ANTARA CEO DAN MAFIA 2

ANTARA CEO DAN MAFIA 2
Malam Pertama yang Gagal


__ADS_3

Jangan pelit vote dong 😁


Ada yang ketar-ketir ya 😁


--------------‐--------‐--------------------------‐---------------------------


Ayash dan Prita masih bersitegang di depan pintu kamar mandi. Ayash kukuh ingin membuka pintu sedangkan Prita tetap ingin menutupnya.


"Ayash, keluar!" seru Prita.


Ayash tak menggubris. Ia semakin memperkuat usahanya hingga pintu yang menghalangi di antara mereka terbuka. Tak menunda begitu lama, diraihnya tangan Prita seraya menaikkan tubuh kecil itu ke atas pundaknya. Ia membawa Prita memasuki kamar.


"Ayash, kamu gila! Turunkan aku!"


Bruk!


Sesuai permintaan Prita, Ayash menurunkannya di atas ranjang. Raut wajah Prita terlihat tegang. Ia memundurkan tubuhnya beringsut di atas ranjang ketika Ayash berusaha mendekatinya.


Semua gara-gara pakaian sialan itu. Kenapa juga Bayu terlalu lama berbicara dengan teman-temannya, sampai yang lebih dulu masuk ke kamar mereka justru Ayash.


Ayash merangkak naik ke atas ranjang mendekati Prita. Kedua tangannya mengungkung tubuh Prita di bawahnya agar wanita itu tak bisa pergi kemana-mana.


"Kamu jangan gila!" Prita semakin panik. Tatapan mata Ayash sepertinya sudah sangat dihinggapi *****.


Tanpa permisi, Ayash memagut bibir Prita hingga membuat wanita itu terkejut dan berusaha mendorong dada Ayash agar menjauh darinya. Namun, usahanya sia-sia. Dia menekan tengkuknya untuk memperdalam ciuman gilanya. Ayash begitu agresif melu*mat bibirnya hingga ia tak bisa mengelak. Tentu saja aktivitas seperti itu tetap terasa nikmat dan membuatnya terlena.


Secepat kilat Prita membangkitkan kembali akal sehatnya. Dia sudah menikah! Adalah hal gila jika ia menghabiskan malam pertamanya dengan mantan suaminya. Langsung ia gigit bibir Ayash sekuat tenaga.


"Auh!" pekiknya. Gigitan Prita sangat kuat hingga ia melepaskan ciumannya. Sudut bibirnya sampai lecet akibat gigitan itu.


Plak!


Tak sampai di situ, Prita juga melayangkan satu tamparan keras ke pipi kiri Ayash. Mudah-mudahan dengan begitu dia jadi sadar.


Prita bergegas turun dari atas ranjang, menyambar cardigan yang tergantung di sisi lemari untuk menutupi tubuhnya. Ia kembali mengumpat tentang pakaiannya.


"Ayash gila! Kamu mau memperkosaku!?" tanya Prita dengan nada tinggi. Membuat lelaki itu seketika tertegun, tidak percaya dengan apa yang baru saja ia lakukan.


"Kamu lupa kalau kita sudah bercerai? Sadar, Ayash! Kamu juga sudah punya istri! Memalukan sekali jika Andin sampai tahu kamu berbuat seperti ini kepadaku." Prita memegangi kedua lengannya sendiri. Ia masih merinding dengan kelakuan Ayash tadi.

__ADS_1


"Aku tidak mencintai Andin, Ta. Aku menikahinya hanya untuk membantunya."


Prita menghela nafas. Ia mengedarkan pandangan ke sekeliling, berusaha mengabaikan fakta yang ia dengar. Sudah terlambat kalau dia ingin terbawa perasaan karena sekarang ia sudah menjadi istri orang. Dia tidak boleh baper dengan apapun alasan Ayash, sekarang dia hanya mantan suaminya, tidak lebih.


"Apapun itu alasannya, kamu tetap harus bertanggung jawab pada posisimu sebagai suaminya."


"Kenapa?"


"Kenapa hubungan kita jadi seperti ini?"


Suasana tiba-tiba kembali hening sejenak.


"Kamu sendiri kan yang menceraikan aku agar mau menikah dengan Bayu. Sekarang aku sudah mewujudkan kemauanmu, kenapa kamu malah jadi begini?"


"Seperti katamu, Bayu merupakan orang yang bisa menjadi jalan bagi kesembuhan Daniel. Bukankah kita seharusnya sama-sama bahagia melihatnya kembali bisa seperti anak-anak yang lain."


Ayash menunduk, "Maaf."


"Lebih baik kamu cepat pergi sebelum Bayu kembali. Bukan hanya kamu yang akan kena masalah, tapi aku dan anak-anak juga. Please, jangan buat keributan."


Bayu beringsut turun dari ranjang. Ia berjalan mendekati Prita dan berdiri tepat di hadapannya.


