Useless 8th Prince

Useless 8th Prince
Noblesse Hunter


__ADS_3

Dalam sebuah ruangan yang masih utuh di Kastil Jade Water, tampak dua orang saling duduk berhadapan. Mereka adalah Ciel dan Duke Raevern.


Melihat sosok yang memiliki level yang sama di depannya, Ciel sekarang tidak yakin 100% untuk mengalahkannya. Mereka mungkin sama-sama level 6 (awal), tetapi … Duke Raevern jelas memiliki pengalaman hidup lebih banyak darinya.


Mungkin ini yang disebut bunga rumah kaca tidak mampu menahan terpaan angin?


Sial! Aku menyedihkan.


Sudah tidak terlalu depresi, Ciel hanya merasa dirinya terlalu ceroboh dan bodoh. Sekarang dia sudah lebih sadar diri. Pemuda itu berpikir, dia bisa berdiri di atas kakinya sendiri dengan kekuatan level 6 (awal). Namun dirinya salah, belum lagi mendengar informasi dari Duke Raevern.


“Maksudmu … pemimpin serangan ini bukan Aragil?” tanya Ciel heran.


“Aragil memang salah satu dari 13 jenderal dan dianggap kuat. Hanya saja, dari apa yang terjadi dengan Keluarga Jadeline, kami menduga itu dilakukan oleh jenderal lain … Celeval.”


Ekspresi Duke Raevern dan Ciel menjadi lebih berat. Keduanya sudah melihat jasad para korban dari Keluarga Jadeline. Semua orang, termasuk wanita dan anak-anak dihabisi dalam satu serangan. Potongan lurus di leher.


Duke Raevern berkata kalau teknik pedang orang bernama Celeval ini sangat kuat. Setiap potongan itu benar-benar dilakukan dengan sangat baik. Hanya saja, orang itu memiliki hobi aneh … memenggal kepala orang.


Ya, jika aku bertemu dengannya, dia tidak akan memenggalku, kan? Aragil bilang, Curses of Shadow masih takut dengan kemarahan Ayah atau Kakek.


“Celeval ini … apakah lebih kuat daripada Aragil?”


“Daripada lebih kuat, mungkin bisa dikatakan dua atau tiga kali lebih kuat.”


Duke Raevern tersenyum pahit. Dari ekspresinya saja, Ciel tahu kalau orang di depannya tidak yakin bisa mengalahkan Celeval.


Ciel merasa pandangannya terhadap dunia berubah. Dunia yang dia kira berbahaya, tetapi masih bisa bertahan … telah berubah. Dunia terlihat sangat berbahaya, kemungkinan mati ada di mana-mana.


“Anda benar-benar tidak melihat orang itu, Celeval, Pangeran Luciel?” tanya Duke Raevern.


“Tidak. Aku berpikir pemimpin mereka adalah Aragil. Aku bertarung dengannya, dan … kalah.”


“Anda sama sekali tidak kalah, Pangeran Luciel. Dari informasi, saya dengar Curses of Shadow selalu membunuh musuhnya. Anda bertahan, berarti pertarungan itu dianggap seri atau seimbang.” Duke Raevern berkata dengan tulus.


“...”


Ciel hanya diam. Hanya dia sendiri yang mengetahui kalau dirinya kalah. Pemuda itu tidak repot-repot mengatakannya dan menyimpan dalam hati. Sebagai gantinya, dia harus memikirkan cara meningkatkan kekuatannya. Bukan hanya mengurus wilayah dan pasukannya.


“Ngomong-ngomong … anda bilang, anda berhasil menembus level 5 (akhir) ketika bertarung dengan Aragil, Pangeran Luciel?” tanya Duke Raevern.

__ADS_1


“En.” Ciel mengangguk ringan. Memang ini salah satu alasan yang dia siapkan.


Melihat sosok Ciel yang baru berusia hampir 16 tahun tetapi memiliki level satu tingkat di bawahnya, Duke Raevern menghirup udara dingin. Dibandingkan dengan sosok Pangeran Pertama atau Pangeran Ketiga yang digadang-gadang sebagai calon Kaisar baru … sosok di depannya lebih cocok mendapatkan gelar itu.


“Tentang informasi itu ..."


Mendengar suara Ciel, Duke Raevern tersadar dari lamunannya. Dia kemudian tersenyum.


“Tentu saja, Pangeran Luciel. Setelah menyalin seluruh informasi yang kami ketahui tentang Curses of Shadow, kami akan mengirimkannya ke Kastil Black Lily.”


“Terima kasih.”


