Useless 8th Prince

Useless 8th Prince
Ambisi Gila


__ADS_3

Di sebuah kota kecil Kerajaan Blood Diamond.


Dalam sebuah rumah kecil di pinggir kota.


“Sial! Sial! Sial!”


Seorang wanita tampak mengamuk sambil membanting banyak hal dalam kamarnya. Tubuh wanita isu tampak begitu indah dengan rambut ungu panjang bergelombang. Namun ketika menghadap cermin, wajahnya terlihat cukup mengerikan.


Di wajahnya, terlihat sebuah luka vertikal di sisi kiri wajahnya. Selain itu, ada juga bercak-bercak hitam di kulit wajahnya. Hal itu membuatnya tertekan.


Wanita itu kemudian melihat foto di atas meja rias. Dalam foto, terlihat sosok lelaki tampan betubuh tegap, berkulit dengan warna seperti gandum dengan senyum menawan.


Lelaki itu memeluk seorang wanita berparas cantik. Selain paras cantiknya, tubuh wanita itu benar-benar mirip dengan wanita buruk rupa itu.


‘Apakah kita akan terus bersama selamanya, Jon?’


‘Tentu saja, Sayang.’


‘Aku mencintaimu, Jon.’


‘Aku juga mencintaimu, Vonda.’


Sambil memegang bingkai foto di tangannya, Vonda mengingat kenangan-kenangan manis bersama pasangannya. Ekspresinya kemudian berubah.


Vonda mengingat hari di mana dirinya terjebak pada level 2 (akhir). Sebagai sosok iblis yang selalu mengejar kekuatan, wanita itu tidak mau menerima kenyataan bahwa dirinya memiliki bakat yang buruk. Oleh karena itu, dia terus mencari cara agar dirinya bisa menembus level dari iblis tingkat rendah ke iblis tingkat menengah.


Setelah mencari cukup lama, Vonda akhirnya menemukan catatan tentang ramuan yang bisa membuatnya menerobos level itu. Karena dirinya adalah seorang tentara bayaran, Vonda melakukan banyak misi untuk mengumpulkan uang dan mendapatkan satu per satu bahan.


Setelah itu, Vonda mencari Alkemis untuk membuatkan ramuan dengan resep yang dia miliki. Namun apa daya, dia adalah wanita biasa, tidak memiliki banyak kenalan ataupun uang. Pada akhirnya, wanita itu sendiri yang terjun dalam pembuatan potion dan mencoba menjadi Alkemis.


Tentu saja, Vonda tidak cukup bodoh untuk mencoba membuat resep ramuan yang dimilikinya. Dia membeli resep ramuan sederhana seperti peghilang gatal, obat merah, dan sejenisnya. Itu karena resep potion penyembuhan atau penguatan tidak disebar dan disembunyikan oleh para bangsawan.


Sebenarnya ada cara untuk membeli melalui pasar gelap. Hanya saja, Vonda tidak memiliki cukup uang untuk melakukannya.

__ADS_1


Vonda tidak menyangka kalau dirinya memiliki bakat yang cukup baik dalam meramu potion. Dia terus membuat potion yang bahkan dianggap di bawah level rendah itu dan menjualnya dengan harga sedikit lebih rendah dari pasaran.


Sebagai hasilnya, Vonda bisa berhenti bekerja menjadi tentara bayaran yang berbahaya dan bahkan disebut sebagai Alkemis kecil. Menjadi lebih percaya diri, wanita itu akhirnya mencoba membuat resep di tangannya. Lalu … kenyataan menamparnya dengan keras.


Dibandingkan resep yang begitu sepele sebelumnya. Resep yang Vonda coba buat ada di level lain. Dia akhirnya gagal.


Tidak menyerah, dengan seluruh tabungannya, Vonda membeli bahan untuk beberapa kali percobaan. Setelah berulang kali kegagalan, dia akhirnya mencapai kesuksesan.


Mungkin karena terlalu bersemangat, Vonda begitu teledor untuk langsung meminum tanpa mengujinya. Akhirnya, wanita itu benar-benar naik ke level 3 (awal). Akan tetapi, dia menderita kerusakan pada wajah dalam prosesnya.


Vonda yang dulunya cantik menjadi buruk rupa. Dia begitu panik dan membeli banyak potion penyembuhan. Namun percuma, luka itu tidak sembuh. Setelah mencari kebenarannya dari seorang tentara bayaran yang merupakan kenalannya, dia terdiam.


Ternyata, potion yang Vonda buat itu sama sekali bukan resep potion sempurna. Melainkan sebuah resep dengan resiko besar. Hal itu membuatnya marah dan mencoba mencari solusi. Namun dirinya gagal.


Vonda yang menyedihkan kemudian mencari ‘kekasih’ yang selama ini mencintainya. Bahkan, ketika dirinya telah menjadi Alkemis kecil, Vonda juga memberikan dukungan berupa uang untuk Jon memulai bisnisnya.


