
Tanpa terasa, lima hari kembali berlalu.
Dalam lima hari ini, Wilayah Black Lily menjadi lebih aktif dibandingkan biasanya. Selain berlatih dengan lebih giat, semua orang juga mempersiapkan banyak hal. Lagipula … kabar tentang seorang Raja yang datang berkunjung sudah sampai di telinga mereka.
Apa konsep Raja? Tentu saja, Raja adalah pemimpin sebuah kerajaan!
Bagi para rakyat, kunjungan seorang Raja adalah sebuah kehormatan bagi mereka. Sedangkan untuk Ciel … hal itu bisa dianggap sesuatu yang terlalu merepotkan. Sebenarnya bukan hal yang buruk, hanya saja pemuda itu tidak terlalu menyukainya.
Dalam lima hari ini, Julia juga telah menyiapkan rencana untuk mengembangkan Wilayah Scarlet Roze. Setelah mencoba mencari banyak kelebihan dan mencari solusi banyak masalah, Ciel dan Julia berhasil menyusun rencana itu. Satu minggu kemudian Julia akan pergi menuju ke Kota Scarlet Roze.
Sedangkan para ksatria yang yang ditugaskan untuk mengawal Julia sebelumnya kembali ke Royal Capital. Gadis itu memaksa mereka untuk kembali karena kehadiran mereka tidak dibutuhkan dan akan menjadi pengganggu karena dianggap ikut campur urusan wilayah milik Ciel.
Ciel juga setuju dengan keputusan Julia. Sebagai gantinya, Ciel menyuruh Shana untuk selalu menemani gadis itu dan menjaganya. Shana juga akan ikut menuju ke Kota Scarlet Roze sebagai bodyguard Julia.
Shana juga merupakan iblis level 4 (akhir), jadi Ciel merasa cukup yakin mempercayakan keselamatan Julia kepadanya.
“Apakah kamu baik-baik saja, Ciel?”
Duduk di ruang kerjanya, Ciel yang mendengar pertanyaan dari Julia tersadar dari lamunannya. Semenjak datang ke Kastil Black Lily, gadis itu membantunya untuk mengurus beberapa pekerjaan. Tentu saja, hal-hal yang sangat penting dan rencana rahasia dijauhkan dari Julia.
“Tidak apa-apa.” Ciel membalas singkat sembari menggeleng ringan.
“Aku cukup heran. Sama sekali tidak menyangka kalau kamu bisa mengurus wilayah sebaik ini. Bahkan lebih baik daripada seorang Marquis atau dua Duke itu.”
“Bukahkah kamu mengetahuinya sendiri, Kak Julia. Sejak kecil, aku dan para saudara laki-laki (para pangeran) sudah diajarkan dasar-dasar mengurus daerah wilayah.”
“Meski kamu jarang mengikuti kursus? Jika tidak tidur … kamu pasti akan menghilang entah ke mana.”
“...”
“Aku masih ingat. Ketika kamu tinggal di Istana Utara sampai dewasa, kamu begitu malas untuk melakukan apa-apa. Menurutku … membuangmu ke tempat ini merupakan pilihan yang paling tepat.”
“Tidak bisakah kamu sedikit menahan diri, Kak Julia?” Ciel menghela napas panjang.
“Bukankah itu kenyataannya? Para bangsawan di Royal Capital tidak menyukaimu dan berusaha menjauhkanmu. Namun mengingat bagaimana ekspresi mereka ketika kamu memukuli Pangeran Victor …
Aku benar-benar puas.”
“Meski seperti itu … dia (Pangeran Victor) juga masih kakak kita.”
“Biarkan saja. Salahnya sendiri untuk bertindak sombong.” Julia mendengus dingin. “Ngomong-ngomong …”
“Ada apa?” tanya Ciel.
__ADS_1
“Apakah kamu benar-benar tidak tertarik dengan kursi Putra Mahkota, Ciel? Aku rasa kamu pantas menyandang gelar itu.”
“...”
Sekali lagi Ciel menghela napas panjang. Entah karena merasa lebih bebas atau bagaimana, Julia berubah cukup banyak ketika berada di sekitar Ciel. Dulu gadis itu sangat pendiam, tampak sangat serius, dan tidak bisa diajak bercanda.
Sedangkan sekarang, gadis itu benar-benar seperti burung yang terus berkicau di sekitar Ciel. Bahkan pemuda itu merasa agak tak berdaya. Namun, Ciel juga masih lebih menyukai Julia yang sekarang. Lagipula … siapa yang senang melihat anggota keluarganya depresi atau tertekan?
“Aku sudah bilang berkali-kali, Kak Julia. Aku sama sekali tidak tertarik untuk menjadi Putra Mahkota atau bahkan Kaisar.”
“Meski kamu mengelola wilayah dengan baik?”
“Itu tidak ada hubungannya.”
“Meski kamu mengelola wilayah sendiri yang setara dengan 1/4 asset seorang Duke?”
