ANTARA CEO DAN MAFIA 2

ANTARA CEO DAN MAFIA 2
Shuwan Kepergok Selingkuh


__ADS_3

Alex menyusuri trotoar jalan sembari menyedot minuman boba yang dibelinya. Ia baru saja pulang dari tempat gym dan berniat segera pulang ke apartemen Bayu yang letaknya tak terlalu jauh dari sana.


Ketika sampai di persimpangan jalan lampu merah untuk pejalan kaki menyala. Ia berdiri di tepi jalan menunggu lampu menyala hijau kembali agar ia bisa menyeberang.


Di seberang jalan, tanpa sengaja matanya melihat Shuwan sedang berjalan dengan seorang lelaki yang tentunya bukan Bos Bayu. Alex mencoba memicingkan matanya agar fokus dan lebih jelas melihat sosok lelaki itu. Sepertinya dia pernah melihatnya entah dimana. Mereka bergandengan tangan dengan mesra layaknya orang yang sedang pacaran.


Alex ingin segera memburunya namun lampu lalu lintas belum juga menyala hijau. Terpaksa ia harus sabar menunggu. Saat lampu tanda pejalan kaki bisa lewat menyala, ia segera berlari mengikuti arah perginya Shuwan.


Ternyata mereka masuk ke sebuah kafe. Alex memasang hoody di kepalanya agar Shuwan tak mengenalinya. Dia mengambil tempat duduk tepat di samping Shuwan. Keduanya tampak sedang berbincang-bincang riang.


Sebenarnya Alex sedang sangat kecewa sekarang. Ia sangat mengidolakan Shuwan. Baginya, Shuwan adalah wanita tipe idealnya. Meskipun usia mereka terpaut jauh, tapi Shuwan memiliki pesona yanhmg sangat Alex idam-idamkan. Setidaknya Alex lebih rela Shuwan bersama bosnya daripada bersama lelaki lain.


Padahal Alex sudah menepis tuduhan Wine Red kalau Shuwan tidak mungkin terlibat dengan kasus yang sangat merugikan bosnya. Shuwan di matanya tak mungkin melakukan hal selicik itu.


Kenyataannya, Shuwan bisa jalan berdua dengan lelaki lain di belakang bosnya. Artinya Shuwan sekarang sedang selingkuh. Citra Shuwan di hati Alex sudah hancur. Shuwan tidak lagi tampak sebagai seorang dewi yang cantik dan baik hati.


"Apa Raeka juga ikut sebagai perwakilan tim Kakak?"


"Tidak. Dia tidak pernah mau ikut."


"Padahal menurutku dia sangat berbakat, Kak. Kenapa tidak mau ikut turnamen?"


"Untuk apa juga kan Raeka ikut. Dia juga tidak memerlukan hadiahnya. Keluarganya juga sangat kaya. Sepertinya dia ikut klab memanah juga hanya sekedar untuk mengisi waktu."


Shuwan merasa heran pada wanita seperti Raeka. Dia cantik, memiliki bakat memanah. Seandainya ia mau menjadi seorang atlet, pasti dia akan menjadi atlet yang terkenal karena kecantikan dan bakatnya. Dia juga bisa mendapatkan tawaran sebagai artis. Aneh ada orang yang menyia-nyiakan kesempatan seperti itu. Dikagumi banyak otmrang itu sesuatu yang sangat menyenangkan. Apa mungkin Raeka tidak pernah tahu itu?


Shuwan sendiri merasa iri dengan Raeka. Jujur dia merasa tersaingi ketika berada dalam satu klab yang sama dengan orang secantik Raeka. Biasanya, dia selalu menjadi wanita tercantik dalam suatu kelompok. Orang-orang akan memberi pujian kalau dia seorang wanita yang cantik, sopan dan ramah. Shuwan memang suka dipuji. Itu membuatnya lebih percaya diri.


Ketika pertama masuk klab memanah milik Moreno, ia tak mengira akan bertemu lawan yang sepadan. Raeka sama cantik seperti dirinya. Bahkan dia sangat mahir memanah, jauh melebihi kemampuannya. Orang-orang juga tetap mengagumi Raeka meskipun sepertinya Raeka sama sekali tak pernah peduli sedikitpun dengan orang-orang yang mengaguminya.

__ADS_1


Raeka sangat cuek, tak pernah menanggapi orang lain. Berbeda dengan Shuwan yang selalu menyapa orang dan mau berbaur dengan siapapun. Sehingga orang-orang mudah menyukainya.


"Berapa orang tim Kakak yang ikut ke turnamen nanti?"


"Sepuluh orang. Enam orang dari klabku dan sisanya pilihan pemimpin."


