
Dalam kamar sebuah penginapan mewah di Royal Capital, Louie tampak duduk di atas ranjang dengan ekspresi rumit.
“Pangeran Luciel … dia benar-benar bukan sosok yang sederhana,” gumam Louie dengan nada takjub. “Aku harap Ariana bahagia bersamanya.”
Sebagai seorang putra Duke di Kerajaan Black Star, tentu saja Louie mengenal Ariana sejak masih kecil. Bisa dibilang, gadis itu telah menjadi cinta pertamanya. Hanya saja, Louie sadar kalau dirinya tidak pantas bersama dengan Ariana karena bakatnya yang buruk.
Sebagai putra seorang Duke, menjadi iblis yang terjebak di level 2 (akhir) selama bertahun-tahun sudah menjadi aib bagi keluarganya. Jika di Kekaisaran Black Sun ada sosok Pangeran ke-5 dan Pangeran ke-8, di Kerajaan Black Star ada dirinya yang dianggap tidak berguna.
Louie sendiri juga sudah memiliki tunangan, tetapi dibandingkan dengan Ariana, orang itu terlalu jauh. Karena untuk memberi wajah kepada seorang Viscount yang mengelola tanah tambang di wilayahnya, Duke Zevirrius menjanjikan untuk menikahkan Louie dengan putrinya.
Sebenarnya ada sedikit masalah. Tunangan Louie itu … lebih terlihat seperti laki-laki dibandingkan dengan dirinya. Berusia 20 tahun, memiliki tinggi lebih dari dua meter, kulit kecoklatan, dan bahkan memiliki otot kencang serta perut six pack. Gadis itu sebenarnya cantik, hanya saja cukup brutal. Benar-benar kebalikan dari Louie.
Takdir benar-benar membuat lelucon kepadaku.
Pikir Louie dengan senyum lembut di wajahnya. Pemuda itu bergumam, “Paling tidak ‘dia’ mencintaiku. Meski agak memalukan, ‘dia’ juga bisa melindungiku.”
Sebagai seorang iblis, Louie sebenarnya malu berlindung di belakang wanita. Namun apa daya, tunangannya bahkan sudah berada di level 3 (puncak). Bisa dianggap salah satu jenius dari Kerajaan Black Star.
“Aku sudah mengirimkan surat laporan. Seharusnya akan sampai dalam tiga hari. Aku harap ‘orang itu’ tidak berpikiran sempit. Aku tidak ingin sampai Kekaisaran Black Sun dan Kerajaan Black Star sampai berperang,” gumam Louie dengan ekspresi pahit.
Louie paham dengan sikap ‘orang itu’, Pangeran ke-2 Kerajaan Black Star. Sosok yang terkenal jenius, tidak kalah dengan Pangeran ke-2 Kekaisaran Black Sun. Hanya saja, sosoknya terkenal dengan ambisinya kuat dan pikirannya yang begitu sempit. Dengan kata lain, sosok itu adalah orang yang sangat sombong.
Aku juga berharap si bodoh itu tidak terpancing emosi dan dikelabuhi oleh Pangeran ke-2.
Si bodoh yang Louie maksud adalah adiknya sendiri, pewaris gelar kepala Keluarga Zevirrius berikutnya. Pemuda itu memang terkenal berbakat, hanya saja dia cuma memiliki otot … bukan otak.
“Aku harap semua akan berjalan dengan damai,” gumam Louie.
Tok! Tok! Tok!
Pintu kamarnya diketuk. Louie merasa agak ragu, karena sudah malam dan berada di Kekaisaran Black Sun membuatnya curiga. Meski agak ragu, pemuda itu masih berkata, “Siapa?”
__ADS_1
“Layanan kamar atas nama Louie Zevirrius.”
Mendengar namanya disebutkan, Louie mengerutkan kening. Seingatnya, tidak ada orang yang mengetahui kalau dirinya pergi ke Kekaisaran Black Sun.
“Tolong buka pintunya.” Suara ramah itu kembali terdengar.
Louie mendekat ke pintu kamar perlahan tanpa bersuara. Melirik melewati lubang kunci, pemuda itu melihat sosok orang menggunakan jubah hitam menunggu di luar ruangan. Ekspresinya langsung menjadi pucat.
... ***...
Keesokan harinya di depan Istana Utara, Kaisar Julius bersama dengan Ratu Lilith dan anak-anaknya mengirim Ratu Elizabeth yang hendak kembali Kerajaan Black Star.
Ratu Elizabeth mendekati Ariana lalu memeluknya dengan ekspresi lembut.
