ANTARA CEO DAN MAFIA 2

ANTARA CEO DAN MAFIA 2
Kemarahan Prita dan Alex


__ADS_3

Besok bantu vote lho ya.... Authornya tandain yang pada pelit kasih vote 😅


Aku kasih aja part kesukaan kalian malam ini 😅


‐------------------------------------------------------------------------------------


Samuel terperangah menyaksikan rekan bisnisnya, Tuan Saddam ditengkap polisi. Harinya bergemuruh, keringat dingin mulai mengalir membasahi pipinya. Ia ikut merasa tegang meskipun polisi tak menghampirinya. Saat Tuan Saddam bermasalah dengan polisi, dia juga harus bersiap-siap ikut terlibat.


Ia mengambil ponselnya, menghubungi anak buahnya yang ada di Kota S.


"Bawa cucu dan menantuku ke sini." perintah Samuel.


Dia ingin menggunakan Prita dan Daniel untuk meluluhkan Bayu. Samuel tahu, Bayu yang menyebabkan semua ini terjadi dan dia yang bisa menghentikannya. Satu-satunya cara untuk mengendalikan Bayu adalah dengan menahan anak dan istrinya.


"Maaf, Tuan. Anak-anak Nona Prita saat ini tinggal bersama Tuan Ayash. Kami tidak bisa mendekati mereka."


"Apa!?"


Samuel begitu kaget mendengar laporan dari anak buahnya.


"Lalu, dimana menantuku? Bawa dia saja."


"Nona Prita sudah beberapa hari tidak terlihat di rumahnya. Saya tidak tahu saat ini dia ada di mana."


"Terakhir kali saya melihatnya, masuk ke hotel bersama Tuan Muda."


Tangan Samuel langsung gemetar saking marahnya. Ternyata begitu pintar Bayu menyembunyikan anak dan istrinya. Dia sengaja menitipkan anaknya kepada Keluarga Hartadi agar dia tak bisa menyentuhnya.


"Cari menantuku sampai dapat!"


Rasanya Samuel ingin mengamuk saat itu juga. Apa yang sudah diusahakan lama, dijaga dengan sangat baik, kini tengah diambang kehancuran karena anaknya sendiri. Anak yang diharapkan menjadi penerusnya, menjadi penerus keluarga Bagaskara yang menguasai negeri, ternyata kini menjadi musuhnya sendiri. Bayu sudah tidak bisa ia kendalikan lagi.


"Tuan, ada telepon dari mansion."


Salah seorang pengawalnya memberikan ponselnya kepada Samuel. Telepon dari Lukas.


"Ada apa?"


"Baru saja Kak Ben masuk ke dalam mansion, Tuan. Tapi dia keluar tanpa membawa apapun. Apa yang Anda suruh ingin ambil? Apa bisa saya bantu?"


Darah Samuel langsung mendidih. Masalah datang padanya secara bertubi-tubi. Tuan Saddam tertangkap polisi, Bayu tidak bisa dia kendalikan, sekarang, Ben berani mengacak-acak mansionnya.


"Bodoh! Kenapa kalian tidak mencegahnya!" amarah Samuel sudah sampai di ubun-ubun.


"Kak Ben bilang Anda yang menyuruhnya datang."


"Lalu dimana Ben sekarang?"


"Sudah pergi, Tuan."


"Hah!"


Samuel membanting ponsel milik pengawalnya hingga pecah berkeping-keping. Deru nafasnya sangat cepat. Ia dalam kondisi sangat panik.


"Ayo kita ke kantor!"


Samuel mengajak pengawalnya buru-buru menuju kantor. Ada sesuatu yang harus ia selamatkan sebelum Ben mendapatkannya.


*****


Alex masih mengikuti Bayu yang membawa lari Eki bersamanya. Mereka berjalan cepat menuju area parkir yang agak jauh dari area restoran. Saat datang, Alex memang salah memarkirkan mobilnya sehingga mereka harus berjalan agak jauh untuk mencapai mobilnya.


Melihat kelakuan bosnya yang mengesalkan saat di lounge hotel, Alex sudah hilang respek kepada Bayu. Lelaki bersuami yang tega meninggalkan istrinya untuk datang memenuhi undangan perjodohan tanpa pamit lalu sekarang mengaku sebagai penyuka kaum sesama jenis. Bahkan dia mengumumkannya di depan umum dengan memberikan Eki ciuman yang hampir membuat semua orang ingin muntah.

__ADS_1


Sungguh kesalahan Bos Bayu kali ini tidak bisa ditolerir lagi oleh Alex. Ibaratnya Nona Prita sudah dikhianati dua kali dan sekarang bahkan mereka akan kabur berdua.


