
“Kamu boleh tinggal di sini malam ini.”
Mendengar ucapan Ciel, Jenny merasa lebih hangat. Namun wanita itu juga paham apa yang harus dilakukan. Dia menggeleng ringan sebelum membalas.
“Tidak, Tuan. Jika saya tinggal … pasti akan ada rumor buruk tentang anda yang mulai beredar.”
Ciel yang mendengar jawaban Jenny mengangkat sudut bibirnya. Jika ada orang yang melihat kalau mereka tidur dalam kamar yang sama di malam hari. Meski tidak melakukan apa-apa, rumor buruk akan beredar.
Belum lagi ketika mereka kembali ke Kekaisaran Black Sun. Ciel yang menjadikan Jenny sebagai selirnya akan dicurigai. Setelah ditelusuri, identitas Gin yang sebenarnya adalah dirinya sendiri akan terungkap. Hal itu akan menjadi sangat merepotkan. Namun …
“Sepertinya kamu yakin kalau aku sudah menerimamu, Jenny?”
Mendengar Ciel yang bertanya dengan suara menggoda, Jenny menjadi lebih malu. Dia bergumam pelan, “I-Itu karena … saya yakin Tuan tidak akan melakukan hal semacam ini kepada setiap wanita.”
Ciel yang melihat Jenny menjawab malu-malu terkekeh. Dia mengecup kening wanita itu sebelum berkata, “Pintar.”
Meski keengganan terlihat jelas di wajahnya, Jenny masih melepaskan diri dari pelukan Ciel. Dia kemudian bangkit. Sebelum pergi, dia tiba-tiba mencium pipi Ciel lalu melarikan diri seperti gadis kecil sembari berkata,
“Selamat malam, Tuan.”
Melihat sosok yang meninggalkan ruangan itu membuat Ciel menggeleng ringan dengan senyum lembut di wajahnya.
...***...
Satu minggu kemudian.
Karena beberapa alasan, gerakan harus dimulai pada waktu itu. Dengan jubah hitam dan topeng perak, Ciel berdiri di tembok kota sambil memandangi puluhan ribu ksatria dengan pakaian lengkap yang berbaris. Melihat itu, dia hanya bisa menghela napas panjang.
Kuantitas di atas kualitas, kah?
Melihat bagaimana bagaimana ksatria elit di kerajaan ini kira-kira sama dengan Tiga Divisi Utama miliknya, Ciel menggeleng ringan. Belum lagi dibandingkan dengan divisi bayangan, kebanyakan dari ksatria elit Kerajaan Silver Fang sudah kalah. Sedangkan para ksatria biasa itu … Ciel merasa mereka terlihat seperti umpan meriam.
“Ada apa, Gin?”
Mendengar pertanyaan itu, Ciel menatap ke arah sosok yang mendekatinya. Orang itu adalah Camellia. Gadis itu juga memakai pakaian seperti dirinya.
Berbeda dengan yang lainnya, mereka berdua tidak ikut berbaris. Theo dan Jenny mengikuti Charles serta bangsawan lainnya memimpin para ksatria menuju ibukota. Sedangkan Ciel dan Camellia, mereka berdua akan bergerak sendiri.
“Tidak ada apa-apa.” Ciel menggeleng ringan. “Apakah kamu sudah siap, Hara?”
“Saya sudah siap.”
Sayap yang terbuat dari es berwarna hitam muncul di punggung Ciel. Sementara itu, dua sayap raksasa seperti kelelawar muncul di punggung Camellia. Keduanya saling mengangguk lalu terbang dan menghilang di antara awan.
__ADS_1
Tiga hari setelah keberangkatan.
“Apakah kamu tidak menemukan barang bagus?”
Mendengar pertanyaan Ciel, Camellia menggelengkan kepalanya. Jika diperhatikan di sekitar keduanya terlihat banyak sekali mayat ksatria. Yang lebih mengerikan, setiap mayat terlihat kering karena telah dihisap habis darahnya.
Camellia yang melakukan semua itu. Tentu saja, dia tidak menghisap mereka. Bahkan gadis itu jijik dengan darah selain milik tuannya. Alasan kenapa mereka kering adalah sebuah rapier di tangan Camellia.
Rapier of The Sanguine.
Sedikit lebih buruk daripada tombak milik Ciel, tetapi itu masih sebuah artifak. Benda itu Ciel dapatkan dari ruang penyimpanan harta Kekaisaran Black Sun. Hanya saja, rapier tersebut memiliki syarat. Penggunanya haruslah keturunan Bloodborne.
Tidak seperti tombak Ciel yang bisa digunakan setelah kepemilikan dipindahkan, rapier itu cukup unik. Meski kepemilikan bisa digunakan, benda itu hanya bisa digunakan dengan sihir darah (Bloodborne). Jika tidak, itu tidak lebih dari senjata yang tajam dan keras.
Ciel mengamati rapier di tangan Camellia. Gagang pedang berwarna perak dengan ornamen yang begitu indah, dia tidak terlalu terkejut karena sudah melihat banyak senjata cantik semacam itu. Namun ketika melihat tubuh pedang yang merah seutuhnya seolah dibuat dari rubi … Ciel menelan saliva.
Semakin banyak menyerap darah musuh-musuhnya … rapier itu menjadi semakin kuat.
