Useless 8th Prince

Useless 8th Prince
Otaknya Tidak Beres


__ADS_3

Jika Abyssal Basilisk level 4 dan rajanya memiliki level 5, Wyvern juga seperti itu. Tidak seperti Abyssal Basilisk, Wyvern memiliki banyak jenis dan ukurannya berbeda-beda. Hanya saja, Wyvern di depan Ciel tampak berbeda.


“Penampilannya seperti Frost Wyvern, tapi kenapa berbeda …” gumam Ciel saat mengaktifkan skill Eye of The Lord.


Frost Wyvern adalah makhluk yang tinggal di atas ketinggian Black Cloud Mountains. Karena gunungnya sendiri tinggi menembus awan, makhluk-makhluk itu biasanya tinggal di atas awan, daerah yang lebih ekstrem dan dingin.


Banyak orang mendambakan mereka untuk dijadikan tunggangan. Hanya saja medan untuk mendapatkan mereka sangat sulit. Mereka juga sulit dijinakkan. Yang paling dikhawatirkan, para Wyvern biasanya hidup berkelompok.


Frost Wyvern bisa dikatakan berukuran rata-rata dibandingkan Wyvern lain. Tubuh mereka lebih ramping berwarna abu-abu cerah dengan garis-garis berwarna biru muda. Namun yang di depan Ciel berbeda, meski penampilannya sama dengan Frost Wyvern biasa, warna makhluk itu hitam legam dengan garis-garis biru tua.


“Hmmm … Benar-benar sekuat keturunan Raja Frost Wyvern?” Ciel mengangkat alisnya dengan ekspresi terkejut. Sudut bibirnya langsung melengkung ke atas.


Darkfrost Wyvern … benar-benar nama yang cocok!


Ciel langsung memandang Elena yang dalam elukannya ketika dia turun ke tanah. Setelah menurunkan wanita itu, dia mengambil sebuah potion dalam tas dimensinya lalu berkata, “Keturunan Raja Four Winged Snow Eagle, meski sekarang masih level 3, itu bisa naik ke level 4. Ketika aku mengalihkan perhatian Frost Wyvern, kamu coba buat kontrak dengannya lalu sembuhkan dia.”


“Frost Wyvern …” Elena tampak kaget. “Tapi, Tuan-”


“Aku mengetahui kekhawatiranmu. Namun kamu bisa bersantai, ini sedikit berbeda …”


Ciel tahu kalau Elena khawatir jika Frost Wyvern memanggil kelompoknya. Satu Frost Wyvern sudah dianggap berbahaya untuk para iblis level 4 atau awal level 5, belum lagi satu kelompok berisi puluhan Frost Wyvern.


Bukannya Ciel meremehkan Darkfrost Wyvern, hanya saja, dia merasa kalau makhluk itu seperti gagak. Bukan tentang bentuknya atau suaranya, tetapi sikap mereka. Jika ada seekor gagak putih yang terlahir dalam kelompok, makhluk itu akan dianggap aneh oleh kawanannya dan bahkan dibunuh. Sepertinya Frost Wyvern juga seperti itu.


Meski begitu, Ciel tetap berhati-hati. Lagipula itu hanya dugaan, tidak jarang sebuah dugaan meleset atau salah. Setelah memikirkannya, pemuda itu akhirnya memutuskan untuk bertaruh. Jika diibaratkan, ada seseorang yang datang memberikan sebuah mobil sport, hampir tidak mungkin menolaknya.


Meninggalkan Elena yang masih terkejut, Ciel berjalan perlahan menuju Darkfrost Wyvern yang hendak menikmati buruannya. Makhluk itu langsung menatap Ciel dengan waspada. Sebagai keturunan naga, Wyvern masih memiliki kemampuan untuk merasakan mana di sekitarnya dan sensitif dengan bahaya.

__ADS_1


Karena Darkfrost Wyvern memiliki kemampuan untuk mengendalikan sihir es, Ciel memutuskan untuk menggunakan sihir yang sama. Sambil terus berjalan, pemuda itu mulai merapal mantra.


“Dark ice magic … dark ice spear.”


Sebuah tombak hitam yang terbuat dari es yag memberikan perasaan dingin terbentuk di tangan Ciel. Pemuda itu berhenti berjalan lalu tiba-tiba melemparkan tombak di tangannya sambil berseru, “Tangkap!”


Swoosh!


Tombak tiba-tiba muncul di depan Darkfrost Wyvern. Makhluk yang tidak siap itu tertangkap basah. Tombak langsung menghantam tepat di ‘wajah’ Darkfrost Wyvern. Namun bukannya terluka, tombak benar-benar hancur ketika menabrak sisik makhluk itu.


