ANTARA CEO DAN MAFIA 2

ANTARA CEO DAN MAFIA 2
Prita Akan Melahirkan


__ADS_3

Brak!


Terdengar suara hantaman yang cukup keras. Mobil yang Bayu kemudikan menabrak sebatang pohon di tepi jalan.


Suasanya dalam mobil mendadak tegang. Bayu yang membawa serta anak istrinya merasa jantungnya seakan berhenti berdetak. Benturan keras yang dialami mobil menyebabkan dirinya sampai terbentur sisi pintu hingga keningnya berdarah.


Nafasnya masih tersengal-sengal karena kaget. Ia menengok kondisi Prita yang ada di sampingnya. Wanita itu juga tampak syok dengan kejadian itu.


"Sayang, kamu tidak apa-apa?"


Prita hanya mengangguk. Lidahnya kelu untuk mengeluarkan suara.


Bayu ingat ada Daniel di belakang. Reflek ia juga melihat ke arah belakang. Syukurlah anak itu juga baik-baik saja meskipun tampak syok. Untung saja mereka memakai sabuk pengaman, sehingga tidak terjadi hal serius saat mobil menabrak pohon.


"Daddy.... Daniel takut.... "


Ekspresi wajah Daniel berubah dari syok menjadi ketakutan. Bayu segera melepas sabuk pengamannya. Ia buka pintu sampingnya lalu menuju ke pintu belakang, mengambil Daniel dari dalam mobil.


Daniel menangis ketakutan dalam pelukannya. Bayu sendiri yang masih syok tetap berusaha untuk menenangkan Daniel.


"It's okay, Daniel. Kita tidak apa-apa. Ada daddy di sini."


"Pak, Anda baik-baik saja?"


Beberapa orang yang ada di lokasi kejadian datang menghampiri Bayu. Mereka menanyakan kondisi korban kecelakaan yang baru saja terjadi.


"Iya, saya baik-baik saja."


"Itu mobil yang tadi memang ugal-ugalan. Sepertinya orangnya sedang mabuk." seseorang menunjuk pada mobil yang juga mengalami kecelakaan tak jauh dari tempat Bayu.


"Kayaknya meninggal."


"Masa?"


"Tadi ada yang mau menolong tapi orangnya diam. Entah pingsan atau meninggal."


"Ya, wajar saja kalau meninggal. Posisinya terjepit begitu."


"Jangan dulu dikeluarkan itu, tunggu polisi datang. Takutnya nanti malah salah."


Bayu menoleh ke arah mobil yang hampir menabrak mobilnya. Kondisinya cukup parah, lebih parah dari mobilnya. Mobil Bayu hanya mengalami penyok di sisi depan samping kanan karena Bayu sengaja membanting mobilnya ke sisi kanan jalan. Tujuannya, seandainya kondisi kecelakaannya lebih buruk, istri dan anaknya masih tetap aman. Syukurlah ia juga bisa selamat.

__ADS_1


"Pak, ini istrinya sepertinya mau melahirkan." teriak seseorang.


Segera Bayu berlari menggendong Daniel untuk menghampiri istrinya.


"Sayang!"


"Uhh.... Mas.... Perutku sangat sakit."


Bayu melihat istrinya sedang meringis menahan sakit di kursi mobil sembari memegangi perutnya. Perkiraan anaknya lahir masih dua minggu lagi, namun dari celah kakinya sudah ada cairan yang mulai mengalir di betis istrinya. Seketika hal itu membuatnya panik! Dulu ia juga pernah melihat hal serupa dialami Prita. Tujuh tahun yang lalu saat ia tidak tau ternyata Prita sedang mengandung anaknya, Daniel.


"Pak, ayo cepat masukkan istrinya ke mobil! Saya antar kalian ke rumah sakit."


Suara seruan orang membuyarkan ketegangan Bayu. "Daniel, masuk dulu ke mobil itu. Daddy mau gendong mama dulu."


Bayu menurunkan Daniel lalu bergegas menggendong istrinya yang masih kesakitan. Ia membawa anak dan istrinya ke dalam mobil pasangan suami istri yang tidak ia kenal.


"Pak, tolong antar kami ke rumah sakit xxx di jalan xxx, ya." pinta Bayu.


"Mas, sakit sekali.... " Prita sampai menangis dan meremas lengan Bayu dengan keras saking tidak kuat menahan rasa sakit yang ia rasakan.


"Tahan dulu, Sayang. Sebentar lagi kita akan sampai di rumah sakit."


Dengan tangan yang gemetar, Bayu mengambil ponselnya. Ia menghubungi Dokter Yessica yang akan membantu Prita melahirkan. Ia bahkan tidak mempedulikan kondisinya sendiri, padahal kepalanya juga terluka dan masih mengeluarkan darah.


