
Ugh! Sial! Lagi-lagi mimpi buruk!
Terbangun dari tidurnya, Ciel langsung menutup wajah dengan tangannya. Pemuda itu benar-benar mengalami sebuah mimpi buruk. Sudah beberapa hari terlewat sejak dia mulai ‘makan’ besar, tetapi mimpi buruk selalu menghampirinya.
Sial! Sekarang aku sudah tahu batasannya … aku harus bisa membuatnya kenyang sebelum mulai mengamuk.
Ciel mengutuk dalam hati. Dalam mimpinya, Ciel melihat dirinya sendiri membantai orang-orangnya bahkan ‘memakan’ mereka. Keringat dingin membasahi tubuhnya. Merasakan dampak negatif dari skill bawaannya, pemuda itu merasa cukup takut.
Sesuatu yang disebut bakat bawaan biasanya tidak hanya memiliki efek positif. Ada pula efek negatif yang menyertainya. Tentu saja ada beberapa yang hanya memiliki keuntungan tanpa kerugian.
Namun … skill ‘Devour’ yang dianggap salah satu skill legendaris dalam catatan kuno memiliki masalah yang fatal.
Jika efek yang menyertai skill ‘Berserk’ adalah kehilangan kemampuan berpikir sederhana, efek skill ‘Devour’ bahkan lebih gila. Apabila tidak makan dengan kenyang dalam waktu tertentu, skill itu akan memaksa tuannya kehilangan kendali dan menjadi pembunuh gila lalu mulai menelan segala sesuatu yang bisa dianggap menyenangkannya.
Ciel sendiri merasa cukup beruntung karena mendapat musuh iblis level 5 yang sementara waktu membuatnya kenyang. Sebenarnya ini juga pertama kali Ciel agak kehilangan kendali. Setelah memikirkannya, dia sadar penyebabnya adalah stres dan kurangnya nutrisi.
Berbeda ketika di Istana Kekaisaran saat Ciel selalu disuguhi sesuatu bermutu tinggi, pada saat berada di Kastil Black Lily, bisa dibilang dirinya makan secukupnya. Setelah empat bulan menahan seperti itu, ‘Devour’ akhirnya mulai memberontak.
Sial! Aku merasa seperti seorang yang menyewa sebuah program cheat premium dan harus membayar harga mahal setiap beberapa waktu.
Skill ini … benar-benar akan membakar dompetku!
Ciel mengutuk dalam hati. Setelah mengalaminya sendiri, pemuda itu juga sudah bisa mengira. Karena tempo mengamuknya diperkirakan dalam waktu sekitar empat bulan, tiga bulan sekali dia harus menyiapkan nutrisi cukup yang membuatnya kenyang.
Sebenarnya ada cara yang lebih hemat. Itu adalah menyamarkan diri lalu pergi setiap tiga bulan sekali untuk berburu iblis satu level di bawahnya lalu ‘memakan’ makhluk itu. Namun Ciel punya firasat, jika dia mulai atau sering melakukan kanibal seperti itu … sesuatu yang buruk akan terjadi kepadanya.
Keluar dari tenda, Ariana langsung menghampirinya lalu memberinya segelas kopi dengan aroma yang cukup kuat.
Pada saat Ciel duduk sambil menikmati aroma kopi, Ariana yang duduk si sebelahnya segera bertanya, “Apakah mimpi buruk lagi, Sayang?”
“Iya.” Ciel menghela napas panjang.
“Apakah kamu yakin itu bukan sihir ilusi, kutukan, atau semacamnya, Sayang?”
Ciel sekali lagi menghela napas panjang lalu menatap Ariana. “Apakah kamu yakin aku begitu mudah terpengaruh sihir samacam itu, Ariana?”
Sebagai jawaban, Ariana menggeleng dengan pasti.
Ciel mengelus kepala gadis itu dengan lembut. Meski Ariana tidak merubah ekspresinya, Ciel tahu kalau ada suatu perubahan dalam diri gadis itu. Hanya perubahan kecil, tetapi itu sangat berarti.
__ADS_1
“Terima kasih sudah mengkhawatirkanku, Ariana.”
Ariana menatap Ciel dengan ekspresi sama beberapa saat sebelum akhirnya menganggukkan kepala.
Setelah kembali melakukan perjalanan, siang harinya Ciel dan rombongan akhirnya sampai di Kota Black Lily.
Pada saat dirinya sampai di kastil, semua pengikut Ciel baik dari maid, steward, ksatria, dan lainnya menyambut kepulangannya dengan hangat. Melihat itu semua membuat Ciel merasa sangat bahagia.
Ketika turun dari kereta, Ciel melihat Camellia, Elena, Asterious, dan Jean yang menunggu di depan pintu.
Mereka tampak hormat sebelum berkata, “Selamat datang kembali di rumah, Tuan!”
Ciel melihat gadis berambut perak yang telah mengikutinya lebih dari lima tahun. Dengan senyum lembut di wajahnya, dia berkata, “Apakah kamu merindukanku, Camellia? Bagaimana dengan sebuah pelukan?”
Memasang ekspresi bercanda, Ciel terkejut saat melihat Camellia berlari ke arahnya lalu memeluknya. Gadis itu memeluk tubuhnya dengan erat seolah takut akan kehilangannya. Ekspresi Ciel menjadi lebih lembut, dia menepuk punggung Camellia perlahan.
