ANTARA CEO DAN MAFIA 2

ANTARA CEO DAN MAFIA 2
Kepulangan yang Tertunda


__ADS_3

Bantu like ya 😘


 


Bayu dan anak buahnya memberi serangan bertubi-tubi, tidak memberi kesempatan bagi lawan mereka untuk mengganggu perjalanan rombongan truk. Sepertinya kelincahan mereka menggunakan senjata masih kalah dengan Tiger King.


Ben berhasil membawa truk-truk itu menjauh dari area adu tembakan. Bayu sedikit lega, bebannya kini tinggal melarikan diri meninggalkan daerah itu bersama anak buahnya yang lain.


Namun, keinginannya harus terhenti sementara. Gerombolan pemberontak itu masih memberikan tembakan ke arah mereka dari balik semak-semak.


Terpaksa Bayu masih mengajak anak buahnya bertahan untuk menghabisi mereka.


Saat sedang fokus menembaki musuh, dari arah belakang seseorang membekapnya lalu mengajaknya berguling ke semak-semak. Senjata yang tadi Bayu pegang lepas.


Orang itu melayangkan pukulan ke arah Bayu. Bayu yang tidak terima juga membalasnya, sehingga terjadi perkelahian di antara keduanya. Mereka saling pukul dan saling menggilingkan satu sama lain di area rerumputan bersemak.


Di sisi lain, suara tembakan masih membahana. Belum ada pihak yang mundur, kedua pihak bersemangat saling menghabisi.


"Orang mana kalian? Berani-beraninya menjarah hasil hutan kami!" tanya orang itu dengan nada marah sembari terus melayangkan serangan kepada Bayu.


"Kamu tanya orang mana? Tentu saja orang dari negeri ini! Bahasa yang kita pakai juga sama, goblok!" jawab Bayu dengan nada kasar.


"Pasti dari negara penjajah, ya. Hahaha.... Dasar negara miskin! Bisanya menjarah hasil hutan wilayah kami!"


"Masih pakai bahasa yang sama, seragam militer yang sama, tinggal di tanah yang sama, memakai fasilitas negara yang sama, lalu mengaku-ngaku sebagai negara tersendiri? Hahaha.... Lucu sekali."


"Bang*sat!"


Keduanya masih saling adu tinju. Pasukan pemberontak itu sepertinya juga orang terlatih, mampu mengimbangi kemampuan bela diri yang Bayu gunakan. Baik gerakan tendangan, tinjuan, masih bisa ditangkis olehnya.


"Lebih baik kalian kembali ke jalan yang benar. Bersatu itu indah."


"Hahaha.... Maksudmu kembali menjadi budak kalian? Kekayaan alam kami kalian ambil demi kesejahteraan kalian, sementara tanah kami tidak menikmati pembangunan."


"Kamu terlalu kepedean menganggap daerahmu yang paling kaya. Kasihan, sesekali mainlah ke daerah lain. Jangan hanya salahkan pemerintah jika daerah kalian tertinggal. Pemikiran orang-orangnya saja sudah seperti kalian!"


"Banyak omong!"


Orang itu kembali mengarahkan tinjunya hingga mengenai pelipis Bayu.

__ADS_1


Jleb!


Di saat yang bersamaan, seseorang menusuk Bayu dari belakang dengan sebilah pisau tepat mengenai pinggangnya sebelah kanan. Seketika ketahanan tubuhnya menurun terkena luka itu. Lawannya bisa leluasa memukulinya. Meskipun ia mencoba menghindar, dengan tubuh yang terluka ia tetap kalah.


Duag!


Bayu ditendang keras ke arah jurang yang curam. Tubuhnya terhempas ke bawah dengan sangat cepat. Rasanya ia seperti sedang terbang, tubuhnya begitu ringan melayang-layang menuruni bukit lalu berguling-guling melewati benatuan kecil, semak-semak, pepohonan.... sampai tubuhnya terhempas ke tanah begitu keras. Bayu sudah tak sadarkan diri lagi.


"Selamat tinggal, orang dari Pulau J."


Orang itu sepertinya merasa sangat puas sudah melenyapkan salah seorang dari mereka. Ia hendak menghabisi anggota yang. Meskipun truk-truk itu sudah berhasil pergi, setidaknya mereka bisa menghabisi sebagian orang yang terlalu berani menginjakkan kaki di wilayah mereka lalu menjarah kekayaan alam mereka.


Mengetahui pemimpin mereka yang sudah dihabisi oleh mereka, beberapa anak buah Bayu yang masih selamat buru-buru kabur menyelamatkan diri menaiki mobil. Pasukan pemberontak masih berusaha mengejar dan menembaki mereka. Namun, akhirnya mereka bisa selamat dari kejaran orang-orang itu.


