ANTARA CEO DAN MAFIA 2

ANTARA CEO DAN MAFIA 2
Klarifikasi Isu


__ADS_3

Terima kasih yang sudah vote, like, koment, dan baca cerita author ini 😳


----------------------‐-------------------------------------------------------


Beberapa orang wartawan masih berkumpul di halaman Holly Hotel untuk menunggu Shuwan Mey keluar. Mereka ingin mendengar tanggapan dari wanita cantik itu tentang berita perselingkuhannya dengan salah satu atlet panahan nasional. Mereka penasaran, apa benar Shuwan Mey merupakan penyebab kandasnya rumah tangga atlet panahan itu.


Sudah sejak pagi hingga sore hari mereka masih setia berkerumun membawa kamera, microfon, dan alat perekam suara. Security sudah berusaha mengusir mereka karena mengganggu para tamu hotel yang keluar masuk, namun wartawan tetap kekeh bertahan. Mereka tidak mau pergi sebelum Shuwan Mey menemui mereka.


Sementara, di dalam hotel Shuwan tampak malas untuk pulang. Hari-harinya semakin susah, dimana-mana selalu ada wartawan yang mencarinya. Ia tak mau memberikan keterangan apapun.


"Kenapa, Shu?" tanya Bayu yang baru kembali tiba di hotel setelah menyelesaikan rapat dengan rekan bisnisnya.


"Di depan masih ada banyak wartawan. Mereka menungguku."


"Ah, kalau begitu hadapi saja mereka. Katakan apa yang kamu inginkan."


"Kamu gila! Itu sama saja aku membenarkan berita itu."


"Jawab saja tidak. Beres, kan?"


"Aku tidak mau! Katanya mau membantuku menghilangkan berita ini. Kenapa masih mencuat terus beritanya?"


Bayu merasa diremehkan karena belum berhasil meredan berita. "Oke. Akan aku bantu kamu sekarang juga. Kita temuai wartawan bersama-sama."


Bayu menyeret Shuwan keluar bersamanya. Shuwan hendak mengelak namun genggaman tangan Bayu sangat kuat. Tak ada hal lain yang bisa ia lakukan selain pasrah mengikuti kemauan Bayu. Seketika wartawan sudah mengerumuni mereka berdua. Fredi dan beberapa orang bodyguard Bayu mencoba memberi batas antara wartawan dan bosnya.


"Nona Shuwan, apa benar berita yang saat ini sedang santer diberitakan kalau Anda menjadi selingkuhan altet panahan bernama Moreno?"


Shuwan memasang senyum, "Tidak, berita itu tidak benar."


"Tapi ada bukti foto-foto kalian berdua yang tersebar di dunia maya."


"Iya, kami memang pernah beberapa kali bertemu untuk minum bersama. Tapi bukan berarti kami punya hubungan, kan?"


"Katanya dulu waktu SMA kalian pernah pacaran?"


"Hahaha.... itu benar. Tapi itu sudah lama sekali. Saat ini kami hanya teman."


"Ada juga yang bilang pernah melihat kalian masuk ke sebuah hotel bersama."


"Wah, sepertinya ada yang mau menfitnah saya. Bagaimana mungkin saya masuk hotel dengan lelaki lain sementara saya sudah memiliki pacar."


"Apa lelaki di sebelah Anda?"


"Iya."

__ADS_1


Jawaban Shuwan membuat wartawan berpindah mewawancarai Bayu.


"Apa tanggapan Bapak tentang kabar perselingkuhan Nona Shuwan dengan Atlet Moreno?"


"Itu hanya berita hoax."


"Apa Bapak tahu tentang kedekatan Nona Shuwan dan Moreno?"


"Saya tahu. Mereka teman SMA."


"Apa Anda tidak curiga jika mereka berselingkuh?"


"Tidak. Karena Shuwan selalu bersama saya."


"Kalian bisa menilai sendiri, apa pantas saya bersaing dengan Moreno?"


Jawaban over percaya diri Bayu membuat wartawan tertarik.


"Untuk apa Shuwan menjadi selingkuhan lelaki beristri kalau ada saya yang masih single dan punya banyak uang."


Setelah mengatakan itu, Bayu menarik tangan Shuwan membawanya pergi menerobos kumpulan wartawan. Para bodyguard ikut mengamankan mereka hingga sampai ke dalam mobil.


"Kamu sudah puas dengan bantuanku?" tanya Bayu.


"Ya, tentu. Terima kasih."


Bayu tersenyum smirk. Jawabannya tadi menang merendahkan Moreno walaupun itu kenyataannya.


"Dia pasti juga bisa mengerti. Posisinya sebagai atlet harus bersih dari skandal. Dia sedang bertanding. Jika berita ini juga sampai heboh di sana, bisa jadi posisi Moreno akan digantikan orang lain."


