ANTARA CEO DAN MAFIA 2

ANTARA CEO DAN MAFIA 2
Putri yang Kembali pada Singgasananya


__ADS_3

"Kamu cantik sekali, sayang."


Bayu memuji Prita yang sedang berhias di depan cermin.


"Terima kasih, suamiku.... "


"Nanti aku boleh ajak Livy?"


"Boleh. Tentu saja boleh."


"Kamu sudah siap berangkat sekarang?"


Prita mengangguk, "Aku ke kamar Livy dulu ya, ngecek dia sudah rapi apa belum."


"Kalau sudah selesai, langsung turun ya, aku tunggu di mobil."


Bayu mencium pipi istrinya sebelum turun ke bawah lebih dulu. Prita ikut ke luar kamar menghampiri Livy di kamarnya. Melihat Livy yang sudah berdandan rapi, dia mengajak anaknya turun menyusul suaminya.


Hari ini Bayu mengajak Prita ke Holly Hotel. Tentu saja Prita sangat senang. Ia akan mengunjungi hotel yang dulu dibangun oleh ayahnya. Dean dan Daniel tidak diajak karena mereka masih tinggal bersama Ayash.


Sesampainya di Holly Hotel, Bayu mempertemukan Prita dengan Jimmy Marshall dan salah seorang anak buahnya yang bernama Fazid. Katanya, Fazid salah satu mantan manajer klab Bayu yang sudah tutup.


Bayu mengajak mereka masuk ke dalam ruangan rapat. Prita bingung sendiri, ia membawa anak kecil dan harus ikut masuk ke ruang rapat yang dihadiri oleh orang-orang penting dari Holly Hotel. Awalnya Bayu hanya mengatakan ingin mengajaknya berkeliling hotel, ternyata dia juga diajak untuk ikut rapat. Prita takut Livy rewel dan mengganggu.


"Terima kasih atas kehadiran Anda semua pada meeting pagi ini." Bayu mulai memimpin jalannya rapat.


Bayu merupakan pemegang saham terbesar sekaligus menjabat sebagai direktur utama Holly Hotel. Ia sudah merencanakan rapat pada hari ini sejak beberapa hari yang lalu. Meskipun tidak ada kasus Prita di Minata Food karena ulah Shuwan, Bayu memang sudah berencana mengganti kedudukan Shuwan sebagai GM di sana. Oleh karena itu, dia membawa serta Jimmy dan Fazid.


"Sebelum kita membahas masalah utama di hotel ini, perkenankan saya untuk memperkenalkan seseorang."


Bayu memberi kode kepada Prita agar berdiri dari duduknya.


Prita bangkit dari kursinya, menganggukkan kepalanya sedikit seraya memasang senyum kepada peserta rapat pagi itu. Untunglah Livy bisa tenang, Prita sudah was-was sendiri. Apalagi dia tidak membawa serta pengasuh bersamanya.


"Dia istri saya, Namanya Prita Asmara."


"Mungkin Bapak dan Ibu tidak akan tahu siapa istri saya. Tapi, jika saya menyebutkan nama Tuan Rudi Hartanto, saya yakin Anda semua pasti tahu."


Suasana menjadi sedikit riuh ketika Bayu menyebutkan nama Rudi Hartanto, ayah Prita. Tentu saja mereka mengenal nama itu, karena Rudi Hartanto adalah pendiri Holly Hotel. Ceritanya yang rela menjual hotel demi mengganti kerugian akibat korupsi yang dilakukan oleh bawahannya itu tetap terkenang dalam ingatan mereka. Apalagi, Tuan Rudi juga menyantuni keluarga mantan anak buahnya yang harus dipenjara karena fitnah. Beliau terkenal sebagai orang yang baik.


"Prita Asmara merupakan anak tunggal dari Tuan Rudi Hartanto."


Semua menjadi semakin terkejut mendengar fakta itu. Putri pengusaha kaya yang seluruh hartanya direbut oleh pamannya sendiri, yang dikabarkan hidupnya susah dan sudah terbuang dari pergaulan kalangan atas itu, ternyata sudah kembali lagi, bahkan menduduki posisinya semula sebagai istri dari pemilik Holly Hotel yang baru. Ibaratnya, Prita sang putri terbuang itu telah kembali ke kerajaannya.

__ADS_1


"Senang bertemu dengan Anda, Nona Prita. Saya Barry Mulyana, dulu teman dekat dari ayah Anda."


Prita tersenyum ke arah Pak Barry, orang yang mungkin dulunya dekat dengan ayahnya. Ia senang orang-orang ternyata masih ada yang mengingat ayahnya meskipun sudah belasan tahun berlalu.


"Saya harap kita bisa tetap menjaga hubungan kekeluargaan yang baik di Holly Hotel."


Bayu mendekat ke arah Prita dan membisikkan sesuatu padanya, "Sayang, kamu dan Livy keluar dulu, ya. Tunggu aku di ruang kerja. Setelah rapat selesai, aku akan menemuimu."


Prita mengangguk mengerti. Ia kembali tersenyum kepada orang-orang yang ada di sana, lalu berjalan meninggalkan ruang rapat.


"Baik, sepertinya rapat sudah bisa kita mulai."


"Sebelumnya saya pernah menyampaikan ingin menggantikan posisi Shuwan Mei. Tapi, mayoritas dari Anda semua menolak, katanya untuk tetap menghormati Tuan Zetian yang pernah ikut memajukan hotel ini."


"Lalu, Tuan Zetian menjadi buronan polisi karena terlibat kasus penculikan. Sampai sekarang Beliau juga masih bersembunyi dan tidak pernah tampak."