“Itu tidak ada hubungannya.”
“Lalu … apa yang kamu inginkan?”
Segera mengatur banyak bakat untuk mengelola seluruh wilayah lalu menghabiskan waktu untuk hidup santai.
Ciel menjawab dalam hati. Jika dia menjawab langsung, pemuda itu yakin kalau Julia akan segera melaporkannya kepada ibu mereka. Dan akhirnya … masalahnya akan bertambah lagi.
“Apapun itu … aku akan mendukungmu.”
Melihat ekspresi tulus Julia, Ciel mengangkat sudut bibirnya.
“Terima kasih.”
“Sama-sama.”
…
Sekitar pukul dua siang.
Akhirnya ada ksatria yang datang melapor kepada Ciel. Laporan itu mengatakan bahwa Raja dari Kerajaan Silver Fang telah tiba di kota dan bergerak menuju Kastil Black Lily.
Ciel, Julia, Ariana, dan barisan ksatria bersiap untuk menyambut kedatangan mereka. Melihat rombongan kecil, sekitar 50 ksatria berkuda yang mengawal sebuah gerbong kereta membuat ekspresi pemuda itu agak serius.
Kelihatannya Raja dari Kerajaan Silver Fang hanya membawa ksatria elit dari kerajaannya untuk mengawal. Masing-masing dari ksatria memiliki level 3. Dari lima puluh orang, ada dua ksatria level 4 (awal) dan satu level 4 (menengah). Untuk sebuah barisan semacam itu, sudah bisa dianggap baik di antara kerajaan di sekitar Kekaisaran Black Sun.
“Yang Mulia Raja Charles telah tiba.”
__ADS_1
Dengan laporan itu, kereta kuda berhenti. Ketika pintu terbuka, dua sosok turun dari dalam gerbong kereta.
Yang pertama adalah sosok pria berusia di akhir tiga puluhan. Dia memiliki sosok tegap, mengenakan pakaian layaknya ksatria dengan warna platinum dengan ornamen biru. Terlihat jubah panjang berwarna biru tua di punggungnya. Selain itu … di kepalanya terlihat sebuah mahkota platinum yang bertatahkan safir.
Ya … dia adalah Raja Charles dari Kerajaan Silver Fang.
Di belakangnya tampak lelaki berusia kira-kira di awal lima puluhan. Sosoknya lebih tinggi satu kepala dibandingkan dengan Raja Charles. Dia mengenakan armor berat. Meski terbilang tua, aura yang mendominasi masih terasa dari tubuhnya.
Level 6 (menengah), Level 5 (menengah), Level 4 (menengah) …
Dua level 4 (awal), dan empat puluh tujuh level 3.
Ciel melihat barisan itu dengan ekspresi tertarik. Diam-diam pemuda itu merasa lega karena … jika dia serius, dia masih bisa mengalahkan mereka. Lagipula Ciel sekarang berada di level 6 (akhir) dan memiliki tubuh kuat setelah mengonsumsi potion yang terbuat dari inti sihir Behemoth.
Ya … level sama sekali tidak naik tetapi fisiknya meningkat beberapa kali lipat.
“Selamat datang di wilayah terpencil milik saya, Raja Charles. Saya harap anda sama sekali tidak keberatan.”
Ciel berkata dengan sopan, tetapi agak santai. Tidak terlihat takut, tetapi juga tidak terlihat sombong. Menatap ke arah Ciel, Raja Charles menyeringai. Kelihatannya puas dengan pemuda di depannya.
“Maaf jika kunjungan saya membuat anda kerepotan, Pangeran Luciel.”
“Sama sekali tidak.” Ciel menggeleng ringan.
“Kalau begitu bagus. Jujur saja, saya datang ke sini untuk merepotkan anda.”
“Apakah ada yang bisa saya bantu?”
“Saya sedang mencari seseorang.” Mengatakan itu, ekspresi Raja Charles menjadi lebih serius. “Saya sempat menerima kabar bahwa orang itu di wilayah anda.”
“Bukankah anda bisa mengirim potret? Saya bisa membantu mencari. Anda tidak perlu repot-repot sampai ke tempat ini.”
“Tidak bisa, Pangeran Luciel. Saya … harus menemukan orang itu dan melihatnya dengan mata kepala saya sendiri.”
Melihat kalau aura berbahaya muncul dari Raja Charles, Ciel tertegun. Bukannya dia takut. Hanya saja pemuda itu merasa agak tertekan. Ciel hanya memimpin sebuah wilayah terpencil. Dia mengeluh karena ada sosok-sosok bersembunyi yang membuatnya mendapat banyak masalah.
Aku yakin kalau itu bukan Curses of Shadow. Jadi … siapa?
Penjahat mana lagi yang mencoba merepotkan aku? Tidak bisakah orang-orang itu bersembunyi di wilayah lain? Kenapa harus di wilayahku?
Tidakkah aku bisa beristirahat dengan damai? Ini melelahkan!
>> Bersambung.
__ADS_1