
Sekitar satu minggu kemudian.
Ciel dan Ryo akhirnya sampai di tujuan. Melihat Kastil Flamehart yang megah dengan warna merah tua, sudut bibir pemuda itu bergerak-gerak. Tidak menyangka kalau seluruh keturunan Keluarga Flamehart benar-benar menyukai warna merah.
“Hahaha! Kamu akhirnya tiba, Rivalku!”
Mendengar suara keras yang familiar, Ciel menoleh. Di depan gerbang besar, sosok Zack yang bersemangat berdiri dengan wajah bahagia.
Itu bisa dipahami. Karena sebelumnya, Ciel yang sering mendapat undangan untuk datang belum pernah datang. Paling-paling, dia mengirim hadiah ulang tahun acak untuk Zack.
Kali ini, Ciel yang mau pergi ke North Duchy membuat Zack kaget. Bukan hanya Zack, tetapi seluruh Keluarga Flamehart dikejutkan dengan berita itu. Dulu Ratu Lilith pernah memberitahu mereka kalau Pangeran Luciel memang tidak menyukai acara khusus atau hal-hal yang berbau politik.
Melihat Ciel mau datang setelah mendengar ada kecelakaan yang terjadi pada Zack, seluruh Keluarga Flamehart merasa bahagia. Itu berarti sosok Pangeran Luciel yang terkenal tak acuh dan masa bodoh kepada sekitar benar-benar menganggap Zack sebagai temannya.
“Kenapa kamu repot-repot menunggu di depan gerbang, Zack?” Ciel yang turun dari punggung Deschia tersenyum pahit. “Kembali dan beristirahat. Tidak lucu jika kamu sekarat karena aku datang kemari.”
“Hahaha! Kamu meremehkan aku, Rivalku! Aku-”
Zack tiba-tiba menutup mulutnya dan terbatuk. Darah mengalir melalui celah jarinya. Melihat itu, Ciel langsung menghilang dari tempatnya dan muncul di depan temannya itu.
“Apakah kamu baik-baik saja, Zack? Sudah aku bilang-”
“Aku baik-baik saja, Rivalku. Hanya sedikit bersemangat.”
Menyeka darah di sudut bibirnya, Zack memberi Ciel senyum ramah.
Melihat sahabatnya yang biasanya ulet seperti kecoa benar-benar menderita membuat Ciel mengerutkan kening. Dia segera berkata dengan ekspresi dingin.
“Kembali dan beristirahat.”
“Aku …” Sadar kalau Ciel menatapnya dengan dingin, Zack hanya bisa menghela napas panjang lalu mengangguk. “Baik. Paling tidak, izinkan aku mengantarmu untuk menemui Ayah dan Ibu.”
“...”
Ciel mengangguk ringan. Diantar oleh Zack, Ciel dan Ryo memasuki Kastil Flamehart dan menuju ruang tamu. Di sana, sosok Duke Flamehart telah menunggu. Di sampingnya, tampak wanita yang begitu cantik dengan rambut dan iris biru. Wanita itu adalah Ibu Zack. Kelihatannya, tidak ada anak yang memiliki penampilan seperti ibunya karena gen Flamehart yang lebih dominan.
__ADS_1
“Anda akhirnya sampai, Pangeran Luciel. Senang anda bisa datang ke tempat ini. Semoga anda betah berada di sini.”
“Anda pasti bercanda, Paman.” Karena Duke Flamehart adalah ayah mertua kakaknya, Ciel berkata dengan nada lebih akrab. “Ini bingkisan kecil dari Ayah dan Ibu untuk anda, Paman. Semoga anda tidak keberatan.”
Mendengar Ciel memanggilnya dengan lebih akrab, Duke Flamehart jelas lebih senang. Menerima bungkusan hitam yang merupakan kantong dimensi dari Ciel, dia dengan antusias membalas.
“Sampai-sampai merepotkanmu, Pangeran Ciel. Silahkan duduk.” Duke Flamehart dan Istrinya kemudian duduk di kursi. Setelah melihat Ciel juga duduk, dia melanjutkan. “Kamu kembali dulu, Zack. Fisikmu sedang dalam keadaan kurang baik.”
“Tapi Ayah-”
“Tidak ada alasan!”
“Baik.”
Setelah menghela napas panjang, Zack akhirnya meninggalkan ruangan.
Ciel kemudian menatap ke arah Duke Flamehart dengan ekspresi serius. Tanpa basa-basi, dia langsung bertanya pelan.
“Sebenarnya apa yang terjadi dengan Zack, Paman? Aku tahu kalau Zack memiliki fisik yang baik. Separah apapun lukanya, selama diobati dengan tepat … seharusnya dia sudah sembuh sekarang.”
“...”