"Baguslah kalau dia bisa mengerti."


Akan lebih seru bagi Bayu melihat Shuwan dan Moreno bertengkar. Dia masih ada dendam kepada Shuwan karena menduakannya. Meskipun perlakuannya terhadap Shuwan masih baik, ia tak akan membiarkan Shuwan hidup tenang.


Sementara, di kamar perawatan Daniel, Irgi masih ada di sana menemani Prita. Daniel sedang memainkan mainan yang Irgi beli di Eropa. Sementara, Dean dan Livy sudah diantar Pak Ahmad pulang ke mansion Ayash.


"Ta, nasi gorengnya jangan banyak-banyak, ya. Aku di rumah masih harus makan dengan Raeka." ucap Irgi.


"Oke. Aku ambilkan secentong saja untukmu."


Sedari tadi Prita memasak. Ia memasak nasi goreng untuk dirinya dan Irgi. Ia menata nasi goreng ke dalam dua piring lengkap dengan mentimun dan ayam.


Ia berikan porsi kecil nasi goreng untuk Irgi sementara piring yang berisi nasi goreng agak banyak untuk dirinya sendiri.


"Makanmu banyak juga ya, Ta." gumam Irgi melihat porsi makan Prita.

__ADS_1


"Biar kuat menghadapi kenyataan, kan?"


"Hahaha.... Ya, benar."


"Raeka sudah bisa memasak, Ir?"


"Hm, ya.... lumayan. Sudah ada kemajuan. Setiap hari dia masak bareng pelayan jadi sekarang lumayan bisa. Walaupun masih enak masakanmu tapi ya sudahlah."


"Sudah mau masak bagus banget itu. Raeka kan biasa dilayani, kalau sudah mau melayanimu itu kemajuan."


"Ya, aku juga tidak masalah dia tidak bisa melakukan apapun. Aku juga bisa membayar orang untuk memasak. Yang penting pintar jadi teman tidur aja."


"Huu.... otak mesum."


"Mama.... Mama.... itu Daddy!" seru Daniel.


Perbincangan Prita dan Irgi terhenti melihat tayangan yang ada di televisi. Tampak Bayu dan Shuwan sedang diwawancarai oleh wartawan.


Irgi dan Prita yang hampir tak pernah mengikuti berita di TV sampai heran ada dua orang itu di siaran TV ruangan Daniel. Wawancara isu perselingkuhan antara Shuwan Mey dan atlet panahan nasional Moreno.


"Wanita ular itu pintar sekali bicara." guman Irgi.


"Hah, apa? Kamu kenal wanita itu?" tanya Prita.


"Ah, ya.... Tidak kenal, hanya tahu saja. Dia satu klab memanah dengan Raeka."


Prita sama sekali tidak mengenal Shuwan. Ini pertama kalinya ia melihat wanita secantik itu. Dia bukan artis, tapi kecantikannya setara dengan artis. Bia baru tahu Bayu sudah memiliki pacar yang cantik.


Prita memukul-mukul kepalanya. Ia heran, kenapa juga tiba-tiba memikirkan Bayu yang sudah punya pacar. Kehidupan Bayu bukan urusannya, ia tidak perlu tahu apa yang lelaki itu lakukan di luaran sana. Bayu memang menyayangi Daniel dan terkadang bersikap kelewatan padanya. Tapi bukan berarti Bayu tak memiliki wanita spesial di luaran sana. Ia tahu persis siapa Bayu, seorang cassanova yang tak pernah bisa hidup dengan satu wanita.


"Dasar acara TV tidak berbobot! Masalah perselingkuhan saja sampai ngadain live wawancara?" Irgi mengganti saluran televisi menjadi acara kartun.


"Papa Irgi kenapa diganti, Daniel kan mau lihat Daddy di TV." Protes Daniel.


"Bagus kartun aja. Papa Irgi suka kartun. Tadi itu acara jelek."


Daniel manyun. Ia kembali fokus pada mainan di tangannya.


"Itu beneran ya, pacar Bayu?"


Irgi heran dengan pertanyaan Prita, "Kamu penasaran, Ta? Benar, itu pacar Bayu. Tapi juga pacar Moreno."


"Hah? Kok gitu?"


"Aku kan sudah bilang dia wanita ular."

__ADS_1


"Sok tahu! Mana mau Bayu kalau wanitanya punya lelaki lain."


"Ye.... nggak percaya. Paling juga Bayu tidak tahu kalau pacarnya wanita ular. Pokoknya aku dan Raeka lebih tahu daripada para wartawan itu. Tapi ya nggak apa-apa, wanita ular seperti dia memang cocok dengan lelaki brengsek macam Bayu."


__ADS_2