Useless 8th Prince

Useless 8th Prince
Bukannya Kamu Tidak Cantik


__ADS_3

Dalam ruang untuk menyambut tamu, terlihat tujuh orang.


Ciel duduk bersama dengan Ariana, di belakang keduanya tampak dua pelayan wanita yang cantik. Mereka adalah Jenny dan Verrona. Sedangkan di seberang meja, sosok Helena duduk sendiri. Di belakangnya juga ada dua pelayan cantik.


“Ada apa sampai anda repot-repot datang ke tempat terpencil seperti ini, Nona Helena?”


“Anda terlalu sopan, Pangeran Luciel. Saya di sini untuk menyampaikan pesan dari ayah saya.”


Mendengar itu, mata Ciel menyipit. Dia tahu kalau kepala Keluarga Roschild jelas tidak akan cukup bodoh untuk meminta atau meminta kepadanya. Seharusnya, orang licik itu lebih ambisius karena dia juga telah lama mengincar kursi Marquis dan melengserkan sosok Marquis Bathory.


Hanya saja, orang itu tidak menyangka tuan dari Wilayah Scarlet Roze tiba-tiba berubah karena keputusan dari Duke Raevern. Awalnya dia tidak menyangka kalau Duke Raevern akan memberi wilayah sebesar itu kepada Pangeran Luciel. Namun setelah menemukan banyak informasi, dia sadar kalau apa yang terjadi sangat berbeda.


Duke Raevern menukar wilayah miliknya kepada Pangeran Luciel. Mengetahui bahwa wilayah baru itu memiliki banyak tambang logam, kepala Keluarga Roschild itu langsung mengerti.


Hanya saja … itu terlalu tidak terduga!


Baru dua tahun muncul di daerah South Duchy, Pangeran Luciel telah mengakuisisi dua wilayah besar sebagai milik pribadinya. Jika tidak melihatnya sendiri, semua orang yang hanya mendengar pasti menganggap hal itu sebagai rumor yang terlalu dibesar-besarkan.


Kepala Keluarga Roschild itu juga telah mendengar rumor bagaimana Pangeran Luciel mengelabuhi kakak tirinya untuk bertaruh lalu memukuli orang itu sampai hitam dan biru.


Tidak hanya membuat fraksi Ratu Victoria kehilangan banyak wajah, bahkan Duke Barat juga sangat marah kepada menantunya yang tidak bisa diandalkan itu. Dapat dikatakan, sejak saat itu … hubungan Ratu Victoria dan Duke Barat mulai renggang.


Pemuda yang licik, kuat, dan berbahaya!


Itu adalah evaluasi kepala Keluarga Roschild terhadap Pangeran Luciel. Dia tidak berani bermain-main karena sudah ada beberapa contoh kejam sebagai hasil bermain dengan pemuda itu. Dia masih ingat bagaimana Ciel ‘membersihkan’ wilayahnya sendiri di tahun pertama dia pindah.


Selain itu, dia juga masih mengingat jelas bagaimana Marcus Bathory yang mencoba main-main dengan Pangeran Luciel tumbang. Bukan hanya dijatuhkan, pemuda itu bahkan menggali bukti dan menjatuhkannya sebagai pengkhianat. Jatuh tanpa martabat sama sekali!


Pada akhirnya … Kepala Keluarga Roschild ingin membuat hubungan dengan Ciel.


“Oh …” Ciel tampak santai dan begitu tak acuh. “Apa yang ingin disampaikan Kepala Keluarga Roschild kepadaku?”


Tanpa ragu sedikit pun, Helena mengeluarkan kantung dimensi yang tampak indah lalu meletakkannya di atas meja.


Ciel hanya memandang benda itu dengan ekspresi dingin.


“Mencoba … menyuapku?” tanya Ciel dengan ekspresi dingin.


Mendengar suara dingin Ciel, Helena langsung merasa gugup. Tidak hanya gadis itu, dua pelayan di belakangnya bahkan gemetar tak karuan.

__ADS_1


“T-Tentu saja tidak, Pangeran Luciel. Ayah hanya menyambut anda sebagai penguasa baru Wilayah Scarlet Roze. Ini hadiah kecil dari beliau untuk merayakan kecemerlangan anda.”


“...”


Ciel memandang Helena yang mulai berkeringat deras. Pemuda itu pun tahu, bahkan jika dia membunuh Helena dan para ksatria di sini, tidak akan ada yang berani menyalahkan dirinya apalagi melawannya.


Mengambil kantung dimensi itu lalu memeriksa apa yang ada di dalamnya, Ciel sedikit terkejut.


“Oh? Menarik …”


Tidak hanya kepingan emas dan platinum, banyak tanaman herbal yang tampak aneh dan langka. Kelihatannya Kepala Keluarga Roschild mengosongkan banyak barang dalam penyimpanan keluarga mereka. Yang lebih mengejutkan, orang itu benar-benar tahu kalau Ciel cukup menyukai hal-hal aneh yang kurang diketahui.


