ANTARA CEO DAN MAFIA 2

ANTARA CEO DAN MAFIA 2
Shuwan Kepergok Selingkuh 2


__ADS_3

Sore itu Bayu sedang berada di ruang fitnes yang ada di apartemennya. Dia menyempatkan diri menggunakan alat treadmill yang ada di ruangan itu untuk berlari-lari kecil sambil memandangi panorama sore yang indah di pusat Kota S.


Bayu berolahraga tanpa mengenakan pakaian. Tubuhnya hanya tertutupi oleh celana pendek. Sehingga tubuh bagian atasnya bisa terlihat jelas. Badannya terlihat kekar, otot-otot tubuhnya terbentuk dengan sempurna. Deretan roti sobek berjajar di tubuh bagian depannya. Siapapun wanita yang melihat pasti akan terkesima.


Sudah lima belas menit ia melakukan olahraga. Keringat mulai membasahi tubuhnya, mengalir ke setiap inci tubuh dan membuat kulitnya terlihat mengkilap. Tidak ada tato yang tergamnar di tubuh indahnya. Hanya saja, banyak bekas luka yang sangat jelas terlihat. Setiap bekas luka yang ada di tubuhnya memiliki kisahnya sendiri. Keberadaan bekas luka itu tak mengurangi sisi maskulin dan keperkasaanya.


"Bos....!" seru Alex.


"Kenapa, Alex?" Bayu menjawab seruan Alex dengan tetap melanjutkan olehraganya. Dia sedikit heran kenapa anak itu datang-datang langsung bersuara keras seperti itu padanya. Tapi, begitulah Alex. Terkadang sisi kekanak-kanakkannya muncul.


Alex berdiri di sisi samping Bayu. Ia putarkan rekaman percakapan Shuwan dan Moreno agar Bayu mendengarnya.


Bayu mendengarkan percakapan itu dengan santai dan tetap berolahraga. Ia tampak sedikit terkejut karena ternyata Shuwan tidak benar-benar mencintainya. Padahal Bayu berharap Shuwan akan mencintainya dan menjadi batu loncatan baginya untuk memiliki Holly Hotel.


Ternyata usahanya mendekati Shuwan selama ini sia-sia. Dia tidak bisa membuat wanita cantik itu jatuh cinta padanya. Yang tambah mengesalkan, rekamn itu juga membahas tentang acara tidur bersama. Bayu jadi ingat dulu pernah gagal tidur dengan Shuwan gara-gara miliknya tiba-tiba mati di tengah jalan. Ia hanya menghela nafas. Penyakitnya itu sungguh sangat menyiksanya. Untung ada pekerjaan yang bisa mengalihkan pikirannya dari sekedar keinginan menyalurkan hasrat seksual.


"Kenapa reaksi Bos datar begitu? Bos tidak marah?"


"Ya marah lah, Alex. Aku sudah keluar banyak uang untuk Shuwan dan ternyata dia selingkuh di belakangku."


Alex mengernyitkan dahinya. Bosnya marah tapi tetap melanjutkan olehraganya dan sikapnya masih santai.


"Bos tidak kelihatan seperti sedang marah. Biasanya Bos langsung mengamuk."


"Mengamuknya nanti saja, Alex. Mungkin aku akan langsung gantung Shuwan hidup-hidup untuk melampiaskan kemarahanku. Aku masih ingin menyelesaikan olehragaku."


"Malam ini mereka akan bertemu di apartemen Nona Shu sekitar pukul sembilan. Apartemen Panorama nomor 521 lantai 30. Kode pintunya 125378."


Bayu mematikan alat olahraganya. Ia mengambil handuk yang gergantung di sisi kiri gagang alatnya. Diusapnya keringat yang membasahi wajahnya kemudian beralih pada lengan dan dada serta punggungnya.


"Kamu sampai mengikuti Shu ke apartemennya dan mencari tahu kode pintunya?"

__ADS_1


Alex mengangguk. Rasa penasaran memang membuat Alex bertindak sampai sejauh itu. Dia ingin bosnya juga tahu kelakuan Shuwan yang sebenarnya. Seharusnya bosnya sama kecewanya dengan dirinya.


"Alex, kenapa malah kamu yang kelihatannya lebih kecewa daripada aku?" Bayu sangat heran melihat raut wajah Alex.


"Bagaimana tidak, Bos? Bukankah Nona Shu sangat baik untuk jadi seorang antagonis? Aku tetap tidak percaya Nona Shu bisa seperti ini."


Bayu menyunggingkan senyum sambil menepuk pundak Alex. "Di dunia ini jangan pernah melihat penampilan seseorang. Karena semua itu bisa menipu."


"Aku sangat menyukai Nona Shu, Bos. Dia wanita paling sempurna yang pernah aku temui."


"Hahaha.... Setelah tahu semua ini, apa kamu masih menganggapnya seperti itu?"


Alex menunduk dan menggeleng.


