ANTARA CEO DAN MAFIA 2

ANTARA CEO DAN MAFIA 2
Sepotong Kisah Masa Lalu


__ADS_3

Sebelumnya


Ayash memandangi kumpulan foto yang tersimpan di memori ponselnya. Foto anak-anaknya dan juga.... Prita. Semuanya masih tersimpan rapi di galeri berdasarkan urutan waktu pengambilan foto tersebut.


Kebanyakan foto-foto itu menampilkan momen saat mereka masih tinggal di Singapura. Dalam kondisi awal-awal pernikahan yang belum stabil secara ekonomi, harus beradaptasi dengan lingkungan baru yang sangat jauh berbeda dengan kondisi di Indonesia, serta mengasuh bayi dimana sebelumnya mereka belum pernah punya pengalaman.


Sebagai pasangan muda baru, hanya tinggal berdua, merawat bayi bukanlah perkara yang mudah. Setiap malam mereka harus rela begadang karena tangisan Daniel. Rasa lelah dan kantuk dirasakan setiap hari. Apalagi Ayash yang masih harus bekerja di kantor, terkadang ia sampai ketiduran saat bekerja. Untunglah perusahaan tempatnya bekerja milik keluarga Irgi yang bisa memahami kondisinya.


Lima bulan setelah Daniel lahir, ternyata Prita kembali hamil. Ini juga disebabkan oleh aktivitas sek*sual mereka yang cukup tinggi di awal-awal pernikahan. Akhirnya perbuatan mereka membuahkan hasil, ada bayi lagi di dalam rahim Prita.


Kalau diingat-ingat Ayash akan tersenyum-senyum sendiri mengurusi bayi yang masih kecil beserta istrinya yang sedang hamil. Saat itu otaknya jadi pusing apalaagi saat Daniel rewel dan Prita ngidam dengan permintaan aneh-aneh. Akhirnya dia memutuskan mengambil dua orang asisten rumah tangga untuk membantu Prita di rumah.


Kerepotan mereka tidak berhenti sampai di situ. Setelah Dean lahir, otomatis perhatian Prita lebih tercurah pada anak keduanya. Daniel yang baru berusia satu tahun sering rewel. Kata orang, memang anak yang 'kesundulan' akan cenderung menjadi lebih rewel karena merasa kurang perhatian.


Ayash yang menggantikan peran Prita mengurusi Daniel. Setiap hari ia akan buru-buru pulang saat jam kerjanya usai. Tidak ada waktu baginya membuang-buang waktu seperti minum-minum bersama teman kantor. Ia lebih mementingkan keluarga. Pokoknya, di mata Prita, dia lelaki idaman sejuta umat. Jarang ada lelaki yang mau mengurusi anak. Kebanyakan lelaki hanya tau cara membuat anak, tidak dengan cara merawat dan mengasuh anak.


Lambat laun mereka semakin pandai mengurusi dua balita kecil secara kompak. Daniel menjadi lebih dekat dengan Ayash karena hari-harinya memang lebih banyak bersamanya daripada dengan mamanya yang sibuk mengurusi Dean.


Karena pernah merasakan pengalaman 'kesundulan', mereka mulai membahas tentang kontrasepsi. Prita berkonsultasi terhadap dokter kandungan tentang metode kontrasepsi yang tepat untuknya. Dia pernah mencoba pil KB dan KB suntik, tapi keduanya menyebabkan reaksi alergi di tubuhnya. Ia juga tidak bisa menggunakan IUD karena pada kelahiran kedua dia mengalami perdarahan va*gina. Ada pilihan menggunakan kon*dom, namun hal itu ditolak oleh Ayash. Katanya tidak nyaman. Akhirnya metode kontrasepsi yang mereka ambil adalah 'azl.


Tapi, 'azl juga akhirnya tidak efektif. Saat Dean baru berusia satu tahun lebih, Prita kembali hamil anak ketiga. Semakin tercenganglah kedua pasangan muda tak berpengalaman itu memiliki banyak anak dalam jarak yang berdekatan.


Repot, repot, dan repot yang mereka rasakan setiap hari. Meskipun ada sisi menyenangkannya juga dengan kehadiran tiga anak kecil di antara mereka, namun tak bisa dipungkiri, bagi pasangan muda itu, mereka masih menginginkan keintiman berdua saja. Hal itu semakin sulit dilakukan dengan adanya tiga anak kecil di antara mereka.


