WAKTU ( Untuk Sebuah Rasa )

WAKTU ( Untuk Sebuah Rasa )
CHAPTER 227


__ADS_3

Selamat membaca....


****************


MALIA


Entah siapa orang yang pesan chatnya sedang aku baca ini, namun dua foto yang dia kirimkan benar-benar membuat hatiku tak karuan rasanya.


Dimana foto pertama, nampak Rei di sebuah area apartemen sih sepertinya --- sedang masuk ke dalam lobi apartemen tersebut.


Lalu foto kedua --- adalah foto yang membuat hatiku geram dan mencelos di saat yang bersamaan, karena di foto itu Rei tidak sendiri.


Bukan perkara Rei yang tidak sendiri, melainkan dengan siapa Rei di dalam foto itu, dimana interaksi yang tertangkap antara Rei dan seorang perempuan di foto itu sungguh membakar hatiku.


Bagaimana hatiku rasanya tidak terbakar, jika di foto itu nampak suamiku sedang menyentuh kepala perempuan lain --- yang sudah dipastikan jika kejadian sebenarnya adalah Rei sedang mengusap kepala perempuan sebagaimana Rei biasa mengusap sayang kepalaku?...


Yang mana perempuan itu bukan Avi atau perempuan yang merupakan bagian dari keluarga kami. Tapi aku mengenali wajah itu. Wajah perempuan yang kepalanya sedang diusap suamiku itu, yang sedang tersenyum dengan memeluk sebuah buket bunga. Yang membuat diriku yakin, bahwasanya aku tidak salah membaca apa yang tertulis di struk pembelian yang aku temukan di mobil Rei kemarin lusa.


Aku sudah dibohongi dua kali.


Pertama, katanya Rei sudah memutuskan tali persahabatannya dengan perempuan itu. Lalu yang kedua, Rei membohongiku disaat aku sudah berusaha keras untuk membuat sesuatu yang berkesan di hari ulang tahunnya.


Dan kedua kebohongan itu aku yakin berkaitan sekali dengan perempuan itu.


Sang sahabat perempuannya Rei.


Shirly.


Lalu coba lihat buket bunga yang indah dalam pelukannya itu?


Buket bunga yang aku harap – harap Rei berikan padaku berikut coklatnya.


----


Hatiku sungguh tidak karuan sekarang.


Kesal yang teramat dan cemburu sedang berkumpul di sana.


Sudah tidak memikirkan lagi pekerjaan yang sedang aku jeda sebentar akibat dua foto sialan, kiriman yang aku terima dari nomor yang tidak di kenal.


Aku penasaran dengan orang yang mengirimkankanku dua foto tersebut, tapi aku benar-benar gatal ingin mengetahui keberadaan Rei sekarang.


Apakah suamiku itu berbohong padaku untuk yang ketiga kalinya?...


Dan kembali menipuku perihal jadwal kerjanya?...


----


Tiga kali aku mencoba menghubungi nomor kontak ponsel Rei, dan aku tetap tidak berhasil menghubunginya. Ponsel Rei tidak aktif, karena pesan suara operator yang menanggapi panggilanku ke nomor Rei di luar panggilan melalui aplikasi. Dan memang, chat yang aku kirimkan ke nomor kontak Rei di aplikasi hanya centang satu saja.


Jika aku tidak dibuat gelisah karena foto kiriman orang yang misterius itu, aku akan positif berpikir jika Rei memanglah selalu menonaktifkan ponselnya saat ia sedang berada di balik kemudi pesawat.


Tapi sekarang, gara – gara foto itu, aku tidak lagi punya pikiran positif. Karena otakku berpikir jika ponselnya Rei buat non aktif karena ia sedang bersama si bibit pelakor yang bisa jadi memang sudah tumbuh jadi pelakor yang sesungguhnya.


Tapi apa iya, Rei serendah itu?...

__ADS_1


Apapun itu, yang jelas hatiku tersengat melihat interaksi Rei di foto kiriman tersebut dengan sahabat perempuannya yang gatal itu.


----


Aku mengusap kasar wajahku karena kegusaran yang sedang aku rasakan ini.


Rei yang tidak dapat aku hubungi sungguh membuatku penasaran akan keberadaannya sekarang setengah mati.


Anda siapa?


Dan atas dasar rasa penasaran itu, aku yang belum berhasil menghubungi Rei dan chat-ku juga masih sama statusnya ---- aku mengirimkan chat pada nomor kontak yang mengirimkan dua foto ke nomor kontakku itu.


Aku mencoba menghubungi nomor tersebut via panggilan, namun tidak diterima sampai nada sambung panggilan aplikasi berhenti.