“Hmmm … Meski ‘hanya’ sihir tingkat tiga, seharusnya itu bisa menggores sisik Wyvern level 4 biasa.” Ciel mengelus dagunya dengan ekspresi heran.


Darkfrost Wyvern yang melihat sikap Ciel benar-benar merasa terhina. Meraung marah, makhluk yang murka itu langsung meluncur ke arah pemuda yang menghinanya sambil membuka mulut penuh taring tajam bak mangkuk pengorbanan.


Melihat gerakan Darkfrost Wyvern yang mendekatinya dengan cepat, Ciel tidak melawan dan malah berbalik lalu mengepakkan sayapnya. Dia terbang menuju kejauhan tidak terlalu cepat atau lambat, disusul dengan Wyvern yang terbang dengan ekspresi marah di wajahnya.


Bukankah kamu harus takut karena mungkin mendapat luka atau kematian, Tuan? Bukankah itu berlebihan?


Melihat ‘anak kecil dan puppy’ yang terbang menjauh, Elena menggeleng ringan. Wanita itu segera mendekati Four Winged Snow Eagle yang terluka parah. Melihat luka tusukan dan gigitan di tubuh makhluk itu, dia merasa kaget dan kasihan.


Sementara itu, Four Winged Snow Eagle yang sekarat juga mengamati Elena mendekat. Makhluk itu menjadi waspada. Lagipula, selain Darkfrost Wyvern, pasangan wanita itu yang membuat sayapnya terluka sehingga sulit untuk menghindar.


Elena yang melihat si elang bersayap empat mulai tidak bisa menopang tubuhnya sendiri menjadi khawatir. Dia tampak tidak peduli apabila makhluk itu menyerangnya dan malah langsung mendekatinya. Wanita itu mengelus kepala elang putih sebelum membuatnya meminum potion yang diberikan oleh Ciel.


“Apakah kamu tidak apa-apa, Lil-White?”


Jika Ciel melihat Elena yang sekarang, dia pasti langsung mengeluh.

__ADS_1


Hey? Lil-White? Putih Kecil? Itu jelas elang raksasa!


Four Winged Snow Eagle menatap Elena dengan penuh syukur ketika merasakan tubuhnya mulai pulih. Merasakan tangan wanita yang mengelus kepalanya, makhluk itu merasa nyaman. Dia merasa kalau Elena sangat baik, berbeda dengan pasangannya yang penuh kebencian!


“Lil-White, maukah kamu membuat kontrak denganku?”


Mendengar pertanyaan Elena, elang itu menciak lalu mengangguk.


Elena yang melihatnya setuju langsung memeluk kepala elang lalu mengelusnya. Dia segera berkata, “Kalau begitu kamu harus beristirahat dan cepat sembuh. Kita akan melakukannya setelah itu.”


Sementara itu, Ciel dan Darkfrost Wyvern masih bermain kejar-kejaran.


Pada saat keduanya melewati sebuah lembah penuh batu-batu raksasa yang seperti pilar, Ciel dan Darkfrost Wyvern merasa lebih tertantang karena harus terbang menghindari pilar-pilar batu.


Ciel menoleh ke belakang. Melihat Wyvern yang semakin mendekat, dia meningkatkan kecepatannya. Namun ketika dirinya kembali menoleh ke belakang, sosok Wyvern itu tiba-tiba menghilang.


Pada saat itu, sosok Darkfrost Wyvern tiba-tiba mencul dari bayangan pilar batu tepat di sampingnya. Makhluk itu membuka mulut dan mencoba menggigitnya. Hanya saja Ciel sempat mengelak, tetapi akhirnya terkena sapuan ekor makhluk itu dan terpental belasan meter.


Debu berterbangan, siluet Ciel muncul dari kepulan asap sambil membersihkan debu di pakaiannya. Dia menatap Darkfrost Wyvern yang terbang di udara dengan ekspresi tertarik.


“Apakah itu sihir Shadow Dash? Tidak aku sangka seekor Wyvern bisa menggunakannya.”


Sementara Ciel merasa tertarik, Darkfrost Wyvern memandang sosok pemuda yang berdiri tanpa luka dengan ekspresi aneh. Makhluk itu merasa aneh karena sosok iblis yang dia lawan malah tersenyum ramah ketika dia berusaha mengejar dan memakannya. Makhluk itu berseru dalam hati.


Sial! Iblis aneh macam apa ini? Jelas ada yang salah! Pasti ada yang tidak beres dengan otaknya!


>> Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2