ANTARA CEO DAN MAFIA 2

ANTARA CEO DAN MAFIA 2
Mafia yang Berubah


__ADS_3

Bayu kembali masuk ke ruang kunjungan tahanan. Hari ini, Fredi yang menjenguknya. Fredi memiliki tugas yang berat selama Bayu berada dalam tahanan. Dia harus mengurusi rumah Bayu, perusahaan Bayu, sqmpai harus bolak balik antara Kota S dan Kota J demi mengurusi kasus bosnya itu.


"Bagaimana dengan Prita?"


"Nona Prita masih koma, Tuan."


"Anak-anak?"


"Mereka baik, para pengasuh yang mengurus mereka. Setiap hari Tuan Ayash juga menyempatkan diri bersama mereka."


"Klab dan perusahaan?"


"Anda tidak perlu khawatir tentang masalah itu. Kami semua sama-sama berjuang untuk mempertahankan usaha yang Anda miliki. Semuanya masih stabil."


Bayu merasa lega. Dia tidak perlu memikirkan banyak hal terutama masalah usahanya karena dia memiliki anak buah yang bisa diandalkan.


"Fred.... Aku punya tugas tambahan lagi. Mungkin kamu akan lebih repot dari sebelumnya."


"Saya siap melaksanakan tugas dari Anda." tegas Fredi.


Sebagai anak buah yang sudah enam tahun menjadi pengikut Bayu, dia sudah sangat paham bahwa setiap keputusan yang Bayu berikan sudah dipikirkan secara matang.


"Tolong urusi harta-harta peninggalan ayahku." ucapnya.


Bayu mengeluarkan sebuah buku berisi catatan lalu memberikannya kepada Fredi, "Ini daftar orang-orang yang harus kemu temui. Mereka adalah anak buah ayahku yang bisa dipercaya."


Fredi menerima buku itu, tertulis ada sepuluh nama lengkap dengan alamat dan nomor teleponnya, serta pesan yang harus ia sampaikan dari Bayu kepada mereka.


"Aku juga sudah kenal mereka dengan baik."


"Bacakan pesanku di hadapan mereka."


"Sebenarnya pengacara yang mengurusi harta ayahku juga sudah datang menemuiku. Karena aku satu-satunya keluarga ayahku, maka seluruh hartanya akan dialihkan untukku."


"Tapi, aku merasa ada banyak orang yang lebih membutuhkan harta ayahku itu. Terutama mantan anak buahnya, Tiger King."


"Tolong kamu bahas dengan orang-orang yang namanya sudah aku berikan, katakan agar mereka melanjutkan perusahaan-perusahaan milik ayahku dengan baik."


"Lalu, berikan pekerjaan yang layak kepada mantan anggota Tiger King. Aku tidak mau mereka sampai terlantar, kehilangan arah, lalu semakin terjerumus pada pekerjaan yang salah."


"Fasilitasi mereka menjalani kehidupan yang normal, sebagai karyawan, atau pekerjaan lain yang sesuai dengan keahlian mereka. Tentunya bukan keahlian yang digunakan untuk kejahatan."


"Kalau ada yang ingin melanjutkan sekolah, fasilitasi mereka. Soalnya anggota Tiger King juga ada yang masih sangat muda."


Fredi fokus mendengarkan penjelasan dari Bayu tanpa memotong pembicaraannya sedikitpun. Dia tahu, Bayu memang sangat perhatian kepada orang-orangnya.

__ADS_1


"Lalu, perusahaan yang ada di luar pulau yang sekirannya sulit untuk diurusi, itu dijual saja atau kamu tawarkan kepada sepuluh orang di daftar itu jika ada yang berminat meneruskannya."


"Perusahaan ayahku terlalu banyak, aku yakin akan sulit untuk mengendalikannya. Terutama yang keuntungannya sedikit, aku yakin di perusahaan itu ada yang korupsi. Lebih baik dijual saja. Kamu juga bekerjasamalah dengan pengacara ayahku."


"Lalu, uang yang terkumpul, berikan untuk menyantuni keluarga dari orang-orang yang pernah ayahku rugikan. Kalau mereka butuh rumah, berikan rumah. Kalau mereka butuh uang, berikan uang. Kalau mereka membutuhkan pekerjaan, berikan mereka pekerjaan. Jangan sampai mereka terlantar."


"Sama seperti dua orang anak buahmu yang tertembak waktu itu, pastikan keluarga yang ditinggalkan tidak hidup kekurangan. Aku percayakan padamu."


"Anda.... Yakin mau melakukan ini?"


Bayu tersenyum, "Apa aku terlihat seperti sedang bercanda?"


"Sepertinya.... Ini akan membutuhkan pengeluaran uang yang sangat banyak. Apa Anda tidak akan menyesal kehilangan banyak harta?"


"Itu kan harta ayahku. Aku sama sekali tidak merasa kehilangan apapun. Lagipula, harta yang dia peroleh selama ini juga diperoleh dari pengorbanan banyak orang. Walaupun hal ini tidak akan mengubah apapun, aku hanya berniat mengembalikan apa yang seharusnya mereka dapatkan."


"Prita dan anak-anak di sana juga akan hidup berkecukupan dengan apa yang sudah aku tinggalkan."


"Kamu jangan iri ya, Fred. Nanti aku berikan banyak uang setelah tugas yang aku berikan kamu lakukan."


Fredi tertawa, "Anda kira aku orang serakah? Saya pasti akan melaksanakan perintah Anda dengan baik meskipun tidak diberi imbalan tambahan."


