Useless 8th Prince

Useless 8th Prince
Bagaimana Bisa?


__ADS_3

“Karena sudah sampai, saya akan pergi. Sekali lagi, jika membutuhkan sesuatu, kalian bisa langsung memanggil pelayan. Kalau begitu … permisi.”


Awalnya Heath menemui Ciel dan rekan-rekannya bersama dengan beberapa orang bangsawan. Ketika mengantar Ciel, para bangsawan itu menunggu di lantai pertama. Kelihatannya Heath pergi untuk menemui mereka lagi.


Melihat sosok Heath yang menjauh, Ciel dan tiga orang lainnya berkata bersamaan.


“Terima kasih.”


Ketika sosok Heath pergi, keempat orang itu saling memandang. Pada akhirnya, tiga orang lainnya mengalihkan pandangan mereka ke arah Ciel.


“Apa yang harus kita lakukan, Tuan?” tanya Clark.


“Pergi beristirahat. Kalian juga boleh bersenang-senang.” Ciel mengangkat bahu. “Masih ada waktu satu minggu, kalian santai saja.”


“Benarkah???” tanya ketiganya bersamaan.


“Benar.” Ciel mengangguk. “Tapi kalian harus ingat. Kalian orang yang aku bawa, yang juga merupakan perwakilan dari Ratu Lilith. Berani mempermalukan ibuku …”


Tanpa Ciel melanjutkan pun, ketiganya sudah mengerti. Mereka menelan saliva, tampak agak gugup. Ketiga orang itu terus mengangguk, menandakan kalau mereka mengerti.


“Bagus kalau kalian mengerti. Bersenang-senang tidak salah, tetapi jangan berlebihan.”


“Baik!” jawab ketiganya serempak.


Awalnya tiga orang lainnya hendak pergi ke lantai pertama. Namun Ciel memaksa mereka untuk memeriksa kamar mereka dahulu. Lebih baik beristirahat setelahnya, tetapi dia tidak memaksa. Yang terpenting, mereka telah memastikan bahwa tidak ada alat sihir pengawasan yang memata-matai privasi mereka.


Jika hanya masalah bersenang-senang dan direkam, mungkin mereka tidak akan malu. Namun Ciel mencegah hal-hal yang menyangkut beberapa berita atau mungkin informasi penting tersebar. Namun setelah keempat orang itu pergi ke kamar masing-masing dan memeriksa setiap sudut ruangan, hal aneh sekali lagi terjadi.


Tidak ada pengawasan sama sekali!


Ketika ketiganya melaporkan hal yang sama kepada dirinya, Ciel menjadi semakin bingung. Benar-benar tidak tahu alasan kenapa Kerajaan Natrace menjamu mereka secara berlebihan. Pemuda itu merasa ragu, benar-benar tidak maksud akal!


Awalnya Ciel berpikir tentang pengumpulan informasi oleh Kerajaan Natrace, tetapi akhirnya dia salah. Pemuda itu sama sekali tidak marah atau kesal karena berbeda dari dugaannya. Sebaliknya, Ciel merasa lebih penasaran, merasa bahwa hal itu cukup menarik.


Setelah memeriksa ruangan, Ciel dan yang lainnya akhirnya memutuskan untuk beristirahat dalam kamar masing-masing.

__ADS_1


Dalam kamarnya, Ciel duduk dalam posisi lotus di atas ranjangnya. Pemuda itu memejamkan mata, menenangkan diri untuk berpikir lebih jernih dan mulai memikirkan segala kemungkinan.


Beberapa jam berlalu begitu saja.


Pada saat itu, Ciel membuka matanya ketika mendengar ketukan di pintu.


Tok! Tok! Tok!


“Masuk.” Ciel berkata dengan tenang.


Pintu terbuka, empat sosok perempuan dengan pakaian pelayan memasuki ruangan. Kemudian, sosok wanita cantik dari ras Succubus maju ke arah Ciel lelu membungkuk sopan.


“Budak ini diperintahkan oleh sang Raja untuk menemui anda, Pangeran Luciel.”


“Raja?” Mendengar itu, ekspresi Ciel tampak serius. “Apakah ada yang diinginkan beliau? Sampai harus mencari orang tidak penting sepertiku.”


“Budak ini tidak bisa menjawabnya, Pangeran Luciel. Budak ini hanya melaksanakan perintah beliau.”


“Jadi … apa yang diinginkan beliau dariku?” tanya Ciel.


“Saya diminta untuk memberikan ini kepada anda, Pangeran Luciel.”


Pada akhirnya, Ciel membuka surat lalu dengan santai membacanya. Namun ketika selesai membacanya, dia menatap Succubus itu dengan ekspresi aneh.


