
Sebenarnya Ciel ingin mengajak Theo jalan-jalan, tetapi remaja itu sedang mengurus Vahn dan Aiz. Ciel tidak tega mengganggu mereka. Dia juga ingin Theo memiliki teman dan tidak hanya terfokus pada latihan.
Belum lagi, selain dengan Jenny, biasanya Theo akan berkumpul dengan Asterious atau Clark ketika mereka ada di Kastil Black Lily. Ciel berusaha meminimalisir kontak antara mereka.
Bergaul dengan Vahn dan Aiz itu baik. Ciel tidak ingin Theo dipengaruhi oleh Asterious dan Clark. Membayangkan akan menjadi seperti apa jika terlalu sering bergaul dengan si kerbau dan kadal bersayap … Ciel merasa gugup.
Bibit yang bagus … tidak boleh rusak!
Ciel kemudian memandang ke arah Clark lalu menggeleng ringan.
“Jika kamu ingin bertemu dengan gadis Centaur, tunggu sampai di Kota Scarlet Roze. Biarkan aku bertanya kepada penanggung jawab daerah itu. Seharusnya mereka tahu informasi lebih detail.”
“Benarkah itu, Tuan?” tanya Clark dengan ekspresi bersemangat.
“Tentu saja.”
“Terima kasih banyak, Tuan.”
Setelah beristirahat semalam, Ciel dan Clark melanjutkan perjalanan.
Tanpa terasa, lima hari kembali berlalu dan mereka tiba di Kota Scarlet Roze.
Seharusnya perjalanan itu sendiri memakan cukup banyak waktu. Namun Ciel dan Clark menggunakan jalan pintas sehingga menghemat lebih banyak waktu.
Ciel sendiri sebenarnya memiliki tujuan lain ketika datang ke Kota Scarlet Roze. Selain mengurus masalah pemindahan wilayah kekuasaan dan permasalahan memilih bangsawan baru, dia juga datang untuk mencari sesuatu yang penting.
Catatan eksperimen Vonda.
Ya. Ciel sendiri sudah menanyakan hal itu kepada Duke Raevern tetapi orang itu tidak menemukan catatan penting yang ditinggalkan oleh Vonda.
Pemuda itu tahu, Vonda pasti menyembunyikan catatan miliknya di suatu tempat. Alasan Ciel mencari catatan itu adalah untuk memenuhi janjinya kepada Jean. Dia akan berusaha menyembuhkan dan mengembalikan Raniel kembali seperti sebelumnya.
Sebenarnya Ciel memiliki cara sendiri. Namun pemuda itu masih mencari catatan Vonda. Dengan pengetahuan wanita itu ditambah metode miliknya, kemungkinan sukses akan semakin besar. Itu adalah hasil terbaik yang coba dia raih.
__ADS_1
Lagipula … Ciel tidak ingin Jean tertekan dan merasa karena kematian Raniel. Selain mengurangi satu dari bawahan yang Ciel anggap penting, kematian Raniel pasti akan membuat Jean sulit untuk maju dan terhenti. Meski level 4 (akhir) cukup bagus, Ciel tahu kalau itu masih bukan batas Jean.
Ciel sendiri selalu mengingat ucapan dan kata yang dia janjikan kepada seseorang.
Dalam ruang tamu Kastil Scarlet Roze.
“Tidak menyangka kita akan bertemu kembali secepat ini … Pangeran Luciel.”
Helena hampir memanggil Ciel dengan sebutan ‘Tuan’. Hampir lupa kalau sekarang dia dan Ciel yang dilihat oleh publik adalah sosok yang tidak terlalu dekar dan hanya sebatas kenalan.
“En.” Ciel mengangguk. “Aku akan tinggal di bangunan utama Kastil Scarlet Roze untuk sementara. Apakah tempat itu sudah dikosongkan?”
“Sejak pemindahan kepemilikan wilayah selesai dilakukan, tempat itu telah dikosongkan, Pangeran Luciel.” Helena mengangguk. “Tentu saja, kami, Keluarga Roschild sama sekali tidak mengambil satu pun barang dari sana.”
“Bagus.”
Melihat Ciel puas, Helena mengangkat sudut bibirnya. Sementara itu, Clark sama sekali tidak terlihat di sana dan malah mulai berkeliling kota. Tentu saja, Ciel membiarkannya. Lagipula … tidak banyak orang yang bisa mengancam Clark di kota itu.
“Kalau begitu aku akan berkeliling kastil. Nona Helena … sebagai yang lebih akrab dengan tempat ini, maukah kamu menunjukkan jalannya?”
Ciel kemudian pergi bersama dengan Helena untuk berkeliling kastil. Melihat kastil indah dengan banyak bangunan yang baru kembali dibangun membuat Ciel menggeleng ringan. Jelas Keluarga Roschild telah menghabiskan banyak tabungan mereka untuk memperbaiki kastil tempat mereka pindah.
