Useless 8th Prince

Useless 8th Prince
Black Euphorbia


__ADS_3

“Le-Level 5 (akhir)???”


Pembawa acara berseru dengan nada tak percaya. Tidak hanya itu, Victor di sisi lain memiliki ekspresi yang buruk di wajahnya. Momentum dahsyat yang dia buat sebelumnya benar-benar langsung sirna begitu saja. Seluruh Colosseum tampak sunyi karena Ciel menunjukkan kekuatannya.


“Level bukan tolok ukur untuk segalanya! Tanpa sebuah pengalaman dan latihan keras, level hanya sebuah angka! Bukan segalanya!” Victor meraung.


“...”


Kali ini para penonton menjadi agak ragu. Mereka agak percaya dengan ucapan Victor, tetapi lebih ragu karena biasanya semakin tinggi level, itu pertanda semakin kuat iblis. Ekspresi orang di kubu Ratu Victoria tampak jelek seolah dipaksa menelan serangga.


Sedangkan orang-orang di kubu Ratu Lilith, mereka juga tidak tampak baik. Orang-orang itu tersenyum pahit ketika melihat tindakan Ciel yang sengaja mempermalukan Victor. Bahkan Lilia si pengikut kecil bergumam pelan.


“Kak Ciel benar-benar memiliki hobi yang buruk.”


“...”


Ratu Lilith melirik Lilia sebelum mengalihkan pandangan ke arah Ciel yang ada di arena. Menurut wanita itu, akting Ciel yang pura-pura tidak berdaya benar-benar nyaris sempurna. Khususnya senyum pahit di wajahnya itu.


Jika Ciel tahu apa yang orang-orang pikirkan, dia pasti akan berseru dengan ekspresi kesal.


Aku tidak sengaja, okay? Sebelum aku menunjukkan kekuatan, sisi lain yang lebih dulu membuat momentum keras yang berlebihan. Jangan salahkan aku!


Ciel melihat Victor yang membuat gerakan canggung dengan senyum pahit. Tidak ingin kakaknya sendiri terus mempermalukan nama Keluarga Kekaisaran. Dia memberi saran kecil.


“Pangeran Victor … bagaimana kalau kita mulai saja?”


“...”


Colosseum semakin sunyi, tidak menyangka kalau Pangeran muda itu benar-benar memotong ucapan kakaknya. Daripada mendukung, itu benar-benar mirip ejekan. Sebuah ejekan yang cukup kasar.


“PANGERAN LUCIEL!”


Victor menggeram marah. Urat nadi muncul di pelipisnya, benar-benar hampir meledak karena emosi.


Menyadari kalau para penonton semakin meragukan dan sedikit menghina dirinya, Victor memutuskan untuk langsung bertarung. Akhirnya dia menatap juri untuk memberi isyarat.


Juri yang berada di atas platform khusus pinggir arena memberi hormat kepada kedua peserta dan para penonton. Tanpa menunggu lama, orang itu langsung berkata, “MULAI!”


Kilat hitam menari di pedang Victor, ekspresi kejam terlihat di wajahnya. Orang itu langsung berlari ke arah Ciel dengan kecepatan luar biasa. Dia meraung keras ketika menebas.


“Dark Lightning Slash!!!”


Sebuah tebasan hitam berbentuk bulan sabit dan dikelilingi oleh petir hitam bergegas ke arah Ciel.


Ciel di sisi lain merubah ekspresinya. Wajah yang awalnya terlihat tidak berbahaya itu tiba-tiba terlihat begitu tak acuh. Pemuda itu dengan santai berkata.

__ADS_1


“Shadowflame Great Serpent.”


Seolah casting sihir yang sangat lancar dan singkat, dua ular besar yang terbuat dari api hitam muncul di kedua sisi Ciel. Ketika pemuda itu melambaikan tangannya, dua ular itu mendesis. Keduanya langsung melesat maju.


Salah satu ular bertabrakan dengan tebasan petir hitam. Karena berada di level yang sama, keduanya langsung meledak bersamaan. Sementara ular yang satunya melewati kepulan asap. Muncul di depan Victor sambil membuka mulut seperti mangkok pengorbanan.


“Sial!” Victor yang tidak sempat melepaskan sihir langsung membuat posisi bertahan.


BLARR!!


Ketika ular yang terbuat dari api hitam menabrak Victor, ledakan yang cukup keras terdengar. Dari kepulan asap, sosok Victor terpental dan berguling di tanah beberapa kali sebelum berhenti. Meski tidak ada cidera serius, penampilannya cukup memalukan.


Victor bangkit lalu menatap Ciel yang terlihat begitu tak acuh di sisi lain. Dia menggertakkan gigi, benar-benar marah karena dipermalukan seperti itu. Satu serangan. Dalam satu serangan dia benar-benar dipermalukan.


Sedangkan Ciel yang tampak tak acuh menatap Victor lalu menghela napas pendek. Jika dugaannya benar, pangeran dengan baju berkilauan itu benar-benar tidak terlalu berguna. Kelihatannya, karena terlalu fokus dengan level, orang itu belum menguasai sihir atau serangan pedang level 5.


Jika memang seperti itu, menggunakan Shadowflame Great Serpent di awal benar-benar sia-sia. Kelihatannya orang itu bahkan tidak lebih baik daripada Zack yang belum lama ini berada di level 5 (awal).


Melihat sosok Victor yang memandangnya dengan penuh kebencian, dia menggeleng ringan.


Ini sama sekali bukan salahku, kan? Aku bahkan tidak serius.


Ciel menarik sebuah katana dari sisi pinggangnya. Dia masih terlihat tak acuh, tetapi sudah memutuskan dalam hati kalau dirinya akan membuat pertarungan pura-pura yang cukup epic.


