
BLARRR!!!
Lima puluh ribu prajurit dan anggota Keluarga Bathory hanya bisa mundur dan melihat dari kejauhan. Di tengah padang rumput dan di bawah langit kelabu, dua siluet terus bertarung dan tertawa seolah telah kehilangan kewarasan mereka.
Para prajurit, bawahan Ciel, mereka ingin membantu sang tuan. Namun mereka tidak mampu melakukannya. Area tengah padang rumput di mana Ciel dan Vesperr bertarung, banyak perubahan aneh terjadi setiap saat.
Terkadang hujan deras mengguyur. Dalam menit berikutnya, area berlumpur bisa menjadi area es dengan hujan salju. Tidak hanya itu. Setiap kedua senjata bertemu, ledakan mengerikan yang menghancurkan tanah menjadi cekungan demi cekungan terjadi.
Oleh karena itu, jika ada yang mencoba mendekat, berarti mereka mencoba bunuh diri.
BLARRR!!!
Dua siluet kembali mundur. Napas keduanya mulai tidak stabil karena terus bertarung. Kemungkinan sudah pada batasnya.
Ciel melihat katana di tangannya yang telah patah lalu membuangnya ke samping. Dengan jentikan jari, katana baru muncul di tangannya.
“Sial! Membuang senjata sihir level itu dengan santainya. Kamu benar-benar boros, Pangeran Luciel!” Vesperr terkekeh. “Sudah berapa senjata yang kamu buang?”
“Enam …” jawab Ciel dengan ekspresi tak acuh. “Ini senjata ke-7.”
“Bagaimana kalau menyerah?”
Vesperr memiringkan kepalanya dengan senyum. Ya … senyum penuh penghinaan.
Keparat ini …
Ciel mengutuk dalam hatinya. Dia sadar kalau hampir mustahil senjatanya mengalahkan tombak milik Vesperr. Tombak itu sendiri memiliki nyawa. Lebih tepatnya, ada jiwa yang disegel di dalamnya.
Seluruh tubuh tombak itu terbuat dari logam khusus ditambah bahan dari naga level 6 (awal). Bukan hanya bagian tubuh, bahkan jiwanya juga disegel di dalam tombak itu.
Itu berarti ... Ciel melawan iblis level 6 (awal) + Demonic Beast level 6 (awal).
Apa yang membuat Ciel bertanya-tanya adalah … bagaimana bisa Vesperr memiliki senjata semacam itu?
Dalam Kekaisaran Black Sun saja, hanya beberapa tokoh yang memilikinya. Biasanya hanya Putra Mahkota, Kaisar, dan mantan Kaisar yang memilikinya. Jika itu bangsawan di luar Royal Family, mungkin hanya keluarga Duke yang memilikinya. Dalam keluarga Duke, benda itu diwariskan dari generasi ke generasi. Juga … tidak semua keluarga Duke memilikinya.
Sedangkan kerajaan di luar Kekaisaran Black Sun, mungkin hanya ada satu atau dua artifak seperti itu yang dimiliki oleh raja dan diwariskan kepada penerusnya. Seperti keluarga Duke di Kekaisaran Black Sun, tidak semua kerajaan memiliki artifak semacam itu.
Melihat ekspresi Vesperr, Ciel tidak bisa tidak bergumam dengan nada penuh kebencian.
__ADS_1
“Menyebalkan. Benar-benar sombong dengan artifak curian.”
Mendengar gumaman Ciel, Vesperr tiba-tiba tertawa.
“Pfftt … Astaga! Ekspresi iri di wajahmu benar-benar menggemaskan, Pangeran Luciel. Namun dirimu salah, ini bukan artifak curian.” Vesperr mencium tombak di tangannya dengan wajah bangga. “Sebenarnya, aku adalah keturunan dari sebuah kerajaan timur yang telah runtuh di masa lalu. Ya … mungkin karena takdir, aku menemukan tombak ini.”
Pantas saja …
Pikir Ciel. Biasanya, sebuah artifak yang begitu kuat dan berbahaya itu selalu memiliki sistem pencegahan. Yang paling umum adalah mengunci dengan garis darah. Berarti, kecuali keturunan, tidak ada yang bisa mengaktifkannya.
Ciel kemudian berpikir. Dalam Kekaisaran Black Sun, setiap generasi kaisar akan dibuatkan sebuah artifak karena memiliki metode tertentu untuk membuatnya. Hanya saja, dia heran dengan keberadaan para artifak.
Jika setiap kaisar memiliki satu artifak … di mana artifak-artifak milik leluhur sebelumnya?
Ciel menggeleng ringan, memilih fokus kepada lawan yang ada di depannya. Menghadapi musuh yang begitu kuat, Ciel masih enggan menggunakan seluruh kekuatannya. Dia belum ingin mengekspos seluruh kartu truf.
Selain itu, Ciel memiliki kebanggan tersendiri untuk melawan musuh kuat dengan level yang sama. Itu juga karena dirinya ingin mengasah kemampuan dan pengalaman bertempur agar lebih tajam dibanding sebelumnya.