Merasakan tatapan dingin, Ciel langsung menoleh ke arah Dark Elf cantik. Dia hanya bisa tersenyum pahit sebelum berkata, “Apakah kamu juga ingin sebuah pelukan, Elena?”
“Hmph!” Elena mendengus dingin. Namun wanita itu benar-benar berjalan ke arah Ciel dan memeluknya.
Ciel tertegun di tempat. Merasakan kenyamanan dipeluk oleh dua perempuan cantik, dia tiba-tiba merasakan banyak tatapan diarahkan kepadanya.
“Itu sudah tugas saya, Tuan!” seru Asterious sambil memukul dadanya dengan ekspresi bangga.
“Terima kasih sudah mengurus masalah pertanian bersama dengan teman-temanmu, Jean. Kalian pasti kerepotan.”
Jean membungkuk sopan sambil menjawab, “Sama sekali tidak, Tuanku.”
Merasakan tatapan dari dalam kereta, Ciel segera melepaskan diri dari pelukan Camellia dan Elena. Dia kemudian melihat tiga sosok turun dari kereta. Mereka tentu saja Ariana, Flora, dan Fiona.
Ketiga gadis cantik itu langsung menjadi fokus orang-orang di sekitar. Berpura-pura terbatuk, Ciel memperkenalkan.
“Nona ini adalah Putri dari Kerajaan Black Star sekaligus tunanganku, Ariana Vandiir. Kedua gadis di belakangnya adalah pelayan Putri Ariana. Yang memakai pakaian ksatria bernama Flora dan yang memakai pakaian penyihir adalah Fiona.”
Ciel kemudian juga memperkenalkan sisi pengikutnya.
“Gadis Dhampir ini adalah pelayan setia saya, Camellia. Dark Elf cantik ini adalah pelayan sekaligus ksatria saya, Elena. Minotaur bermutasi itu adalah seorang ksatria saya, Asterious. Dan lelaki tampan yang cukup dingin itu juga ksatria saya, Jean.”
“Senang bertemu dengan anda, Putri Ariana.” Semua bawahan Ciel menyambut penuh hormat.
__ADS_1
“Senang berjumpa dengan kalian.” Ariana membalas dengan anggun. “Karena mulai sekarang saya akan tinggal di sini, mohon bantuan kalian ke depannya.”
Bawahan Ciel terkejut, tetapi akhirnya mengangguk dengan patuh dan sopan.
Flora dan Fiona juga ikut berkenalan dengan mereka, tampaknya lebih natural daripada perkenalan Ariana yang tampak formal.
“Suruh para pelayan menyiapkan jamuan! Karena para ksatria telah datang mengantar, buat mereka nyaman dengan tempat tinggal yang bersih dan makanan yang enak. Mereka akan tinggal di kastil selama tiga hari.
Selain itu, siapkan kami hidangan khusus. Aku juga ingin merayakan kedatangan Ariana, Flora, dan Fiona dengan makan bersama sebagai sambutan. Aku ingin kita semua saling mengenal.”
“Sesuai perintah anda, Tuan!” Isabella yang berdiri agak jauh langsung menjawab dengan patuh.
“Kalau begitu, mari kita beristirahat terlebih dahulu. Camellia, tolong antar mereka bertiga untuk mendapatkan kamar di dekat kamarmu dan kamar Elena.”
Meski agak curiga terhadap Ariana, Camellia dengan patuh menjawab, “Sesuai perintah anda, Tuanku. Putria Ariana, Flora, Fiona … tolong ikuti saya.”
Melihat Elena yang berdiri diam, Ciel menambahkan, “Kamu bisa mengikuti mereka, Elena.”
“Baik, Tuan.” Elena mengangguk ringan sebelum berjalan pergi.
Ciel kemudian segera melihat Asterious.
“Bagaimana dengan latihanmu, Asterious?”
“Banyak kemajuan, Tuanku! Dulu saya hanya memiliki modal kekuatan. Sekarang dengan teknik yang cukup baik, kemampuan bertarung saya jelas meningkat.”
“Bagus.” Ciel mengangguk puas. Dia kemudian melihat Jean, “Bagaimana dengan tugasmu, Jean?”
“Pertanian sangat subur, Tuan. Diperkirakan panen musim panas akan lebih baik daripada panen sebelumnya.”
“Kerja bagus!”
Setelah mendapat penjelasan dari kedua bawahannya, Ciel yang puas memutuskan untuk pergi beristirahat di kamarnya. Karena ingin agak rindu, dia akhirnya memutuskan untuk berjalan-jalan sebentar.
Ciel melewati ruang kerjanya kemudian masuk ke dalam. Namun bukannya senang, ekspresinya malah menjadi pucat. Alasannya adalah … tumpukan dokumen yang dia sendiri tidak bisa memastikan jumlahnya.
Bukankah Camellia sudah mengerjakan tugas yang tidak ‘harus’ aku yang mengerjakan? Apakah semua itu dokumen yang sangat penting?
Ugh! Aku baru saja pulang! Bisakah aku mendapat libur sebentar?
__ADS_1
>> Bersambung.