
"Ta.... Kamu ngajarin apa ke Raeka?"
"Hah? Ngajarin apa?
"Jangan pura-pura nggak tau deh, mentang-mentang sekarang udah berteman. Kamu pasti ngajarin dia yang aneh-aneh, kan?"
Prita berhenti menggigit apel. Otaknya nge-blank sebentar. Setelah itu, ia tertawa terbahak-bahak di depan Irgi.
"Tuh kan, gilanya kumat.... Pasti kamu ini biang keroknya." Irgi memberikan lirikan tajam kepada wanita di sebelahnya.
Prita berusaha menutup mulutnya sendiri agar tawanya terhenti. Otaknya sudah nyambung apa yang akan dibahas oleh Irgi. Pasti tentang Raeka. Waktu itu memang ia sempat memberi ide iseng pada Raeka dengan maksud bercanda. Dia tidak percaya kalau Raeka benar-benar akan melakukannya. Itu suatu hal yang mustahil. Raeka bukan tipe wanita yang seperti itu. Prita jadi penasaran seperti apa Raeka jika melakukan hal vulgar seperti itu.
"Ehem! Memangnya Raeka kenapa?" Prita mencoba bersikap tenang kembali.
"Kira-kira dia ngapain setelah kalian cerita macam-macam? Dia jadi aneh, tau!"
"Tapi aku suka, sih.... "
"Aku hanya bilang, kalau sesekali coba bersikap sedikit nakal pada pasangan supaya makin sayang. Jaman sekarang kan banyak pelakor."
"Pakai baju maid juga ide darimu?"
Mata Prita melirik ke kanan dan ke kiri, "Aku nggak spesifik menyebutkan pakai apa. Mungkin dia sukanya style seperti itu."
"Cantik nggak dia?"
Irgi tersenyum bangga, "Ya jelaslah. Cantik banget."
Ia jadi ingat setelah membereskan dokumen bersama Ayash ia buru-buru kembali pulang ke apartemen. Tak peduli pekerjaannya masih banyak, ia tidak bisa berhenti membayangkan seperti apa Raeka dengan baju cosplay-nya. Saat pulang, ternyata Raeka sudah mengganti baju. Wanita itu ngambek karena ditinggal Irgi dan sekaligus malu karena Ayash sempat melihatnya. Saat itu Irgi minta maaf dan memelas kepada Raeka untuk kembali mengenakan pakaian yang sempat digunakannya. Pada akhirnya Raeka tetap tidak mau menuruti kemaian Irgi.
Hari berikutnya, Irgi ngambek. Sikapnya dingin kepada Raeka. Ia ingin sekali melihat sisi imut istrinya tapi ia tidak mau. Ia sengaja menghabiskan waktu berlama-lama di kantor sebagai bentuk rasa kesalnya.
Saat pulang, ia lihat di atas ranjangnya Raeka sudah duduk manis memakai baju maid dengan muka memerah.
"Selamat datang , Master." Raeka malu-malu mengucapkan hal itu.
Siapa yang tidak meleleh melihat bidadarinya tampil dengan dandanan seperti imajinasinya. Irgi langsung salah tingkah, tidak tahu ingin berkata apa selain tersenyum-senyum gembira.
Tanpa basa-basi, dia langsung melompat ke arah ranjang seperti harimau yang hendak menerkam mangsanya. Raeka sampai kaget Irgi sudah berada di atasnya.
"Kamu cantik banget, tau!" puji Irgi.
"Mandi dulu. Kamu baru pulang kerja."
"Aku tidak akan kuat kalau harus menjeda waktu kita dengan acara mandi."
Irgi meraup bibir mungil Raeka kemudian ********** secara perlahan, menyesap bibir atas dan bibir bawahnya bergantian. Bahkan, ia menekan tengkuk Raeka dan semakin memperdalam ciuman. Raeka sudah tidak bisa mengelak lagi selain ikut membalas ciuman yang diberikan.
__ADS_1
Setelah berhasil membuat nafas Prita terengah-engah, ia baru melepaskan ciumannya.
"Kita mandi bersama, ya." bisik Irgi.
Tubuh Raeka diangkat begitu ringannya dari atas ranjang lalu diletakkan diatas pundak. Raeka sampai membelalak dengan kelakuan Irgi. Ia takut terjatuh.
"Aku sudah mandi, turunkan aku!"
Irgi tak menggubris ocehan Raeka. Dia terus membawanya berjalan menuju kamar mandi.
Byur!
Raeka di turunkan di dalam bath tube. Tentu saja semua pakaian yang ia kenakan jadi basah kuyup.
"Ihh.... ! Aku kan baru mandi!"