Akan tetapi mereka tidak menduga bahwa kurang dari satu tahun Keluarga Roschild harus meninggalkan Kastil Scarlet Roze yang mereka bangun ulang. Itu sangat melukai mereka, tapi orang-orang itu pun tahu kalau mereka hanya bisa merelakannya karena tidak ingin menghadapi masalah berat yang mungkin berujung pemusnahan.
“Aku akan mengembalikan biaya pembangunan kastil kepada Keluarga Roschild.”
Perkataan Ciel yang tiba-tiba membuat Helena tertegun. Dia menatap pemuda tampan itu dengan ekspresi heran. Tidak menyangka tiba-tiba mengatakan hal seperti itu. Tentu saja, Helena tidak bodoh dan langsung menunjuk sopan.
“Terima kasih atas kebaikan anda, Pangeran Luciel.”
Setelah puas berkeliling, Ciel pergi ke bangunan utama kastil untuk beristirahat. Malam harinya, dia makan malam bersama dengan Helena dan Clark. Karena lebih tertutup, mereka bisa membahas sesuatu lebih bebas.
“Apakah adan sesuatu yang ingin kamu sampaikan, Helena?”
__ADS_1
“Benar, Tuanku. Setelah saya kembali, ayah menerima surat dari Duke Raevern. Kelihatannya Duke Raevern mengirim dua surat yang sama menuju ke Kota Black Lily dan Kota Scarlet Roze.
Kebetulan … saat itu anda dalam perjalanan. Jadi surat baru bisa disampaikan kepada anda.”
Melihat Helena mengeluarkan surat yang masih disegel, Ciel mengangkat alisnya. Dia merasa cukup senang karena kehati-hatian Ayah Helena. Orang itu jelas tidak berani merusak segel dan memilih untuk menjaga lalu menyampaikan surat dengan patuh.
Ketika membuka segel lalu membaca surat di dalamnya, ekspresi Ciel masih tampak tak acuh. Hanya saja, dia sesekali mengerutkan kening.
Dalam surat tersebut, ada dua kabar yang penting. Bisa disebut kabar baik dan buruk.
Kabar pertama, Kota Black Lily akan menerima tamu penting satu bulan kemudian. Itu adalah kakak Ciel sendiri, Julia Dawnbringer. Dia ditugaskan secara langsung oleh Kaisar Julius untuk pergi ke wilayah milik Ciel untuk mencari pengalaman selama satu tahun sebelum kembali ke Royal Capital.
Namun tidak ada bangsawan tinggi yang bodoh. Mereka jelas tahu bahwa Kaisar Julius memerintah putrinya untuk membantu Pangeran Luciel mengurus wilayah baru miliknya dan menstabilkannya bersama sebelum kembali ke Royal Capital.
Ya … itu kabar baik bagi Ciel karena kedatangan Julia pasti sangat membantunya.
Sedangkan berita selanjutnya, satu bulan kemudian Kota Black Lily juga akan menerima tamu lain. Bukan sembarang tamu, yang akan datang adalah seorang Raja dari Kerajaan Silver Fang beserta rombongannya.
Kerajaan Silver Fang sendiri terletak di timur South Duchy. Lebih tepatnya, tenggara Kekaisaran Black Sun.
Raja dari Kerajaan Silver Fang telah mengirim surat dan mendapat persetujuan dari Kaisar Julius untuk berkunjung. Orang itu sekarang pergi untuk mengunjungi Duke Raevern sebagai kesopanan sebelum pergi ke selatan menuju Kota Black Lily.
Kerajaan Silver Fang cukup tertutup dan tidak banyak orang luar yang mengetahui situasi di dalamnya. Benar-benar sangat aneh mendengar bagaimana seorang Raja dan rombongannya secarap pribadi berkunjung ke wilayah terpencil seperti Wilayah Black Lily.
Tentu saja, banyak bangsawan yang menebak kedatangannya. Raja dari Kerajaan Silver Fang menunjukkan ketulusannya untuk datang secara pribadi, kemungkinan untuk menemui sosok Pangeran Luciel yang dianggap sangat berbakat.
Para bangsawan menduga kalau Raja dari Kerajaan Silver Fang datang menemui Ciel untuk perjodohan. Dengan kata lain, menjodohkan putrinya dengan Ciel, menjadikan putrinya sebagai istri ke-2 Ciel.
Tidak tahu apakah berita itu benar atau salah, kedatangan seorang Raja ke wilayahnya akan membuat banyak masalah. Pemuda itu bahkan mengeluh dalam hatinya.
Tidak bisakah aku hidup dengan tenang?
Kejadian seperti ini … jelas di luar rencana!
__ADS_1
>> Bersambung.