
“Ya. Hal itu memang cukup menarik, Pangeran Luciel. Meski tidak semua, tetapi sebagian besar Lycan kuat dari Keluarga Ivercrown bisa membedakan seseorang dengan baunya.
Bahkan jika orang itu menggunakan semacam skill penyembunyian, kami bisa mendeteksinya.”
“Jadi begitu …”
Mendengar penjelasan Charles, Ciel mengangguk Dia merasa cukup beruntung karena Theo mengajaknya untuk pergi bersama. Jika pemuda itu dan Camellia pergi ke Kerajaan Silver Fang, meski tidak mengetahui identitas sebenarnya, keduanya pasti tertangkap karena dianggap menyusup.
Ciel kemudian mengalihkan pandangannya ke arah Theo.
“Apakah kamu juga bisa mencium bauku, Theo?”
Mendengar pertanyaan Ciel, Theo menggelengkan kepala.
“Tidak, Tuan.Tetapi saya memiliki insting yang kuat. Selain itu … mungkin tidak ada?”
Melihat Theo yang memiringkan kepala dengan ekspresi bingung, Ciel langsung menebak. Kemungkinan besar hal itu terjadi karena gen Lycan dan Demon dalam tubuh remaja itu imbang dan sama-sama kuat. Jadi, tidak ada kecenderungan pada satu sisi.
“Saya tidak tahu tentang Theo, tetapi Jenneva memiliki penciuman yang lebih baik dariku.” Raja Charles berkata dengan nada bangga.
Ciel kemudian mengalihkan pandangannya ke arah Jenny. Bingung kenapa wanita itu tidak memberitahunya terlebih dahulu.
Merasakan pandangan Ciel, Jenny memalingkan wajahnya dengan rona merah di pipinya.
Bagaimana mungkin aku mengatakannya? Aku tidak ingin dicap sebagai wanita mesum karena suka mengendus bau Pangeran Ciel!
Kenapa kamu harus mengatakan hal memalukan semacam itu? Dasar kakak bodoh!
Meski ekspresi di wajahnya sama sekali tidak berubah, pipi Jenny benar-benar merah.
Tidak seperti Ciel yang kurang peka terhadap perasaan wanita, Camellia tahu kalau Jenny malu dengan Ciel. Gadis itu juga sadar kalau Jenny memiliki perasaan terhadap kekasihnya. Namun dibandingkan penolakannya terhadap Isabella sebelumnya, Camellia malah sudah menerima Jenny dalam hatinya.
Bagi Camellia, Jenny adalah wanita yang patut dia contoh. Meski dalam level tidak terlalu kuat, wanita itu memiliki hati yang baik. Dia rajin dan sangat menyayangi putranya. Masih banyak hal lain, tetapi bisa diringkas sebagai … ibu yang baik.
Melihat bagaimana Jenny mengalihkan pandangannya, Ciel hanya menghela napas pendek.
“Jadi … kenapa anda harus menyamar, Pangeran Luciel?” tanya Charles agak penasaran.
“Akan merepotkan jika seorang Pangeran dari Kekaisaran Black Sun pergi ke kerajaan lain lalu terlibat masalah. Identitasku sekarang adalah Gin, tentara bayaran dari Kelompok Colorless Lunar.
Sedangkan Camellia, mulai sekarang anda bisa memanggilnya Hara. Seperti diriku, identitasnya adalah tentara bayaran dari kelompok yang sama.”
“Lalu … apa tujuan anda untuk pergi ke Kerajaan Silver Fang, Pangeran Luciel? Meski sekarat, aku masih Raja dari kerajaan itu, dan aku … tidak akan membiarkan anda membahayakan tanah air saya.”
__ADS_1
Melihat ekspresi serius Raja Charles, Ciel mendecak tidak puas.
“Jangan munafik, Raja Charles. Aku tahu alasan anda mengatakan bahwa Jenny dan Theo mungkin akan ditargetkan. Selain peduli dengan mereka … anda juga mengharapkan bantuan dariku, kan?”
Mendengar penjelas Ciel, Raja Charles terkekeh. Dia cukup terkejut sekaligus senang karena Ciel benar-benar di luar dugaannya. Selain begitu kuat, ternyata masih sangat cerdas.
“Saya hanya tidak menyangka kalau anda sendiri yang datang. Sungguh kehormatan bisa membuat anda turun tangan secara pribadi, Pangeran Luciel.”
“Berapa lama lagi anda mulai bisa bergerak. Tidak perlu sampai sembuh total, selama bisa bergerak dan menahan beberapa serangan … itu sudah cukup.”
“Lima … tidak. Tiga hari sudah cukup. Sebenarnya, saya sudah merasa cukup baik. Namun membutuhkan beberapa hari untuk membiasakan diri.”
“Kalau begitu, kita menuju ke Kerajaan Silver Fang empat hari kemudian. Tidak perlu lagi menunda. Sejak di anda mengalami kecelakaan sampai perjalanan kita … mungkin totalnya sekitar satu bulan lebih.
Jika anda terlalu lama menunda, Kerajaan Silver Fang akan menjadi semakin kacau.”
Charles mengangguk dengan ekspresi serius.
“Kalau begitu, mohon bantuannya, Pangeran … tidak. Maksudku, Tuan Gin dam Nona Hara.”
