
“Jadi … bisakah kamu mengatakan sesuatu?”
Duduk di kursinya, Ciel memandang sosok yang duduk di seberang meja.
Di sana terlihat seorang pemuda dengan rambut hitam lurus panjang. Iris berwarna hijau dan kulitnya juga putih seperti kulit seorang gadis. Tubuhnya ramping dan dia juga tampak agak feminim. Sekali lihat, Ciel tahu kalau orang itu pandai dalam urusan sastra.
Bukannya langsung menjawab, pemuda itu mengawasi Ciel dengan saksama. Dia merasa Ciel berbeda dari yang dirumorkan.
“Perkenalkan, saya Louie Zevirrius, putra ke-2 dari Duke Zevirrius dari Kerajaan Black Star.” Pemuda itu berkata dengan sopan. Nadanya begitu halus dan ramah.
“Aku Luciel Dawnbringer, si Pangeran Sampah. Lupakan basa-basi ini,” ucap Ciel dengan nada bosan. “Ada masalah apa? Katakan saja. Tidak perlu menahan diri.”
“Anda terlihat berbeda dari yang saya bayangkan, Pangeran Luciel. Sebenarnya saya datang karena memiliki permintaan yang tidak sopan …”
“Jika tidak sopan, bukankah itu sama saja dengan penghinaan? Jangan bicara memutar. Aku benar-benar lelah.” Ciel menghela napas panjang.
“...” Louie menggaruk belakang kepalanya dengan ekspresi malu. Benar-benar membuat Ciel bingung harus merespon bagaimana.
“Jika kamu tidak memiliki jakun, aku pasti menganggapmu sebagai perempuan! Jangan malu-malu seperti itu!”
“Tolong jaga sopan santun anda, Pangeran Luciel.” Louie mencoba tegas, tetapi dirinya masih terdengar lembut.
“Kalau begitu berbicara seperti laki-laki!” seru Ciel dengan tidak sabar.
Putri boneka … putra Duke yang susah diatur … sekarang putra Duke yang bertindak feminim! Sialan! Ada apa dengan orang-orang di sekitarku!
Ciel meraung dalam hati. Louie yang melihatnya merasa agak malu. Berpura-pura terbatuk, pemuda feminim itu akhirnya berbicara.
“Sebenarnya … Sebenarnya saya ditugaskan untuk membawa Putri Ariana kembali.”
“Membawa dia kembali???” Ciel menoleh ke arah Ariana yang duduk di sampingnya.
“Benar.” Louie mengangguk.
“Raja yang memintanya?” tanya Ciel dengan ekspresi cukup bersemangat.
Meski agak kasihan, dia tetap merasa senang jika Raja berusaha membawa kembali Ariana. Lagipula, tidak mungkin dia membuat gadis itu menandatangani kontrak jiwa. Ciel memiliki terlalu banyak rahasia. Dia tidak ingin hal semacam itu terungkap. Pemuda itu masih belum mempercayai Ariana sepenuhnya.
“Bukan. Ini adik saya.” Louie menggeleng dengan ekspresi pahit.
__ADS_1
“Adikmu???” Ciel mengangkat alisnya dengan ekspresi tidak senang.
“Benar. Adik saya berusia sama dengan anda dan Putri Ariana. Sebenarnya-”
“Tunggu! Aku penasaran akan dua hal. Pertama, kamu terlihat kurus dan lebih muda dariku. Apakah kamu benar-benar memiliki adik seusia denganku?”
Sudut bibir Louie berkedut. Tidak menyangka, bahkan ketika keluar dari Kerajaan Black Star, dia juga diragukan dengan cara yang sama.
“Mohon tetap jaga kesopanan anda, Pangeran Luciel. Memang saya lebih tua. Usia saya … 17 tahun.”
“Serius???”
“Sangat serius,” ucap Louie dengan nada tanpa daya.
“Kedua. Seorang putra Duke dari Kerajaan Black Star berani memerintah Pangeran dari Kekaisaran Black Sun.
Apakah kalian benar-benar ingin membuat Kekaisaran Black Sun mengirim pasukan elite dan membuat kalian mati muda?”
Meski terlihat santai, Ciel memancarkan aura mengerikan. Hal itu membuat Louie semakin ragu. Jelas pemuda di depannya bukan sampah seperti yang dirumorkan, tetapi dia tidak tahu seperti apa wajah asli ‘Pangeran Sampah’ di depannya.
