Useless 8th Prince

Useless 8th Prince
Jatuhkan Terlebih Dahulu


__ADS_3

“Apa yang ingin anda ketahui dari Crimson Night?”


Menenangkan diri, Cherry melihat ke arah Ciel yang menyarungkan pedang lalu duduk di tepi ranjang.


“Aku memerlukan informasi penting yang mungkin hanya diketahui oleh beberapa orang di puncak organisasi Crimson Night. Jadi, kamu hanya perlu menyampaikan pesan kalau aku ingin melakukan pertukaran.”


“...”


Mendengar Ciel yang mengatakan kalau dirinya tidak terlalu berguna dan hanya memiliki wajah membuat Cherry menggertakkan gigi. Wanita cantik itu memelototi Ciel, sosok lelaki tampan yang entah bagaimana dengan mudah membuat orang emosi dan ingin memarahinya.


Menarik napas dalam-dalam, Cherry menjadi lebih tenang. Wanita itu kemudian berkata dengan nada bangga.


“Kakakku adalah wakil ketua, jadi kamu bisa membicarakan itu denganku.”


“...”


Kali ini Ciel yang memandang Cherry dengan ekspresi aneh. Dia merasa wanita yang berbaring di ranjang itu aneh. Bagaimana tidak aneh? Normalnya orang akan menyembunyikan hal semacam itu, tetapi dia malah dengan berkata kalau kakaknya adalah wakil ketua dari organisasi jahat.


Apakah wanita ini tidak takut ditangkap dan diinterogasi? Atau dia terlalu ketakutan dan menjadi bodoh?


Merasakan bagaimana Ciel menatapnya, Cherry merasa malu. Dia memalingkan pandangannya lalu buru-buru berkata, “Jika ada sesuatu, katakan saja.”


“Aku ingin tahu, apakah organisasi Crimson Night hanya aktif di kota ini atau seluruh Kerajaan Blood Diamond?”


“...” Cherry memandang Ciel seolah sedang memandang orang aneh. “Apakah kamu tidak berasal dari Kerajaan ini?”


“Tidak. Aku berasal dari Kekaisaran Black Sun.”


“Kekaisaran Black Sun?” gumam Cherry dengan ekspresi terkejut. “Kenapa kamu datang ke tempat seperti ini?”


“Menjalankan misi.” Ciel menjawab singkat.


“Memang, hanya di tempat besar dan makmur seperti Kekaisaran Black Sun yang bisa memiliki iblis level 4 yang bekerja menjadi tentara bayaran.” Cherry tersenyum pahit.


“Apakah kamu perlu menanyakan hal lain?” Ciel berkata tak acuh.

__ADS_1


“Tidak. Karena kamu bukan dari Kerajaan Blood Diamond, kamu bukanlah musuh kami. Jadi, apa informasi yang kamu ingin tanyakan?”


“Kamu tidak ragu?”


“Tidak. Jika seseorang sekuat kamu dan rekanmu di Kerajaan Blood Diamond, seharusnya kami telah mendengarkan rumornya. Lagipula, tempat ini berbeda dengan Kekaisaran Black Sun yang mana orang-orang kuat mungkin sebanyak awan yang melayang di langit.”


Ciel melihat ke arah Cherry yang tatapannya penuh dengan kerinduan. Diam-diam pemuda itu merasa bangga dengan Kekaisaran Black Sun. Dia tahu kekaisaran tempat dirinya berada kuat, tetapi tidak menyangka juga membuat banyak orang di luar kekaisaran kagum sampai seperti itu.


“Kalau begitu, kenapa kamu tidak pindah ke Kekaisaran Black Sun?”


“Hehehe … kamu lucu, Tuan Gin.” Cherry menggeleng ringan. “Berbeda dari kalian yang terlahir di tanah itu, bagi orang luar, sangat sulit untuk pergi ke Kekaisaran Black Sun apalagi pindah. Selain itu, dengan kekuatanku … mungkin aku tidak bisa hidup dengan layak di sana.”


“Kenapa?”


“Bangsawan,” jawab Cherry dengan melankolis. “Di tempat seperti Kerajaan Blood Diamond saja, bangsawan sudah sulit ditangani dan berbahaya, belum lagi bangsawan di kekaisaran besar semacam itu.”


“...” Ciel hanya diam.


“Bukan aku berniat sombong. Memang, di kekaisaran besar seperti itu pasti banyak wanita cantik. Namun, aku yakin jika aku di sana, peringkatku tidak rendah.