"Loh, lebih cepat ya dari HPL."


"Tolong kamu cepat datang ke rumah sakit ya, persiapkan segala sesuatunya untuk istriku. Lima belas menit lagi aku sampai."


"Iya, iya.... "


Setelah menghubungi, Yessica, Bayu juga menghubungi Alex dan Leta. Ia menyuruh Alex untuk mengurus mobilnya yang mengalami kecelakaan, sementara ia menghubungi Leta untuk membawakan perlengkapan persalinan yang sudah Prita siapkan jauh-jauh hari. Istrinya memang sudah tiga kali melahirkan, sehingga sudah mempersiapkan barang-barang yang sekiranya diperlukan saat persalinan.


Mobil terus melaju diiringi dengan suara rintihan dan tangisan Prita yang tak berhenti. Cairan yang merembes dari bagian bawah Prita juga semakin banyak.


*****


"Pak Ahmad.... Masih ada tas yang belum diangkut ini.... " teriak Leta.


Leta tampak sibuk di rumah mengurusi barang-barang yang akan mereka bawa ke rumah sakit. Setelah mendapatkan telepon dari Bayu, ia bersama para pelayan rumah segera mencari barang-barang yang perlu di bawa. Untunglah Prita orangnya penuh dengan persiapan, sehingga mereka tidak perlu kesusahan untuk mengemasi barang dari awal.


Leta menggendong Livy sambil menunjuk-nunjuk barang yang harus dibawa. Keributan kecil siang itu membuat Dean yang awalnya sedang tertidur jadi bangun. Dia heran melihat orang-orang rumah terlihat sibuk dan panik. Belum lagi mereka membawa banyak barang seperti akan pergi piknik.

__ADS_1


"Kak Leta, ada apa? Kenapa barang-barang di kamar Mama dibawa?" tanya Dean sambil mengucek matanya.


"Kita akan ke rumah sakit, Dean. Mamanya Dean mau melahirkan adik bayi."


"Hm, adik bayinya sudah mau lahir, ya?"


"Iya. Dean mau ikut?"


"Hu um, Dean mau ikut." ucap Dean.


"Rahma, cepat bantu Dean siap-siap. Ganti bajunya dan bantu cuci muka. Aku mau turun dulu mengecek ke mobil siapa tahu ada barang yang masih belum dibawa."


"Iya, Let."


Rahma membawa Dean kembali ke kamarnya. Sementara, Leta turun ke bawah bersama Livy menjumpai Pak Ahmad yang berada di dekat mobilnya.


"Sudah diambil semua kan tas yang ada di kamar Tuan dan Nyonya?"


"Sepertinya sudah."


Leta menghitung tas yang ada di bagasi mobil. Ia ingat-ingat lagi isi yang ada di dalamnya. Dari mulai pakaian bayi, pakaian prita, peralatan mandi, selimut, pembalut.... Semuanya sudah lengkap.


"Bi Mirna.... Bi.... Pakaian Tuan Bayu sepertinya belum ada. Tolong diambilkan beberapa, ya."


"Ragil! Bantu Bi Mirna nanti bawakan tas untuk baju-baju Tuan Bayu!"


"Oke."


"Leta, masuk dulu ke mobil. Nanti kamu kelelahan kalau berdiri terus."


"Aduh, Pak Ahmad. Saya tidak bisa tenang ini, takut masih ada yang ketinggalan." Leta memperhatikan kembali barang-barang yang sudah ada di bagasi.


"Padahal yang mau melahirkan itu Nyonya Prita, tapi malah kamu yang cemas begini."


"Namanya juga tugas, Pak. Kasihan kalau ada yang kurang nanti mereka repot."


"Kalau masih ada yang kurang ya tinggal pulang lagi, ambil barangnya. Kamu santai saja. Cepat masuk!"


"Pak, Pak.... Saya tidak bisa, Pak.... "


"Sudah, Sudah.... Kalau tidak mau masuk sekarang malah saya tinggal, loh."

__ADS_1


Pak Ahmad memaksa Leta masuk ke dalam mobil bersama Livy. Dia tahu perempuan muda itu pasti kakinya nanti akan pegal karena sejak tadi mondar-mandir sendiri. Orang di rumah ada banyak, tapi dia malah sibuk ikut mengurusi semuanya.


Setelah barang yang akan dibawa masuk ke dalam mobil dan Dean bersama pengasuhnya juga sudah turun, Pak Ahmad segera menjalankan mobilnya menuju rumah sakit tempat Prita akan melahirkan.


__ADS_2