Anak Laki-laki Ayah

Anak Laki-laki Ayah
ALA121. Hukuman Vano


__ADS_3

"Siapa dia?" Aku memilih untuk pura-pura tidak tahu saja. 


"Kau yakin nanya siapa dia? Aku kaget di situ, karena aku baru beberapa minggu ngasih tau ayah kalau aku mau cerai aja. Tepi ternyata, aku udah sah jadi janda dengan hukuman Vano yang berlipat." Kak Jasmine setengah berbisik. 


"Berlipat gimana? Udah kek biskuit isi aja." Aku menyamarkan kebohonganku dengan tawa ringan. 


"Hukuman dari memiliki wanita simpanan, ditambah dengan hukuman pembunuhan berencana. Total hukumannya dua puluh lima tahun penjara dan denda sekian puluh juta. Di situ juga Ahyu disidang, dia pun kena masa hukum lima belas tahun penjara dan denda sekian. Tapi, ada tapinya untuk Ahyu. Karena Ahyu bilang, dia tak tau kalau dia dijadikan wanita simpanan dan dia tak tau kalau Vano udah menikah. Jadi, hukuman untuk Ahyu masih belum tetap karena keluarga Ahyu mengajukan banding. Keluarga Vano juga pengen tuh ajukan banding, tapi Vano nolak dan dia milih untuk nerima aja hukuman itu. Pas selesai sidang, keluarga Vano pada datangi ayah di parkiran. Duh, lupa. Siapa namanya adiknya ayah yang kek Vino G Bastian itu?" Kak Jasmine memejamkan matanya rapat seolah mengingat sesuatu. 


"Om Vendra kah? Papa Ghifar tak mungkin soalnya, dia tak pernah berubah jadi putih." Aku berhasil membuat kak Jasmine tertawa. 


"Nah iya, dia itu. Om Vendra bilang, dia yang buat laporan dan tuntut Vano. Katanya kalau mau diobrolin, ayo diobrolin sama saya. Diajak kan mereka ke ruangan lain, aku sama ayah dan biyung pun ikut. Kena mental aku di situ, karena bukti-bukti perselingkuhan Vano dan Ahyu dibuka semua. Aku sekali langsung sakit hati, karena Vano rusak rumah kita semua. Bertambah fakta itu, udah langsung hambar aja aku ini sama ayahnya anak aku." Kak Jasmine mengusap-usap perutnya. "Pulang-pulang, langsung minta cek lab. Aku khawatir kalau sampai aku tertular penyakit, apalagi aku lagi ngandung. Ya besok paginya udah biasa aja, cek out troli segala macam. Bisa keguguran aku kalau pakai hati terus, aku lebih sayang diri aku dan anak aku, ketimbang dia yang cuma bisa hamili aja. Tanpa adanya drama begini, ayah minta aku ceraikan Vano pun bakal aku turuti meski tak tau akar permasalahannya. Karena apa? Karena udah tau tabiat dia dari dulu, aku diam karena untuk jaga harga diri aku aja yang jelas berpendidikan dan dibesarkan di keluarga terhormat." 


Wanita logika, hadir di keluarga kami. Semoga adik-adikku logikanya bermain juga. 


"Kau tau dia begitu, kenapa mau dari awal?" Aku ingat tentang pengakuan bang Vano yang mengatakan bahwa dirinya mencampuri kak Jasmine sebelum menikah. 


"Karena di awal kan tak tau dia begitu. Sebulan nikah, ditambah hamil, plus tau tabiatnya ya langsung down aku. Aku gampang down kemarin bukan karena kehamilan aku, tapi karena ulah Vano yang buat aku jadi banyak pikiran. Udah uang dipress, untungnya ammak rutin ngasih. Makanya kenapa aku nolak pabrik peti aku ambil alih setelah menikah, karena Vano bakal jadi garongnya. Cuma kan masalah keluarga, jadi aku tahan-tahan dulu. Karena dia yang bermasalah, aku yang malu."


Beginikah pikiran Izza juga? 


"Terus gimana, Kak?" tanyaku dengan memperhatikannya. 

__ADS_1


Kak Jasmine itu berkulit putih kapas seperti Nella Kharisma, eh seperti Izza. Matanya besar, bulu matanya lentik dan tubuhnya tinggi berisi. Mungkin jika sudah ikut KB, ia bisa menjadi tinggi besar. Sorot matanya tidak setajam Ceysa, malah ia cenderung anggun. Tapi tutur katanya, bisa membuat semua orang mematuhinya tanpa paksaan. Tapi jurus terakhir ini, tidak selalu ia gunakan. Jika tengah mengobrol, ya biasa saja. 


