ANTARA CEO DAN MAFIA 2

ANTARA CEO DAN MAFIA 2
Dibawa Lari


__ADS_3

"Bangsat!"


Bayu menarik tangan Ayash yang hendak keluar. Ia memberikan satu pukulan tepat mengenai sudut bibir Ayash hingga sobek mengeluarkan darah.


"Hah, ini lebih baik untuk membuat Prita semakin perhatian padaku. Lihat saja apa yang akan dia lakukan padaku melihat ini."


Ayash kembali melangkah pergi meninggalkan Bayu yang masih tampak emosi.


Setibanya di area food court, ternyata Irgi dan Prita sudah selesai makan dan berdiri menunggunya di depan.


"Lama banget, habis berak, ya?" tanya Irgi dengan ketus.


"Iya. " Ayash menjawabnya dengan santai.


"Kenapa sudut bibirmu berdarah?"


Ayash sudah menduga Prita akan perhatian pada luka yang baru saja ia dapat dari Bayu. Ia menyeringai, melihat Bayu berdiri tak jauh dari posisi mereka. Dia akan membuktikan kalau Prita masih begitu mempedulikannya. Dia ingin melihat apakah Bayu masih bisa tahan dengan kedekatan mereka.


"Masa? Tadi tidak sengaja membentur pintu. Coba periksa."


Ayash merendahkan tubuhnya agar bisa dijangkau oleh Prita.


"Ada ya, orang terbentur pintu lukanya seperti itu." Irgi tak percaya dengan ucapan Ayash.


"Darah sungguhan ini. Bibirnya robek." Prita memegang-megang sudut bibir Ayash.


"Apa parah?"


"Tidak terlalu."


Ayash menikmati momen-momen perhatian yang Prita berikan serta tatapan dingin Bayu kepadanya. Dia pasti sedang sangat cemburu.


Sengaja Ayas menggerakkan kepalanya ke samping sehingga pipinya menepel dengan bibir Prita. Seolah Prita sudah menciumnya.


"Eh, kok sampai dicium segala.... "


Prita sedikit menjauh, ia syok bibirnya sudah mencium pipi Ayash.


"Aku tidak sengaja.... "


"Sengaja juga tidak apa-apa, sakitku jadi langsung sembuh kamu cium."


Prita terperangah, kenapa Ayash jadi seperti itu? Itu bukan gaya bicaranya.


"Modusnya mantap, ya. Ckckck.... " guman Irgi. Ia hanya geleng-geleng kepala dengan kelakuan Ayash


Bugh!

__ADS_1


Tiba-tiba seseorang datang dan memukul Ayash hingga ia jatuh tersungkur. Prita dan Irgi ikut kaget karena tidak tahu menahu kedatangan orang itu. Lelaki berpakaian hitam, memakai topi dan masker menarik paksa Prita, membawanya berlari menjauhi Irgi dan Ayash.


Irgi hendak mengejar Prita, namun Ayash menahannya.


"Itu Prita dibawa orang, kenapa malah memegangi tanganku!?" ucap Irgi dengan nada meninggi.


"Biarkan saja."


"Heh! Kalau Prita diculik bagaimana? Sialan!" Irgi berusaha melepas cekalan tangan Ayash.


"Itu Bayu."


"Apa!?" Irgi berhenti melawan saat Ayash menyebutkan nama Bayu.


Ayash bangkit seraya mengusap sudut bibirnya yang kembali mengeluarkan darah. Dia terkena tonjokan di tempat yang sama. Padahal tadi rasa sakitnya sudah hilang setelah dipegang Prita sekarang jadi terasa lagi, bahkan terasa lebih sakit. Mungkin karena hatinya yang sedang sakit, jadi luka sekecil itu rasanya sangat menyakitkan.


"Darimana kamu tahu kalau itu Bayu?"


"Tadi aku bertemu dengannya di toilet. Dia juga yang menonjokku dua kali di sini."


"Oho.... Jadi kamu tadi lama ngobrol dulu dengan saingan? Aku kira berak."


"Terus, kenapa dia berpakaian seperti itu?"


"Aku juga tidak tahu. Aku tanya tidak dijawab."


"Mungkin sedang jadi buronan polisi, kasihan Prita."


"Jadi selama ini dia tidak hilang, hanya bersembunyi? Heran, kenapa dia harus melakukannya kepada Prita?"


Sebenarnya Irgi juga sedih kalau melihat Prita murung ditinggal suaminya. Meskipun dia sangat benci kepada Bayu, namun ia tidak tega kalau ada hal yang membuat Prita jadi menderita.


"Terus, kenapa tadi modus segala?"