Victor meraung marah. Pria itu langsung bergerak maju dengan ceroboh.


Melihatnya saja membuat Ciel kecewa. Dibandingkan orang-orang yang dia lawan sebelumnya, orang itu benar-benar memiliki banyak celah. Bahkan terlihat lebih buruk dari bandit yang dikirim oleh Kerajaan Black Star untuk membunuhnya.


Benar-benar tenggelam dalam ilusi kemuliaan dan kekayaan … mengecewakan.


Victor membuat banyak ‘Dark Lightning Slash’ dan mengarahkannya ke arah Ciel. Kelihatannya kehilangangan kewarasan karena marah dan ingin menumbangkan Ciel di arena.


Hanya saja, Ciel masih tampak begitu tak acuh. Katana yang dia pegang di tangan kanannya diselimuti dengan api hitam. Meski bisa menghindari serangan Victor, dia akhirnya memutuskan untuk membuat kakaknya itu menerima pelajaran.


Tangan kanan Ciel berayun dengan cepat meski dia masih berdiri di tempat. Satu demi satu ‘Dark Lightning Slash’ dipotong rapi oleh katana itu. Menabrak lantai di belakang Ciel berkali-kali dan membuat banyak ledakan.


Bukannya melukai Ciel, ledakan dan kepulan asap di belakang sebagai latar membuat penampilan pemuda itu menjadi lebih misterius. Membuat jantung para penonton berdegub kencang karena melihat sesuatu yang tidak bisa mereka tebak atau prediksi. Para wanita yang menonton meraung gila dengan ekspresi berlebihan.


“Pangeran Luciel!”


“Terlihat tenang dan sadis. Sungguh tampan!”


“Lihat aku, Pangeran Luciel!”


“...”

__ADS_1


Mendengar sorakan yang seharusnya diarahkan kepadanya tetapi malah sebaliknya, Victor terlihat semakin suram. Dia menggertakkan gigi dengan ekspresi gelap.


“Kamu memaksaku untuk melakukan ini, Luciel.” Victor bergumam pelan.


Di tangan Victor, terlihat sebuah pil bulat berwarna hitam dengan garis merah seperti pembuluh darah. Tanpa ragu, orang itu menelan pil tersebut.


Beberapa saat kemudian, tubuhnya bergetar hebat. Victor merasakan kekuatannya meluap dan terus meluap. Bersamaan dengan suara ‘klik’, dia benar-benar menembus level 5 (akhir).


“HAHAHAHA! Kamu memaksaku untuk melakukan ini, Luciel! Kamu akan menyesalinya!” teriak Victor dengan ekspresi gila di wajahnya. Benar-benar kehilangan kewarasannya.


Pil Berserk?


Ciel bergumam dalam hati. Itu adalah salah satu pil terlarang. Meski bisa meningkatkan kekuatan sementara seperti skill Berserk, benda itu memiliki banyak efek samping. Beberapa contoh adalah kehilangan kewarasan dan merusak potensi tubuh. Meski bisa ditebus, hal itu memerlukan banyak waktu dan usaha.


Sampai seperti itu? Benar-benar mengecewakan.


Seluruh tubuh Victor diselimuti dengan petir hitam. Dia langsung melesat ke arah Ciel dengan ekspresi penuh kegilaan, membuat para penonton tampak kaget dan berteriak dengan histeris.


Ciel sendiri tampak begitu tenang. Menarik satu katana lagi, dua katana yang diselimuti dengan api hitam terlihat di kedua tangannya. Sosok itu tiba-tiba menghilang dari tempatnya.


Victor dan Ciel yang bertemu mengayunkan senjata mereka yang dilapisi petir dan api hitam.


KLANG! KLANG! KLANG!


Tabrakan logam terdengar berkali-kali. Kedua sosok muncul ketika bertabrakan dan menghilang lagi kemudian. Melihat keduanya yang saling menebas dengan ganas dan kejam membuat para penonton terperangah. Mereka menelan ludah dengan ekspresi gugup.


Keduanya kemudian muncul di sisi arena yang berlawanan. Victor tampak semakin gila dengan wajah terdistorsi. Sedangkan Ciel hanya kehilangan napas dengan wajah yang masih tenang.


Menatap Victor yang kelihatannya benar-benar akan menjadi tidak waras jika pertarungan itu di teruskan. Ciel menggeleng ringan. Api hitam yang menyeliputi pedang naik untuk menutupi seluruh lengan.


Sebelum penonton dan Victor bereaksi, sosok Ciel menghilang dan muncul di depan Victor dengan dua katana di silangkan.


“Sen no Hana … Black Euphorbia.”


Belum sempat suara lembut itu memudar, dua garis hitam bersilangan yang terbuat dari api menebas ke depan. Langsung menyatu dan menabrak tubuh Victor dengan keras.


Apa yang penonton lihat adalah gambaran indah sekaligus mengerikan. Sebuah bunga cantik dipenuhi dengan duri yang terbuat dari api hitam menabrak Victor. Memembuatnya terpentang ke belakang dengan keras. Lalu, bunga itu meledak, duri-duri mencabik-cabik armor Victor dan menenggelamkannya dalam api hitam.


Ciel langsung menyarungkan kedua katana dan menjentikkan jari. Api hitam menghilang, menunjukkan sosok Victor yang tidak sadarkan diri dengan armor yang rusak parah. Semua penonton langsung menghirup napas dingin.


Pada saat itu, suara tak acuh terdengan di Colosseum yang senyap.


“Seekor burung cantik dalam sangkar … tidak akan pernah bisa mengalahkan gagak kotor yang terbang di langit yang luas.”


>> Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2