
“LANCANG!”
Bukan Sullivan yang membalas, tetapi Victor. Dia menatap Ciel dengan ekspresi penuh kemarahan dan kebencian. Pria itu menggebrak meja dengan wajah merah laku menunjuk ke arah Ciel.
“Apakah aku mengatakan sesuatu yang salah?” tanya Ciel dengan ekspresi bosan di wajahnya.
“...”
Melihat Pangeran lain yang diam, Ciel hanya menggeleng ringan.
“Daripada mengurus wilayah orang, bagaimana kalau kalian meminta Yang Mulia untuk memberi wilayah? Aku yakin beliau tidak akan menolaknya. Tentu saja, pasti ada persyaratan.
Seperti melepas gelar Putra Mahkota dan mengelola wilayah tanpa bantuan keluarga di belakang kalian. Dengan kata lain … melakukannya sendiri.”
“...”
Sadar kalau yang lain tidak bisa berkata-kata, Ciel hanya berkata dengan nada bosan.
“Tidak mampu? Kalau begitu diam saja.”
Mendengar ejekan Ciel, pangeran lain memandangnya dengan tatapan tajam. Kelihatannya mereka membenci, tetapi memang tidak bisa melakukannya sendiri.
“Cukup! Sebagai sesama pangeran dari Kekaisaran Black Sun, kita tidak memperburuk keadaan seperti ini.”
Enzo berbicara untuk menengahi. Sebagai yang tertua sekaligus contoh bagi adik-adiknya, dia tidak ingin semua malah kacau di ruang yang dianggap sakral itu. Belum lagi, meski tidak terlalu menyukai bagaimana cara Ciel berbicara, Enzo sendiri juga cukup setuju dengan ide Ciel.
“Aku tidak percaya kalau Pangeran Ciel tidak tertarik menjadi Putra Mahkota!” Victor meraung. “Aku ingin duel! Jika kalah, kamu harus berjanji untuk melepaskan kesempatan sebagai Putra Mahkota dan kehilangan wilayahmu!”
Ciel menatap ke arah Victor. Sudut bibirnya sedikit terangkat.
“Bagaimana kalau aku memang? Dalam duel sakral, apa yang dipertaruhkan harus setara. Aku merasa kamu tidak memiliki hal yang sebanding. Bahkan dengan nyawamu … itu masih kurang berarti dibanding wilayah yang telah aku kelola dengan baik.”
“KAMU!” Victor menjadi lebih marah.
Ciel menatap ke arah Enzo dan Sullivan.
“Bukankah peraturan duel seperti itu, Pangeran Enzo? Pangeran Sullivan?”
__ADS_1
Mendengar pertanyaan Ciel, Sullivan mengerutkan kening. Dia mengangguk dengan ekspresi dingin. Sedangkan Enzo, dia juga menyetujui hal itu.
Duel antara bangsawan adalah pertarungan sakral. Dalam pertaruhan tersebut, harus ada keadilan. Tidak merugikan satu sisi. Sedangkan untuk kekuatan, tidak da batasan sama sekali. Asalkan kedua pihak setuju dan memiliki pertaruhan setara, syarat duel terpenuhi.
“Pada perjalanan menuju ke Royal Capital, aku mendengar kalau ada beberapa masalah di West Duchy. Mungkin mertuamu agak pusing memikirkannya.
Daripada kesulitan mengolah, bagaimana kalau memberikan secuil tanah yang berbatasan dengan South Duchy? Aku tidak keberatan mengolahnya, Pangeran Victor.”
Meski tidak menyukai masalah, Ciel bukanlah orang yang takut pada masalah. Karena Victor menargetkan dirinya, pemuda itu tidak akan segan-segan untuk membalas. Dia yakin kalau orang itu pasti benar-benar marah kepadanya.
“Ayo lakukan itu! Yang berbatasan dengan South Duchy adalah wilayah Count di bawah Duke Barat, Mertuaku! Jika kamu benar-benar bisa mengalahkanku dalam duel, ambil saja wilayah itu!”
“...”
Ciel terdiam. Dia tidak menyangka kalau orang itu benar-benar menanggapi ejekannya. Pemuda itu langsung menoleh ke arah Pangeran Enzo.
Enzo yang ditatap oleh Ciel sadar kalau Victor melakukan sesuatu yang ceroboh.
“Kamu tidak boleh bertindak begitu sembrono, Victor. Tarik kembali ucapanmu. Tidak baik untuk-”
Dan kamu, Pangeran Luciel! Jangan kira aku akan dibodohi dengan propaganda yang South dan North Duchy buat. Semua tentang kamu mengalahkan Black Wyvern dan jenderal Curses of Shadow adalah omong kosong yang dibuat-buat.
Aku tahu itu hadian dari Duke Selatan! Aku tahu seberapa kuat jenderal Curses of Shadow. Menipu juga ada batasannya. Kamu adalah Pangeran sampah. Baik dulu, sekarang, atau ke depannya!”
Victor berkata dengan nada kurang ajar. Meski demikian, apa yang dipikirkan oleh Victor sebenarnya adalah pemikiran banyak bangsawan di luar South Duchy.