"Sengaja.... "


"Sengaja?"


"Aku mau tahu reaksi Bayu."


"Waow.... Jadi kamu merelakan wajah dipukul demi membuat Bayu muncul?" Irgi terheran-heran dengan perbuatan temannya.


Ayash mengangguk.


"Kamu bodoh atau bagaimana? Bilangnya belum bisa melupakan Prita, tapi kenapa melakukan hal seperti ini?"


Menurut Irgi, ini kesempatan terbaik bagi Ayash untuk bisa mendapatkan Prita kembali. Selagi Bayu pergi, apalagi dalam waktu yang lama, perasaan Prita pasti akan semakin memudar dan memberi kesempatan Ayash untuk mengisi hatinya.

__ADS_1


"Bukannya akan lebih baik kalau Bayu tidak perlu kembali supaya kamu bisa bersama lagi dengan Prita?"


"Tapi, Prita sudah tidak menginginkan aku lagi. Perasaan kami sudah berbeda."


"Siapa bilang? Sok tahu!" ucap Irgi kesal.


"Wanita yang masih bisa dekat dengan mantan suaminya, berarti sudah mati rasa padanya. Sedangkan lelaki yang masih bisa dekat dengan mantan istrinya, berarti dia masih mengharapkannya."


Ayash menghela nafas panjang. Rasanya berat mengakui kenyataan. Tapi, ia akan berusaha menghadapinya. Dia tahu tempatnya di hati Prita sudah tergantikan oleh Bayu. Selama ini, ia hanya berkhayal saja jika hubungan mereka masih bisa diselamatkan. Dia masih mencintai Prita, sedangkan Prita sudah tidak mencintainya.


"Melihat caranya memperlakukanmu tadi, aku yakin Prita masih mencintaimu."


Ayash menggeleng, "Bentuk perhatian yang dia berikan sudah berbeda. Dia juga akan seperti itu kepadamu, karena Prita memang orang baik." Ayash memberikan senyuman di akhir kata-katanya.


"Perbuatanmu tidak mencerminkan orang yang mencintai Prita."


Sulit untuk menjelaskan rasa cintanya kepada Prita seperti apa. Ayash ingin tetap mencintai Prita tanpa membuatnya terluka.


"Ada jenis cinta yang ditakdirkan untuk tidak saling memiliki tapi mereka saling memikirkan. Tidak selalu terlihat tapi tersembunyi di dalam hati."


'Meskipun aku tahu mustahil untuk bersamanya, tapi aku memilih untuk merindukannya sepanjang hidupku.'


Ayash melayangkan pandangan ke arah menghilangnya Prita. Mereka sudah tak terlihat lagi. Dia tidak akan menyesali apa yang sudah dilakukannya hari ini. Ada pengorbanan yang harus ia lakukan demi mengukir senyuman di wajah wanita yang paling dicintainya. Meskipun itu juga membuatnya terluka.


"Terus kita mau apa? Prita sudah pergi, apa kita harus menunggunya di sini?"


"Ayo kembali ke kantor. Jam istirahat sudah habis."


Sementara itu, Prita masih mengimbangi kekuatan berlari lelaki misterius yang membawanya. Nafasnya terasa semakin habis sementara lelaki itu tidak mau berhenti dan melepaskan tangannya.


"Hei, berhenti!" teriaknya sekuat tenaga.


Prita dibawa lari ke arah basement parkiran.


"Aku bilang berhenti!"


Dengan segenap sisa tenaganya, Prita menahan tangan lelaki itu lalu mendorongnya hingga jatuh tengkurap ke lantai. Dia menggunakan beban tubuhnya untuk menahan badan lelaki itu, kedua tangannya diambil dan dikunci di punggung.


"Siap-siap kamu masuk kantor polisi. Kedua temanku sebentar lagi akan datang!" ancam Prita.


Bayu terkekeh mendengar ancaman istrinya. Lama ia tinggal ternyata sudah lumayan kemampuan bela dirinya sampai bisa melumpuhkannya.


"Sayang, tolong lepaskan dulu tanganku. Aku kesakitan."


Prita tercengang mendengar suara yang sangat familiar dengannya. Dia langsung turun dari punggung lelaki itu lalu menarik paksa masker hitam yang menutupi wajahnya.


"Mas....?"

__ADS_1


Prita masih heran, ternyata orang yang baru saja dijatuhkan adalah suaminya sendiri. Tubuhnya sedikit gemetar akibat takut dan terkejut. Rasanya masih tidak percaya yang ada di hadapannya kini adalah Bayu.


Vote jangan lupa, bund.... Sedih deh sedikit yang dukung 🥲


__ADS_2