"Tidak ada yang perlu diperbaiki, hubungan kita sejak dulu baik-baik saja. Yang berbeda hanyalah status kita bukan lagi suami istri."


"Kamu akan tetap menjadi ayah yang sempurna bagi anak-anakku."


Ayash menarik Prita ke dalam pelukannya.


"Ayash!" Prita mencoba berkelit dari pelukannya namun tidak bisa.


"Sebentar saja.... " pintanya.


"Jika nanti kehidupanmu berat dan tidak menyenangkan, kembalilah ke sisiku."


Setelah mengucapkan kata-kata itu, Ayash melepas pelukannya.


"Kamu bilang memasukkanku ke dalam daftar tamu undangan, tapi nyatanya aku tidak bisa masuk untuk melihat pernikahanmu. Aku sempat membuat keributan di lobi dengan para penjaga."


"Ternyata Bayu yang melarangku untuk datang ke acara ini. Dia tidak ingin aku menemuimu, makanya aku menyamar seperti ini."

__ADS_1


"Aku pergi dulu."


Ayash berjalan dengan langkah lunglai menuju pintu keluar. Berat rasanya meninggalkan Prita, namun ia tidak ada hal apapun untuk mengatur hidupnya.


Setelah Ayash keluar dari pintu, tubuh Prita langsung lemas terkulai ke lantai. Badannya gemetar, tangisannya luruh. Ketegaran yang sedari tadi ia bangun ternyata hanya kamuflase. Sebenarnya dia sangat lemah.


Seandainya dia tidak bisa menguasai dirinya, mungkin ia sudah melakukan sebuah pengkhianatan besar terhadap suaminya. Ia hampir saja bersetubuh dengan mantan suaminya sendiri di hari pernikahannya. Itu sungguh mengerikan.


Kenangan-kenangan manis yang pernah ia lalui sempat membuat hatinya goyah. Walaupun ia mau menyangkal, tapi memang dalam hatinya masih ada rasa spesial terhadapnya. Itu bal tersulit yang harus ia kubur agar bisa menjalani pernikahan keduanya dengan tenang.


Untunglah Bayu tidak memergoki mereka berdua. Jika hal itu terjadi, dia hakin Bayu tak akan melepaskan Ayash. Dia akan membunuh Ayash tanpa pikir panjang. Dan anak-anaknya akan menjadi yatim.


Prita menyadari penampilannya kali ini pasti sangat berantakan. Ia harus merapikannya sebelum Bayu kembali.


Cepat-cepat ia memasuki kamar mandi, menatap wajahnya di cermin. Lipstik warna mauve yang ia kenakan sudah sangat belepotan. Ia bersihkan bagian-bagian yang berantakan, lalu memulaskan ulang lipstik pada bibirnya. Tak lupa rambutnya juga ditata ulang agar rapi seperti sedia kala.


Srek!


Pintu kamar mandi dibuka tiba-tiba. Prita sampai kaget mengira Ayash kembali lagi ke kamarnya. Ternyata, kali ini Bayu sendiri yang datang.


Bayu mengeryitkan dahi melihat ekspresi Prita saat menyadari kehadirannya. Dia seperti orang yang takut sekaligus terkejut.


"Kamu kenapa ekspresinya begitu? Seperti baru melihat setan."


Prita langsung berusaha menetralkan suasana hatinya. Ia mencoba tersenyum dan tertawa kecil, "Ah, hahaha.... Aku hanya kaget karena terlalu fokus berdandan."


Bayu memandangi tubuh Prita dari atas hingga bawah. Wanita itu tampak cantik walaupun dengan sedikit make up. Ia tersenyum melihat lingerie pemberiannya yang sedang dikenakan Prita meskipun masih tertutupi oleh kardigan hitam.


"Kenapa ditutup begitu?"


"Hah?"


"Lepas kardigannya, aku mau lihat kamu memakainya."


Prita memandangi dirinya sendiri. Ia sampai lupa kalau saat ini lingerie pemberian Bayu masih ia pakai dengan ditutupi kardigan.


Permintaan frontal yang Bayu ucapkan teekadang membuatnya malu dan canggung. Tapi, tidak ada gunanya juga ia menolak. Dia pasti akan mendapatkan apa yang ia mau bagaimanapun caranya. Apalagi sekarang dia suaminya, tentu lebih berhak untuk melihat tubuhnya.


Bayu menikmati proses Prita melepaskan kardigannya. Perlahan-lahan mulai tampak detail lingerie yang khusus ia pilih untuk istrinya di malam pertama. Prita sangat seksi. Lingerie itu menampakkan samar-samar setiap detail tubuh Prita. Dia masih tetap sama cantiknya dengan dulu meskipun sudah memiliki tiga orang anak. Baru melihatnya begitu saja sudah membuatnya menjadi bergairah. Sepertinya semalaman ini ia tak akan mengijinkan wanitanya keluar hingga pagi menjelang.

__ADS_1


__ADS_2