
"Saran terbaik untuk Izza kedepannya itu gimana, Pakwa?" Ia tenaga medis, jam terbangnya pun tak perlu diragukan lagi. Jadi, mungkin ia tahu saran terbaik untuk Izza.
"Dilihat dari hasil MRI sih, Izza harus miomektomi. Tapi sebelum itu, dia harus sembuh dari tukak lambungnya dan darahnya normal dulu. HBnya pun rendah, sel darah merahnya tuh. Kan tadi diambil darahnya pas di IGD tadi. Tapi ini semua jangan disampaikan dulu ke Izza, biar dia tenang dulu. Pakwa pun bilang dokter Fardan, untuk ngasih aba-aba stafnya ngabarin kau. Kau jangan bilang dulu ke Izza, biar dia fokus untuk kesembuhannya dulu." Pakwa berbisik lirih sekali.
"Tingkatnya cukup parah kah, Pakwa?" Yang aku maksud adalah fibroidnya.
"Ada dua jenis yang Izza idap, fibroid bertangkai dan fibroid submukosa." Pakawa menunjuk dua jarinya.
__ADS_1
"Submukosa, yang tak bisa hamil itu kan?" Aku berharap jawabannya bukan anggukan.
Sayangnya, yang aku dapat adalah anggukan kepala. "Tepatnya mengganggu pertumbuhan janin dan kesulitan untuk hamil aja, bukan tak bisa hamil. Bisa hamil, tapi janinnya terganggu. Yang beresiko, ini yang submukosanya. Karena dia sekarang udah tumbuh tepat di bawah lapisan rahim dan memadat ke rongga rahim. Jadi kek tembus dari luar ke dalam. Yang awal kedetek USG, ya permukaan yang terlihat di dinding rahimnya. Yang terdeteksi, ya submukosanya. Jadi nanti operasi pengambilan tuh di rahim juga dan di luar rahim juga, karena fibroid bertangkai itu di otot-otot luar rahim. Kek buat markisa menggantung di tangkai kecil gitu loh, fibroid bertangkai itu tumbuh di otot kecil luar rahim. Dilihat dari ukurannya memang besar, bisa jadi dari dulu tapi tak dirasa Izza, bisa jadi pertumbuhan fibroidnya cepat. Soalnya, setiap perempuan itu pasti gejala yang dirasanya berbeda-beda. Udah tau jelas, kau yang jadi suaminya harus bisa bawa Izza tenang. Setau Pakwa, operasi ini resikonya pendarahan, resiko meningkat kalau punya darah tinggi atau obesitas. Ini kuncinya, yang penting Izza jangan sampai stress, bawa happy terus biar tubuhnya siap untuk dibawa ke meja operasi. Ini tinggal tindakan aja sebenarnya, bisa diambil sesegera mungkin. Tapi kalau Izza lagi drop gini, yang ada resikonya meningkat. Kau harus pandai ambil sikap ya? Jangan malah shock, karena udah dengar penjelasan dari Pakwa. Pakwa ngasih tau, karena kau suaminya dan harus tau keadaan istri kau dulu. Kau harus punya persiapan, bukan tentang materi aja, tapi pemilihan kata yang menenangkan Izza masa dia diantar masuk ke ruang operasi. Semangatin, kuatin, do'ain, yang bisa bawa mood baik, kasih harapan besar ke dia, kasih keistimewaan ke dia. Sedikit lebay memang, tapi kau harus tau pasien yang mau masuk ke ruang operasi itu memang serapuh itu. Dia tak yakin, dia bisa sembuh. Yang mereka yakini, prosesnya menyiksa dan menyakiti mereka. Jangankan operasi penyakit, ibu hamil yang mau operasi sesar pun kadang ada yang sulit menerima kenyataan dan drop di meja operasi. Ada beberapa dari mereka, yang memang pilihannya ingin disesar. Banyak ibu hamil yang mau disesar, darahnya malah tinggi meski sebelumnya tak punya riwayat penyakit darah tinggi. Karena apa? Karena mereka stress dan overthinking dulu sebelum masuk ke ruang operasi. Mental mereka itu kacau pasti, pas masuk ke ruangan yang terang betul. Mana bius sesar itu tidak nyaman dan sakit, Bang. Mereka berperut besar, harus merunduk sesuai arahan meski sulit. Kadang ada yang biusnya gagal dan dilakukan berulang kali. Belum kalau ada penyakit penyerta, ada gangguan semasa kehamilan, kek bengkak kaki gitu. Mereka tak bisa langsung di kamar inap, harus di ICU dulu tanpa keluarga. Kek Izza pas sebelum dapat kamar, hanya boleh ditengok giliran aja."
Ternyata berbagai macam cerita dan kasus di ruang operasi itu.