Kenyataan cukup kejam. Karena wajahnya yang menjadi begitu buruk, Jon benar-benar menolak Vonda dan mengusirnya pergi. Mengatakan bahwa Jon tidak pernah mengenal wanita sepertinya.


Malam harinya, Vonda mengemasi barang-barang miliknya. Dia kemudian pergi ke rumah Jon. Di sana, Vonda yang ingin berpamitan dan merelakan segalanya lalu pergi berpetualang kaget melihat sosok gadis cantik yang bersama Jon.


Mungkin karena tidak sadar atau tidak memiliki kendali emosi, malam itu Vonda menerobos masuk ke rumah Jon dan ‘menyapu bersih’ orang-orang yang ada di sana.


Mulai saat itu … petualangan Vonda resmi dimulai.


Menutupi wajahnya dengan topeng, Vonda yang kembali bekerja sebagai tentara bayaran berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Selain menjadi tentara bayaran, dia juga terus belajar berbagai ramuan sebagai Alkemis.


Dalam perjalanannya, Vonda merasa kalau semua lelaki itu sama. Selain melihat bentuk tubuhnya yang indah, mereka selalu ingin mengetahui wajahnya. Ada kala beberapa tentara bayaran mencoba menjatuhkannya. Namun ketika melihat wajahnya, mereka benar-benar pergi dengan jijik.


Itu semua Vonda lakukan dengan sengaja. Memancing mereka, apakah ada yang tidak merasa jijik kepadanya. Wanita itu akhirnya kecewa. Dengan kekuatannya, dia membungkam mereka untuk selamanya agar rahasia gelapnya tidak terbongkar.


Waktu terus berlalu, Vonda terus menjadi tentara bayaran dan Alkemis. Dia yang menerobos level dengan cara salah akhirnya terjebak di level 3 (awal). Wanita itu kemudian berhadapan dengan dua pilihan. Untuk menjadi lebih kuat atau mencari cara menyembuhkan wajahnya.


Pada akhirnya … Vonda memutuskan membuang kata ‘cantik’ dari hidupnya dan berdedikasi untuk mengejar kekuatan.

__ADS_1


Vonda mulai melakukan banyak eksperimen terhadap dirinya sendiri. Setiap kali dia berhasil naik level, tubuhnya akan mengalami kerusakan permanen. Tahun ke tahun terus berlalu. Tanpa terasa … Vonda akhirnya sampai di level 4 (akhir).


Pada waktu itu, Vonda akhirnya menyadari sesuatu. Selain tubuhnya yang sudah hampir runtuh karena banyaknya ‘cacat’, wanita itu sadar bahwa dirinya telah tua. Hal itu membuatnya panik. Dia benar-benar takut dengan kematian.


Vonda menyadari kalau dirinya mungkin telah membuat keputusan yang salah.


Tidak mau dipermainkan lagi oleh takdir, Vonda akhirnya mulai meneliti cara untuk menambah usia. Karena tubuhnya mulai tidak dapat digunakan sebagai subjek uji coba. Pada akhirnya, wanita itu mulai melirik iblis lain.


Vonda mulai menarik sosok-sosok yang tidak mencolok bahkan sekarat. Memberi mereka uang dan makanan. Dia kemudian menggunakan mereka sebagai subjek uji coba. Pada awalnya, dia melakukan hal sedemikian rupa.


Setelah waktu berlalu dan selalu bertemu dengan banyak kegagalan, Vonda mulai terbiasa melihat orang mati di tangannya. Dikarenakan tabungan yang kian menipis, dia akhirnya menggunakan cara lain. Wanita itu mulai menculik satu per satu orang di pemukiman kumuh untuk dijadikan sebagai subjek uji coba.


Menyelesaikan uji coba yang tak terhitung jumlahnya, Vonda yang sekarat akhirnya menemukan solusi agar dirinya memiliki kehidupan yang lebih panjang.


Kesuksesan itu membuat Vonda semakin gila. Dia mulai tertarik dengan eksperimen terlarang yang menyangkut tubuh iblis. Pada akhirnya … dia yang sudah tidak puas dengan tubuhnya mulai menginginkan hal baru.


Ya … Vonda mulai meneliti cara membuat ‘cangkang’ baru dan memindahkan seluruh ingatan ke cangkang itu.


...***...


“Pangeran Luciel … jika anda tidak menghentikannya-”


“Diam.”


Ciel melirik Marcus dengan ekspresi tak acuh. Dia benar-benar tidak terlalu tertarik pada orang itu. Di matanya, Marcus hanyalah mayat dingin. Selain taktik dan banyaknya eksperimen yang dilakukan, tidak ada yang perlu ditakutkan.


Melihat Vonda yang terus menerus melahap pasukannya sendiri, Ciel menggeleng ringan. Dia diam-diam berpikir.


Ya … seperti yang diharapkan. Produk gagal adalah produk gagal.


Melihat kalau Vonda ternyata memiliki hal yang berbeda dari harapannya, Ciel merasa kecewa. Turun dari punggung Deschia, dia berjalan ke arah Vonda sambil menarik keluar katana dari sarungnya.


>> Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2