya karena takut Ciel marah. Dalam hati kecilnya, dia masih takut Ciel akan menyingkirkannya ketika mulai menjadi wanita yang tidak taat.
“Tapi … Bukankah dia perempuan, Tuan?” ucap Elena agak ragu.
Ciel langsung tertegun. Pemuda itu menoleh ke belakang melihat Wyvern yang lesu.
“Apakah itu benar?”
Mendengar pertanyaan itu, Darkfrost Wyvern hanya bisa mengangguk dengan lesu.
“Benarkah? Meski kamu terlihat keren dan mendominasi?”
Itu sama sekali tidak ada hubungannya! Aku seekor Frost Wyvern, memang seperti ini penampilanku!
Darkfrost Wyvern meraung dalam hati. Namun hanya bisa pasrah.
__ADS_1
“Bagaimana kalau memberinya nama lain, Tuan?” tanya Elena.
Mendengar ucapan Elena, secercah harapan muncul di mata Darkfrost Wyvern.
“Hmmm …” Ciel memandang ke arah Darkfrost Wyvern yang tampak lesu sebelum mengangguk.
“Karena kamu perempuan, aku akan memberikan nama yang bagus.”
Elena, Lil-White, dan Darkfrost Wyvern saling memandang dengan ekspresi cemas. Daripada nama yang bagus, mereka lebih suka Ciel memilihkan sebuah nama yang umum dan normal. Paling tidak, kedengarannya normal dan tidak terlalu aneh.
“Aku menemukannya.” Ciel mengangguk dengan ekspresi serius.
Ketiga makhluk yang berbeda ras langsung merasa gugup. Ciel sendiri tersenyum bangga sebelum membuka mulutnya.
“Zantedeschia Odessa.”
“Z-Zantedech …” Lidah Elena terasa kaku ketika mencoba mengulangi kalimat yang Ciel ucap dengan cepat.
Apa itu tadi? Apakah itu sebuah mantra kuno atau semacamnya?
Elena, Lil-White, dan Darkfrost Wyvern tertegun. Bagi mereka, apa yang Ciel katakan bukanlah sebuah nama melainkan sebuah mantra aneh.
“Zantedeschia Odessa.”
Kali ini Ciel berkata perlahan, membuat ketiganya memandang dengan penuh perhatian.
Zantedeschia Odessa, atau biasa disebut Calla Lily Odessa adalah nama bunga di kehidupan Ciel sebelumnya. Itu adalah bunga berbentuk seperti terompet dengan warna hitam keunguan. Bisa dibilang itu bunga yang cukup unik dan terlihat misterius.
Bagi Ciel, bertemu dengan Darkfrost Wyvern itu sangat tidak terduga. Pertemuan mereka juga cukup unik dan misterius, jadi dia berencana memberi nama bunga itu.
“Terlalu panjang dan rumit, kah? Kalau begitu … Bagaimana dengan Deschia? Tidak buruk, kan?” tanya Ciel.
Darkfrost Wyvern langsung menunduk dan mengusapkan kepalanya ke tubuh Ciel. Pemuda itu tersenyum sambil mengelus kepala makhluk itu. Dia kemudian berkata, “Kalau begitu, mulai sekarang mohon bantuannya, Deschia!”
Setelah Ciel berhenti mengelus kepalanya, Deschia langsung berdiri dengan sayap lebar terbuka sambil meraung bahagia.
“Kelihatannya dia bahagia,” ucap Ciel sambil memandang ke arah Elena. “Mari kita kembali dan mulai mengadakan pesta.”
“Sesuai keinginan anda, Tuan.”
Elena membungkuk sopan dengan senyum lembut di wajahnya.
...***...
Tengah malam di Kota Black Lily.
Ron yang sedang berjaga di atas tembok Kota Black Lily tampak lelah. Meski begitu, dia merasa bahagia karena bisa menjadi salah satu dari 100 ksatria yang dilatih untuk menjadi ksatria khusus di bawah Pangeran Ciel.
Pada saat Ron menatap langit malam penuh bintang, dia tiba-tiba melihat dua bayangan hitam yang terbang dari kejauhan. Melihat dari bentuk dan ukuran, itu jelas makhluk yang kuat dan berbahaya.
Ron segera membunyikan lonceng darurat untuk memperingatkan warga dan memangil para ksatria. Dia juga tiba-tiba mengingat Asterious. Kecuali Ciel, Elena, dan Jean yang sedang tidak berada di kota. Hanya juniornya itu yang bisa diandalkan.