Memahami apa yang Duke Flamehart maksud, Ciel berkata dengan dengan tulus.
“Tolong tinggalkan ruangan dan beristirahat, Ryo. Meski kamu orang yang dipercayakan oleh Ayah, ini adalah masalah privasi.”
“Sesuai perintah anda, Pangeran Luciel.”
Ryo yang melihat ekspresi Ciel agak terkejut. Dia sama sekali tidak menolak dan pergi ke luar ruangan. Menyisakan tiga orang di dalam ruang itu.
“Jadi … apa yang sebenarnya terjadi, Paman?”
“Orang-orang kejam dari Kerajaan Blood Diamond itu …” Duke Flamehart menggertakkan gigi dengan ekspresi marah. Dia tampak tak berdaya. “Apakah kamu pernah mendengar nama Blood Crystal Insect, Pangeran Ciel?”
“Blood Crystal Insect?” gumam Ciel pelan.
__ADS_1
Memilah ingatannya, Ciel tampak terkejut. Ekspresinya berubah menjadi sangat buruk. Dia menatap ke arah Duke Flamehart dengan ekspresi tidak percaya.
“Makhluk itu … bahkan sangat langka di era sebelumnya. Jangan bilang kalau-”
“Ya. Ada Blood Crystal Insect di jantung Zack,” ucap Duke Flamehart dengan ekspresi pahit.
Sekali lagi mendengar kondisi putranya, Ibu Zack juga tidak bisa menahan air mata.
Blood Crystal Insect, serangga yang sangat langka bahkan keberadaannya bisa dianggap sebagai mitos atau dongeng. Makhluk itu sebenarnya sangat berharga karena bisa membuat orang yang menggunakannya memperkuat fisiknya ke tingkat lain.
Hanya saja, ada penggunaan lain Blood Crystal Insect. Itu adalah menggunakannya sebagai hewan kontrak. Makhluk itu bisa digunakan satu kali sebagai serangan mematikan.
Apa yang membuat makhluk itu mematikan adalah sifatnya yang langsung menggali dan masuk ke jantung makhluk hidup dan menyatu dengannya. Dengan kata lain, sekali menyatu, benda itu tidak bisa diangkat dan perlahan menyerap vitalitas inang sampai mengantarnya ke pintu kematian.
Cara membunuhnya sebenarnya sederhana, yaitu membunuh tuan dari Blood Crystal Insect. Itu mudah dikatakan tetapi sulit dilakukan karena tuan makhluk itu jelas bersembunyi dengan baik di Kerajaan Blood Diamond. Yang berarti, jika orang itu tidak dibunuh … Zack dipastikan akan mati.
“Seharusnya Zack bisa menghindari serangga itu.” Ciel berkata pelan, tetapi ekspresinya langsung menjadi lebih dingin. “Jangan bilang … mereka sekejam itu?”
“Benar. Blood Crystal Insect sebenarnya cukup rapuh dan bisa ditangkis. Hanya saja, orang-orang itu mengalahkan Zack. Menyisakan dia sementara prajurit lain dibunuh.
Kemudian, mereka melepaskan Blood Crystal Insect dan meninggalkan Zack begitu saja. Dengan kata lain, mereka ingin membuat Zack sekarat perlahan! Benar-benar penuh kebencian!”
Duke Flamehart berkata dengan nada emosional. Itu juga alasan kenapa dirinya ingin melancarkan serangan ke Kerajaan Blood Diamond. Lagipula, Zack adalah jenius yang jarang muncul dan penerus Keluarga Flamehart.
Akan tetapi, untuk menghindari perang besar yang berkelanjutan, Kekaisaran Black Sun melarang Duke Flamehart untuk melancarkan serangan.
Setelah mengetahui betapa rumitnya masalah dalam Keluarga Flamehart, Ciel tersenyum pahit. Dia mengira kalau Zack sembuh total dan dirinya bisa membujuk Duke Flamehart dengan memberinya beberapa kepala bangsawan dari Kerajaan Blood Diamond.
Mencari pemilik Blood Crystal Insect di Kerajaan musuh? Itu pasti sangat merepotkan.
Ciel mengeluh dalam hatinya. Memejamkan matanya, pemuda itu mengingat bagaimana Zack menemaninya dari kecil. Meski menganggapnya sebagai pengganggu, orang itu selalu menyebut dirinya sebagai rival dan menjadi salah satu orang yang berada di sisi Ciel pada saat dirinya ada di bawah untuk menyembunyikan kekuatannya.
Menarik napas dalam-dalam lalu mengembuskannya perlahan, Ciel membuka matanya. Ekspresinya terlihat begitu tenang dan tatapannya tampak jernih. Pemuda itu berkata dengan nada tak acuh.
“Izinkan saya membantu anda, Paman.”
__ADS_1
>> Bersambung.