
Di bawah bintang-bintang yang mulai bersinar menerangi malam, tampak dua makhluk saling berhadapan di antara pilar-pilar batu raksasa.
“Mau mencoba ronde lain? Atau sekarang menyerah?”
Darkfrost Wyvern yang mendengar ucapan Ciel tampak suram. Sebagai makhluk yang memiliki garis darah naga, Wyvern sendiri bisa dibilang cerdas. Meski tidak bisa bicara, mereka masih bisa mengerti bahasa iblis.
Melihat Ciel yang tersenyum riang, Darkfrost Wyvern menjadi frustrasi. Sudah lebih dari tiga jam mereka bertarung, tetapi tidak ada hasil. Pemuda di depannya hanya membalas secara pasif. Ketika dia menyerang, pemuda itu baru membalas. Jika dia diam, pemuda itu juga tidak melakukan apa-apa.
Apa yang membuat Darkfrost Wyvern frustrasi adalah kemampuan bertarung Ciel. Pada saat makhluk itu mengeluarkan semburan yang bisa membekukan hampir semuanya, Ciel membuat dinding es raksasa untuk memblokirnya. Ketika makhluk itu mencoba menyerang dengan taring, Ciel menghindar. Sementara ketika makhluk itu menyerang dengan ekor atau cakar, Ciel benar-benar menahannya dengan kekuatan fisik absurdnya.
Hal yang lebih parah adalah, ketika Darkfrost Wyvern hendak kabur, Ciel akan muncul tiba-tiba lalu memegang ekor dengan kedua tangannya. Pemuda itu kemudian akan membanting Darkfrost Wyvern lalu menyeretnya kembali ke tempat semula.
Sial! Orang gila! Psiko sialan! Makhluk jahat!
Darkfrost Wyvern terus mengutuk Ciel dalam hatinya. Dia ingin menangis tetapi air matanya tidak bisa keluar. Dia benar-benar merasa sedang dibully! Bahkan pembullian ini lebih parah daripada yang dilakukan oleh para Frost Wyvern yang mencoba membunuhnya karena berbeda!
Aooo!
Darkfrost Wyvern mendongak lalu melolong menirukan serigala yang kesepian.
“Hey! Kamu jelas seekor Wyvern. Kenapa kamu melolong seperti serigala? Kamu aneh!” ucap Ciel ketika melihat Darkfrost dengan ekspresi aneh.
Aku tidak ingin dipanggil aneh. Khususnya oleh orang aneh sepertimu! Ah! Kenapa hidup begitu sulit? Bunuh saja aku!
Darkfrost Wyvern memejamkan matanya, berharap mati saja.
“Apakah sekarang kamu setuju untuk membuat kontrak denganku?” tanya Ciel.
Tentu tidak! Bunuh saja aku!
Darkfrost Wyvern meraung marah. Dia benar-benar ingin membenturkan kepalanya ke pilar batu raksasa sampai mati.
“Masih menolak? Kamu tahu, aku lelah meyakinkanmu,” ucap Ciel sebelum menghela napas panjang. “Padahal aku pikir kita sama dan akan cocok.”
Sama! Omong kosong! Kamu pasti tidak tahu apa yang aku rasakan!
Darkfrost Wyvern memandang Ciel dengan ekspresi menghina.
__ADS_1
Ciel mengabaikan tatapan menghina kadal besar di depannya. Dia malah duduk bersila di depan makhluk itu tanpa rasa takut.
“Kamu tahu? Meski bukan binatang bermutasi sepertimu, aku selalu merasa tertekan.
Aku adalah putra Kaisar. Emmm … kamu bisa menganggapnya pimpinan ras atau rombongan. Banyak orang yang tidak menyukaiku dan mencoba membunuhku.
Aku hanya ingin hidup tenang dan bahagia, ok? Tetapi apa? Aku malah mendapat musuh dimana-mana!
Sial! Berikan aku kebebasan!”
Darkfrost Wyvern memandang Ciel dengan ekspresi kosong. Biasanya, kebanyakan makhluk akan berlri ketika melihatnya. Jika tidak, mereka pasti akan berhati-hati. Namun pemuda itu berbeda, dia jelas terlalu santai ketika duduk sambil mengutarakan omong kosong!
Karena tidak mungkin kabur, Darkfrost Wyvern akhirnya berbaring di depan Ciel sambil terus mendengarkan ceritanya. Awalnya dia merasa kalau Ciel hanya berkata omong kosong. Namun setelah mendengarkan baik-baik, dia menyadari sesuatu.
Hey, apakah ini takdir? Kita benar-benar dari jenis yang sama?
Darkfrost Wyvern meras tersentuh. Dia melihat Ciel dengan tatapan kasihan.
“Sial! Beri aku kebebasan!” seru Ciel.
Ya! Beri kami kebebasan!
Ya! Kami ingin kebebasan!
