Useless 8th Prince

Useless 8th Prince
Suku Centaur


__ADS_3

“Aku heran, ternyata kalian mengenaliku.”


Ciel tersenyum ramah. Meski begitu, dia menjadi sedikit waspada. Lagipula, informasi yang dia dapat cukup minim. Pemuda itu hanya mengetahui kalau beberapa suku Centaur hidup di daerah lingkaran menengah Blackwood Forest.


“Tentu saja kami mengenal anda, Pangeran Luciel. Lagipula … sebagian besar Blackwood Forest masih masuk ke dalam Kekaisaran Black Sun. Sudah wajar bagi kami, makhluk-makhluk cerdas yang tinggal di hutan mengenali anda.”


“Begitu?” Ciel tersenyum agak ragu.


Setelah mengaktifkan skill Eye of The Lord, dia menghela napas panjang. Keenam Centaur di depannya hanya iblis level 3. Bahkan pemimpinnya juga hanya di level 3 (akhir).


“Kalau begitu … aku akan bertanya. Di sukumu, sekuat apa dirimu sehingga kalian yang datang mengundangku?” Ciel sedikit mengejek.


“Kecuali kepala suku, Tuan Zod adalah prajurit terkuat nomor tiga di suku. Ini sudah dianggap memberi anda wajah, Pangeran Luciel.” Salah satu prajurit di belakang berkata dengan nada tidak puas.


“Hahahaha. Memberi wajah.” Ciel terkekeh. “Jadi wajahku serendah itu?”


“Pangeran Luciel-”


Sebelum Zod selesai mengucapkan perkataannya, tubuhnya terasa berat. Bukan hanya dia, kelima bawahannya juga merasakan hal yang sama. Mereka berenam langsung jatuh berlutut di tanah.


“Lain kali jangan membawa orang bermulut kotor untuk bernegosiasi.” Ciel berkata dengan nada tak acuh. “Mungkin lain kali bukan hanya berlutut, tetapi kehilangan kaki atau bahkan kepala.”


Keenam Centaur yang terkejut mendongak, memandang ke arah Ciel yang sedang menatap mereka dengan ekspresi merendahkan. Kedua iris mata yang berbeda warna memancarkan kilau dingin dan tampak misterius. Benar-benar membuat keenam Centaur merasakan ancaman kematian.


Ciel berbalik pergi, tetapi suara Zod membuat langkahnya berhenti.


“Saya mohon, Pangeran Luciel. Bukan karena kami tidak menghormati anda. Hanya saja, pejuang suku yang kuat harus waspada di suku. Mereka harus bersiap menghadapi ancaman dari makhluk dari lingkaran dalam hutan.”


“Makhluk dari dari lingkaran dalam?” Ciel menoleh dengan ekspresi penasaran.


“Oleh karena itu, kepala suku yang mendengar berita tentang kedatangan anda ingin bertemu. Tolong pergi dengan kami,” ucap Zod dengan ekspresi tulus.


“Itu …” Ciel sempat ragu. Meski dia agak tidak senang dengan perkataan dari bawahan Zod, pemuda itu juga penasaran dengan apa yang terjadi dalam Blackwood Forest.


“Baiklah.”


Melihat Ciel yang setuju, kelima Centaur kecuali yang membantah Ciel tadi tampak lega. Mereka tidak tahu apa yang terjadi jika mereka melanggar perintah kepala suku.


Ciel akhirnya mengikuti keenam Centaur memasuki Blackwood Forest. Setelah beberapa jam berjalan, mentari pagi mulai muncul. Pada saat itu juga, mereka akhirnya sampai di suku Centaur.

__ADS_1


Melihat rumah-rumah yang terbuat dari kayu, terlihat agak kuno tetapi artistik, Ciel mengangguk. Dia sangat menyukai mengunjungi tempat-tempat yang unik seperti itu. Perbedaan budaya dan semacamnya, Ciel merasa hal-hal itu adalah keindahan tersendiri dari setiap suku dan ras.


“Menarik.” Ciel mengangguk puas.


“Tolong ikuti kami, Pangeran Luciel.”


Ciel kemudian mengikuti keenam Centaur menuju ke tempat tinggal kepala suku. Ketika masuk pemukiman, anak-anak Centaur melihatnya dengan ekspresi heran. Manik bulat mereka mengatakan apa yang dalam pikiran anak-anak polos itu.


‘Wow! Lihat itu, dia berjalan dengan dua kaki.’


‘Meski berjalan dengan dua kaki, dia benar-benar seimbang.’