Dari barak prajurit, tampak para ksatria yang berbondong-bondong menuju tembok kota. Seratus ksatria khusus, Asterious, dan para veteran yang bertugas menjaga kota segera bergegas.
“Kenapa kamu membunyikan lonceng bahaya, Senior?”
Tidak meragukan Ron, Asterious langsung mendekat dan menanyakan situasi.
__ADS_1
Sebagai tanggapan, Ron langsung menunjuk ke arah dua bayangan hitam yang terbang menuju kota sambil berseru, “Lihat itu!”
Orang-orang langsung menatap ke arah yang Ron tuju. Melihat dua bayangan hitam mendekati kota, ekspresi mereka langsung menjadi serius.
“Tunggu apa lagi! Bersiap menuju busur pertahanan. Muat anak panah, ketika mendekat, peringatkan makhluk itu agar tidak mendekati kota!”
Salah satu veteran memerintah. Namun semua orang tidak langsung mematuhi, khususnya 100 ksatria khusus. Mereka memandang ke arah Asterious, prajurit terkuat di antara mereka.
Bukannya memerintah, Asterious malah berkata dengan ekspresi santai.
“Tidak masalah. Ini hanya kesalahpahaman. Kalian bisa kembali.”
“Aku tahu kalau dirimu kuat, Asterious. Namun nasib Kota Black Lily dipertaruhkan!” ucap veteran itu dengan ekspresi tanpa daya.
“Bukan seperti itu, Senior.” Asterious menunjuk ke arah dua makhluk yang semakin mendekat. “Tidak mungkin kita menyerang Tuan yang kembali pulang dari perjalanan.”
Mendengar ucapan Asterious, semua orang terkejut. Mereka langsung melihat bayangan yang mendekat dengan cermat. Ketika kedua makhluk itu terlihat, semua orang merasa takjub.
Seekor elang bersayap empat dan seekor Wyvern!
Melihat Ciel yang naik di punggung Wyvern, semua orang merasa terkejut. Tidak menyangka kalau tuan mereka mampu menaklukkan makhluk yang terkenal ganas dan keras kepala itu.
Dalam pandangan takjub orang-orang, Ciel dan Elena melintasi tembok kota bersama peliharaan mereka. Tujuan mereka jelas, langsung ke Kastil Black Lily!
Ketika para pelayan dan ksatria penjaga kastil panik, Wyvern dan elang bersayap empat mendarat di halaman besar tepat di depan bangunan utama kastil. Orang-orang merasa takjub ketika kedua penunggang turun dari dua makhluk ganas itu.
Ciel yang baru saja turun dari punggung Deschia terlihat tak acuh, tetapi mengeluh dalam hati.
Sial! Ini memang cepat dan bebas hambatan. Hanya saja … punggungnya terlalu keras! Selangkanganku terasa sakit bahkan kesemutan!
Ketika Ciel melamun, sosok Dhampir keluar dari kastil dan langsung menghampirinya dengan ekspresi khawatir sekaligus lega.
“Maaf membuatmu khawatir, Camellia.” Ciel tersenyum lembut.
“Senang melihat anda baik-baik saja, Tuan.” Camellia balas tersenyum. Namun ekspresinya berubah serius. “Ada sesuatu yang penting, Tuan.”
“Apa itu? Apakah pemberontakan? Kita bisa-”
“Maaf Tuan, maksud saya anda mendapat sebuah surat. Dari Yang Mulia … Ratu Lilith.”
Mendengar nama terakhir disebutkan, keringat dingin langsung membasahi punggung Ciel. Dia langsung memerintah.
“Camellia, dia adalah peliharaanku … Deschia. Tolong bawa dia dan Lil-White pergi ke rumah baru mereka. Dimana suratnya?”
“Di kamar-”
Belum sempat Camellia menyelesaikan ucapannya, Ciel sudah menghilang dari tempatnya.
Di kamarnya, Ciel melihat sebuah surat hitam di atas meja. Menelan saliva, dia mengambil dan langsung membukanya.
Pada saat membaca isi surat, Ciel merasa lututnya lemas. Dia langsung jatuh berlutut di tanah. Padahal, isi surat itu sangat singkat. Di dalamnya ada tulisan tangan agak berantakan tetapi Ciel jelas mengenal kalau itu tulisan ibunya.
‘Ciel kecil, kembali pada bulan kedua musim panas. Kalau terlambat, ibu akan menjemputmu secara pribadi.’
^^^Penuh cinta, Ibu.^^^
Ciel langsung meremas surat dan membantingnya ke lantai. Dia meraung dalam hati.
__ADS_1
SIALAN! Liburan musim panasku!!!
>> Bersambung.