"Wey!"


Plak!


"Aduh!" pekik Bayu.


Bayu menghentikan langkahnya saat merasakan ada benda menghantam kepalanya. Ia dan Eki menoleh ke belakang. Baru saja Alex melemparkan sepatunya tepat mengenai kepala Bayu dengan keras. Alex menatap Bayundengan tatapan dingin.


"Alex! Sudah gila kamu, ya!?" bentak Bayu.


Dia terkejut tiba-tiba Alex menjadi galak padanya, bahkan berani melemparkan sepatu ke arahnya. Begitu pula dengan Eki atau Prita, baru kali ini ia melihat Alex dalam mode marah, apalagi kemarahan itu seperti ditujukan pada Bayu. Anak imut itu sedang ngambek sekarang.


Alex kurang puas melemparkan satu sepatunya. Ia kembali melepas sepatu yang lain lalu melemparkannya lagi dengan cepat dan mengenai dada Bayu.


Bayu sampai ternganga melihat kelakuan anak bayinya yang tiba-tiba sangat berani kepadanya.


"Kamu punya masalah apa denganku, Alex? Mau cari mati?"


"Anda memang bang*sat! Baji*ngan! Ta*i!"


Bayu makin mendelik mendengarkan kata-kata sampah yang keluar dari mulut anak itu. Sepertinya Alex sedang kesurupan.


"Berani-beraninya kamu.... "


"Apa!? Apa!?" Alex menantang.


"Seharusnya Nona Prita tidak berakhir dengan Anda. Aku kecewa denganmu, Bos! Anda benar-benar sampah masyarakat!"


"Pergi meninggalkan anak istri tanpa memberitahu akan dijodohkan. Sekarang, melihat kalian saja rasanya ingin muntah!"


"Kalau sudah beda selera, tolong katakan dengan jujur kepada Nona Prita! Biar dia mendapatkan lelaki yang normal tidak seperti Anda! Saya sudah hilang respek! Terserah mau dipecat atau bagaimana saya sudah tidak peduli!"


Bugh!


Alex memberikan satu pukulan tepat mengenai sudut bibir Bayu sebelah kanan. Pukulannya tidak sakit, bibir Bayu juga tidak sampai berdarah. Namun, yang menyakitkan adalah kata-kata Alex. Sungguh, anak itu sekarang jadi berani sekali padanya.


Sementara, Prita dalam mode Eki terkesima melihat perbuatan Alex. Dia terharu Alex sudah memikirkannya. Ia bahkan tidak marah suaminya dipukul seperti itu. Bayu memang pantas mendapatkannya karena telah membohongi dirinya.


"Bang*sat kamu, Alex!" Bayu sudah mencengkeram baju Alex. Apa yang Alex lakukan sudah di luar batas.


"Pukul.... Pukul saja, dasar Bos sampah!" Alex makin mendelik kepada Bayu. Dia tidak sadar kalau kelakuannya bisa membuatnya kehilangan nyawa.


"Memang mau cari mati rupanya.... "


"Berhenti!" Prita mendorong tubuh Bayu agar menjauh dari Alex.


Alex menepis tangan Prita yang mengenai tubuhnya, "Kamu juga sama saja, Eki. Bos Bayu sudah punya anak istri tapi malah kamu goda."


"Apa tidak bisa mencari pria berotot yang lain, hah? Pergi ke tempat gym, di sana banyak tinggal pilih, tapi tolong jangan Bos Bayu! Dia suami Nona Prita!"


Prita rasanya ingin tertawa sambil menangis mendengar perkataan Alex. Ia ingin tertawa karena Alex salah paham, dan ia ingin menangis karena Alex sedang membelanya.


Prita akhirnya melepas secara perlahan rambit palsu yang dikenakannya.


Alex tampak syok melihat Eki berubah menjadi Nona Prita. Dia memundurkan langkah seakan tak percaya dengan apa yang dilihatnya. Ketika mundur, kakinya tersandung hingga ia terjatuh.


Seketika seluruh tubuhnya terasa tremor. Apalagi jika mengingat segala sumpah serapah yang baru saja ia ucapkan kepada Bayu. Bahkan dia sempat memukulnya tadi. Ingin rasanya ia menghilang saat itu juga. Ia malu sekaligus takut.


"Alex, ayo aku bantu berdiri." Prita mengulurkan tangannya kepada Alex.


Air muka Alex seketika berubah menjadi mode manis dan penurut, "Nona Prita, Anda sangat jahat!"