“Jaga dirimu, Ariana. Ibu akan sangat merindukanmu.” Ratu Elizabeth mengecup kening gadis itu sebelum melirik ke arah Ciel.
“Tolong jaga Ariana baik-baik, Pangeran Luciel. Jangan lakukan sesuatu yang berlebihan. Meski sudah bertunangan, pesta resmi belum diadakan. Kamu bisa menggunakan yang lain untuk melepas stresmu,” tambah Ratu ELizabeth sebelum terkikik sambil mundur karena dipelototi oleh Ratu Lilith.
“Jangan racuni Ciel kecil dengan kata-kata vulgar seperti itu,” ucap Ratu Lilith tidak senang.
“Kamu-”
Sebelum Ratu Lilith memarahinya, wanita itu masuk ke dalam kereta sambil terkikik bahagia. Sementara itu, Ciel yang menjadi target terlihat muram.
Kalau kamu akan rindu dan mencemaskan putrimu, bawa dia bersamamu! Sialan!
Ciel meraung dalam hati. Karena sudah diputuskan bahwa Ariana akan ikut bersamanya ke perbatasan selatan, pemuda itu merasa marah. Apalagi setelah perkataan Ratu Elizabeth tadi, benar-benar membuat Ciel emosi.
Jika diibaratkan, Ciel seperti seseorang yang sedang berdiet. Namun di depannya tersaji sebuah steak daging A5 yang harum, terlihat cantik, dan juicy. Hal itu benar-benar tidak tertahankan!
Sialan! Ujian hidup macam apa ini!
__ADS_1
Ciel meraung dalam hati. Dia kemudian melirik dua sosok yang berdiri di belakang Ariana, Flora dan Fiona. Awalnya mereka dipisahkan dengan Ariana agar hubungan Ciel dan gadis itu menjadi lebih dekat tanpa gangguan. Setelah tiga hari, mereka berdua akhirnya diizinkan untuk kembali mengikuti si Putri Boneka itu.
Gadis kembar … bertiga … astaga! Sialan! Apa yang sedang aku pikirkan!
Ciel melihat dua gadis kembar yang diliriknya menunduk sambil tersipu. Pemuda itu tiba-tiba merasakan sakit di telinga kirinya.
“Jangan main-main, Ciel kecil. Jika tidak …”
“Aku mengerti, Ibu. Tolong lepaskan! Ini memalukan!” ucap Ciel dengan ekspresi tak berdaya.
“Hmph! Lima belas tahun dan mencoba macam-macam … meski itu normal, sebagai seorang ibu, aku masih melarangmu!”
Itu normal? Sial! Aku hampir lupa aku dibuang ke perbatasan karena aku sudah dianggap dewasa.
Ciel yang melihat ibu, ayah, dan saudara-saudarinya pergi terdiam di tempat. Tidak lagi merasakan sakit, pemuda itu malah merasa cukup senang. Namun melihat ke arah Ariana yang masih tersenyum dengan tatapan kosong seperti biasa, Ciel merasa kepalanya disiram dengan air dingin.
Pangeran sialan itu pasti sebuah masalah. Apa yang harus aku lakukan sekarang?
Pemuda itu terus merenung sambil berjalan kembali ke ruangannya. Dia melarang orang lain mengikutinya. Duduk di kursi menghadap meja belajar, Ciel mengeluarkan sebuah buku, tinta, dan pena bulu.
Ciel segera menulis sebuah judul ‘Trisula Ular Sialan!’. Kemudian dia mulai membagi tiga sisi kertas dengan sebuah garis vertikal. Di setiap sisi bertuliskan ‘rencana’,‘keuntungan’, dan ‘kerugian’. Memulai kalkulasi, otak Ciel bekerja dengan cepat.
Ingin membunuh Pangeran busuk itu, tetapi itu jelas membuat masalah yang lebih besar. Lagipula, itu seorang Pangeran Kerajaan Black Star, bukan pengemis di pinggir jalan. Jika membiarkannya, Ciel harus bersiap untuk menanggapi setiap serangan yang mungkin diluncurkan pihak lain dan menyiapkan balasannya. Hal itu benar-benar pekerjaan merepotkan.
Padahal urusanku dengan Marquis Bathory belum selesai …
Pikir Ciel ketika merasakan ancaman tersembunyi di South Duchy. Dia hanya bisa menggertakkan gigi penuh dengan kebencian.
Aku harap si ‘Trisula Ular Sialan’ tidak berpikiran sempit. Lagipula … dia masih saudara kandung tunanganku. Dengan kata lain, kakak iparku!
Jika tidak …
__ADS_1
Mata Ciel tampak begitu dingin dan memiliki niat membunuh yang kental.
>> Bersambung.