Jika aku pindah ke Kekaisaran Black Sun, mungkin aku akan bersembunyi di klub malam. Namun berbeda karena di sini, aku masih memiliki kemampuan dan dukungan untuk melawan para tentara bayaran yang mencoba membawaku ke kamar.


Sedangkan tempat di mana banyak tentara bayaran kuat, bukankah aku dengan mudah dipaksa dan diseret ke kamar?”


Melihat ke arah Cherry yang tersenyum pahit, Ciel mengangguk ringan. Terkadang, kecantikan bukan berkah, tetapi kutukan yang membuat kehidupan tidak tenang dan selalu terancam. Jadi apa yang dikatakan wanita itu memang benar.


“Apakah kamu pernah mendengar cerita atau informasi tentang orang yang menemukan serangga legendaris?”


“...” Cherry terdiam sejenak. Memikirkan itu, dia tiba-tiba berkata, “Apakah maksudmu Mage Corny? Orang yang dianggap pahlawan dan sekarang tinggal di Kastil Redstone sebagai tangan kanan Marquis Corellon?”


“Mage Corny?”


“Iya. Dia adalah orang yang paling berjasa dalam bentrokan antara Kekaisaran Black Sun dan Kerajaan Blood Diamond berikutnya. Ya … lebih tepatnya yang melakukan penyergapan. Itu sama sekali bukan rahasia besar.”


“Dianggap pahlawan karena berani menantang Kekaisaran Black Sun?” Ciel mengangkat alisnya.

__ADS_1


“Ya. Sudah bukan rahasia kalau Pangeran paling buruk di Kerajaan Blood Diamond ditolak oleh Putri dari Kekaisaran Black Sun. Pangeran itu menyuruh Marquis Corellon membuat masalah.”


“Apakah Kerajaan Blood Diamond tidak takut pembalasan? Mungkin saja kerajaan ini akan diratakan oleh Kekaisaran Black Sun.” Mata Ciel menyipit.


“Tidak ada yang tahu pemikiran Pangeran itu. Mungkin dia berpikir kalau Kekaisaran Black Sun tidak berani membuat ombak besar yang menakuti seluruh kerajaan di sekitarnya? Siapa tahu apa yang bangsawan pikirkan?” Cherry tersenyum pahit.


“Dengan kata lain … semua yang terkait dengan penyergapan berada di kota ini?” tanya Ciel.


“Benar. Bangsawan di kerajaan ini terlalu korup, tidak ada yang mau repot-repot datang dari wilayah lain untuk berurursan dengan Kekaisaran Black Sun yang berbahaya dengan alasan jarak dan sebagainya.


Padahal, mereka hanya egois dan tidak ingin terlibat.”


Cherry terus mengoceh dan mengeluh tentang para bangsawan di Kerajaan Blood Diamond. Sedangkan Ciel yang sudah mengetahui targetnya ternyata tidak berada di tempat lain dan berada di pusat kota, matanya menyipit. Memancarkan kilau dingin. Tanpa sadar tangannya sedikit mengepal, tidak sabar untuk membunuh orang-orang dalam Kastil Redstone yang bermain-main dengan nyawa sahabatnya.


“Ngomong-ngomong … satu minggu kemudian Pangeran itu akan datang untuk memberi penghargaan kepada Mage Corny dan Marquis Corellon.”


“...”


Mendengar itu, sudut bibir Ciel tiba-tiba terangkat. Ekspresinya menjadi semakin dingin. Jika memang akan ada lebih banyak orang, dia tidak keberatan menunggu sedikit lebih lama lalu memanen lebih banyak nyawa.


“Tuan Gin?”


BLARR!!!


Pintu kamar tiba-tiba dihancurkan dengan paksa. Beberapa orang dengan setelan hitam dengan topeng masuk ke dalam kamar. Masing-masing dari mereka membawa senjata di tangan.


Orang yang memimpin pasukan itu menatap sosok Cherry yang berbaring di ranjang dengan pakaian agak berantakan lalu sosok pemuda tampan yang duduk di sampingnya sambil memandangi si wanita dengan ekspresi tak acuh.


Melihat orang-orang yang datang, Cherry merasa kaget sekaligus malu. Dia langsung menarik selimut untuk menutupi tubuhnya dan berkata, “Kakak, ini-”


Tidak sempat menyelesaikan kalimatnya, suara dingin menyela Cherry.


“Bicara nanti! Jatuhkan dia terlebih dahulu!”


>> Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2