...***...
Lima belas hari kemudian, dalam sebuah Kastil.
Raja Charles menghela napas panjang. Dia duduk bersama dengan Jenny sambil memandang sosok di seberang meja. Orang itu bernama Rocky, Marquis dari Kerajaan Silver Fang. Wilayah yang dia kuasai adalah daerah perbatasan antara Kerajaan Silver Fang dan Kekaisaran Black Sun.
Meski perbatasan, wilayah itu sangat tenang dan damai. Ha itu dikarenakan kedua belah pihak yang jarang bersinggungan.
Rocky sendiri adalah sosok pria paruh baya botak yang tinggi dan berotot. Benar-benar agak mirip beruang dibandingkan serigala.
“Apa yang sebenarnya terjadi ketika aku pergi?” tanya Charles kepada Rocky.
“Jujur saja, Rajaku. Semenjak anda tiba-tiba menghilang, kerajaan menjadi semakin kacau. Beberapa orang di atas (keluarga kerajaan) bahkan mulai mengajukan tuntutan kepada Kekaisaran Black Sun.
Membuat daerah perbatasan menjadi semakin tegang. Lebih parahnya, kelihatannya ada perselisihan di ibukota. Bangsawan rendah seperti saya sama sekali tidak berhak memiliki pendapat atau bahkan mengetahui informasi sepenting itu.”
“Bagaimana dengan keluarga Tez?”
“...” Mendengar nama Tez disebutkan, Rocky menghela napas panjang. “Istri, anak-anak, bahkan cucunya dipenggal di depan publik. Mereka dianggap pengkhianat dan diberi hukuman.”
Ketika mendengar penjelasan Rocky, Charles menggertakkan gigi sebelum menggebrak meja di depannya dengan penuh emosi.
“Bahkan kamu berani mengingkari perkataanmu sendiri, Andrew! Kamu …”
__ADS_1
“Dia sama sekali tidak berubah.” Berbeda dengan Charles yang emosional, Jenny tampak begitu tenang.
“Ngomong-ngomong … saya sangat terkejut bahwa anda masih hidup, Putri Jenneva. Saya masih ingat hari di mana Kerajaan Silver Fang berduka ketika pemakaman anda. Banyak orang sangat menyesalkan kematian Bunga dari Kerajaan Silver Fang.”
“Itu sama sekali tidak perlu disesalkan.”
Melihat Rocky yang memujinya dan sesekali memandangnya, Jenny menjawab dengan tenang. Tidak rendah hati atau sombong. Dia menjaga jarak dengan orang itu dan menetapkan batas tersendiri.
“Ada hal yang membuat saya ragu, Rajaku. Dua orang berjubah itu … siapa sebenarnya mereka?”
“Tentara bayaran. Ya … lebih tepatnya bawahan seorang kenalan.” Charles menjawab santai.
“Kelihatannya mereka cukup berbahaya. Apakah anda yakin, mereka bukan sosok mencurigakan?” tanya Rocky penuh keraguan.
“Aku sangat mempercayai mereka. Ksatria sihir level 5 (awal), dia bernama Gin. Sedangkan penyihir level 4 (akhir), dia bernama Hara.
Dibandingkan mereka … mungkin aku lebih mencurigai kamu, Marquis Rocky.”
“Anda pasti bercanda, Rajaku.”
Rocky mengusap keringat di dahinya. Orang itu sekarang tidak lagi mencurigai Ciel dan Camellia. Keluarganya yang mengurus perbatasan bisa dibilang cukup bersih. Mereka sama sekali tidak ikut campur dengan kekacauan dan perebutan kekuasaan di ibukota Kerajaan Silver Fang.
Bahkan ketika bertemu, Ciel langsung memberinya cap ‘orang baik’. Alasannya sebenarnya sangat sederhana. Rocky menyukai kedamaian lebih dari kekuasaan, dan orang itu takut perang di perbatasan akan pecah. Hal yang akan membuatnya menderita.
Meski kedamaian yang dimaksud berbeda, Ciel masih menghargai Rocky yang menyukai kedamaian. Lagipula … tidak semua orang memikirkan untuk menciptakan kedamaian hanya untuk bermalas-malasan kemudian.
“Kalau begitu, aku ingin kamu melakukan sesuatu, Rocky.”
“Sebutkan perintah anda, Rajaku!” ucap Rocky dengan tegas.
“Sebarkan berita bahwa aku selamat dan telah kembali.”
Mendengar perintah Raja Charles, Rocky terkejut.
“Bukankah … hal itu merugikan kita, Rajaku? Jika saya melakukannya … itu seperti merusak semak untuk menakuti ular. Orang-orang itu (para musuh) akan bersembunyi dan kita akan sulit untuk mendeteksi mereka. Menurut saya-”
“Lakukan saja!” ucap Charles dengan tegas.
“Baik, Rajaku.”
Charles awalnya juga memikirkan hal yang sama dengan Rocky. Namun setelah mendengar rencana Ciel yang benar-benar agak sederhana tapi tidak terpikirkan itu, Charles merasa tercerahkan. Orang itu semakin kagum dengan sosok pangeran yang begitu muda itu.
Pemuda yang benar-benar luar biasa!
__ADS_1
>> Bersambung.