
“Untuk yang terakhir …”
Marquis memandang ke arah kotak kecil dalam kotak kayu. Alexander menggeleng ringan sebelum membukanya perlahan.
Pada saat dibuka, semua orang merasa linglung. Di sana terlihat sebuah batu hitam seukuran dua jari pria dewasa berwarna hitam. Namun jika diperhatikan, ada guratan-guratan berwarna biru tua. Tampak aneh dan misterius.
“Ini … Saya tidak mengenalnya, Tuan. Mungkin ahli bebatuan atau penempa lebih mengenalnya.” Marquis itu tersenyum pahit.
“Tidak apa-apa. Aku sendiri mengetahuinya,” ucap Alexander. “Menurut karakteristiknya, kalau tidak salah, ini jenis logam Black Cocytus. Jika ditempa bersama senjata, ini dapat membuat senjata lebih ringan dan cepat. Tidak hanya itu, senjata akan memiliki efek ‘frostbite’, membuat musuh melambat karena dingin atau bahkan bisa membekukan darah.”
“Bukankah itu logam yang sangat langka, Pangeran Alex?”
“Memang, biasanya logam seperti ini muncul di tempat yang tinggi dan dingin. Logam seperti ini tidak datang ketika dicari, tetapi datang dengan keberuntungan.” Alexander mengangguk.
Semua orang memandang ke arah Ciel dengan ekspresi takjub. Sekarang, bukan hanya diketahui kalau pemuda itu ternyata memiliki bakat, ternyata … dia juga sangat peduli kepada keluarganya. Dalam hati para bangsawan, nilai Ciel langsung naik satu tingkat.
Jika Ciel mengetahui apa yang mereka pikirkan, dia pasti tertawa.
Ciel tidak merasa kalau dirinya sangat akrab dengan kakaknya. Sedangkan hadiah, pemuda itu menganggap hal semacam itu cukup baik dan … gratis.
Bunga Seven Silver Stars, Ciel mendaatkannya ketika dirinya pergi ke Blackwood Forest untuk mencari harta karun. Dia kebetulan mengetahui cara mengawetkan bunga itu, jadi dia mengambil bunga-bunga itu. Dalam tas dimensinya, masih ada beberapa botol semacam itu.
Untuk badge, Ciel sama sekali tidak peduli. Sebenarnya pada saat mencari harta di Blackwood Forest, dia menemukan cabang jatuh yang cukup besar. Karena bahannya cukup bagus, pemuda itu memotongnya menjadi beberapa dan membawanya pulang. Dalam kastil, lebih tepatnya ruangan yang Ciel gunakan, banyak ukiran makhluk mitologi dari bahan yang sama digunakan untuk dijadikan pajangan.
Sedangkan logam itu. Ya … lebih parah. Ciel menemukan cukup banyak logam seperti itu di sarang Deschia. Kelihatannya dikumpulkan dari tanah tinggi Black Cloud Mountain oleh ‘gadis’ itu. Dibandingkan beberapa bebatuan yang Ciel simpan, itu bisa dianggap setara dengan kerikil.
Sayangnya,Ciel tidak terlalu memerdulikan hal semacam itu dan menyimpannya sebagai mainan. Jika sebelumnya dia tahu harganya, pemuda itu jelas tidak akan memberikannya sebagai kado, tetapi menjualnya … menghasilkan uang untuk perkembangan pasukan.
“Terima kasih banyak, Ciel.” Alexander menatap Ciel dengan ekspresi penuh syukur.
Ciel hanya mengangkat bahu dengan ekspresi bosan. Dia tampak tidak terlalu peduli. Pemuda itu malah memilih untuk mengajak Ariana mencari tempat duduk yang tidak mencolok dan lebih tenang. Mengetahui itu, para bangsawan hanya bisa menggeleng ringan.
Pada saat itu, seorang gadis berambut perak dan mata ungu mendekati Ciel. Mlihat sosoknya, Ciel memiringkan kepala.
“Ada apa, Lilia?” tanya Ciel.
“Ikuti aku sebentar, Kak.” Lilia berkata dingin.
__ADS_1
Ciel langsung melirik ke arah Ariana. Gadis itu mengangguk.
“Saya tidak apa-apa, Sayang. Saya akan menunggu di sini.”
“Jangan kemana-mana. Aku akan segera kembali.”
“Baik.”
Ciel kemudian mengikuti adiknya naik ke lantai dua. Setelah mereka sampai di sudut yang tidak terlihat, Lilia berhenti lalu berbalik menatap Ciel. Gadi itu mengulurkan kedua tangannya.