__ADS_1


Alex menyembunyikan mukanya dengan kedua telqpak tangannya.


"Hahaha.... Alex, yang tadi itu sangat keren. Aku suka sekali gayamu."


Prita berjongkok agar sama tinggi dengan Alex, "Terima kasih, ya.... Sudah membelaku." ucap Prita sembari menyunggingkan senyuman termanisnya.


"Alex.... Kamu masih punya urusan denganku, ya.... "


Alex mendongakkan wajahnya. Bayu tengah menatapnya dengan tatapan kemarahan.


"Ampun, Bos.... Saya tidak tahu kalau Eki itu Nona Prita. Saya kira Anda.... Belok." Kini Alex seperti anak anjing yang ketakutan melihat singa.


"Memangnya kalau aku benar-benar seperti bayangan di otakmu, kamu diijinkan untuk memukulku? Dasar anak kurang ajar. Sudah dibesarkan dengan baik malah melawan."


"Ya, Saya lebih baik meninggalkan Bos daripada melihat Anda menyakiti Nona Prita."


"Uuhh.... I love you, Alex. Kamu memang yang terbaik." Prita mencubit gemas pipi Alex.


"Sayang.... Barani-beraninya kamu bilang cinta kepada lelaki selain aku." Bayu merasa cemburu.


Prita mengajak Alex berdiri, lalu menghadapi Bayu bersama. Kini giliran Prita yang memasang muka garang kepada Bayu. Sejak mengetahui acara makan malam itu untuk perjodohan, dia memang sudah sangat kecewa. Mengapa Bayu tidak mengatakan kepadanya dengan jujur?


Apa dia tidak tahu betapa sakitnya menjadi Prita yang menyamar sebagai orang lain lalu menyaksikan suaminya akrab dengan keluarga wanita lain? Meskipun pada akhirnya perjodohan itu batal dengan jalan yang sangat mengherankan, tetap saja sejak awal Bayu harus memberitahu Prita dulu rencananya.


Prita sangat terkejut ketika tiba-tiba Bayu menarik tangannya, lalu menciumnya dengan brutal di hadapan banyak orang. Suaminya memang sudah tidak punya rasa malu. Dengan santainya dia melakukan hal itu di depan orang-orang. Apalagi mereka mengira kalau itu adalah ciuman sesama lelaki. Rasa memalukannya jadi dua kali lipat.


"Sayang, jangan bilang kamu membela Alex."


"Menyingkir sekarang, aku harus mengajari anak itu sopan santun."


"Memangnya Alex salah?"


Bayu tercengang, "Sayang, kamu menanyakan kalau Alex salah atau tidak? Dia sudah memukulku, memukul suamimu! Dia juga sudah memaki-maki aku dengan kata-kata kasar."


"Nona Prita, tolong aku.... " Alex bersembunyi di balik tubuh Prita.


"Wajar ya, Alex begitu. Kamu memang kurang ajar! Sudah membohongi istri, pura-pura masih single lagi di depan calon mertua!"


Nada bicara Prita sangat menjiwai seorang aktris yang sedang marah-marah. Mungkin memang dia benar-benar marah kepada Bayu.


"Sayang, itu namanya strategi."


"Hah! Memangnya tidak ada strategi lain. Menjiwai sekali Anda. Aku sampai kaget hampir dipoligami."


"Seandainya hal itu benar terjadi, memang lebih baik aku dengan Alex saja. Dia tipe penyayang yang tidak mungkin menyakitiku."


"Kenapa kamu.... "


"Alex.... Berani ya kamu berkhayal ingin memiliki istriku? Kamu itu sudah aku anggap anak sendiri, otomatis kamu harus menganggap Prita sebagai ibumu dan Daniel sebagai adikmu, ya!"


"Saya sudah 20 tahun, Bos."


"Berani menjawab, kamu!"


Alex semakin bersembunyi di belakang Prita.


"Alex, ayo kita pergi. Aku sedang muak dengan orang yang hampir melakukan poligami."


Prita menarik tangan Alex agar mengikuti dirinya.


"Sayang.... " Bayu berusaha menghentikan Prita, namun tangannya ditepis.


Prita terua berjalan cepat menuju mobil bersama Alex. Mereka meninggalkan Bayu begitu saja di sana.

__ADS_1


Bayu menjambak rambutnya sendiri. Istrinya marah, pergi bersama Alex membawa mobilnya dan meninggalkannya sendirian. Bayu tidak menyangka perbuatannya akan mengundang kemarahan istrinya. Padahal, ia mengira istrinya akan kagum dengannya. Semua menjadi di luar ekspektasinya.


__ADS_2