"Kamu hanya terlalu muda untuk memahami orang lain, Alex. Kamu butuh lebih banyak bergaul supaya lebih mengenal karakter orang. Kurangi aktivitas main game."


"Lalu, apa yang akan Bos lakukan dengan Nona Shu?"


"Aku bilang kan akan menggantungnya hidup-hidup."


"Aku juga belum tahu, Alex. Tapi sepertinya aku perlu menemuinya malam ini juga."


Bayu meneguk air mineral untuk menghilangkan rasa hausnya. Otaknya sudah berkelana memikirkan cara yang tepat dilakukan terhadap Shuwan. Wanita itu tetap harus mendapat hukuman darinya. Berani-beraninya seorang wanita berusaha menipu Bayu Bagaskara.


*****


Malam belum terlalu larut. Suasana kota masih ramai oleh hiruk pikuk manusia. Pada jam-jam seperti ini banyak yang memilih melepas penat setelah bekerja untuk sekedar berkumpul bersama teman-teman dengan minum bersama, makan bersama, maupun karaoke bersama.


Rembulan bersinar dengan sempurna. Bulat dan terang menerangi kota. Cahaya rembulan masuk melalui jendela kaca sebuah apartemen yang masih terbuka. Dalam sebuah kamar yang bernuansa hangat tampak dua insan yang sedang bercinta, menikmati setiap sentuhan dari pasangannya.


Bagi keduanya, tak ada yang lebih menarik dari aktivitas bercinta. Mereka adalah Shuwan dan Moreno. Beberapa minggu ini mereka jarang bertemu. Kesempatan langka bisa bersama mereka manfaatkan untuk saling memadu kasih melepas rindu.

__ADS_1


Sesekali terdengar suara ******* yang saling bersahutan dari keduanya. Keringat sudah membasahi tubuh, kulit yang bersentuhan membuat cairan tubuh mereka bercampur.


Moreno berada di atas Shuwan. Keduanya saling berciuman. Bukan sekedar ciuman biasa, tapi ciuman yang dalam. Bibir mereka saling berpagutan. Sesekali keduanya menyesap lidah masing-masing, sembari bertukar cairan saliva.


"Berbalik, Shu. Aku ingin melakukannya dari belakang." bisik Moreno sensual.


Shuwan mengikuti permintaan Moreno. Mereka lantas melakukan aktivitasnya dalam posisi yang sangat sensual itu. Moreno suka memandangi punggung Shuwan yang indah sambil menyatukan tubuh mereka.


"Pelan-pelan, Kak.... " ucap Shuwan ketika Moreno dirasa terlalu kasar memperlakukannya.


Moreno kembali memperlambat gerakannya.


"Ah!" teriak Shuwan.


"Kenapa lagi? Aku sudah pelan ini."


Moreno ikut menoleh ke arah pandangan mata Shuwan. Ternyata di depan pintu kamar sudah ada seseorang yang sedang memandangi mereka.


Shuwan sangat gugup melihat Bayu sudah berdiri di ambang pintu. Apalagi saat ini posisinya sangat memalukan. Ia tidak bisa bergerak karena Moreno tidak mau melepaskannya. Entah sudah berapa lama Bayu berdiri di sana sampai ia tidak menyadarinya. Otaknya serasa langsung mati tak bisa digunakan berpikir. Entah penjelasan apa yang nanti akan ia berikan kepada Bayu.


Ayahnya juga pasti akan marah besar jika sampai Bayu memutuskannya. Kalau ayahnya marah, berarti hubungan mereka tidak akan disetujui. Rasanya Shuwan ingin langsung menghilang dari muka bumi. Ia tidak akan punya muka untuk bertemu dengan Bayu. Dia juga mungkin akan kesulitan menjelaskan hubungannya dengan Bayu kepada Moreno.


"Dilanjutkan saja, aku bisa menunggu. Kasian pacarmu." ucap Bayu dengan santainya .


"Siapa dia, Shu?" tanya Moreno.


"Kak, lepaskan dulu." pinta Shuwan.


"Tanggung, Shu. Aku tidak bisa."


Bayu hanya bisa terkekeh melihat apa yang ada di hadapannya. "Baiklah, aku akan menunggu di ruang tamu sampai kalian selesai. Lanjutkan saja, Shu. Kasihan dia nanti sakit kepala."

__ADS_1


Bayu langsung menutup pintu kamar Shuwan. Ia duduk di sofa ruang tengah sembari menyalakan cerutu yang dibawanya. Rasanya ia ingin kembali tertawa. Ya, bukannya marah, ia ingin tertawa saat melihat pacarnya melakukan hal itu bersama selingkuhannya.


Ah! Entahlah. Mungkin yang di dalam kamar memang adalah pacar Shuwan dan justru dirinya sebagai selingkuhan. Shuwan benar-benar wanita yang hebat mempermainkan perasaan lelaki.


__ADS_2