Anak Laki-laki Ayah

Anak Laki-laki Ayah
ALA109. Prosedur tindakan


__ADS_3

"Hmmm…." Dokter memandang serius hasil tes darah tesebut. 


"Memang positif fibroid, terlihat dari sel darah merah yang jumlahnya lebih banyak. Masa USG tadi, terlihat menyembul meski ukurannya memang kecil." Mendengar penjelasan dokter, ia terdengar seperti menginginkan pemeriksaan kembali agar mengetahui lebih tepatnya akan jumlahnya. 


"Kira-kira tindakan apa untuk penyembuhan penyakit ini, Dok?" Izza terlihat buru-buru untuk semua proses ini. 


"Kalau ukurannya sudah besar dan perlu diangkat, biasanya tindakan yang diambil ada tiga macam. Yang pertama, histerektomi. Histerektomi adalah prosedur pengangkatan seluruh rahim termasuk leher rahim. Prosedur dapat dilakukan dengan bantuan laparoskopi, atau dengan laparotomi. Histerektomi biasanya menjadi pilihan bagi wanita yang sudah berkeluarga dan berusia di atas empat puluh tahun. Keuntungan histerektomi dibandingkan miomektomi adalah dapat mengeliminasi adanya kemungkinan fibroid dan mengakhiri semua gejala termasuk pendarahan haid yang berat, yang mana dapat berlangsung lama bahkan setelah miomektomi dilakukan. Yang kedua, miomektomi. Miomektomi adalah prosedur mengangkat fibroid tanpa pengangkatan rahim. Dapat dilakukan baik secara laparoskopi, atau dengan laparotomi. Keuntungan yang utama dari miomektomi adalah memungkinkan pasien untuk hamil di masa depan. Salah satu kelemahan dari prosedur ini adalah dapat menyebabkan kehilangan banyak darah selama operasi sehingga transfusi darah mungkin diperlukan. Kerugian lain adalah kemungkinan kambuhnya fibroid dan kemungkinan pendarahan haid yang berat setelah operasi. Dalam kasus keadaan sakit yang berulang, miomektomi selanjutnya akan menjadi lebih sulit untuk dilakukan karena yang sebelumnya mungkin telah menyebabkan pembentukan adhesi. Ada lagi yang ketiga, tapi untuk salah satu jenis fibroid yang Saya sebutkan saja ini. Tindakan yang ketiga, reseksi fibroid transervikal. Pada fibroid submukosa, reseksi fibroid dapat dilakukan dengan histeroskopi. Biasanya dilakukan ketika fibroid submukosa masih berukuran kecil. Alat yang disebut resektoskop digunakan untuk memotong fibroid menjadi potongan-potongan kecil hingga dasar fibroid tercapai. Kepingan fibroid kecil kemudian diangkat melalui bagian kew******." Dokter tersenyum, setelah menjelaskan panjang lebar tersebut. 


Intinya, jika histerektomi adalah mengangkat rahimnya juga. Miomektomi adalah mengangkat fibroid saja, jika reseksi fibroid transervikal adalah memotong fibroid baru mengeluarkannya. 


"Saran terbaiknya bagaimana, Dok?" tanyaku kemudian. 


"Saran terbaiknya, pemeriksaan lanjutan lebih dulu untuk memastikan letak fibroid dan berapa banyak jumlah fibroidnya. Banyak kasus, fibroid ini jumlahnya sampai puluhan, kemudian diangkat menjelang masa menopause karena mengalami kenaikan ukuran dalam jumlah besar," jawabnya dengan tersenyum kembali. 


"Penyebab pastinya karena apa sebenarnya, Dok?" Aku berpikiran buruk, jangan-jangan karena aku salah mengawininya lagi. 


"Usia Ibu berapa?" tanyanya dengan menunjuk Izza dengan ibu jarinya. 

__ADS_1


"Dua puluh tiga tahun, Dok." Izza menjawab secara cepat. 


"Bisa jadi, karena faktor keturunan. Ada salah satu penyebab paling rasional, yaitu kadar estrogen. Banyak wanita yang menderita penyakit fibroid juga ditemukan karena memiliki kadar estrogen yang tinggi. Meski tidak jelas bagaimana estrogen berkontribusi terhadap sumber penyakit, telah dikonfirmasikan bahwa fibroid tumbuh bergantung pada hormon, sama halnya seperti endometriosis. Dengan ini telah dijelaskan bahwa mengapa beberapa wanita mengalami gejala fibroid yang lebih buruk selama perimenopause atau masa transisi menopause, dikarenakan kadar estrogen mereka sangat tinggi ketika pada tahap ini. Meskipun demikian, gejala- gejalanya pulih secara alami setelah menopause dikarenakan penurunan kadar estrogen yang signifikan. Di bawah defisiensi estrogen, fibroid biasanya menyusut, dan terkadang menghilang sendiri tanpa perawatan. Tapi usia Ibu, bukan di masa perimenopause atau masa transisi menopause. Besar kemungkinan, ya karena faktor keturunan. Mungkin ibunya, saudara perempuan atau bisa jadi dari neneknya."