Melihat wajah Kesal Raeka semakin membuat Irgi bersemangat. Ia melepaskan pakaiannya sendiri hingga tubuhnya tak tertutupi sehelai benangpun. Membuat Raeka semakin ternganga melihatnya.
Tanpa dikomando, Irgi menyusulnya masuk ke dalam bath tube. Menikmati kesegaran air dingin sekaligus pemandangan indah yang ada di depannya. Raeka tampak semakin seksi dengan baju maid yang basah membuat lekuk tubuhnya tercetak jelas. Kain yang menutupi bagian dada sedikit melorot hingga memperlihatkan sebagian bongkahan indah itu.
Untunglah saat ini yang ada di hadapannya adalah istrinya sendiri. Ada fantasi liar yang terbersit di otak mesum Irgi. Ia ingin bercinta di dalam kamar mandi bersama maid kesayangannya.
Plak!
"Aduh!"
"Apanya yang hilang? Pikiran mesum kan? Senyum-senyum sendiri kayak orang gila."
"Yang penting kan sama istri sendiri, Ta."
"Aku tidak menyangka Raeka bisa melakukan hal yang seperti itu." Prita menggeleng-gelengkan kepala.
"Aku juga. Tapi aku suka."
"Ah, masalah minta lolipop pagi-pagi juga pasti kamu yang mengajari, kan?"
Prita menutup mulutnya sendiri. Irgi jadi tahu pasti Raeka juga mempraktikkannya. Padahal itu hanya bercanda. Kenapa Raeka polos begitu?
"Dia benar-benar bilang begitu pagi-pagi?"
"Ya.... aku kira dia sedang kesurupan."
"Lalu?"
"Ya aku lepas celana lah!"
"Tapi dia kaget dan langsung lari ke kamar mandi."
__ADS_1
"Hahaha.... " Prita tertawa terpinggal-pingkal. Mulutnya sampai terasa kaku dan perutnya sakit membayangkan seperti apa ekspresi Raeka setelah mempraktikkan hal itu.
"Oh, Ya Tuhan.... Aku tidak bisa berhenti tertawa. Hahaha.... Aku harus siap-siap kalau nanti Raeka akan memarahiku."
"Pasti itu. Dia pasti akan marah padamu. Sukurin nanti kalian musuhan lagi."
"Uhhh.... Senang ya kalau aku ribut terus dengan Raeka?"
"Setidaknya dia tidak ribut denganku."
"Tapi kamu suka, kan? Hahaha.... "
"Iyalah."
"Kalau begitu berterima kasihlah padaku."
"Untuk apa?"
"Karena sudah memberi saran kepada Raeka agar rumah tangga harmonis."
"Hebat ya, orang yang rumah tangganya sendiri hancur masih bisa memberi saran."
"Hais! Kata-katamu pedas!"
Celetukan Irgi memang pedas tapi tidak membuat Prita tersinggung sama sekali. Mood-nya kali ini sedang bagus. Ia tidak berhenti tertawa mendengar setiap cerita dari mulut temannya itu.
"Harusnya Raeka sudah bisa membaca, ucapanmu itu ngawur. Dia malah mengikuti saja. Ck."
"Paling dia kira kamu wanita sepolos itu. Padahal Prita itu seliar ini."
"Ah, iya. Kamu tahu nggak dimana Bayu tinggal?" tanya Prita.
Ia baru kepikiran untuk bertanya. Beberapa hari ini orang itu sudah tidak pernah datang ke rumah sakit. Prita tak memiliki nomor kontak Bayu, alamat dan tempat kerjanya juga tidak tahu. Dia tidak tahu apa-apa tentang Bayu.
"Kenapa tiba-tiba membahas orang itu? Memangnya kenapa aku harus tahu alamat rumahnya? Aku kan bukan temannya." nada Irgi terdengar ketus.
"Kalau perusahaan atau tempat kerjanya?"
"Aku juga tidak tahu, Prita. Yang aku tahu dia mengelola klab malam. Tau kan tempat seperti apa itu? Namanya Skylight Bar. Kamu mau dugem?"
"Nggak.... Aku mau tau saja."
"Orang seperti Bayu sudah jelas lah, hidupnya itu gelap seperti mati lampu. Mending kamu tidak usah berurusan dengan dia, nanti hidupmu jadi ikutan kelam."
"Ya, aku sudah tahu."
Akibat ucapan Ayash waktu itu Prita mau tidak mau jadi kepikiran tentang Bayu. Dia sakit hati dengan ucapan Ayash yang menyuruhnya untuk berpikir menikah dengan Bayu. Apa Ayash sudah gila? Kalau memang itu maunya, mungkin ia akan mengabulkannya. Dia akan meminta Bayu untuk menikahinya.
__ADS_1