
“Benar-benar lucu.”
Meski mengatakan demikian, ekspresi Ciel tampak sangat dingin. Matanya memandang rendah terhadap orang-orang yang bersembunyi di hutan.
Menurut Ciel, sudah jelas kelompok berjumlah lebih dari 100 orang itu bukanlah bandit. Meski berpenampilan seperti bandit, jika dilihat dengan jelas, itu hanyalah sebuah penyamaran.
Tidak mungkin para bandit normal memiliki peralatan dan senjata yang sangat baik serta terawat. Meski pakaian tampak usang, setiap dari mereka masih menggunakan pelindung tubuh.
Belum lagi, dengan skill “Eye of The Lord’, dia bisa melihat kalau ada belasan iblis level 4. Bahkan, ada juga seorang iblis level 5 (awal) yang memimpin mereka.
“Jika aku percaya mereka itu bandit, aku adalah orang bodoh yang kepalanya ditendang kuda.”
Ciel menghina. Jika itu adalah organisasi yang bersembunyi dalam kegelapan kota besar seperti Royal Capital, dia mungkin percaya. Namun seorang bandit gunung yang memiliki kekuatan layaknya ksatria elit atau bangsawan, jelas dirinya tidak terlalu bodoh untuk mempercayai itu.
Apa yang harus aku lakukan sekarang? Sihir apa yang cocok digunakan pada waktu seperti ini?
Ciel yang terbang di atas awan bersama Deschia merenung. Ketika melihat sepatunya sedikit basah karena bersentuhan dengan awan, pemuda itu tersenyum.
Apa yang paling nikmat di musim panas? Tentu saja sesuatu yang dingin!
Ciel terkekeh saat memandang para ‘bandit’ dengan ekspresi dingin.
“Hehehe … sepertinya sudah waktunya sihir es milikku melakukan debutnya.”
Mulai menggumamkan mantra, Ciel menepuk punggung Deschia lalu terbang mendekat bersamanya. Pada saat itu, awan gelap mulai berkumpul di atas para bandit.
Para bandit merasakan suhu yang turun secara tiba-tiba dan merasa aneh. Seorang pria paruh baya bertubuh kekar dan satu-satunya iblis level 5 langsung memandang awan hitam yang mulai bergulung di atas kepala mereka.
“Kumpulkan saudara-saudara! Awan itu terlihat aneh, kita akan pindah.”
“Baik!” seru para anak buahnya.
Namun sebelum mereka bergerak, orang-orang itu tiba-tiba merasakan tubuh mereka menjadi berat. Untuk beberapa orang di level 4 dan sang pemimpin di level 5, itu masih bisa ditahan. Namun untuk pasukan lain … mereka benar-benar menggertakkan gigi dengan ekspresi pucat.
“Sihir gravitasi! Sial!”
__ADS_1
Pemimpin bandit itu langsung mengutuk. Menurut informasi yang mereka dapat, jangankan penyihir dengan sihir gravitasi, tidak ada seseorang yang berspesialis sebagai penyihir yang ikut mengantar Pangeran Luciel.
“SIAPA KAMU?! BERHENTI BERSEMBUNYI! KELUAR!” teriak pemimpin bandit dengan lantang.
Pada saat perkataan pemimpin bandit selesai, sebuah bayangan hitam turun menembus awan gelap dan mendekat ke arah mereka dengan kecepatan luar biasa. Ketika melihat sosok Wyvern dan siluet tidak jelas yang menungganginya, para bandit tampak tertekan.
“Yo! Bukankah kalian mencariku? Tidak perlu repot, aku sendiri datang berkunjung.”
Ciel yang memiliki eskpresi bosan memandang para bandit yang sulit bergerak dengan tatapan menghina.
“Kamu …” Pemimpin bandit menggertakkan gigi.
“Bukankah kalian mencari Pangeran Sampah ini?” tanya Ciel dengan wajah yang tidak berubah.
“Memiliki sihir gravitasi kuat … menunggangi seekor Wyvern … Pangeran Sampah? Jangan bercanda denganku, Keparat!” teriak pemimpin bandit.
“Cih. Dasar tidak sopan. Padahal aku datang membawakan hadiah untuk kalian.” Ciel menggeleng ringan.
“Hadiah?”
“Bukankah kalian merasa gerah di musim panas?” CIel tersenyum. “Aku membawakan ‘sedikit’ es untuk kalian.”