“Tugas saya sudah selesai. Kalau begitu, saya permisi.”


Wanita itu membungkuk sopan sebelum akhirnya pergi meninggalkan ruangan.


Ciel kemudian melihat tiga sosok perempuan yang masih tertinggal. Selain surat dari raja, di dalam amplop tertinggal tiga lembar kertas. Lebih tepatnya, benda yang digunakan untuk membuat kontrak budak tingkat tinggi.


“Jasmine?”


“Saya di sini, Tuan.”


Seorang perempuan berusia 20 tahun maju. Dia memiliki kulit cokelat yang kencang dan sehat. Wanita itu juga memiliki rambut hitam yang lurus dan panjang, serta iris mata cokelat terang. Tubuhnya terlihat kencang dan lentur karena menekuni menari. Tentu saja, cembung di bagian depan dan belakang.

__ADS_1


“Bianca?”


“Di sini, Tuanku.”


Seorang gadis berusia 18 tahun maju. Dia memiliki kulit putih yang tampak lembut. Gadis itu juga memiliki rambut perak sampai bahu, serta iris mata hijau muda. Tubuhnya agak pendek, tetapi sosok iblis (tubuhnya) yang menonjol dan tampak lembut seperti marshmellow itu membuat orang ingin memakannya.


“Eileen?”


“Siap melayani anda, Tuanku.”


Seorang wanita dewasa berusia 27 tahun maju sambil membungkuk dengan wajah malu. Dia memiliki rambut pirang panjang dan bergelombang, parasnya begitu cantik dan memancarkan pesona wanita dewasa. Tubuhnya telah matang sepenuhnya, benar-benar tampak seperti semangka di musim panas … berair, manis, dan menyegarkan.


Alasan Ciel tahu identitas mereka tentu saja karena sudah dijelaskan oleh Raja secara pribadi. Pemuda itu kemudian melihat ‘kalung’ hewan peliharaan di leher mereka. Jasmine dan Bianca adalah gadis yang masih bersih, tetapi sudah menerima pelajaran mendalam dari para senior mereka.


Sedangkan Eileen adalah mantan ibu rumah tangga. Wanita itu menikah tiga tahun yang lalu, tetapi suaminya meninggal satu tahun kemudian. Dia ditangkap karena terlilit hutang dan dijadikan budak. Dipilih oleh Raja sendiri lalu dilatih para selirnya. Benar, kecuali suaminya, bahkan Raja tidak menyentuhnya.


Mereka adalah ‘peliharaan’ dengan kualitas tertinggi yang telah disiapkan oleh Raja untuk Ciel.


Bukannya senang, Ciel malah merasa agak ragu dan bimbang, bahkan sedikit takut. Seolah dirinya telah terbuka di depan Raja itu.


Jika hanya Jasmine dan Bianca, Ciel masih bisa berpikir bahwa Raja menghibur dirinya karena suka memiliki budak-budak cantik. Namun masalah Eileen, itu sangat aneh.


Jika dilihat secara detail, waktu itu adalah tepat baru beberapa bulan Ciel diusir dari Istana dan pergi ke Wilayah Black Lily. Bahkan kasus ‘pembersihan wilayah’ belum dimulai.


Siapa sebenarnya Raja itu? Bagaimana dia tahu? Mata-mata dari Curses of Shadow? Atau …


Otak Ciel berpikir cepat. Dia mencoba mencari sebuah jalan untuk menyimpulkan satu kesimpulan dari berbagai hal yang telah dia alami. Namun sia-sia, pemuda itu sama sekali tidak memiliki petunjuk yang valid dan meyakinkan.


Ekspresi di wajah Ciel perlahan kembali menjadi lebih tenang. Tidak peduli bagaimana Raja bisa tahu, kelihatannya orang itu tidak bisa mengetahui sepenuhnya. Seperti sifat Ciel yang sebenarnya.


Memang, Ciel memiliki banyak wanita cantik di sekelilingnya, tetapi bukan untuk digunakan dengan cara semacam itu. Lebih tepatnya, semuanya mengalir begitu saja.


Tenang, Ciel. Orang itu tidak mengetahui sepenuhnya, tetapi kamu juga harus bersiap. Ketika berhadapan dengannya, kamu harus siap mengeluarkan segalanya atau semua akan terlambat.


Menggeleng ringan, Ciel memandang ke arah ketiga perempuan cantik itu. Meski mencoba mengabaikannya, pemuda itu masih sangat penasaran. Ekspresinya menjadi lebih serius.

__ADS_1


Raja dari Kerajaan Natrace … bagaimana kamu bisa mengetahui semua itu?


>> Bersambung.


__ADS_2