Dari pandangan mereka, Ciel sadar kebanyakan dari anak-anak Centaur yang belum melihat dunia menganggap dirinya aneh. Ya, lagipula, mereka berjalan dengan empat kaki sementara Ciel hanya memiliki dua kaki.


Sampai di depan rumah kepala suku, Zod tiba-tiba berkata.


“Maafkan kekasaran anak-anak, Pangeran Luciel. Mereka hanya penasaran dan tidak memiliki niat mengejek atau semacamnya.”


Mendengar ucapan Zod, Ciel terdiam. Dia tidak berharap kalau orang itu menganggapnya sebagai pendendam.


Sebenarnya Zod juga tidak salah. Dari apa yang dia dengar, Pangeran Luciel adalah sosok yang membantai seluruh kota sendirian. Tidak hanya itu, Pangeran Luciel adalah sosok yang melakukan rencana pembersihan besar-besaran pada musim dingin sebelumnya.


“Anda tidak benar-benar menganggap mereka manis kan, Pangeran Luciel? Apakah … anda benar-benar suka memakan anak kecil?”


Mendengar pertanyaan Zod, Ciel ingin memukuli Centaur itu. Merubahnya dari seekor kuda menjadi keledai.


“Tentu saja tidak.” Ciel menjawab dengan ekspresi muram. “Bawa saja aku untuk menemui kepala suku.”


“Baik.” Zod mengangguk setuju.


Zod kemudian mengajak Ciel masuk ke rumah kepala suku. Ngomong-ngomong, Centaur tidak tidur dengan alas jerami, tetapi alas yang lembut dan hangat seperti iblis lainnya. Hanya saja, mereka tidak tidur di atas ranjang, tetapi mereka menaruh alas lembut di lantai dan tidur di sana.


Yang memasuki rumah kepala suku hanya Zod dan Ciel. Ketika mereka masuk, lima orang lainnya menunggu di luar dengan tenang.


“Aku kembali, Ayah.”


Memasuki kamar kepala suku, Ciel melihat seorang Centaur paruh baya yang ‘duduk’ dengan ekspresi pucat. Pada tubuh humanoidnya, khususnya bagian perut, terdapat luka lebar hitam yang sudah busuk. Benar-benar terkorosi oleh racun.


Alasan Ciel bisa melihat itu karena pada saat itu Centaur wanita paruh baya sedang menganti perban pria paruh baya itu. Melihat Zod, keduanya tampak sedikit bersemangat.

__ADS_1


“Uhuk! Uhuk! Kamu kembali, Putraku.”


Kepala suku yang ternyata ayah Zod langsung tersenyum. Melihat sosok Ciel di samping Zod yang membuatnya tersadar kalau itu adalah seorang Pangeran yang dia undang, kepala suku berusaha berdiri untuk menyambutnya.


“Tidak perlu berdiri. Kamu terluka parah, lebih baik kamu diam di sana.”


“...”


Setelah diam sejenak, pria paruh baya itu tersenyum ramah.


“Terima kasih atas kebaikan anda, Pangeran Luciel. Kalau begitu maafkan lelaki tua ini karena tidak sopan. Sayang, tolong siapkan minuman untuk pangeran. Beliau pasti haus setelah berjalan kemari.”


“Baik.”


Setelah melihat wanita paruh baya itu pergi, Ciel tanpa sopan santun langsung mendekati kepala suku. Dia sedikit dan mengamati luka besar di perut kepala suku.


“Usus terluka parah, beberapa organ dalam juga terluka … bahkan sudah mengenai paru-paru. Belum lagi … ini adalah racun yang kuat.” Ciel bergumam dengan ekspresi datar.


“Pangeran Luciel! Apakah anda mengetahui cara untuk menyembuhkan ayah saya?”


Mendengar Zod yang bersemangat, sudut bibir Ciel sedikit terangkat.


“Tentu saja ada banyak cara untuk menyembuhkan racun. Hanya saja, setiap cara itu mahal dan bahan yang diperlukan sulit.


Ngomong-ngomong … aku juga memiliki penawarnya.”


“Kalau begitu tolong ayah saya, Pangeran Luciel!” seru Zod dengan nada memohon.


“Aku bilang, Zod. Itu sangat mahal.”


Mendengar dan melihat ekspresi enggan Ciel, Zod menggertakkan gigi. Dia berlutut di depan Ciel sambil memohon.


“Saya akan membayar berapapun harganya. Jadi tolong, Pangeran Luciel!”


Melihat Centaur yang berlutut di depannya, Ciel tersenyum cerah.


Ya … senyum seorang pencatut terlihat di wajah tampan pemuda itu.


>> Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2