"Aku suka dengan prinsipmu, Fred."


"Saya tidak menyangka Anda akan menjadi orang seperti ini."


"Oh, iya. Alex.... bagaimana dengan anak itu? Apa kakinya sudah sembuh?"


"Sudah, Tuan. Dia sudah bisa berjalan normal."


"Coba kamu tanyakan padanya, apa dia mau melanjutkan kuliah, sejak dulu aku tawari dia tetap tidak mau."


"Baik, nanti akan saya tanyakan kepada Alex."


"Ya sudah, itu saja yang ingin aku katakan. Waktu kunjungan juga hampir selesai. Kembalilah dan laksanakan tugasmu."


Fredi mengangguk. Mereka sama-sama berdiri lalu berpelukan sebelum berpisah. Bayu kembali masuk ke dalam sel, sementara Fredi harus segera menemui orang-orang yang daftarnya sudah bosnya berikan.


*****


Brak!


Lelaki bernama Harlan tiba-tiba masuk ke ruangan Pak Inu secara paksa lalu membanting dokumen yang dibawanya di atas meja. Harlan adalah pengacara yang dikirim oleh Ayash untuk ikut menangani kasus Bayu. Dia geram karena client-nya belum juga diproses, proses penyelidikan sangat bertele-tele padahal bukti sudah jelas ada. Dia bersikeras bahwa client-nya tidak bersalah, karena hanya menjalankan perintah itupun di bawah ancaman. Dia protes kepada pihak pengadilan tapi tidak digubris, kali ini dia datang langsung menemui Pak Inu, pengganti Pak Hanung yang telah dicopot jabatannya. Dia datang didampingi oleh Bara.


"Banyak bukti yang meringankan client saya, dan Anda masih belum mau membebaskannya?" Harlan berbicara dengan nada tinggi dan terlihat emosi.

__ADS_1


"Pak Harlan, tolong tenang sedikit." Bara mencoba membujuknya agar lebih bersabar.


"Proses hukum masih terus berlanjut." Pak Inu menjawabnya dengan tenang.


"Memang apa untungnya menahan client saya? Apa sekua orang yang mati bisa bangkit lagi? Apa peredaran narkoba akan berhenti? Apa negara ini akan jadi aman?"


Harlan berbicara secara menggebu-gebu seeprti pengacara pada umumnya yang akan berusaha keras untuk memenangkan client-nya di pengadilan.


"Okelah kalau client saya turut berperan dalam kasus Tuan Saddam. Apa Anda akan puas hanya dengan menahannya?"


"Saya rasa Anda kurang menggunakan akal yang panjang untuk menangani kasus ini."


"Maksud Anda apa?" Pak Inu sedikit tersinggung dipojokkan oleh pengacara itu.


"Client saya, masuk penjara karena membocorkan sendiri kejahatannya. Memangnya ada orang seperti itu?"


"Ya, saya akui itu nilai plus dari dia. Itu juga bisa meringankan hukumannya."


"Seharusnya bukan hanya meringankan hukumannya tapi Anda harus membebaskannya!" Harlan kembali meninggikan suara sambil menunjuk-nunjuk ke arah Pak Inu.


"Menghukum client saya, tidak ada gunanya, tidak ada yang akan berubah meskipun dia dihukum selama apapun."


"Tapi, jika Anda membebaskannya, lalu menjadikannya sebagai mitra polisi, saya yakin pihak kepolisian yang akan diuntungkan."


"Apa Anda tahu, orang yang paling memahami kejahatan adalah dia yang pernah menjadi penjahat itu sendiri."


Pak Inu menatap ke arah Bara, mereka belum paham apa yang dimau Harlan.


"Kalau Anda ingin menangkap bandar narkoba, tanyakan pada client saya, dia pasti tahu. Anda ingin menggrebek lahan ganja, client saya juga pasti tahu. Anda ingin tahu tempat persembunyian para kelompok pemberontak, client saya juga pasti lebih tahu."


"Dia bisa menjadi aset kepolisian yang sangat berguna jika kalian bisa memperlakukannya dengan baik. Kalau kalian tetap ingin menahannya, apa yang akan kalian dapatkan? Hahaha.... Sungguh lucu."


"Putramu yang sudah berpengalaman berhadapan langsung pasti juga tahu kalau sangat sulit memasuki dunia kejahatan jika bukan dari kalangan yang sama dengan mereka."


"Pernah dengar cerita tentang hacker yang berhasil meretas sistem keamanan data googl*e? Apa googl*e memenjarakannya? Tidak.... mereka justru merekrut hacker itu sebagai karyawannya, sebagai pengaman data mereka. Banyak para hacker yang direkrut oleh googl*e untuk mengamankan sistemnya. Kenapa? Karena mereka tahu cara menggunakan keahlian seseorang di jalan yang benar."


"Kalau kepolisian tidak membutuhkan kdahlian yang dimiliki client saya, berarti saya akan menawarkannya kepada pihak Tentara. Sepertinya mereka akan lebih memahami betapa pentingnya keahlian yang client saya miliki."


"Saya permisi."


"Tunggu!"


Pak Inu menghentikan Harlan yang hampir pergi.


"Mari kita bicarakan ini lebih lanjut. Jangan terburu-buru menghubungi pihak lain jika kita masih bisa berdiskusi dengan baik."

__ADS_1


"Ah, oke! Akan saya tunggu pembahasannya. Anda juga harus tahu, saya bukan orang yang sabaran. Saya ingin client saya segera dibebaskan."


__ADS_2