Useless 8th Prince

Useless 8th Prince
Kenapa Ada Di Sini?


__ADS_3

“Lebih besar … lebih baik …”


Elena bergumam sebelum menunduk. Melihat miliknya, wanita itu tiba-tiba tersipu. Dia kemudian menatap Ciel dengan mata dingin, membuat pemuda itu langsung tercengang.


Kenapa kamu memelototiku? Apa salahku?


Sudut bibir Ciel berkedut. Dia merasa kalau wanita di depannya terlalu berubah-ubah. Sebelumnya wanita itu merengek agar tidak ditinggalkan, sekarang dia menatapnya dengan ekspresi begitu dingin.


Bukankah wanita itu terlalu rumit?


Menghela napas panjang, Ciel akhirnya berkata, “Mari kita lanjutkan perjalanan.”


“Baik,” jawab Elena dengan ekspresi dingin.


“Ngomong-ngomong … apakah kamu juga mau mencari hewan untuk dijinakkan, Elena?” tanya Ciel.


“Saya? Itu akan merepotkan anda, Tuan. Lagipula, tak semua Demonic Beast cocok dengan kami para Dark Elf.”


“Tidak apa-apa. Sebenarnya aku berencana berburu makhluk level 4, tetapi mereka cukup jarang. Aku sedang mengincar Four Winged Snow Eagle. Jika dewasa, itu bisa mencapai level 3.”


“Hmmm … Itu memang makhluk yang cantik.”


“Masalahnya, mereka tinggal di Black Cloud Mountains dan masih agak jarang. Belum lagi, mereka cukup cepat. Ya … meski aku merasa makhluk itu tidak terlalu cocok untukku.” Ciel menghela napas panjang. “Sebenarnya makhluk itu lebih cocok untukmu, Elena.”


“...”


Melihat Elena yang diam saja, Ciel sadar kalau sebenarnya wanita itu juga menginginkan Four Winged Snow Eagle. Dia kemudian tersenyum.


“Mari kita mencari dua. Satu untukku, satu untukmu.”


“Tidak. Itu hanya akan memperlambat anda, Tuan. Masih banyak tugas yang menanti anda di Kota Black Lily.”


Mendengar nama kota itu, Ciel tiba-tiba merasa agak mual. Dia mengingat tumpukan dokumen yang dengan terpaksa dia selesaikan. Pemuda itu masih merasakan sensasi buruk itu bahkan dalam mimpinya.


“Aku tidak ingin kembali,” gumam Ciel.


“...”


“Mari kita berbicara sesuatu yang membahagiakan, okay?”


“Sesuai keinginan anda, Tuan.”


Setelah itu, mereka berdua pun melanjutkan perjalanan sambil berbagi cerita.

__ADS_1


...***...


Setelah beberapa jam berlari ‘melintasi sungai dan menyusuri lembah’, keduanya akhirnya sampai di kaki Black Cloud Mountains.


Tentu saja mereka hanya melewati pinggiran Blackwood Forest untuk sampai di sini dan tidak langsung memotong ke tengah hutan. Lagipula, hutan itu sangat padat dengan pohon serta luas. Jangkauannya bahkan tidak hanya di dekat Black Cloud Mountains.


“Akhirnya kita sampai,” ucap Ciel. “Karena sudah sore, bagaimana kalau makan terlebih dahulu?”


Tidak menjawab, Elena hanya mengangguk ringan.


Keduanya pun akhirnya duduk beristirahat sambil makan daging kering, buah-buahan, dan juga meminum air secukupnya. Ngomong-ngomong, tidak seperti dalam kisah fantasi di dunia Ciel sebelumnya, Dark Elf di sini tidak hanya memakan buah atau sayur tetapi juga daging.


“Nanti kita akan menuju ke barat. Menurut informasi yang aku baca, Four Winged Snow Eagle lebih suka tinggal di daerah tebing penuh dengan bebatuan,” Ciel menjelaskan.


“...”


“Aku harap bisa menemukan mereka secepatnya.” Ciel menghela napas panjang.


“Apakah anda ingin segera naik dan terbang dengan makhluk itu, Tuan?” Elena menatap Ciel, kelihatannya wanita itu selalu berpikir untuk mengendarai Four Winged Snow Eagle.


Tidak! Aku hanya rindu ranjang empuk dan makanan hangat. Sial! Makan makanan dingin ini kurang nyaman, tetapi aku terlalu malas untuk memasak.


Meski menggerutu dalam hati, Ciel hanya tersenyum ringan di depan Elena. Melihat ekspresi wanita itu, Ciel akhirnya memikirkan sesuatu.


“Segera selesaikan makananmu,” ucap Ciel.


Selesai makan dan berkemas, Ciel tiba-tiba mendekati Elena. Menatap wanita itu, doa berkata, “Jangan bergerak.”


“En.” Elena mengangguk.


Ketika Ciel menyentuh dan tiba-tiba menggendongnya, Elena terkejut tetapi tetap diam. Karena perintah tuannya, wanita itu tidak bisa menolak karena terkekang oleh kontrak jiwa. Dia hanya terkejut ketika melihat Ciel menggendongnya layaknya seorang puteri.


“Ini … Ini tidak pantas, Tuan.” Elena berkata dengan rona merah di wajahnya.