Setelah mengatakan itu, Ciel langsung terbang sedikit menjauh dari area awan berkumpul. Melihat para bandit yang tampak pucat, dia menatap dingin.
Ciel menjetikkan jarinya sambil bergumam, “Dark Ice magic … Icestorm of Northern Hell.”
Selesai mantra diucapkan, awan hitam mulai menjatuhkan hujan. Namun bukan hujan air, melainkan es hitam yang terbentuk seperti kristal tajam yang tak terhitung jumlahnya. Kecepatan hujan es yang turun bisa dikatakan sangat cepat sampai-sampai para bandit sulit menghindarinya.
Teriakan serta jeritan penuh keputusasaan memenuhi hutan. Banyak tubuh bandit yang dilubangi seolah terkena peluru. Hampir semua orang meninggal, beberapa selamat tetapi menderita luka parah, dan sedikit yang tampak masih berdiri kokoh.
Karena hujan es itu, seluruh tanah di area sekitar membeku. Aliran darah yang seharusnya menggenang menjadi danau merah malah berwujud seperti rubi merah yang menghiasi tanah beku.
Pemimpin bandit melihat anak buahnya yang mati dan menjadi patung es. Menyadari hanya para iblis level 4 yang masih bisa dibilang ‘utuh’, ekspresinya menjadi sangat buruk.
“Kamu! Apakah kamu tahu siapa kami!” teriak pemimpin bandit.
__ADS_1
“Kalian?” Ciel yang terbang di punggung Deschia memiringkan kepalanya. “Bukankah kalian bandit gunung? Sebagai pangeran kekaisaran ini … sudah menjadi tugasku membersihkan hama seperti kalian, kan?”
Melihat tatapan dingin Ciel yang dingin. Pemimpin bandit jelas sadar kalau pemuda itu sudah mengetahui identitas mereka. Pria itu mengutuk dalam hati.
Pangeran ke-2 sialan! Bahkan kamu mengorbankan kami untuk menguji kedalaman air!
Pemimpin bandit merasa kalau sihir gravitasi telah terangkat. Dia buru-buru berteriak, “Penyihir! Rapalkan mantra! Aku ingin kalian menembak jatuh bocah sialan itu!”
Tanpa menunggu perintah selanjutnya, empat penyihir langsung mengangkat tongkat mereka dan mulai merapalkan mantra. Pemimpin bandit itu langsung mengeluarkan pedang, tubuhnya diselimuti aura kuning. Orang itu berjaga di depan keempat penyihir yang merapal mantra.
Ciel hanya terus mengamati dan tidak melepaskan sihirnya. Dia sendiri ingin melihat seperti apa penyihir dari luar Kekaisaran Black Sun. Melihat kecepatan merapal mereka yang … agak kurang cepat, pemuda itu menggeleng ringan.
Sebuah lingkaran sihir terbentuk. Sosok bangau berkepala dua dengan tiga kaki yang seluruhnya terbuat dari angin dengan aura kehijauan muncul. Keempat penyihir itu meraung bersamaan, “Serang!!!”
Ciel yang melihat sihir tingkat tinggi yang bisa dibilang ‘cukup’ luar biasa itu bingung harus berkomentar seperti apa. Pada akhirnya, hanya satu kata yang keluar dari mulut pemuda itu.
“Sampah.”
Mengayunkan tangannya, pemuda itu mendengus dingin.
“Hellfire magic … Shadowflame Great Serpent.”
Dua lingkaran sihir besar muncul dari belakang Ciel. Dua ular raksasa terbuat dari api langsung meluncur ke arah bangau berkepala dua.
Satu ular bertabrakan dengan bangau. Karena seimbang, keduanya hancur dan menyebabkan ledakan dahsyat. Sementara satu ular api lainnya langsung mengarah ke para bandit.
Pemimpin bandit meraung gila. Dia melompat maju ke ular raksasa yang terbuat dari api hitam sambil mengayunkan pedangnya. Sebuah cahaya kuning membentuk tebasan pedang raksasa langsung memotong ular itu dan melenyapkannya.
Jatuh kembali ke tanah yang membeku, pria itu menatap Ciel dengan ekspresi marah. Tatapannya benar-benar dipenuhi dengan niat membunuh.
Sebagai tanggapan, Ciel mengangkat sudut mulutnya. Dia diam-diam berpikir.
Ksatria elemen bumi level 5 … menarik.
>> Bersambung.
__ADS_1