“Aku ingin hidup santai, bermalas-malasan, dan menikmati waktu seperti itu sampai mati!”
Ya! Kami ingin hidup santai, bermalas … Tunggu! Aku tidak ingin bermalas-malasan!
Darkfrost Wyvern menatap Ciel dengan ekspresi aneh. Menyadari tatapannya, pemuda itu balik menatap.
“Apa? Kamu tidak setuju! Bermalas-malasan itu bagai hidup layaknya Raja! Itu hal yang baik!”
Benarkah? Apakah itu kehidupan Raja? Emmm … mungkin itu tidak terlalu buruk?
Darkfrost Wyvern merasa ragu. Namun Ciel sendiri tidak sadar kalau dirinya benar-benar telah meracuni pikiran murni makhluk di depannya.
Meski baru saja dibully, Darkfrost Wyvern tiba-tiba merasa kalau Ciel bukan sosok yang terlalu buruk. Merasa cukup nyaman mendengar cerita pemuda itu, arogansi dalam darah naganya mulai luluh. Makhluk itu menunduk lalu mengusapkan kepalanya ke tubuh Ciel, membuat pemuda itu kaget.
__ADS_1
“Kamu … Kamu akhirnya mau mengikutiku?”
Darkfrost mengangguk ringan, membuat senyum muncul di wajah pemuda itu.
“Tunggu! Karena kamu mau mengikutiku, aku harus minta maaf soal tadi.”
Setelah mengatakan itu, Ciel langsung berdiri dan mengambil sesuatu dari dalam tas dimensinya. Dia mengambil sebuah botol kaca berisi cairan biru dengan kilau misterius. Nama potion itu adalah … Dragon Blood Potion. Sebuah mahakarya dari alkemis yang menggunakan darah naga dan banyak bahan berharga untuk membuatnya. Tentu saja, itu sangat sulit dibuat.
Aku hanya memiliki beberapa. Tapi untuk mobil sport … Ah! Maksudku partner yang baik, itu bukan masalah.
Di depan tatapan penasaran Darkfrost Wyvern, Ciel membuka tutup botolnya. Mata makhluk itu langsung terbelalak setelah mengendus potion.
“Minumlah! Ini sangat berharga dan bisa membantumu,” ucap Ciel dengan senyum di wajahnya.
Melihat Ciel, Darkfrost Wyvern merasa bersyukur. Tanpa rasa ragu, makhluk itu membuka mulutnya. Ciel kemudian menuangkan potion ke dalam mulut Darkfrost Wyvern.
Meminum potion, Darkfrost Wyvern merasa kalau darahnya mengalir cepat, jantungnya berdebar. Perlahan tapi pasti, kekuatan tubuhnya meningkat ke level lain. Jika sebelumnya dia bisa menahan serangan tombak es level 3 tanpa terluka, sekarang dia bisa menahan serangan tombak es level 4 tanpa terluka. Tentu saja, yang naik hanya kekuatan fisiknya.
Meski begitu, ramuan itu sangat berharga karena bisa meningkatkan kekuatan tubuh berdaging secara ekstrem. Untuk iblis biasa, itu memiliki efek kuat. Sedangkan untuk Ciel yang memiliki bakat bawaan ‘Devour’ atau Darkfrost Wyvern yang memiliki garis keturunan darah naga, efeknya beberapa kali lebih kuat.
“Apakah kamu siap sekarang?” tanya Ciel.
Darkfrost Wyvern menahan rasa bahagianya dan mengangguk.
Melihat itu, Ciel segera menggigit jarinya telunjuknya sendiri. Dia kemudian menempelkan darah di jarinya ke dahi Darkfrost Wyvern sambil menggumamkan sesuatu. Pada saat itu, sebuah perasaan aneh terbentuk di antara keduanya. Mereka merasa telah terhubung karena suatu ikatan aneh.
Berbeda dengan kontrak sesama iblis, kontrak dengan Demonic Beast seperti membuat ikatan dengan hewan peliharaan. Itu hubungan yang unik dan memiliki perasaan khusus.
Ciel yang merasakan kontraknya berhasil mengangguk. Dia langsung berkata, “Karena kamu sudah pengikutku, tentu aku akan memberimu nama. Lagipula, Darkfrost Wyvern terlalu panjang.”
Darkfrost Wyvern mengangguk. Makhluk itu bahkan penasaran dengan nama yang akan diberikan oleh tuannya kepada dirinya.
“Karena kamu keturunan naga … keturunan raja. Dark Crown … Darkon … bagaimana kalau Darkon? Itu terdengar keren, kan?”
Mendengar nama itu, Darkfrost Wyvern merasa terkejut. Dia mengerjap, bingung harus berkata apa. Makhluk itu merasa aneh dan mengeluh dalam hati.
Itu memang keren, Tuan. Masalahnya … aku ini perempuan!
__ADS_1
>> Bersambung.