Useless 8th Prince

Useless 8th Prince
Ini Agak Berlebihan


__ADS_3

Bagaimana dengan situasi ini?


Ciel diam-diam mengeluh dalam hati. Pemuda itu sekarang sedang duduk bersimpuh di lantai.


Di depan Ciel, tampak ayah dan ibunya yang duduk di atas kursi. Sementara itu, di sebalah kanan dan kirinya tampak sosok Julia dan Lilia. Merasakan pandangan dari kedua orang tuanya, pemuda itu merasa kalau sedang diperlakukan tidak adil.


Dua hari datang pulang ke rumah … dua kali duduk bersimpuh di depan orang tua? Ini terlalu berlebihan!


“Kamu bisa menjelaskan semuanya, Luciel?” Kaisar Julius memijat kening, tampak pusing. Mengurus pangeran bungsu itu benar-benar membuatnya sangat lelah.


“Tentu saja.” Ciel juga menghela napas panjang. “Sebenarnya …”


“...”


Mendengar cerita dari Ciel, yang lainnya hanya bisa diam sambil mengerjap. Tidak menyangka kalau kejadian sebesar itu terjadi karena kesepakatan kecil antara dua saudara dan saudari.


“Jadi … selain membantu Zack, kamu sampai repot-repot untuk menghabisi Pangeran Fenton karena kesepakatan dengan Julia?”


“Selain kesepakatan, saya rasa ini adalah pilihan baik untuk menghilangkan bahaya tersembunyi.”


“Memang. Namun rencana seperti itu berbahaya. Belum lagi jika kamu gagal. Apakah kamu tahu apa resiko yang akan terjadi? Akan akan perang besar yang menewaskan banyak orang!”


Kaisar Julius memandang Ciel dan menasihati dengan tegas. Sebagai seorang ayah, dia harus mengajarkan putranya tentang konsekuensi apa yang mungkin terjadi ketika memutuskan sesuatu secara egois. Berharap anak itu sadar dan menjadi lebih bijaksana.


“Namun … bukannya aku berhasil melakukannya?”


“...”


Kaisar Julius memijat keningnya. Merasa agak pusing.


Memang, kamu berhasil! Hanya saja … ah, sudahlah. Kamu tidak akan mendengar perkataan dariku.


Bukannya Ciel egois. Pemuda itu sebenarnya juga tahu resiko besar yang mungkin akan terjadi. Dirinya sendiri juga tidak akan begitu ceroboh. Alasan Ciel melakukan hal itu karena dirinya telah yakin. Selama mencari informasi dan menyusun strategi, Ciel berusaha memiliki melakukannya secara totalitas.


Bisa dibilang, kalau tidak yakin bisa menyelesaikannya … dia tidak akan melakukannya!


Tantu saja, hanya Ciel yang mengetahuinya. Di mata kedua orang tuanya, Duke Flamehart, dan beberapa orang yang tahu kejadian itu … Ciel hanyalah sosok pemuda impulsif dan tidak bisa menahan diri,


Di mata mereka, seberapa jenius itu … kebijaksanaan seorang anak yang belum mengalami dunia masih terbatas. Karena tidak mengetahui Ciel adalah seorang yang telah bereinkarnasi, mereka berpikir demikian.

__ADS_1


“Lilia … lain kali kamu tidak boleh menyebar rumor tanpa bukti. Itu bisa merugikan kedua kakakmu.” Ratu Lilith yang tampak lega akhirnya menasihati Lilia.


“Baik, Ibunda.” Lilia menunduk sambil menjawab dengan ekspresi sedih di wajahnya.


Menyelesaikan kesalahpahaman, Ciel dan kedua saudarinya pergi.


Mereka bertiga menuju ke salah ruang latihan pribadi yang biasanya digunakan untuk berlatih sihir. Ya … itu terlihat seperti lapangan khusus dalam ruangan yang biasanya digunakan untuk latihan putra dan putri Ratu Lilith.


Memasuki tempat itu, ekspresi Ciel langsung stagnan.


Apa maksud semua ini?


Pertanyaan itu langsung terlintas di benaknya. Pada saat itu juga, suara Julia terdengar.


“Seperti yang aku janjikan. Tiga belas budak.”


Ketika mendengar suara itu, Ciel merasakan tatapan dingin dari sisi kirinya. Pemuda itu melihat kalau adiknya, Lilia sedang memandangnya dengan ekspresi dingin.


“Bisakah aku meminta penjelasan, Kak Julia?”


“Apakah kamu tidak puas dengan mereka?” Julia mengangkat alisnya, sedikit tertekan. Dia telah menghabiskan banyak tabungannya untuk hal itu.