"Kalau Anda semua mengikuti beritanya, anak yang diculik Tuan Zetian adalah Dean Hartadi, anak tiri saya."


Mereka yang paham sedikit berisik membahas jika istri Bayu merupakan mantan istri pengusaha Ayash Hartadi.


"Saya bahkan sempat kritis karena ditembak oleh Beliau."


"Kemudian, putrinya, Nona Shuwan Mei, sudah saya beri kesempatan untuk berkarir dengan baik di hotel ini tanpa melibatkan rasa dendam saya terhadap ayahnya, nyatanya dia kembali memperburuk citra hotel dengan skandalnya."


"Tidak perlu saya jelaskan secara mendetai, saya yakin Anda semua sudah melihat beritanya di TV maupun internet."


Semua diam, tidak ada yang memberikan pendapatnya.


"Saya juga sudah menginginkan dia diganti sejak awal. Dia terlalu sombong dan tidak bisa menjaga wibawanya. Sungguh, tidak ada yang bisa diunggulkan darinya selain kecantikan wajahnya." kata Tuan Ghani yang memang tidak menyukai Shuwan sejak awal.


"Bagaimana pendapat Tuan Barry sendiri atau yang lainnya?"


"Kalau saya sendiri terserah pada keputusan Pak Bayu."


"Baiklah, karena tidak ada yang ingin menyampaikan pendapatnya, saya ingin menggunakan hak prerogatif sebagai pemegang saham mayoritas untuk mengganti jabatan General Manager yang sebelumnya dipegang oleh Shuwan Mey akan dialihkan kepada Fazid."


Fazid bangkit dari tempat duduknya kemudian memberi salam dengan menundukkan sedikit kepalanya.


"Kalau boleh tahu, kenapa Anda memilih Pak Fazid untuk menggantikan Nona Shuwan Mey?"


"Dia sudah sangat berpengalaman, selama lima tahun mengelola King Crown, klab malam milik saya. Anda tidak perlu meragukan kemampuannya."


"Lalu, saya akan memperkenalkan satu orang lagi yang pasti sudah tidak terlalu asing, Jimmy Marshall."

__ADS_1


Giliran Jimmy yang bangun dari tempat duduknya.


"Dia adalah putra pemilik Hotel Cassanova yang juga merupakan teman baik dan orang kepercayaan saya. Saya akan menjadikannya sebagai Presiden Direktur menggantikan saya."


Jimmy mematung seketika Ketika Bayu ingin menjadikannya sebagai Presdir? Apa dia sudah gila melawak di dalam rapat seformal itu? Semalam Bayu bilang akan menjadikannya sebagai GM, itu saja sudah jabatan tinggi, tapi ini.... Dia memberikan jabatannya sebagai Presdir?


"Pengalamannya sudah sangat banyak di dunia bisnis, apalagi selama ini dia fokus mengurusi bidang yang sama, yaitu perhotelan. Saya yakin Pak Jimmy akan bisa membawa hotel ini menjadi lebih baik seperti Hotel Cassanova."


Tidak ada satupun yang memprotes keputusan Bayu. Mereka sudah tahu seperti apa kemajuan yang dialami oleh Hotel Cassanova yang masih bertahan menjadi salah satu hotel terbaik. Jimmy Marshall juga merupakan pengusaha muda yang cukup cakap dalam mengurusi hotel.


"Salam kenal, semua. Saya Jimmy Marshall. Senang bisa bergabung dengan Holly Hotel. Semoga kedatangan saya bisa diterima dengan baik."


Meskipun masih akget, Jimmy tetap berusaha bersikap sopan.


"Jika tidak ada yang ingin ditanyakan atau diusulkan, saya rasa rapat bisa diakhiri sekarang. Terima kasih atas waktunya."


Rapat selesai. Satu persatu peserta rapat mulai meninggalkan ruangan setelah menyalami Jimmy Marshall untuk mengucapkan selamat atas jabatan barunya.


Ruangan menjadi sepi, tersisa Bayu, Fazid, dan Jimmy.


"Apa mimpimu semalam indah, Pak Jimmy?" goda Bayu.


"Kamu sedang mengerjaiku atau bagaimana, Bay? Gila, ya! Tadi itu rapat, loh! Kamu menyebut namaku untuk menggantikanmu sebagai Presdir?"


"Apa yang aku katakan serius, Jim. Aku memang butuh bantuanmu untuk mengelola hotel ini."


"Katamu aku hanya akan jadi GM?"


"Aku berikan jabatan yang lebih dari itu karena kamu temanku. Bukankah aku orang baik?"


"Kamu membuatku tremor sekarang."


"Hahaha.... Kenapa kaget? Jabatan ini tidak akan bisa kamu peroleh dari ayahmu, makanya aku yang memberikannya."


"Tolong kelola hotel ini dengan lebih baik seperti kamu mengelola hotelmu sendiri."


"Tapi kenapa? Bukankah menjadi Presdir itu juga salah satu keinginanmu?"


"Keinginanku memiliki hotel ini. Dan itu sudah tercapai."


"Aku tidak terlalu bisa mengelola hotel, makanya aku serahkan pada ahlinya."


"Fazid, kamu juga tolong bekerja dengan baik ya di sini. Bantu Pak Jimmy."

__ADS_1


"Baik, Bos."


Fazid sangat bangga dengan bosnya. Dia sangatnmemperhatikan nasib dan kesejahteraan anak buahnya. Sudah lama Fazid tidak bekerja setelah King Crown tutup. Paling dia hanya bantu-bantu di dua klab yang masih aktif. Hari ini, ia kembali mendapatkan pekerjaan dan jabatan yang sesuai dengan kemampuannya. Dia sangat senang.


__ADS_2