"Kita gagal menghabisi mereka." ucap salah seorang dari kumpulan pemberontak.


"Tidak apa-apa, setidaknya kita mendapatkan satu mobil mereka yang bisa kita gunakan untuk mobilitas." orang itu melirik pada mobil jeep yang ditinggalkan.


"Kumpulkan mayat-mayat ini, baik anggota kita maupun orang-orang mereka ."


"Baik."


Ben menanti dengan cemas kedatangan Bayu beserta anak buahnya di dermaga. Truk pengangkut ganja sudah masuk dengan aman ke dalam kapal. Sudah satu jam lebih sejak kedatangannya namun mereka belum juga sampai sampai. Ben berusaha optimis, bosnya pasti bisa mengatasi semuanya.


Beberapa saat kemudian, satu mobil jeep dari rombongannya telah tiba di sana. Satu mobil jeep? Ben mulai khawatir. Ia berlari mendekat ke arah mobil yang baru datang itu. Hanya berisi tujuh orang anak buahnya. Masih kurang Bayu dan empat orang anak buahnya.


"Dimana yang lain?" tanya Ben.


Ketujuh anak buahnya hanya bisa menunduk tanpa berani menjawab pertanyaan dari Ben. Ia makin khawatir.


"Mana Bos Bayu!?"


"Kenapa kalian malah pulang sendiri!?" Ben bersuara dengan nada tinggi. Ia marah kepada anak buahnya.


"Maafkan kami, Bos." salah seorang di antara mereka memberanikan diri untuk berbicara.


"Apa maksudmu?"


"Bos Bayu.... Ditusuk orang dan ditendang ke dasar jurang."

__ADS_1


"Kami.... terpaksa mundur karen jumlah mereka semakin bertambah sementara persenjataan kamu terbatas."


Ben sangat kaget mendengar hal itu. Tangannya mengepal sambil gemetar.


"Kalian bodoh!"


Ben melayangka tinjuan ke arah anak buahny yang tidak berguna. Ia juga memberikan tendangan, pukulan, dan bantinga kepada anak buahnya secara bergiliran untuk menyalurkan kekesalannya. Bagaimana bisa anak buahnya begiti pengecut, meninggalkan bosnya sendirian di sana.


"Hah!" Ben mengacak rambutnya kasar.


Tugas Ben belum selesai. Ia masih harus mengawal barang sampai benar-benar ke tangan orang yang menyuruh mereka tanpa cacat. Sementara, ia juga ingin kembali mengecek kondisk bosnya. Bagaimana kalau Bayu benar-benar mati? Ia akan sangat merasa bersalah telah mematuhi perintahnya. Seharusnya ia tadi tetap membangkang dan terus menemani Bayu.


Ben mencengkeram kerah baju anak buahnya yang tadi bercerita, "Jelaskan detil kejadiannya! Kenapa Bos bisa masuk jurang katamu?"


"Bos Bayu berkelahi dengan salah seorang di antaranya. Saya lihat mereka saling memukul di tepi jurang. Lalu datang seorang musuh dari belakang, menusuknya dan menendang Bos Bayu sampai jatuh ke dalam jurang."


"Dan kalian diam saja melihat semua itu?" tanya Ben geram.


"Kami juga kewalahan menghadapi yang lain, jumlah mereka memang banyak. Empat orang teman kita juga tewas terkena tembakan."


"Apa Anda menginginkan kami untuk tetap disana sementara keadaan tidak memungkinkan? Lalu untuk apa kami mati? Bukankah tugas ini belum selesai?"


Ben tidak terima jika bosnya menjadi korban. Dia harus memastikan sendiri kondisi bosnya.


"Aku akan kembali ke sana mencari Bos Bayu."


Ben berjalan ke arah jeep. Ia hendak menaikinya untuk mencari Bayu. Seorang anak buahnya menahan tangannya.


"Tolong jangan gegabah. Tuan Samuel akan marah jika barang ini tidak sampai dengan baik ke Kota J."


"Kumohon tetap lanjutkan perjalanan biar kami yang nanti akan mencari Bos Bayu saat hari sudah mulai terang. Biasanya kelompok separatis itu akan berpindah tempat lagi setelah beraksi."


"Bagaimana aku bisa mempercayai kalian?"


"Kami janji tidak akan pulang sebelum bos ditemukan."


"Aku pegang kata-kata kalian. Pastikan bos dalam kondisi selamat."


"Baik."

__ADS_1


__ADS_2