Jika tidak mengenal atau melihat pertempuran itu sendiri, mereka tidak akan percaya kalau pemuda yang sebelumnya hanya berusia 15 tahun bisa melakukan keajaiban semacm itu. Bahkan dalam buku cerita dongeng sebelum tidur, tidak ada bocah ajaib seperti itu.
“Victor! Kamu!” Enzo meninggikan nadanya.
Melihat kakak beradik mulai bentrok, Sullivan yang sedari tadi diam mengangkat sudut bibirnya. Kelihatan bahagia melihat perselisihan dalam fraksi Ratu Victoria. Sedangkan masalah Ciel, dia tidak begitu memusingkan hal itu.
Sullivan berencana mengunjungi Ciel setelah rapat untuk membicarakan sesuatu yang penting berdua. Tidak peduli apakah itu propaganda atau nyata, dia merasa tidak berada dalam sisi yang berlawanan dengan Ciel. Itu sudah cukup baginya.
“PANGERAN LUCIEL! Satu minggu kemudian, di arena duel! Terima atau menolak, putuskan!”
“Wilayah Count dan Marquis itu tidak sebanding, jadi-”
__ADS_1
“Jika kamu pengecut, katakan saja! Meski wilayah Count, banyak gunung di perbatasan dan mengandung banyak logam, itu tidak akan lebih murah dibandingkan wilayahmu.
Berani atau tidak? Jawab saja, Pangeran Luciel!”
Mendengar Victor yang menyela dan menolak keramahannya, sudut bibir Ciel berkedut. Meski tidak ingin membuat lebih banyak kekacauan, dia juga tidak akan menolak makanan gratis.
“Ayo lakukan. Satu minggu kemudian di arena pertarungan? Satu lawan satu? Jangan pikir aku takut dengan hal semacam itu, Pangeran Victor.”
“CUKUP!!!” Enzo berteriak marah. Melihat sekeliling dengan ekspresi suram, dia melanjutkan. “Karena kalian sudah memutuskan untuk berduel, aku tidak akan mengungkitnya lagi. Namun selesaikan saja masalah kalian di arena. Untuk sekarang … kita fokus dengan masalah dalam Kekaisaran Black Sun!”
“Saya setuju dengan ucapan Pangeran Enzo,” ucap Sullivan dengan senyum misterius di wajahnya.
“Aku juga setuju dengan hal itu.” Alexander manambahkan.
Setelah kedunya dilerai, mereka melanjutkan rapat untuk membahas apa yang terjadi di Kekaisaran Black Sun. Khususnya yang berhubungan dengan Curses of Shadow. Karena banyak hal yang terjadi begitu saa, mereka semua harus menyiapkan berbagai macam rencana dan membahasnya.
Meski demikian, semua pangeran hanya bisa membahas hal semacam itu karena mereka adalah tulang punggung Kekaisaran Black Sun di masa depan. Mereka akan menyerahkan ide-ide yang mereka rasa baik kepada Kaisar Julius. Untuk masalah diterima atau tidak, itu keputusan Kaisar.
Alasan mereka disuruh melakukan hal seperti itu tentu saja untuk latihan. Selain membahas apa yang mereka sebenarnya tidak bisa putuskan secara langsung, mereka kemudian membahas hal yang berbau bangsawan. Seperti siapa bangsawan yang bisa dipercaya, siapa yang akan meneruskan sebagai kepala keluarga bangsawan berikutnya, siapa bangsawan yang mencurigakan, dan sebagainya.
Bagi Ciel, mereka seperti sedang bermain rumah-rumahan. Begitu banyak omong kosong dan kebohongan. Selain membuat keputusan untuk para bangsawan lain, pada dasarnya mereka tidak bisa membuat aturan atau semacam undang-undang. Bagi pemuda itu, selain permasalahan atau gesekan di antara para pangeran, pada dasarnya yang lain membuang waktu.
Memang, mereka harus berlatih untuk menjadi penerus yang baik dan semacamnya. Hanya saja, sebenarnya banyak jenis latihan untuk masalah politik atau kepengurusan wilayah. Sementara yang lain banyak membahas gambaran masa depan dan omong kosong lainnya, Ciel malah diam dan mengabaikan mereka.
Selain Ciel, Victor yang sebelumnya membuat masalah diam. Leon yang tidak dianggap juga memilih untuk diam. Sedangkan untuk Jasper dan Xavier, keduanya sesekali memberi usulan.
Setelah beberapa waktu, rapat akhirnya selesai.
Ketika para pangeran keluar dari ruang rapat dan kembali menuju Istana masing-masing, berita panas akhirnya menyebar seperti api di musim gugur yang menyebabkan kebakaran.
Berita tentang duel antara Pangeran Victor dan Pangeran Luciel menyebar begitu cepat. Sudah jelas, ada orang dalam yang sengaja membocorkan rahasia itu. Para bangsawan Kekaisaran dan warga menjadi lebih penasaran.
Apakah kekuatan Pangeran Luciel itu nyata atau hanya propaganda yang sengaja dibuat? Orang-orang menganggap duel ini adalah sebuah penentuan dan pembuktian …
Penentuan untuk menunjukkan siapa sampah yang sebenarnya.
>> Bersambung.
__ADS_1