“Kalau begitu aku akan menerima hadiah ini.”


Ciel berkata santai. Namun Helena juga merasa lega. Setelah menerima niat baik dari Keluarga Roschild, pemuda di depannya itu jelas tidak akan memperlakukan Keluarga Roschild dengan buruk. Meski masih memerintah untuk sementara waktu, mereka sekarang sudah tidak dianggap bangsawan. Ciel bisa menyingkirkan mereka dan mengganti dengan yang lain kapan saja.


Setelah Ciel menerima niat baik itu, paling tidak, Helena paham kalau salah satu tempat untuk delapan bangsawan di Wilayah Scarlet Roze telah diamankan oleh Keluarga Roschild.


“P-Pangeran Luciel …”


Mendengar suara gugup Helena, Ciel kembali bertanya.


“Itu …” Helena berkata dengan gugup. “Ayah masih memiliki hadiah lain untuk anda.”


“Oh? Kenapa kamu tidak mengeluarkannya?”


Helena tampak gugup dan malu. Dengan wajah merah dan penampilan yang mempesona, gadis itu menunjuk dirinya sendiri.


“S-Saya dan kedua pelayan di belakang saya adalah hadiah yang dimaksud.”


“...”


Ruangan langsung sunyi. Ciel mengerjap dan Ariana tidak merubah ekspresinya. Sedangkan Verrona dan Jenny, keduanya saling memandang dengan ekspresi aneh. Jelas, mereka semua mengerti maksud dari kepala Keluarga Roschild.


Ayah Helena itu jelas percaya diri dengan penampilan putrinya. Meski menyerahkan putrinya sendiri sebagai pelayan atau pembantu Ciel. Jelas, dia yakin kalau putrinya bisa menjadi salah satu selir Ciel.


Bisa memiliki menantu lelaki yang kuat, berkuasa atas dua wilayah besar, dan merupakan seorang Pangeran … siapa yang tidak mau itu?


Hal itu juga bisa menunjukkan betapa licik dan kejamnya ayah Helena. Untuk memenuhi ambisinya sendiri, dia tidak segan untuk mengorbankan putrinya sendiri.

__ADS_1


Akan tetapi, Ayah Helena memang memiliki modal atau kemampuan untuk melakukannya. Dari penampilannya saja, tidak akan banyak pemuda yang bisa menolak sosok Helena yang menawan. Jangankan sebagai selir, kebanyakan dari mereka tentu saja mau menerimanya sebagai istri resmi.


Kepala Keluarga Roschild sendiri tidak bodoh. Untuk menjadikan Helena sebagai istri resmi Ciel, akan dianggap beruntung jika memang bisa terjadi. Karena meski memiliki paras yang luar biasa, kualifikasi tentang level dan status terlalu berbeda dengan Ciel.


Menurut orang itu sendiri, istri Ciel paling tidak haruslah seorang Putri dari Kerajaan lain atau minimal anak perempuan seorang Duke!


Meski begitu, Ayah Helena percaya kalau putrinya masih bisa memasuki ruang untuk mendapatkan gelar ‘selir’ Ciel. Hanya saja, apa yang dipikirkan orang itu kurang tepat.


“Aku tidak tertarik dengan itu. Kalian boleh kembali.”


Ciel berkata dengan ekspresi kosong. Hal itu membuat Helena yang selalu percaya diri dengan parasnya terkejut. Dari perasaan takut, gadis itu tiba-tiba merasakan perasaan rumit dan marah dalam hatinya.


“A-Apakah menurut anda saya kurang cantik?” tanya Helena dengan ragu.


Melihat keraguan di mata Helena, Ciel hanya menggeleng ringan. Dia kemudian menyarankan.


“Tinggal di sini untuk makan siang bersama. Nanti kamu akan mengerti.”


Merasa agak rumit dan aneh, Helena pun mengangguk setuju.


“Baik.”


Tanpa terasa, sudah waktu makan siang.


Dalam sebuah ruang makan, terlihat sebuah meja dengan enam kursi yang mengelilinginya. Ada tiga sosok yang duduk di kursi, mereka tentu adalah Ciel, Ariana, dan Helena.


Tidak lama kemudian, tiga sosok wanita datang dan mengisi kursi. Melihat Helena yang agak linglung, Ciel membuka mulutnya.


“Biar aku perkenalkan. Kamu pasti sudah mengenalnya, ini adalah tunanganku, Ariana. Sedangkan ketiga wanita ini … mereka adalah Camellia, Elena, dan Isabella. Ketiganya … adalah selirku.” Ciel berkata dengan senyum penuh kasih sayang.


“...”


Melihat Helena yang masih diam, sekali lagi Ciel bicara.


“Helena. Bukannya kamu tidak cantik, tetapi …” Ciel memandang ke arah empat kekasihnya.


“Apakah aku kekurangan wanita cantik?”


>> Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2