“Apa?” tanya Ciel sambil memiringkan kepalanya.
“Aku tahu kamu tidak akan memberi Kak Alex hal-hal berharga seperti itu. Kamu pasti punya banyak, beri aku juga.”
Mendengar ucapan adik yang paling mengenalnya, sudut bibir Ciel berkedut. Dia hendak menolak, tetapi melihat mata gadis itu, jelas jika dirinya menolak … Lilia akan mengadu kepada Ratu Lilith kalau Ciel memberi kakaknya sendiri item ‘ampas’ ketika pesta pernikahan.
Menghela napas panjang, Ciel mengeluarkan dua item dari tas dimensi. Satu adalah botol kristal yang sama dengan hadiah, sementara satunya adalah ukiran kayu berbentuk seekor ‘Griffon’ seukuran kepalan tangan anak kecil.
“Bagus!” seru Lilia ketika mengambil dua item itu dengan ekspresi bahagia di wajahnya.
“Hmph! Aku mengerti.” Lilia mengabaikan Ciel. Menaruh kedua item ke dalam tas dimensi, gadis itu pegi begitu saja.
Woy! Paling tidak ucapkan terima kasih! Sial! Dimana adik kecilku yang manis … yang terus mengikutiku dengan wajah polos itu?
Ciel mengutuk dalam hati. Menghela napas panjang, dia turun ke lantai bawah untuk kembali menemui Ariana. Hanya saja ketika dia di sana, Ariana tidak sendiri.
Di sekitar Ariana, terlihat banyak perempuan berdiri. Dia ingat jika salah satunya adalah sosok yang mengikuti Ratu Elizabeth.
“Benarkah itu, Nona? Pantas saja … lihat gadis itu, terlihat begitu sombong.” Salah satu gadis berbicara.
“Benar. Kita mengajaknya pergi berkumpul bersama, tetapi menolak begitu saja.”
“Bukankah dia dijodohkan dengan Pangera Luciel karena sebelumnya terkenal sebagai Pangeran Sampah?”
“Memang. Seharusnya itu cocok dengan sikap sombong dan tidak acuh itu.”
“Ah! Jika aku tahu kalau Pangeran Luciel menyembunyikan kekuatannya, aku juga mau menjadi tunangannya.”
__ADS_1
“Kamu? Putri Count? Hehehe … Putri Marquis sepertiku lebih cocok.”
“Ya, sejak di Kerajaan Black Star … Ariana memang sudah memiliki sikap seperti itu.” Sosok perempuan yang Ciel lihat sebelumnya menambahkan.
“Pantas saja dia tidak memiliki teman.”
“Hanya karena seorang Putri Raja, benar-benar sombong.”
“...”
Menghadapi hinaan dan cemoohan di sekitarnya, Ariana masih diam. Dia tidak membantah atau terlihat marah. Gadis itu bahkan tidak merubah sikapnya. Masih duduk di kursi dengan tenang, menunggu Ciel kembali.
Melihat itu semua, Ciel di kejauhan menghela napas panjang. Dia mengambil sebuah gelas berisi anggur lalu berjalan menuju ke arah Ariana dan para perempuan dengan ekspresi tenang.
Salah satu perempuan menyadari sosoknya mendekat dan memberitahu lainnya untuk diam. Pada saat Ciel sampai, yang mereka langsung membungkuk sopan.
“Kelihatannya begitu ramai?” ucap Ciel dengan senyum di wajahnya.
Perempuan yang mengikuti Ratu Elizabeth langsung mendekati Ciel dan menyapa.
“Ah! Sebenarnya kami ingin berkenalan dan berteman dengan Putri Ariana. Hanya saja, dia-”
Sebelum ucapan wanita itu selesai, segelas anggur langsung menyiram tepat di wajahnya. Wanita itu langsung terdiam, perempuan di sekitar langsung memandang Ciel dengan ekspresi kaget.
“Maaf. Aku sengaja. Melihat wajahmu, tiba-tiba aku ingin melakukannya.”
“...” Semua orang semakin tercengang.
“Apakah make up luntur? Apakah kamu tipe wanita yang berubah wajahnya ketika make up luntur? Hey, maaf, aku tidak tahu itu.”
“...”
“Jika aku mengetahuinya … ya, aku masih akan melakukannya.”
Ciel berkata dengan wajah bosan. Nadanya terdengar begitu tak acuh, membuat orang-orang di sekelilingnya merasa kalau sebutannya yang baru, Pangeran Gila … benar-benar cocok untuk Ciel.
>> Bersambung.
__ADS_1