Saat berhubungan, kekhawatiran lain yang muncul adalah kehamilan anak keempat. Meskipun anak adalah anugerah, tapi menurut mereka tiga anak sudah membuat kewalahan dan menyita momen-momen mesra yang seharusnya mereka nikmati di awal pernikahan. Ketika wanita subur dan lelaki subur bersatu, masalah yang dihadapi adalah kehamilan yang cepat.


Akhirnya saat Livy terlahir, Ayash memutuskan untuk melakukan vasektomi, setelah meminta pendapat Prita dan Dokter Hansen. Setelah itu, kehidupan sek*s mereka menjadi lebih indah karena tidak lagi dihantui oleh ketakutan akan hamil lagi. Mereka berlima hidup sebagai keluarga yang harmonis dan bahagia.


Namun sayang, kebahagiaan itu hanya sementara. Cobaan rumah tangga tak selalu datang dari pasangan, bisa juga dari keluarga. Pada kasus keluarga mereka, Mama Maya yang berperan dalam kekakuan rumah tangga mereka. Mama mertua yang terlalu ikut campur, suka mendikte, tentu membuat siapa saja menjadi jengah. Kehidupan rumah tangga yang bahagia serasa berubah menjadi neraka. Puncaknya ketika Mama Maya mengetahui bahwa Daniel bukan cucunya. Itu menjadi akhir kebohongan mereka dan akhirnya mau tidak mau mereka harus bercerai.

__ADS_1


Besarnya rasa cinta tak menjamin keutuhan sebuah rumah tangga. Kesabaran setiap orang juga ada batasnya. Mungkin perpisahan memang jalan yang terbaik.


Layar ponsel yang Ayash pegang berubah. Galeri yang ia buka tertutupi oleh panggilan masuk dari Prita. Senyumnya mengembang, mendapat telepon dari Prita adalah sesuatu yang jarang terjadi.


Ayash menekan tombol hijau lalu mendekatkan ponselnya pada telinga, "Halo?"


"Hai, kamu lagi dimana?" Suara dari seberang sana masih terdengar merdu di telinganya.


"Aku masih di kantor. Ada apa?" Biasanya Prita menelepon untuk membahas tentang anak-anaknya. Tapi, kali ini mungkin ada halnlain yang ingin dibahas. Ketiga anaknya saat ini sedang tinggal bersama Prita.


"Aku mau mengatakan sesuatu."


"Apa? Katakan saja."


"Aku akan menikah."


"Aku akan menikah dengan Bayu." lanjut Prita lagi.


Ayash tersenyum getir. Ia ada di posisi yang tidak rela namun juga tak bisa melarang.


"Kapan?" Ia berusaha bersikap tenang.


"Hari ini, nanti sore."


"Kamu mengajakku bercanda?" mana ada orang yang mengabari menikah secara mendadak. Mau menikah hari ini? Yang benar saja.


"Aku tidak bercanda, aku serius."


"Aku video call, ya."

__ADS_1


Ayash menerima telepon video dari Prita. Pandangannya seketika terpaku melihat tampilan Prita dengan riasan busana pengantin muncul di layar ponselnya.


"Lihat kan, kamu terkejut. Aku tidak bercanda."


Ayash tak bisa berkata-kata. Antara syok dan tidak percaya dengan apa yang Prita katakan.


"Mana ucapan selamatnya? Kok malah bengong?"


"Aku lebih baik darimu, kan. Setidaknya mengabari kalau akan menikah lagi. Tidak sepertimu."


Ia tahu Prita sedang menyindir tentang pernikahannya dengan Andin.


Meskipun sadar dia sendiri yang sudah menceraikan Prita, rasanya tidak rela jika dia akan menjadi milik lelaki lain.


"Ta, bilang kalau kamu hanya bercanda." bibir Ayash mulai bergetar. Matanya berkaca-kaca.


"Sebenarnya aku tidak ingin mengundang siapa-siapa. Tapi kalau kamu mau datang, aku ada di Hotel Catra. Aku sudah memasukkanmu pada list tamu undangan di meja resepsionis. Ini hanya acara kecil, tak sebesar waktu kita menikah dulu."


Pandangan Prita tampak teralih ke tempat lain. Seperti ada suara ribut-ribut di sana.


"Jangan menikah, Ta." lirih Ayash.


Sayang, Prita tak mendengar ucapann Ayash karena sedang fokus pada hal lain.


"Yash, sudah dulu ya. Sepertinya ada yang datang."


Sebelum menutup sambungan telepon, Prita sempat menyunggingkan senyuman.


Tubuh Ayash melemas. Ia berkali-kali menghela nafas dan menengadahkan kepalanya agar air matanya tak jatuh.

__ADS_1


__ADS_2