Mendengar penjelasan dokter, aku teringat keluarga Izza yang sulit mendapatkan keturunan dan bahkan ada yang sama sekali tidak memiliki keturunan. Keturunan dari mereka tidak banyak, tapi keturunan dari kakeknya banyak. Izza memiliki tiga nenek sambung, selain nenek kandung, meski dengan satu kakeknya saja.


"Jadi, sekarang sebaiknya bagaimana, Dok?" Aku ingin segera diarahkan ke pengobatan selanjutnya agar Izza lekas sembuh. 


"Seperti yang sudah Saya katakan sebelumnya, tindakan pemeriksaan selanjutnya adalah magnetic resonance imaging atau MRI. Kadang MRI juga mungkin diperlukan untuk konfirmasi yang pasti. Sejauh ini, MRI merupakan peralatan diagnostik yang paling akurat untuk fibroid. MRI dapat memberikan gambar fibroid yang jauh lebih detail daripada USG, dan memungkinan seorang ginekolog untuk memastikan berapa jumah fibroid yang tepat, ukuran dan posisi mereka serta anatomi tingkat distorsi rahim dan organ-organ disekitarnya yang disebabkan oleh fibroid ini. Jadi, jika memang seharusnya diberi tindakan. Maka akan langsung diarahkan, untuk menjalankan operasi pengangkatan fibroid." Dokter menjeda ucapannya. Ia memandang Izza sejenak, kemudian mengambil penanya. "Maaf, apa Ibu sudah memiliki keturunan?" tanyanya perlahan. 


"Belum, Dok," jawab Izza kemudian. 


"Baik, untuk tindakan pengangkatan. Mungkin akan dilakukan miomektomi, Bu. Di mana, hanya fibroidnya yang diangkat. Tapi jika jenisnya fibroid submukosa, mungkin bisa dilakukan reseksi fibroid transervikal. Tergantung di mana letaknya dan berapa jumlahnya juga." Ia membuat tulisan dengan penanya di secarik kertas. 


"Masa datang bulan Ibu kapan? Agar bisa dijadwalkan untuk pemeriksaan MRI." Dokter tersebut memandang Izza kembali. 


"Mungkin sekitar empat harian lagi." Izza memicingkan kepalanya ke atas. 

__ADS_1


"Baik, Bu. Ibu bisa datang kembali setelah selesai masa periode menstruasi Ibu,untuk jadwal pemeriksaan MRI. Tidak perlu khawatir berlebihan dan berpikiran buruk ya, Bu? Ini tumor jinak. Saya belum bisa memberikan resep apapun, tapi nanti jika setelah MRI ketahuan ukurannya memang begitu kecil, mungkin akan diberikan obat agar fibroid bisa menyusut. Tapi efek sampingnya biasanya pada hormon Ibu. Sekiranya memang tidak berkenan, Ibu boleh diskusikan dengan suami, orang tua atau keluarga di rumah." Dokter tersebut memberikan secarik kertas tersebut. "Nanti kertas ini dibawa untuk pemeriksaan kembali ya, Bu? Apa ada yang perlu ditanyakan?" lanjutnya kemudian. 


"Maaf, Dok. Memangnya, kalau perubahan hormon pada wanita itu akan terjadi efek apa?" Izza bertanya dengan pertanyaan cerdas. 


Aku tidak terpikirkan sama sekali pertanyaan seperti itu. 


"Kondisi ini dapat mengakibatkan munculnya berbagai gejala, mulai dari rasa panas berlebih atau gerah atau hot flushes, kew******* kering, gairah s**s menurun, insomnia, infeksi saluran kemih berulang, emosi menjadi tidak stabil, hingga depresi. Ada juga yang merasakan nyeri perut, kembung, mual, pusing, sakit kepala dan kecemasan berlebihan." 


Kenapa ada obat yang efek sampingnya mengerikan sekali? 


"Tidak ada obat yang aman kah, Dok?" Meluncurnya pertanyaanku, aku malah mendapat sikutan siku di perutku dari Izza. 


Dokter tersebut tertawa kecil. "Tindakan yang paling aman, miomektomi itu. Tapi resikonya pendarahan hebat. Jadi, sebelum tindakan miomektomi itu dilakukan. Keluarga diminta untuk mencari pendonor lebih dari dua orang, sebagai antisipasi jika persediaan donor darah di rumah sakit tengah kosong." 


Aman apanya? Itu taruhannya nyawa lah. Meradang aku mendengar penjelasannya


...****************...

__ADS_1


__ADS_2