Cocok dengan skill Devour, benar-benar membuat iri!
Tanpa Camellia sadari, tuannya telah membulatkan tekad untuk mencari jenis senjata yang mirip dengan rapier miliknya.
“Kalau begitu … kita lanjutkan perjalanan.”
Sembilan hari setelah keberangkatan.
“Apakah masih belum ada yang cocok?”
Mendengar pertanyaan Ciel, sekali lagi Camellia menggelengkan kepalanya. Apa yang pemuda itu anggap cocok adalah calon budak darah untuk Camellia. Dia ingin gadis itu juga menumbuhkan pasukannya tersendiri.
Melihat Camellia yang menggelengkan kepala, Ciel tidak bisa tidak bertanya.
“Memangnya persyaratan apa yang kamu inginkan?”
“Perempuan dengan bakat yang baik. Seperti para Vampir di Kastil Black Lily.”
Apa yang Camellia maksud adalah sisa Vampir dari Keluarga Bathory. Melihat bagaimana gadis itu memilih, sudut bibir Ciel berkedut. Dalam peperangan, kebanyakan adalah laki-laki. Mencari perempuan jelas tidak efisien.
“Kenapa harus perempuan?”
Menghadapi pertanyaan Ciel, Camellia memalingkan wajahnya.
“Karena dalam hati saya hanya ada satu lelaki, yaitu anda … Tuan. Saya hanya ingin mencegah salah paham, dan saya tidak ingin membuat anda jijik kepada saya.”
__ADS_1
Mendengar itu membuat Ciel mengangkat alisnya. Karena ada kontrak jiwa, dia sama sekali tidak takut akan dikhianati. Jadi pemuda itu tidak terlalu memikirkannya karena sudah percaya kepada kekasihnya.
Menyadari bagaimana para wanita itu berpikir, bagaimana mencoba menjadi yang terbaik untuknya … Ciel merasa agak menyesal.
Dibandingkan dengan mereka, Ciel merasa dirinya kurang perhatian. Mungkin dirinya telah memenuhi banyak kebutuhan wanita-wanita itu, tetapi tetap saja … Ciel masih merasa kurang perhatian.
“Terima kasih,” ucap Ciel dengan tulus.
“Itu sudah tugas saya, Tuanku.”
Setelah itu, keduanya kembali melanjutkan perburuan mereka. Terbang lalu menghilang di langit malam penuh bintang.
Sudah hampir satu bulan berlalu sejak pasukan berangkat menuju Ibukota.
Semua ksatria merasa sangat aneh. Itu karena … perjalanan mereka terlalu lancar! Sama sekali tidak ada penyergapan atau semacamnya. Mereka merasa seperti sedang latihan berbaris, sama sekali tidak merasa sedang berperang. Itu membuat mereka … agak canggung.
Sedangkan ksatria yang berkhianat dan menyamar dalam barisan ksatria di bawah Duke Harry menjadi gugup. Menurut informasi sebelum berangkat, akan ada penyergapan. Tidak banyak, kira-kira seribu orang.
Pada saat penyergapan itu dimulai, mereka akan membelot dan menyerang dari dalam formasi barisan. Membuat kekacauan dan menciptakan perang ganas yang tidak terduga. Hanya saja … semua melenceng dari rencana.
Dalam hampir satu bulan perjalanan, para pengkhianat itu tidak melihat rombongan penyergapan. Jangankan ksatria yang menyergap, satu orang pun tidak muncul. Sebaliknya, satu per satu ksatria yang berkhianat menghilang di malam hari.
Tidak ada jejak pembunuhan. Jadi … mereka menduga bahwa sebagian orang mulai melarikan diri. Namun mereka tidak akan menyangka, orang-orang yang menghilang itu sebenarnya dihabisi oleh Theo.
Melihat rencana telah kacau, orang-orang yang awalnya berniat berkhianat memilih untuk tinggal dan menjadi lebih jujur. Ketika tepat satu bulan dalam barisan, mereka akhirnya mengakui perbuatan mereka dan meminta maaf.
Awalnya Raja Charles terkejut. Dia kemudian memikirkan sosok Ciel lalu menghela napas panjang. Pria itu kemudian berseru.
“Ini bukan sepenuhnya salah kalian. Semua ini terjadi karena aku kurang tegas. Sebagai Raja, aku juga meminta maaf kepada kalian. Sebagai gantinya …
Mari kita menangkan perang ini! Kita jadikan Kerajaan Silver Fang lebih baik dan lebih baik lagi di masa depan!”
“OOOHHH!!!” Para ksatria berseru bersamaan.
Dengan demikian, barisan ksatria yang loyal akhirnya bergegas menuju ke Ibukota Kerajaan Silver Fang.
Dalam Istana Kerajaan Silver Fang.
Suara benda terbanting terdengar. Sosok pria paruh baya dengan pakaian bangsawan membanting cawan dengan ekspresi muram. Dia adalah kakak Charles dan Jenny, namanya Andrew Ivercrown.
Mendengar laporan dari ksatria, dia mengerutkan kening. Andrew tidak bisa tidak marah dan meneriaki orang-orang dalam istana.
“Bagaimana ini bisa terjadi! Katakan! Bagaimana! Kenapa rencana yang aku susun dengan baik bisa sampai kacau seperti ini!”
__ADS_1
>> Bersambung.