“Kamu tidak perlu khawatir, Ciel. Empat Succubus, Tiga Vampir, tiga Lycan, dan tiga Dark Elf … meski mereka cantik, mereka juga cerdas. Dikarenakan kebanyakan dari mereka keturunan bangsawan atau ras langka, memerlukan banyak waktu dan uang untuk mencari budak seperti mereka.


Yang terakhir dan mungkin paling penting, mereka semua … bersih.”


“Senang bertemu dengan anda, Tuan!” Ketiga belas budak cantik langsung membungkuk sopan sambil menyambut bersamaan.


“...”


Bersih? Suci? Untuk memilih pasangan … mungkin itu penting. Namun ini masalah pekerjaan, siapa yang peduli dengan itu?


Ciel sebenarnya sudah berniat menggunakan salah satu bangunan Kastil Black Lily untuk membuat kantor pemerintaahan. Jadi baik lelaki atau perempuan, dia tidak terlalu memikirkannya. Yang terpenting adalah cerdas dan mau bekerja keras!


Melihat para budak cantik dari yang paling muda sekitar 17 tahun sampai yang paling tua adalah 24 tahun, ekspresi Ciel menjadi lebih rumit. Belum lagi melihat sosok mereka, selain wajah yang cantik, mereka memiliki tonjolan depan dan belakang indah. Ditambah pinggang ramping, sosok mereka bisa dibilang sangat menggoda.


Sosok seperti itu, ditambah cerdas dan suci … Kak Julia pasti menghabiskan hampir seluruh tabungannya karena ini!


“Lilia baru tahu … ternyata kamu juga orang semacam itu, Kak Ciel. Tidak tahu malu! Otak kotor! Penjahat! Aku akan melaporkan ini pada Ibunda!”

__ADS_1


Melihat sosok Lilia yang telah meninggalkan ruangan, sudut bibir Ciel berkedut. Meski sebenarnya salah paham, dia tidak bisa menjelaskannya. Karena dalam hatinya … dia juga cukup puas dengan itu!


Para pekerja cantik, cerdas, dan setia. Sebagai seorang lelaki normal … siapa yang tidak menyukainya?


Hanya saja, Ciel juga tahu batasannya. Dirinya sendiri sudah memiliki tunangan dan calon selir. Alangkah baiknya dirinya mengutamakan dan tidak bertindak seenaknya di belakang mereka. Karena Ciel pun tahu, mereka juga tidak akan mengkhianati mereka. Lagipula … semua selirnya juga adalah budak yang telah membuat kontrak jiwa dengannya!


Sedangkan Ariana? Selain Ciel sudah mempercayainya, ada sosok Camellia, Elena, dan Isabella yang mengawasinya.


“Apakah kamu puas dengan semua ini, Ciel?”


“Sangat puas.” Ciel menjawab santai.


Julia melirik Ciel. Memperhatikan dari atas ke bawah, wanita itu akhirnya menghela napas panjang.


Ya … Luciel juga seorang laki-laki. Jadi ini wajar.


Meskipun merasa lega, pada saat melihat para budak cantik itu menatap Ciel dengan ekspresi ‘bersemangat’ membuat Julia merasa tidak puas. Dia menatap para budak lalu mendengus dingin.


Seandainya saja kami bukan saudara kandung … uh! Apa yang aku pikirkan? Ciel adalah adikku sendiri!


“Apakah kamu baik-baik saja? Jika memang terlalu menghabiskan banyak biaya, aku bisa mengembalikan sebagian kepadamu.”


Mendengar suara Ciel, Julia akhirnya tersadar dari lamunannya. Dia kemudian berkata dengan ekspresi dingin seperti biasa.


“Kalau begitu segera kita urus masalah pemindahan budak kepada tuan yang baru. Setelah itu … aku tidak lagi berhutang kepadamu.”


“Baik.”


Setelah mengurus semuanya, Ciel kemudian pergi ke Manor Flamehart untuk bertemu dengan saudara serta bawahannya. Dia memutuskan untuk pergi dari Royal Capital dan kembali ke Wilayah Blackfield satu minggu kemudian.


Setelah menghabiskan beberapa waktu dengan bawahannya, Ciel makan malam di Manor Flamehart sebelum kembali ke Istana Utara. Pada saat kembali, itu sudah malam.


Sampai di Istana Utara, Ciel segera kembali kamarnya. Namun ketika membuka pintu kamar, ekspresi pemuda itu langsung stagnan.


“Selamat datang kembali, Tuan!”


Di kamar yang luas, tiga belas wanita cantik dengan pakaian pelayan membungkuk sopan. Melihat pakaian pelayan yang dibuat ‘mini’, tanpa sadar Ciel menelan saliva.


Bukankah … ini agak berlebihan?

__ADS_1


>> Bersambung.


__ADS_2