"Minim resiko, kalau kondisi Izza oke. Keluarga, dirinya, orang terdekatnya, semuanya harus yakin kalau operasi itu bakal lancar dan setelahnya bakal sehat. Hasilnya bisa setengah-setengah, kalau operasi mendadak begitu tuh dan ternyata udah parah. Kek semacamnya usus buntu udah pecah, itu kesempatannya udah lima puluh lima puluh. Ini kan Izza dipersiapkan dulu, jadi dia harus dibuat bener-bener siap dulu karena dia punya penyakit penyerta. Jangan sampai nih, jangan sampai tukak lambungnya tiba-tiba kambuh masa mendekati waktu operasi dan Izza tak konfirmasi. Nanti bisa beresiko gitu kan? Mungkin nanti Pakwa kasih tablet FE tambah darah, untuk mencegah pendarahan setelah tindakan. FE tambah darah yang rutin dikasih untuk ibu hamil tuh, fungsinya untuk mencegah pendarahan pasca melahirkan dan darahnya cepat normal pasca melahirkan, bukan hanya untuk mencegah anemia masa hamil aja. Nanti istri kau hamil, dorong dia untuk terus konsumsi FE tambah darah masa hamil tua. Setelah hamil tujuh bulan itu, rutin seminggu sekali cek up meski hanya ke puskesmas. Karena ada beberapa kasus dalam skala kecil, ada kematian mendadak pada janin di trimester ketiga tanpa disadari oleh ibu hamil. Biasanya, ada yang penyebabnya karena keracunan. Ada juga, yang karena jamu, pijat juga, biasanya di perkampungan pedalaman. Yang paling tak masuk akal, tentang mistis, pesugihan, tumbal dan yang menyangkut begitu. Pengen tak percaya, tapi bahkan ada kasusnya yang bayinya benar-benar hilang dalam perut. Padahal jelas hamil tua, bayi hidup dan normal, di USG ada, tapi mendadak jadi tak hamil. Di luar nalar, di luar ilmu kedokteran. Karena pas itu ada bidan cek, bahkan perutnya itu rata kembali dan tak kek bekas hamil dan melahirkan. Mau tak percaya, tapi sering dengar kabar begitu dari bidan desa."
__ADS_1
Benar, di kampungku ada beberapa kasus bayi meninggal karena ibunya rutin minum jamu seduh. Jika tentang mistis, aku kurang tahu juga.
"Kenapa ibu hamil tak boleh minum jamu seduh? Kan bukan jamu penggugur juga, kek jamu capek ya dikonsumsi gitu." Pernah mendengar cerita orang jaman dulu, apa-apa serba jamu. Sekarang, jamu benar-benar dilarang untuk ibu hamil.
"Bukan dilarang untuk ibu hamil aja, tapi ibu menyusui juga. Karena di jamu itu ada zat aktif, yang dilarang dikonsumsi oleh ibu hamil dan menyusui. Cek di bungkusnya, biasanya ada peringatan di bungkusnya. Contohnya kek kandungan rumput fatimah, pasti pernah dengar kan kasusnya? Itu kan terkandung di jamu juga, meski jamu tertentu. Yang herbal itu, tidak semuanya boleh dikonsumsi untuk ibu hamil dan ibu menyusui. Karena terkandung zat aktif, Bang. Obat, herbal, tak boleh dikonsumsi secara bebas tanpa aturan, karena memiliki efek sampingnya masing-masing. Herbal juga punya efek samping loh, bahkan ada reaksi tubuh seketika kek alergi, ruam kulit, asma, sakit kepala, mual, muntah, diare. Intinya, mau herbal mau obat apotek, obat warung, jangan konsumsi secara bebas. Lebih baik, sakit itu periksa ke pelayanan kesehatan. Puskesmas gitu, kalau memang keadaan keuangan tak sampai untuk ke dokter atau klinik ternama. Puskesmas itu ada, untuk menjangkau semua kalangan. Sedangkan pikiran masyarakat kita, puskesmas itu kualitas obatnya kurang dan segala macam. Padahal sama aja, obat itu isinya sama kalau namanya sama. Pikiran kita aja yang beranggapan, bahwa obat generik begini, beda dengan obat paten. Padahal, sama aja. Makanya kenapa Pakwa punya pikiran buka klinik yang terjangkau, meski nominalnya di atas ketetapan puskesmas. Namanya juga milik swasta, bukan program pemerintah." Pakwa tersenyum lebar dan merenggangkan ototnya.
Aku jadi punya ilmu, untuk mempersiapkan diri masa istri mengandung tua. Tinggal menunggu Izza sehat, lalu siap dihamili saja. Karena aku sudah tahu kiat-kiat menjaga istri hamil.
__ADS_1
...****************...