Memang benar. Meski informasi ‘palsu’ terbaru tentang Ciel telah tersebar, itu hanya dalam lingkaran bangsawan dan orang-orang di wilayah Ciel sendiri. Kaisar Julius jelas mengunci informasi itu agar tidak keluar dari Kekaisaran Black Sun.
Jika informasi itu tersebar … akan banyak orang yang mengincar jenius seperti Ciel.
“Alasan??? Jelaskan saja.” Ciel berkata santai.
“Sebenarnya ini adalah penawaran dari kakak Putri Ariana, yaitu Pangeran ke-2 Kerajaan Black Star.
Pangeran menawarkan kepada adik saya untuk menikahkan Putri Ariana kepadanya sebagai ganti dukungan dari Keluarga Zevirrius. Alasannya sederhana, karena adik saya terpilih sebagai kepala keluarga setelah ayah pensiun.
Sebenarnya di sana juga ada empat Duchy, satu mendukung Pangeran pertama, satu mendukung Pangeran ke-2, dua lainnya netral. Keluarga Zevirrius sendiri sebenarnya netral, tetapi Pangeran ingin memasukkan kami dalam kubunya.”
“Adikmu setuju … dan meminta Putri Ariana kembali?”
“Benar. Ini sebenarnya perintah dari Pangeran ke-2 secara pribadi.” Louie menghela napas tanpa daya.
Jika itu permintaan Raja, Ciel akan langsung setuju. Sedangkan seorang pangeran … Ciel masih memikirkannya.
“Raja dan Ratu tidak tahu soal itu?” tanya Ciel.
__ADS_1
“Raja mengetahui tetapi tidak peduli dengan urusan persaingan kursi Putra Mahkota. Ratu Elizabeth … beliau tidak mengetahuinya.”
“Kalau begitu kamu boleh bertanya kepada Ratu Elizabeth terlebih dahulu.”
“Ini …” Louie tersenyum pahit. “Ratu tidak akan menyetujui ini.”
“Lalu kalian mencoba memaksa Putri Ariana?”
“Menurut perkataan Pangeran ke-2 dan yang diketahui seluruh bangsawan Kerajaan Black Star, Putri Ariana jelas tidak peduli dengan siap dia harus menikah. Jadi-”
“Diam.” Ciel memotong ucapannya dengan nada dingin.
Bingung harus melakukan apa, Louie akhirnya mengeluarkan sebuah medali indah lalu meletakkannya di atas meja. Medali itu terbuat dari emas dengan gambar tiga ular yang saling melilit dan membentuk trisula. Dalam mata dan beberapa tempat bertatahkan sebuah baru emerald yang indah. Ini adalah simbol Pangeran ke-2 Kerajaan Black Star.
“Apa maksudmu dengan ini?” tanya Ciel dingin.
“Jika anda setuju dengan permintaan Pangeran ke-2, dia akan menganggap anda sebagai teman. Dia akan membantu jika-”
“Cukup!” ucap Ciel dengan nada tidak sabar.
Ciel melirik ke arah Ariana yang duduk diam. Meski memiliki senyum lembut dan tatapan kosong seperti biasa, dia menyadari kalau jari gadis itu sedikit gemetar ketika mendengar Louie menyebut tentang Pangeran ke-2 Kerajaan Black Star.
“Apakah anda tidak setuju dengan ini?” tanya Louie ragu.
“Aku sudah bertunangan dengan Ariana! Jika mengembalikannya, itu seperti aku menjual istriku sendiri kepada orang! Sialan! Meski aku sampah, aku bukan lelaki yang konyol seperti itu!” seru Ciel.
“Jika anda menolak, mungkin Pangeran ke-2 akan marah dan-”
“Persetan dengan kemarahan mereka! Omong kosong suci! Jika itu seorang Raja atau Kaisar … aku akan memaklumi. Sama-sama seorang pangeran dan merendahkanku? Memangnya aku takut dengan hal semacam itu!”
Melihat Ciel yang tampak ganas, Louie terkejut tetapi terlihat agak lega. Tentu saja, CIel tidak memperhatikan hal semacam itu.
“Kalau tidak ada masalah lain, kamu boleh pergi.” Ciel berkata dengan nada tak acuh.
Louie berdiri lalu memberi hormat.
“Kalau begitu saya akan pergi.”
Melihat sosok Louie yang berjalan pergi di kejauhan, Ciel menggerutu dalam hati.
__ADS_1
Sial! Bahkan sekarang Pangeran dari Kerajaan lain menjadi musuhku.
>> Bersambung.