Setelah berbicara beberapa patah kata, Ciel berdiri. Pemuda itu memberi salam sopan sebelum berbalik pergi.


Melihat punggung Ciel yang mengecil di kejauhan, Duke Raevern hanya bisa menghela napas panjang.


...***...


Pada saat Ciel beristirahat di penginapan selama dua hari, berita tentang serangan di Kastil Jade Water menyebar dengan cepat. Bukan hanya di sekitar daerah Jade Water, tetapi sampai ke seluruh South Duchy.


Tentu saja, agar tidak menyebarkan teror, berita sedikit dirubah oleh Duke Raevern.


“Memang. Sial! Organisasi berbahaya itu!”


“Iya. Untung saja ada Pangeran Luciel. Meski terkenal gila, dia masih berjuang untuk orang-orangnya.”


“Betul! Aku dengar dia berduel satu lawan satu dengan Jenderal dari Curses of Shadow yang ganas.”


“Sial! Seandainya saja Pangeran Luciel beberapa tahun lebih tua, pasti hasilnya tidak akan imbang seperti itu!”


“Bukankah Pangeran Luciel menakjubkan? Sayang sekali, Keluarga Jadeline benar-benar runtuh karena bukan hanya satu orang Jenderal yang menyerang.”


“Benarkah? Aku baru dengar berita itu. Jadi, bisa dibilang, Pangeran Luciel lebih kuat daripada seorang Count?”


“Aku dengar dia Pangeran Luciel sekuat para Marquis besar. Pangeran Luciel adalah iblis level 5 (menengah)!”


“Wow! Benar-benar gila! Bukankah itu berarti dia sekuat Pangeran Pertama?”


“Belum tentu. Pangeran Luciel masih kurang dalam hal pengalaman …”

__ADS_1


“...”


Pembahasan seperti itu banyak terjadi di jalan-jalan kota. Hampir seluruh South Duchy membicarakan itu.


Di Kastil Black Lily, tampak Ariana yang duduk tenang di ruang kerja Ciel. Bukan hanya dirinya, tetapi juga Camellia.


Tok! Tok! Tok!


“Masuk.” Ariana berkata dengan tenang.


Pintu terbuka, sosok Flora dan Fiona masuk ke dalam. Mereka berdua terlihat pucat.


“Ada apa?” tanya Ariana.


“Putria Ariana … Tuan … Tuan mendapat serangan di Kastil Jade Water!”


Ruangan langsung menjadi sunyi. Ariana meletakkan pena bulu ke samping lalu menarik napas dalam-dalam. Sedangkan Camellia tidak setenang itu, dia menggebrak meja dengan ekspresi marah.


“Jangan berbicara omong kosong! Kalian jelas tahu, Tuan kita adalah iblis yang kuat! Dia pasti menang.” Camellia berkata dengan penuh kepastian.


“Dari berita, kami mendengar kalau Tuan nyaris tidak bisa memukul mundur lawannya. Namun, itu berakhir dengan kemenangan.


Dari berita, kami dengar musuh Tuan adalah seorang Jenderal … dari Curses of Shadow.”


Ariana langsung menoleh ke arah kedua gadis itu. Tidak seperti Kekaisaran Black Sun yang terbilang masih aman. Kerajaan-kerajaan lain di sekitar mengerti bagaimana teror dari Curses of Shadow.


Lagipula, tidak seperti di Kekaisaran Black Sun, dalam Kerajaan di sekitar … seorang Raja biasanya level 6. Jadi … kekuatan beberapa Jenderal dari Curses of Shadow mirip dengan seorang Duke di Kekaisaran Black Sun atau seorang Raja di kerajaan sekitarnya.


Memang, tidak semua Jenderal dari Curses of Shadow adalah iblis level 6. Bahkan jika sebagian besar Jenderal ada di level 5, itu sudah menggambarkan betapa mengerikannya organisasi bernama Curses of Shadow itu.


Hanya saja, tidak ada yang menyangka kalau organisasi itu benar-benar mulai berani bertindak dalam Kekaisaran Black Sun.


“Apakah kamu mengetahui sesuatu, Ariana?” tanya Camellia dengan gelisah.


“Iya. Organisasi Curses of Shadow itu bisa dibilang sangat kuat. Tidak jelas apa yang mereka cari. Hanya saja, di Kerajaan Black Star atau kerajaan lainnya, mereka memiliki panggilan lain.”


“Panggilan lain?” tanya Camellia dengan ekspresi bingung.


“Iya. Mereka sering dipanggil dengan sebutan … Noblesse Hunter.”

__ADS_1


>> Bersambung.


__ADS_2