Useless 8th Prince

Useless 8th Prince
Bakat Dari Tanah Berlumpur


__ADS_3

Suatu tempat di Kerajaan Scarlet Diamond.


Seorang anak berusia sekitar tujuh tahun berdiri. Tubuhnya begitu kurus, seolah kerangka dibalut kulit … tanpa daging. Rambut hitam acak-acakan, pakaian kotor penuh tambalan, kulitnya juga kotor berlapis debu.


Di depan anak itu, terlihat gundukan tanah sederhana dengan batu di atasnya. Itu adalah makam ibu bocah itu. Karena bukan dari keluarga yang berada, tidak ada pemakan bagus atau nisan cantik untuk mereka.


Menggali cukup dalam di area pinggir hutan sebelum memakamkannya. Ditandai dengan batu agar tidak lupa. Hal semacam itu yang biasanya dilakukan oleh orang-orang seperti mereka.


Jika menggali tidak cukup dalam atau menginjak tanah kurang padat, keesokan harinya makam itu akan digali. Isinya? Tentu saja dimakan oleh binatang liar dari hutan.


‘Aragil, kamu harus kuat.’


‘Aragil anak yang berbakat.’


‘Aragil, seorang laki-laki sejati tidak menangis.’


‘Aragil, ibu sangat sangat sangat menyayangimu.’


Bocah itu adalah Aragil. Berusia sembilan tahun, tetapi penampilannya lebih kecil dan kurus dibandingkan anak berusia tujuh tahun. Kurangnya nutrisi membuatnya terlambat berkembang.


Ibunya adalah seorang wanita cantik, dulunya seorang kembang desa. Ayahnya juga seorang yang awalnya jujur dan baik. Bekerja keras sebagai petani untuk menghidupi keluarga.


Ibu Aragil bekerja di sebuah bar sebagai penyanyi untuk menambah pendapatan. Alasannya sederhana, hasil pertanian sedikit karena hama dan banyak masalah lainnya. Belum lagi, pajak besar dari penguasa daerah.


Sudah tiga tahun ayah dan ibu Aragil menikah tetapi belum diberi keturunan. Sampai suatu hari, ibu Aragil akhirnya hamil. Sepasang suami-istri itu menjadi sangat bahagia.


Akan tetapi rumor buruk menyebar dari mulut para warga desa. Ada yang bilang ibu Aragil melakukan pekerjaan kotor di bar. Melayani seorang bangsawan dan akhirnya tanpa sengaja hamil.


Ayah Aragil yang mendengar itu menjadi marah dan menanyai istrinya. Namun setelah istrinya berkata kalau itu fitnah dan mau berhenti bekerja di bar, sang suami menjadi tenang.


Tanpa terasa waktu berlalu. Aragil telah terlahir dan tumbuh.


Keluarga tiga orang, meski hanya makan sedikit dan hampir selalu kelaparan tampak masih begitu harmonis. Mereka mensyukuri apa yang ada. Meski berat, masih bisa bahagia.


Pada ulang tahun ke-7 Aragil, semuanya berubah. Aragil membangkitkan dua bakat bawaan, tetapi tidak sepenuhnya mengerti bakat itu. Hanya saja, dia menjadi lebih kuat. Meski kurus, dirinya lebih kuat daripada pria dewasa pada umumnya.


Mulai saat itu juga, rumor buruk kembali beredar. Banyak orang yang menganggap Aragil sebagai anak haram salah seorang bangsawan. Ayahnya pun akhirnya mempercayai ucapan orang-orang itu.

__ADS_1


Lagipula, ayah Aragil tidak merasa dia atau istrinya memiliki bakat bawaan sebagus itu. Mulai saat itu, sang ayah selalu memukuli istri dan putranya. Itu hampir dilakukan setiap hari. Ibu Aragil terus menjelaskan kalau dia tidak pernah melakukan hal kotor dengan siapapun kecuali suaminya sendiri. Hanya saja, sang suami tidak percaya lagi.


Ayah Aragil kian menjadi. Meski kekurangan uang, dia malah mabuk-mabukan. Pulang ke rumah, dia akan memukuli istri beserta putranya sampai hitam dan biru. Namun ibu Aragil begitu baik, dia sama sekali tidak meninggalkan suaminya dan bersabar.


Suatu hari, saat Aragil berusia delapan tahun.


Ibunya yang selalu kelaparan, tetapi terus dipukuli tanpa pengobatan akhirnya mengembuskan napas terakhirnya. Namun kehidupan Aragil terus berlanjut. Dia mulai bekerja di ladang menggantikan ayahnya yang selalu mabuk. Bekerja di ladang orang hanya untuk melunasi hutang ayahnya.


Akhirnya, pada usia sepuluh tahun, kehidupan Aragil berubah ketika sang ayah dan beberapa tetangga mabuk bersama. Mereka terus mengatakan kalau ibu Aragil adalah wanita kotor. Aragil yang melihat itu, melihat bahkan ibunya tidak bisa tenang di alam sana sangat marah.


Pada saat itu, dia tanpa sengaja menggunakan bakat bawaannya yang disebut Scarlet Flame. Menggunakan sihir api mutasi yang ganas, Aragil membakar ayahnya sendiri beserta seluruh desa. Lagipula, hampir seluruh iblis di sana hanya level 1 … tanpa bakat berarti.


Setelah membalaskan dendamnya, Aragil pun akhirnya menemui ibunya lagi. Dia berpamitan untuk memulai hidup barunya. Hidup yang lebih bebas daripada sebelumnya.