Satu lagi fakta tentangnya. Yaitu, IQnya rata-raya atas seperti ayah dan ammak. Ia, ayah dan ammak memiliki IQ rata-rata atas. Sedangkan Ceysa seperti mangge Lendra, yang memiliki kemampuan genius. 


Pernah aku menghadiri acara sekolah Ceysa, ya mungkin bisa dibilang sekolah yang mirip Harry Potter juga. Karena dalam ajang acara rutin itu, aku menyaksikan benda bisa digerakkan dengan konsentrasi otak mereka saja. Itu bukan sihir, itu ada penjelasan dan penafsirannya. Katanya, orang dalam IQ normal pun bisa tapi mungkin akan sulit. Karena diharuskan menggunakan konsentrasi penuh dan beberapa pikiran yang dipusatkan ke barang yang ingin digerakkan. 


Aku tidak mengerti juga, tapi Ceysa dengan satu tolehan kepala bisa melakukannya. Namun, katanya ada beberapa aturan yang tidak boleh dilakukan atau dibiasakan juga. Karena untuk menghindari tuduhan orang normal bahwa dirinya menggunakan ilmu hitam, ia pun beranggapan bahwa melakukan kegiatan kecil seperti mengambil barang dengan fisik jauh lebih diutamakan. Ia bisa memposisikan dirinya, sehingga orang lain tidak takut pada dirinya. 


Karena anak jenius juga, termasuk ke dalam anak dalam penanganan khusus. Tidak bisa disekolahkan di sekolah biasa, tidak juga disekolahkan di sekolah luar biasa. Ada sekolah khusus, yang menangani anak-anak hebat seperti dirinya.


Manusia seperti Ceysa, tanpa rumus khusus dalam pelajaran matematika, ia bisa mendapatkan jawaban yang tepat dalam pikirannya. Tapi ya seperti itu, mereka hanya pandai otak saja. Masalah hati, mereka tetap seperti manusia biasa pada umumnya. 


"Terus Gue masih ngandung, tapi udah janda. Kenapa? Mau minta nomor WA Gue?" Ia berlagak sombong dan membuatku tertawa renyah dengan menyenggol lengannya. 


Bukan main kan hukumannya? 


Benar biyung, yang selalu menahan ayah untuk tidak bermain di pengadilan. Om Vino G Bastian juga ngeri, main beres ya sekali dirampungkan. 


Sudahlah, paling baik adalah hidup rukun. Semoga keluarga baru yang masuk dalam keluargaku tidak neko-neko seperti contohnya bang Vano. Aamiin. 


"Bang, keknya Izza bocor deh." Kak Key menyibak selimut Izza. 

__ADS_1


"Iya, Bang. Minta tolong bantu ganti pembalut." Izza pun melihat ke area bawahnya. 


Aku bangkit dari dudukku dan langsung menghampiri brankar Izza. 


"Memang Izza lagi haid, Bang?" tanya kak Jasmine dengan suara yang semakin mendekat. 


"Iya, Kak." Aku langsung mengambil pembalut malam yang aku beli mendadak saat pagi tadi. 


Beginikah darah menstruasi yang menempel di sprei?


Aku langsung lemas, melihat darah haid istriku. Kenapa sampai begitu banyaknya? Seperti bukan haid, tapi Izza tidak mengeluh apapun karena darah sebanyak itu. 


Tanganku gemetar, saat mulai membantu Izza untuk bersih-bersih di kamar mandi. Ia bisa berdiri dan beraktivitas untuk ke kamar mandi, tapi memang wajib ditemani ke kamar mandi karena ia memiliki darah rendah. Bisa terjatuh dan fatal akibatnya, jika ia terjatuh di kamar mandi. 


"Memang kalau haid begitu banyak ya?" Aku mulai menyemprot darah haidnya pada pembalutnya. 


"Iya, dari dulu. Hari pertama kan memang banyak."


Benarkah sebanyak ini? Aku pernah tidak sengaja tahu kak Key tembus di roknya sama sekolah dulu, tapi tidak seperti ini.


Gejala fibroidnya sejak dulu, tapi kemungkinan Izza menganggap normal saja. Bisa jadi, ini menyangkut ukuran fibroid di dalam tubuhnya yang sudah besar. 

__ADS_1


Ia yang terlihat tenang, tapi aku yang panik sekarang. Bagaimana istriku kedepannya? 


...****************...


__ADS_2