"Apa kamu mau ikut juga? Aku bisa membelikan tiket tambahan untukmu. Kita juga bisa tinggal satu kamar hotel."


"Hah! Nanti kamu dimarahi. Bukannya fokus turnamen malah fokus di kamar bersamaku."


"Hahaha.... namanya penyemangat, Shu."


"Hah! Gara-gara kesibukan Kakak juga kan mempersiapkan diri untuk ikut turnamen panahan di Amerika Serikat jadi kita jarang bertemu." Shuwan terdengar berbicara dengan nada manja.


Alex mendengarkan percakapan itu secara saksama. Tak lupa ia menyalakan voice record pada ponselnya sebagai bukti kalau dia tidak hanya mengarang cerita.


"Tapi setidaknya luangkan waktu mengirim pesan atau meneleponku." Shuwan tampak semakin cemberut.


Moreno menyapu sisa coklat yang menempel di sudut bibir Shuwan dengan jarinya. Kemudian ia memakan sisa coklat itu.


"Oke, apa yang harus aku lakukan untuk menebus kesalahanku?"


"Mmm.... malam ini menginap di apartemenku, ya.... " Shuwan memandang Moreno dengan tatapan memohon.


Moreno hanya menyunggingkan senyum, "Nanti kamu bisa telat pergi ke kantor seperti minggu lalu."


"Tidak masalah, aku kan pemilik hotelnya. Tidak ada yang berani memarahiku."


"Baiklah, nanti malam jam sembilan aku akan datang ke apartemenmu."

__ADS_1


Shuwan kegirangan mendapat jawaban Moreno.


"Ayahmu bagaimana? Apa dia sekarang juga masih belum bisa menerimaku? Kenapa kamu selalu menghalangiku untuk bertemu dengannya?"


Shuwan terdiam sejenak. Ayahnya memang sejak dulu tidak menyetujui hubungannya dengan Moreno. Ayahnya ingin dia mendapatkan lelaki yang lebih kaya dari Moreno, seperti Bayu contohnya.


"Nanti kalau waktunya sudah tepat, aku akan mengajak Kakak bertemu dengan ayahku."


Waktu yang tepat adalah saat ayahnya sudah puas membalaskan dendam kepada Bayu. Shuwan sendiri tidak tahu dendam apa yang dimiliki ayahnya kepada Bayu sampai ayahnya ingin membunuh Bayu. Tapi, jika ayahnya sudah merasa puas akan balas dendamnya, Shuwan bisa menikah dengan Moreno. Itu yang ayahnya katakan.


"Kenapa kamu selalu mengatakan seperti itu? Waktu yang tepat itu kapan? Jadi sekarang memang ayahmu belum menyetujui hubungan kita, kan?"


"Apa Kakak tidak percaya padaku?"


"Bukan begitu, shu. Tapi katakan saja sejujurnya. Apa yang harus aku lakukan agar disukai oleh ayahmu?"


Tentu saja harus jadi sangat kaya raya. Ayahnya pasti akan langsung setuju. "Kakak tidak perlu melakukan apapun. Kakak hanya perlu sabar menunggu. Ayah pasti akan merestui hubungan kita."


"Baiklah, Shu. Aku hanya bisa bersabar menunggu kabar darimu. Kalau boleh jujur, sebenarnya aku ingin segera menikah denganmu. Kita memang sudah sering tidur bersama, tapi aku rasa itu tidak cukup kalau kita belum menikah."


"Maafkan aku, Kak."


"Jangan minta maaf padaku. Seharusnya aku yang minta maaf. Mungkin memang aku belum bisa setara dengan kriteria ayahmu."


Alex rasanya mau jantungan mendengarkan percakapan vulgar kedua orang dewasa itu. Di sini Alex menyadari kalau sepertinya Shuwan memang mencintai lelaki itu. Atlet panahan, berarti memang Alex pernah melihat lelaki itu di internet. Salah satu atlet panahan terbaik yang dimiliki Indonesia.


Alex mulai berpikir. Jika Shuwan mencintai lelaki itu, lalu apa tujuannya mendekati bosnya? Bayu bahkan sudah menggelontorkan banyak uang untuk membantu hotel Shuwan. Sepertinya bosnya sendiri tidak tahu kelakuan pacarnya di luar. Apa Shuwan hanya memanfaatkan Bayu saja?


Padahal niat bosnya ingin memanfaatkan Shuwan demi mendapatkan Holly Hotel. Tapi kalau begini caranya, posisi jadi terbalik. Justru Bayu yang balik dimanfaatkan oleh Shuwan.

__ADS_1


__ADS_2