Dalam perjalanan awal, Aragil bekerja sebagai kuli panggul di kota terdekat. Uang hasil jerih payah cukup untuk dia makan cukup kenyang. Dia terus menjalani hidup seperti itu hampir satu tahun.


Kehidupannya mulai kembali berubah sejak mengetahui pekerjaan tentara bayaran. Menjalankan misi untuk dibayar dengan banyak uang. Berburu Demonic Beast, bahan obat, dan semacamnya.


Hanya saja, Aragil tidak memiliki uang untuk mendaftar Guild Tentara Bayaran. Dia melanjutkan hidup sebagai kuli panggul. Hanya saja, dia mencoba menghemat uangnya. Sedikit makan, banyak minum air di sumur umum, dan setelah hampir dua tahun … uangnya cukup untuk mendaftar Guild Tentara Bayaran.


Aragil mengikuti kelompok itu untuk berburu Demonic Beast. Tugasnya sama sekali tidak ada sangkut pautnya dengan bertarung. Tugas Aragil ialah memasak, mengambil loot atau bagian berharga dari Demonic Beast. Karena, kebanyakan tentara bayaran tidak memiliki tas dimensi. Jadi mereka hanya mengambil beberapa bagian penting dari makhluk yang diburu dan meninggalkan sisanya.


Dua tahun melakukan itu, Aragil akhirnya bisa makan kenyang. Tubuhnya terbentuk lebih baik dan akhirnya mencoba memulai menjadi tentara bayaran yang berburu sendiri. Tanpa dia sangka, hal itu bisa dia lakukan karena banyak mengamati ketika menjadi babu dan dirinya sendiri memiliki skill bawaan yang luar biasa.


Dalam tiga tahun, di usia 18 tahun, Aragil bisa dianggap sukses karena menjadi pemimpin kelompok tentara bayaran dengan prestasi kecil. Dibandingkan menjadi petani, itu berkali-kali lebih baik.


Hidup terus berlanjut. Pada usia 22 tahun, Aragil menikah. Hanya saja, karena istrinya bisa dianggap wanita cantik, ada seorang bangsawan yang menginginkannya. Dia berusaha dengan baik melindungi istrinya, tetapi akhirnya dia dijebak.


Ternyata, selama ini wanita yang dia cintai berkolusi dengan bangsawan itu. Bahkan anak dalam kandungan wanita itu bukan anak Aragil. Alasan kenapa mereka menjebak Aragil adalah … uang dan pasukan kecil yang dia miliki. Sang bangsawan menginginkan itu.


‘Dibandingkan dengan bangsawan, petani sepertimu … apakah bisa membuatku bahagia? Kamu terlalu berharap, kan?’


Kata wanita yang dia cintai sekaligus wanita yang meracuni dan menikamnya dari belakang selalu membekas dalam hati Aragil.


Ketika ditinggalkan dalam hutan sendiri, sekarat, dan merasa bodoh karena sudah percaya dengan dunia kotor itu … sosok muncul dihadapannya.


Orang itu berkata Aragil memiliki potensi, tetapi terlalu baik. Orang itu berkata kalau dia membutuhkan kekuatan Aragil untuk merubah dunia yang busuk itu.

__ADS_1


Awalnya Aragil tidak percaya, tetapi setelah diselamatkan dan menghabiskan banyak waktu bersama orang itu beserta kelompoknya … dia mulai percaya.


Aragil mulai percaya kalau dunia busuk itu harus dirubah. Dia tidak bisa melakukannya sendiri. Namun … berbeda cerita jika mereka melakukannya bersama-sama.


Menghilang selama 3 tahun, Aragil yang awalnya iblis level 3 (menengah) telah menjadi iblis level 4 (menengah). Sebenarnya, dia bisa mengalahkan bangsawan kecil berupa Baron itu sebelumnya. Hanya saja, karena dirinya diracuni dan dikeroyok, Aragil kalah dan sekarat.


Aragil kembali untuk membalas dendam. Dia membunuh hampir semua mantan anggota kelompok tentara bayarannya. Dia membunuh hampir semua ksatria lalu menyiksa Baron dan mantan istrinya. Bahkan membunuh anak mereka tanpa belas kasihan.


Setelah membalaskan dendamnya, Aragil memilih untuk mengabdikan hidupnya untuk Curses of Shadow.


Aragil ingin membuat dunia lebih baik bagi orang-orang sepertinya.


...***...


Kembali ke Kastil Jade Water.


Ciel terlihat agak pucat. Dia meludahkan sedikit darah. Berdecak tidak puas ke arah Aragil yang berdiri tidak jauh darinya. Orang itu tampak lebih baik dibandingkan dirinya.


Setelah bertarung cukup lama, Aragil kembali kehilangan ketenangannya.


“HAHAHAHA! Seperti yang diharapkan dari Pangeran paling berbakat di Kekaisaran Black Sun! Luar biasa! Sangat luar biasa!”


“Cih! Orang gila.” Ciel sekali lagi berdecak dengan tidak puas.


Keduanya menghilang dan suara keras logam berbenturan kembali terdengar.


Pada saat keduanya kembali muncul, dua pedang mereka bersilangan. Keduanya saling menatap. Ciel tampak dingin dan tak acuh. Sementara Aragil tampak bahagia, bahkan sedikit gila.


“HAHAHA! Bagaimana menurutmu, Pangeran Luciel?”


“...”


“Bukankah itu luar biasa? Kamu pasti tidak menyangka, kan? tidak menyangka kalau …


Ada bakat yang bisa menyaingi para bangsawan, dan bakat itu berasal dari tanah berlumpur!”


>> Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2