Tidak dapat petunjuk sama sekali tentang pengirim foto misterius ke ponselku itu, karena foto profilnya pun tidak ada ---- yang mana hanya gambar berbentuk orang dengan bulatan berlatar belakang abu –abu di nomor tersebut.


Makanya aku langsung mengirimkan chat untuk menanyakan siapa dirinya. Kenapa juga dia tahu jika Rei adalah suamiku?...


Jika dia mengetahui status Rei sebagai suamiku, bukankah itu berarti si pengirim adalah orang yang aku dan Rei kenal?...


Tapi siapa?...


Tidak mungkin Avi juga.


Karena jika itu Avi yang melihat Rei bersama perempuan lain terlepas perempuan itu adalah sahabat kakak lelakinya, namun interaksi Rei nampak begitu penuh perhatian berikut memberikan bunga pada perempuan selain aku dengan berinteraksi seperti itu, Avi tidak akan repot – repot untuk mengambil foto.


Avi jelas akan melabrak keduanya di tempat.


Lalu siapa?...


Atau mungkin Pak Andra?...


Rasanya ga mungkin dia.


Tapi ga ada salahnya aku cari tahu kan?...


----


“Pak!”


Kebetulan sekali aku berpapasan dengan Pak Andra yang nampak baru keluar dari ruang kerja pribadinya.


“Yes, Nyonya Reiji Shakeel?...”


Aku hanya tersenyum tipis menanggapi sahutan Pak Andra.


“Jangan bilang mau ijin karena suami kamu yang bucin itu pengen mesra – mesraan buru – buru sama kamu?”


Pak Andra berseloroh, dan aku mulai meyakini jika bukan dirinya lah si pengirim foto misterius yang masuk ke ponselku itu.


Karena aku memperhatikan dengan seksama air muka Pak Andra saat sedang aku ajak bicara ini, dan ekspresinya nampak seperti biasa saja.


Tapi tetap, aku masih ingin lebih meyakinkan diriku saja.


“Bapak ganti nomor?” Jadi aku bertanya seperti itu pada Pak Andra.

__ADS_1


Pak Andra mengernyit, membuatku kian yakin jika bukan dirinya lah si pengirim misterius itu.


“Soalnya ada telfon masuk ke nomor saya, tapi berhubung hp saya nge – hang, jadi diaplikasi saya yang muncul cuma nomor aja.”


Alibiku yang mengarang dengan bebasnya.


“Trus karena saya pikir saya harus ngasih laporan ke Bapak kan, saya mikirnya orang yang nomornya tercantum di panggilan ga terjawab itu Bapak.”


Ternyata jago juga aku soal urusan mengarang bebas.


“Saya dari tadi di ruangan. Kalo ada perlu sama kamu ngapain segala telfon ke ponsel kamu?”


“Ya kali kepencet ga sengaja?” balasku.


“Daripada mencet ponsel mending mencet istri.”


Sejak kapan atasanku yang terkenal dingin ini, jadi malah mengeluarkan guyonan yang mesum?


Apa efek bergaul sama si mesum Rei?...


Hish! Ingat Rei aku jadi kesal lagi kan sekarang?...


“Jadi bukan Bapak ya yang misscalled saya?” ucapku memastikan.


“Memang kamu ga hafal nomor saya?” balas Pak Andra.


“Ya hafal. Tapi ini justru saya tanya karena nomornya beda. Jadi saya pikir Pak Andra punya nomor lain.”


“Saya ga punya nomor lain. Yang ada saya dicurigain habis sama istri saya kalau sampai punya dua nomor..”


Celotehan Pak Andra.


Orang yang peduli sama istri yang dikhianati suaminya.


Satu chat tak lama masuk saat Pak Andra masih berada di hadapanku.


Chat yang sungguh memprovokasi hatiku hingga menjadi bergemuruh kian tak karuan.


“Reiji kali? Lagi tugas apa engga dia? Kalo lagi tugas kan bisa aja dia lupa nyetting hp, jadi beli nomor yang bisa dipake dari negara tempat dia berada.”


Oke, bukan Pak Andra.


Lalu siapa si pengirim foto misterius ini ya?


Yang lagi – lagi tidak mau menerima panggilanku padahal statusnya tertera aktif.


Dan membuatku gelisah sepanjang hari saking aku penasaran.


Selang beberapa jam berikutnya, Rei mengabariku dan memberitahukan jika ia telah sampai di Surabaya melalui pesan chat.


Dan tanpa berpikir panjang, aku langsung menekan tombol panggilan video. Agar kiranya aku tidak kecolongan lagi dan dibodohi.


*****


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2