Belum lagi … Ciel melirik awan gelap di langit. Sudut bibirnya terangkat.
“Terima kasih sudah menemaniku, Pangeran Luciel.” Vesperr tiba-tiba berkata dengan ekspresi tulus.
“Ya …” Vesperr mengangguk ringan. “Dari semua musuh yang aku lawan. Kamu benar-benar yang terbaik.”
Melihat Ciel tidak menjawab, Vesperr hanya menggeleng. Tangan kanan orang itu tiba-tiba ditutupi oleh sisik naga seperti giok. Ciel juga merasa energi sihir yang kuat terpancar dari tombak di tangannya.
“Mari nikmati ronde terakhir ini.” Vesperr menyeringai.
“Ya … Lagipula aku juga sudah lelah.”
Ciel tersenyum. Memasang kuda-kuda, aura di sekitarnya mulai menjadi panas seolah mendidih. Di bawah hujan lebat, uap panas mengepul dari pedang Ciel. Pemuda itu menarik napas dalam-dalam, tatapannya begitu tenang.
“Sen no Hana …”
Dalam kedipan mata, dua siluet menghilang dan muncul berhadapan sambil mengayunkan senjata mereka.
“Night Cereus!”
“Jadewater Flood Dragon!”
__ADS_1
Keduanya berteriak bersamaan. Tombak dan katana berayun, warna cyan dan warna hitam bertemu, kemudian … kedua pasang mata saling memandang penuh penghormatan.
Api hitam bagai bunga yang mekar bertabrakan dengan Naga Air berwarna cyan.
BLARRR!!!
Lebih dari lima puluh ribu prajurit terpana melihat keindahan. Namun, mereka langsung terkejut ketika tanah gemetar dan berguncang.
Kepulan asap mulai menyebar, menampilkan dua siluet di kejauhan. Hanya saja, satu sosok berdiri dan satu sosok berbaring terlentang. Ketika gambar terlihat dengan jelas, lebih dari lima puluh ribu prajurit tertegun.
Itu karena sosok yang berbaring di tanah adalah Ciel. Katana miliknya telah patah, pakaian atasnya compang-camping. Terdapat luka diagonal dari bahu kiki ke perut bagian kanan. Hanya saja, luka itu tidak terlalu dalam.
Jika bukan karena fisik yang dibuat oleh skill Devour miliknya, Ciel yakin kalau dirinya mungkin telah dipotong menjadi dua. Pemuda itu menatap ke atas, sementara Vesperr mengarahkan tombak ke leher Ciel.
“Ini kemenanganku, Pangeran Luciel.”
Ciel menatap ke arah Vesperr yang juga hampir tumbang. Tidak ada ekspresi marah seperti ketika melawan Aragil. Diam tampak tenang, dia merasa kalau jurus buatannya sendiri kuat dan kalah karena tidak membawa artifak.
“Kamu benar dan salah, Vesperr.” Ciel menjawab dengan ekspresi tenang.
“Maksudmu …”
“Dalam kemampuan bersenjata, kamu memang menang.” Ciel mengangkat sudut bibirnya. “Namun dalam keseluruhan pertarungan, ini kemenanganku.”
Vesperr mendongak ke atas, melihat ke arah Ciel menatap. Dia melihat awan hitam yang begitu padat diiringi dengan hujan deras. Kemudian … suara gemuruh terdengar. Orang itu langsung menoleh ke arah Ciel, hanya untuk menyadari pemuda itu menyeringai.
“Keparat gila …” gumam Vesperr tanpa daya.
Sosok Ciel tiba-tiba menghilang dari tempatnya. Ketika muncul, dia berada puluhan kilometer di kejauhan.
Benar … pemuda itu memaksa sihir dimensi tanpa mengetahui tempat dia muncul. Untung saja, kali ini Ciel cukup beruntung untuk muncul di bawah pohon besar yang agak jauh dari lokasi pertempuran. Alasannya adalah …
Ciel memandang langit. Di antara awan tebal, terlihat sosok hitam. Ya … sosok itu adalah naga timur mirip dengan milik Vesperr tetapi seluruh tubuhnya terbuat dari petir hitam.
Kalah dalam pertarungan jarak dekat, kalah karena sihir bisa dengan mudah dihindari, kalah karena hanya menggunakan level yang sama dengan lawan. Ciel menemukan jawaban dari masalah itu tanpa harus menunjukkan kekuatan iblis level 6 (akhir).
Sihir petir tingkat enam … Lightning Judgement!
Disertai dengan raungan dan gemuruh yang menggetarkan jiwa, sosok naga hitam turun dari langit dengan kecepatan sepersekian detik. Bukan hanya membuat Vesperr yang dalam batasnya tidak bisa menghindar, tetapi juga puluhan ribu penonton tidak bisa mengatakan apa-apa.
__ADS_1
>> Bersambung.