ANTARA CEO DAN MAFIA 2

ANTARA CEO DAN MAFIA 2
Mencari Istri yang Nakal


__ADS_3

"Bruk!"


Terdengar suara gaduh dari arah pintu. Tiba-tiba pintu terbuka dan dua orang jatuh tersungkur di sana, seorang laki-laki dan seorang wanita.


Pembicaraan Bayu dan rekan bisnisnya terpaksa terhenti karena ulah mereka. Apa pekerjaan pelayan sampai lupa menutup pintu dengan benar hingga ada orang masuk dan mengganggu mereka.


"Siapa mereka?" Tanya Tuan Saddam, orang yang meminta bantuan Bayu untuk menyelundupkan ganja dari Kota A di Pulau S ke Kota J.


Kebetulan Tuan Saddam sedang ada urusan di Kota S, sehingga ia menyempatkan diri bertemu dengan Bayu, anak Samuel Bagaskara.


Suasana jadi riuh karena dua orang yang mungkin sepasang kekasih itu membuat kacau. Kenapa mereka bisa bermesraan di tempat yang tidak semestinya? Apa mereka salah kamar?


Posisi jatuh keduanya sungguh tidak sopan. Sang lelaki ada di bawah, sementara Si wanita menindihnya di bagian atas. Dari posturnya, wanita itu terlihat seksi dan menarik. Apalagi dibalut oleh dress hitam sederhana yang memperlihatkan banyak bagian tubuhnya. Ketika wanita itu mulai bangkit, pakaiannya yang memiliki model shabrina itu sedikit mengendur sehingga menampakkan dua gundukan bagian dadanya yang sangat menarik.


'****!' Bayu mengumpat dalam hati karena tiba-tiba merasa tertarik dengan wanita yang belum ia ketahui siapa. Sepertinya tubuh indah itu sudah familiar untuknya.


Matanya seketika melotot, tubuhnya menegang ketika wanita itu mengangkat wajahnya. Itu jelas Prita, istrinya sendiri!


Bayu langsung bangkit dari tempat duduknya. Prita juga sempat bertatapan dengannya, jelas dia pasti juga tahu kalau Bayu sudah mengetahui keberadaannya. Belum sempat ia kejar, Prita sudah keburu berlari dengan lelaki yang bersamanya tadi.


"Anda kenapa, Pak Bayu?"


"Maaf, Tuan Saddam. Sepertinya pembahasan ini tidak bisa kita lanjutkan. Saya ada urusan penting."


"Ben, tolong temani Tuan Saddam."


"Alex, Fredi, ikut denganku. Kalian juga!"


Bayu kelihatan sangat buru-buru. Ia bergegas mengejar istrinya yang justru kabur saat melihatnya. Ia heran, untuk apa istrinya malam-malam datang ke klab? Seharusnya dia tinggal di rumah menemani Livy dan Dean.


Bayu berusaha lari sekencang-kencangnya. Tidak peduli beberapa kali ia menabrak orang yang berpapasan dengannya. Saat sampai di depan pintu masuk, Prita sudah memasuki mobil milik lelaki itu. Anak buah Bayu menyusul di belakang.


"Fredi, bawa aku untuk mengejar mereka."


"Baik, Tuan."


"Alex, kamu kejar istriku bersama mereka. Kita ambil arah berlawanan. Lacak siapa pemilik mobil yang baru saja membawa istriku. Kalau bisa, cari tahu juga dimana posisinya. Segera beri aku laporan kalau sudah menemukannya."


"Baik, Bos."


Bayu memasuki mobil Lexus hitam pada bagian kursi penumpang, sementara Fredi duduk di bagian kemudi. Sementara, Alex dan ketiga anak buahnya yang lain menaiki mobil lainnya. Tujuan mereka sama, mengejar mobil yang membawa Prita namun dengan rute yang berbeda.


Mobil yang mereka cari sudah tak terlihat. Fredi mengemudikan mobilnya hanya dengan instingnya saja sembari mengingat-ingat jenis mobil itu. Ia menjalankan mobilnya menyusuri kota yang dipenuhi banyak kendaraan.


Bayu memegangi kepalanya. Istrinya itu tingkahnya akhir-akhir ini ada-ada saja. Segala urusannya jadi terhambat karena ulah Prita. Kali ini apa lagi alasannya sampai datang ke klab bahkan bersama lelaki lain? Belum lagi pakaian yang dikenakan terlihat sangat seksi, membuatnya sangat marah. Tidak boleh ada yang menikmati keindahan tubuhnya kecuali dia.


Drrt.... Drrt....


Ponsel milik Bayu berbunyi. Alex menghubunginya. Bayu menghubungkan ponselnya pada alat pengeras suara agar Fredi yang ada di depan ikut mendengar percakapan mereka.

__ADS_1


"Sudah dapat infonya, Alex?"


Anak buahnya yang cerdas itu pasti sudah mengakses rekaman CCTV di sekitar klab.


"Mobil Porsche Silver nomor polisi xxxxx milik Rafael Wijaya, Bos. General Manager dari Greenland Paradise."