Memang benar, seorang pangeran yang menggendong budak dengan cara seperti itu sebenarnya tidak diperbolehkan. Hal seperti itu bisa dianggap mencemari nama baik bangsawan itu sendiri. Jika sampai dilihat oleh orang lain, Ciel akan dihina habis-habisan oleh bangsawan lain.


“Tidak apa-apa. Lagipula tidak akan ada yang melihatnya,” ucap Ciel.


“T-Tapi …”


“Kamu diam saja,” sela Ciel.


“B-Baik,” jawab Elena sambil memalingkan wajah dengan rona merah di pipinya.

__ADS_1


Di belakang punggung Ciel, cahaya hitam mekar. Pada saat cahaya hitam menghilang, enam sayap seperti gagak bisa terlihat jelas.


Elena yang pertama kali melihat itu secara langsung merasa kagum. Ketika melihat senyum di wajah Ciel, dia terkejut. Wanita itu tidak menyangka kalau keinginan kecilnya untuk terbang benar-benar diketahui oleh tuannya. Hal itu membuatnya semakin malu.


Sayap Ciel terbuka lebar, tetapi sama sekali tidak mengepak. Ajaibnya, Ciel dan Elena mulai melayang ke atas perlahan. Setelah beberapa saat, mereka akhirnya berada di ketinggian lebih dari 40 meter. Ciel melayang di sana dengan ekspresi santai.


Berbeda dengan Elena, wanita itu memandang hamparan hutan hijau, pegunungan di kejauhan, dan langit biru yang luas. Merasakan angin yang lebih kencang daripada di darat menerpa wajahnya, wanita itu tampak bahagia. Dia kemudian melihat ke arah Ciel dengan ekspresi penuh syukur.


Swoosh!


Embusan angin kencang lewat. Pada saat itu, Elena melihat siluet putih yang terbang di kejauhan. Dia buru-buru berkata, “Tuan! Lihat itu!”


Ciel yang merasa kalau Elena begitu bahagia sampai berperilaku seperti anak kecil menggeleng ringan. “Iya … Aku mengerti. Terbang untuk pertama kali memang menyenangkan.”


“Bukan itu, Tuan! Itu adalah Four Winged Snow Eagle!”


“Eh?” Ciel langsung terkejut. Dia segera melihat ke arah Elena menunjuk.


Di sana, terlihat seekor elang putih besar dengan empat sayap. Bukan hanya itu, di kepala elang itu ada bulu-bulu yang berdiri seolah sebuah mahkota. Itu bukan hanya Four Winged Snow Eagle biasa, melainkan keturunan rajanya. Berbeda dari yang normal, makhluk itu bisa naik ke level 4.


“Pegang erat-erat,” ucap Ciel.


Segera, Elena langsung melingkarkan lengannya ke leher pemuda itu. Mengepakkan sayapnya, sosok Ciel tiba-tiba menghilang. Sosoknya terlihat berkedip setiap puluhan meter dalam beberapa napas.


Pada saat itu, Four Winged Snow Eagle yang hendak pulang ke sarangnya dengan santai tiba-tiba merasakan bahaya. Menoleh ke belakang, makhluk itu terkejut ketika melihat sosok iblis dengan enam sayap hitam legam tiba-tiba menusuk salah satu sayapnya dengan tombak hitam yang terbuat dari api. Bukan hanya itu, senyum jahat terpampang di wajah iblis itu.


Sial! Siapa orang gila ini! Apa salahku? Datang dan tiba-tiba menusukku? Dasar psikopat sialan!


Jika bisa berkata, elang itu pasti mengutuk Ciel dengan perkataan seperti itu. Namun yang pemuda itu dengar hanyalah ‘jeritan’ melengking dari elang yang terluka. Tidak segan segan, Ciel membuat satu lagi tombak api dan sekali lagi menusuk sayap elang itu.


Karena sihirnya hanya bersikap sementara, tombak Ciel malah seperti peluru yang harus langsung direload ulang.


Elang yang kehilangan keseimbangannya langsung menukik ke bawah. Menggunakan sisa tenaganya untuk meluncur menghindari kedua iblis gila yang berpelukan sambil mengejarnya. Namun saat dia menuki ke bawah di area bebatuan kaki gunung, sebuah bayangan hitam tiba-tiba melesat dari samping.


Elang itu merasakan bahaya dan langsung menghindar. Hanya saja dia terlambat. Elang itu merasakan taring-taring tajam menusuk kedua pangkal sayap kanannya. Dia terseret dan merasakan tubuhnya berguncang sebelum akhirnya terbanting ke tanah.


Ciel yang melihat kejadian itu langsung tertegun. Daerah bebatuan di kaki Black Cloud Mountains, tampak seekor makhluk yang bisa dibilang besar.


Memiliki perawakan seperti kadal dan memiliki dua tanduk di kepala yang mengarah ke belakang. Makhluk itu memiliki tinggi kira-kira 2,5 meter dan panjang dari kepala sampai ekor sedikit lebih dari delapan meter. Mirip dengan naga barat, tetapi tanpa kaki depan. Kaki depannya digantikan dengan sayap seperti kelelawar.


Makhluk yang bisa dibilang keturunan naga … seekor Wyvern!


Melihat makhluk itu, Ciel tidak bisa tidak heran.

__ADS_1


“Bagaimana seekor Wyvern bisa ada di tempat seperti ini?”


>> Bersambung.


__ADS_2