"Maksudmu, salah satu anak dari Tuan Rudi Wijaya?"


"Benar."


Bayu mengernyitkan dahinya, bagaimana bisa Prita bersama Rafael? Apa mereka sudah saling kenal sebelumnya? Atau kenal karena dia berteman baik dengan Raeka? Untuk apa dia bertemu dengannya di klab bahkan tanpa seizinnya?


"Kemana kira-kira mereka pergi?"


"Ke arah kota, Bos. Sepertinya menuju pusat kota."


"Oke, terus lacak keberadaan mobil itu jangan sampai kehilangan jejak. Aku dan Fredi juga akan mengarahkan mobil menuju pusat kota."


"Baik, Bos."


Bayu mematikan sambungan teleponnya.


"Kamu mendengarnya, Fredi?"


"Iya, Tuan."


Tapi, mobil jenis Porsche seharusnya masih termasuk jarang dan sangat mencolok dari mobil-mobil lainnya.


"Kenapa Istri Anda bisa ada di sana, Tuan?" Fredi memberanikan diri bertanya untuk mengusir kesunyian.


"Aku juga tidak tahu."


"Apa Nona Prita tidak meminta izin Anda?"


"Ya. Aku kira dia sedang tidur bersama anak-anak. Aku juga sudah berpesan agar dia tidur sebelum aku pergi ke klab."


"Apa mungkin Nona Prita berniat memata-matai Anda?"


"Untuk apa dia memata-mataiku?"


"Saya hanya menebak saja."


"Mungkin Nona Prita takut Anda selingkuh dengan wanita lain."


"Setiap hari aku sudah mengatakan padanya kalau aku hanya mencintainya. Apa dia masih tidak percaya?"


"Dia bisa bertanya padamu untuk memastikan tingkahku di luar, apa aku pernah secinta itu kepada istriku?"


"Tidak pernah, Tuan."

__ADS_1


"Tapi, wanita memang memiliki jiwa ingin tahu yang tinggi. Mungkin Nona Prita ingin melihat sendiri apa yang Anda lakukan di luar."


"Kalau pesonanya tidak mengkhawatirkan, aku bisa membawanya kemana-mana, termasuk menghadiri pertemuan-pertemuan bisnis."


"Masalahnya, dia masih saja menarik. Siapa lelaki yang tidak tertarik kalau melihatnya?"


"Meskipun banyak wanita cantik di dunia ini, tapi yang daya tariknya kuat seperti dia itu jarang ada."


"Aku sudah susah payah untuk bisa mendapatkan hati istriku, Fred. Butuh waktu sekitar 6 tahun dan aku tidak mau dia diambil oleh lelaki lain."


Fredi tetap fokus pada kemudinya. Sembari menyetir, ia mendengarkan curhatan dari bosnya. Jarang-jarang mereka berbicara hal-hal yang di luar konteks pelajaran.


"Kalau begitu, sepertinya Anda akan ada dalam masalah."


"Hah, kenapa memangnya?" Bayu kaget mendengar pendapat Fredi.


"Istriku yang bersalah, tapi aku yang dapat masalah?"


"Pasti Nona Prita sempat melihat wanita yang tadi duduk menemani Anda."


"Maksudmu wanita-wanita yang dipesan oleh Tuan Saddam?"


"Iya, Tuan."


"Lalu kenapa kalau dia melihatnya? Mereka tidak ada yang mengalahkan kecantikan dan kharisma istriku."


Fredi menelan ludahnya sendiri. Sepertinya bosnya itu bukan seorang yang cukup peka.


"Pada umumnya, saat wanita melihat suaminya bersama dengan wanita lain, dia pasti akan cemburu, Tuan."


"Apalagi wanita-wanita yang menemani Anda berpakaian sangat seksi. Kira-kira apa yang bisa dipikirkan oleh istri Anda saat melihat hal itu?"


Bayu jadi memikirkan kata-kata Fredi. Memang benar di pertemuan itu ada beberapa wanita setengah telan*jang yang dibawa Tuan Saddam. Tapi, keberadaan mereka sama sekali tidak Bayu anggap. Melirikpun tidak.


"Kalau istriku cemburu, seharusnya dia akan mendobrak pintu, masuk ke ruanganku, lalu menjambak atau menampar wanita-wanita ja*lang itu."


"Tapi, kenapa istriku malah lari, Fred?"


"Apa artinya dia tidak cemburu?"


Bayu berpikir keras. Mungkin istrinya tipe wanita yang berbeda.


"Ah! Mungkin dia sangat merasa bersalah karena ketahuan ada di klab olehku, makanya dia lari."


"Mungkin Nona Prita justru sangat jengkel kepada Anda, makanya memutuskan lari."


"Saya juga punya firasat buruk, jika Nona Prita sekesal itu, bisa jadi dia akan melarikan diri dari rumah."


Kata-kata Fredi terdengar sangat mengerikan untuk didengar. Tapi, sukses membuat Bayu bertambah khawatir. Ia takut Prita akan pergi meninggalkannya hanya gara-gara wanita sialan yang dibawa Tuan Saddam.

__ADS_1


__ADS_2