ANTARA CEO DAN MAFIA 2

ANTARA CEO DAN MAFIA 2
Kelahiran Baby Dylan


__ADS_3

Setibanya di rumah sakit, Bayu kembali menggendong Prita keluar dari mobil. Di depan UGD, sudah ada tim medis yang menyiapkan bed untuk tempat Prita. Dokter Yessica juga tampak ada di sana.


"Mas.... Sakit sekali.... "


Prita kembali mengeluh. Selama perjalanan menuju ke rumah sakit ia terus merintih kesakitan. Perutnya sempat mengalami guncangan keras dan terbentur pintu samping mobil saat tabrakan tadi. Rasa sakit yang ia rasakan melebihi sakit yang pernah ia rasakan saat persalinan sebelumnya. Kali ini rasanya dia sudah tidak tahan dan ingin menyerah.


"Sayang, bertahan sebentar. Aku yakin kamu kuat. Ada Dokter Yessica juga di sini. Jangan cemas."


Wajah Bayu memucat. Ia tidak tega mendengar suara rintihan kesakitan istrinya.


"Daniel, kamu ikuti daddy ya."


Bayu tetap ingat anaknya. Ia tidak bisa menggendong istri dan anaknya sekaligus. Jadi, ia menyuruh Daniel untuk mengikutinya.


"Oh, Ya Tuhan.... Ketubannya sudah pecah. Kepalamu juga kenapa berdarah begitu?"


Yessica kaget dengan kondisi Prita dan Bayu yang sangat berantakan.


"Jangan banyak tanya dulu, yang penting selamatkan istriku dulu!" bentak Bayu.


"Iya, iya.... Naikkan ke atas sini."


Bayu membaringkan istrinya di atas ranjang dengan hati-hati. Beberapa perawat yang ada di sana ikut membantu.


"Langsung bawa ke ruangan yang tadi di siapkan!" perintah Yessica.


Para perawat itu mendorong ranjang Prita memasuki bagian dalam rumah sakit. Bayu menggendong Daniel berjalan cepat mengikuti ke mana Prita akan di bawa. Yessica juga turut mengikuti di belakangnya. Mereka tampak terburu-buru mengingat Prita terus merintih kesakitan.


"Sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa penampilan kalian acak-acakan dan Prita jadi keluar ketuban?"


"Barusan aku kecelakaan, mobilku menabrak pohon."


"Apa!?"


"Sudah, jangan tanya terus! Aku stres kalau kamu terus bertanya!" bentak Bayu lagi.


Bayu saat ini sangat cemas dengan kondisi istrinya. Pertanyaan yang diajukan Yessica malah membuatnya emosi. Ia ingin istrinya segera ditangani dan keduanya bisa selamat.


"Bos!"

__ADS_1


Dari arah belakang terdengar suara panggilan. Terpaksa Bayu menghentikan langkahnya. Ternyata Alex ada di sana. Padahal, ia menyuruh Alex untuk membereskan mobilnya yang kecelakaan.


"Kenapa kamu di sini!?" bentak Bayu. Sepertinya semua orang mendadak membuatnya jadi emosi.


"Masalah mobil sudah diurus oleh anak buahku. Saya sengaja ke sini karena khawatir. Apa Anda baik-baik saja?"


"Sudah, nanti saja dibahas! Istriku mau melahirkan. Kamu tolong gendong Daniel dulu."


Bayu menyerahkan Daniel kepada Alex. Lalu, ia kembali berlari mengejar para perawat yang membawa Prita. Alex juga ikut-ikutan berlari mengejar bosnya.


"Mas.... Huhuhu.... "


Prita menggenggam erat tangan suaminya seakan berusaha meminjam kekuatan darinya. Sementara, para perawat dan Dokter Yessica sibuk mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan. Kondisi Prita juga diperiksa jika ada sesuatu yang gawat dan butuh penanganan khusus.


"Aku yakin kamu kuat, Sayang. Aku akan ada di sampingmu."


"Pembukaannya hampir lengkap. Sepertinya memang bayinya sudah siap lahir."


"Prita, coba atur nafas dan miringkan sedikit bedannya supaya rasa nyerinya berkurang."


"Jangan mengejan dulu sebelum pembukaannya lengkap." Yessica sudah merasakan kepala bayi yang sudah berada pada jalan lahir.


Prita berusaha sekuat tenaga untuk tidak mengejan. Keringat telah membasahi tubuhnya, rasanya sangat lelah menahan kesakitan yang tak berkesudahan. Ia sudah merasakan tekanan yang kuat di area perutnya. Bayinya seakan terus mendorong ingin segera keluar. Ia kembali mengatur nafas sembari mengeratkan genggaman tangannya pada sang suami.


Bagaimana bisa seorang wanita kuat menahan rasa sakit itu demi melahirkan anak-anak yang lucu dan membuat orang-orang di sekitarnya bahagia? Kaum lelaki seperti dirinya hanya tau proses enaknya saja, sementara wanita yang harus bersusah payah mengandung anak selama sembilan bulan, belum lagi melewati fase melahirkan yang melelahkan dan menyakitkan. Lalu, mereka juga harus menyusui bayinya, merawat, serta mendidiknya.


Semua wanita memang manusia yang hebat. Pantas bagi mereka untuk mendapatkan cinta yang besar dari suaminya berkat perjuangannya yang begitu besar untuk merawat anak dan rumah serta melayani suaminya.


Begitu pula Bayu kepada Prita, ia semakin kagum dan mencintai wanita itu. Rasanya segala apa yang dimilikinya jika diberikan kepada Prita masih belum sepadan dengan kebahagiaan yang ia terima setelah menikahi Prita.


"Mas.... Sudah tidak kuat.... "


Bayu mendekatkan wajahnya, lalu mencium istrinya. "Sayang, kamu pasti kuat." ucapnya.


"Prita, pembukaannya sudah lengkap. Atur nafasmu ya, santai saja. Tarik nafas dalam-dalam, buang perlahan, saat merasakan kontraksi langsung dorong yang kuat."


Prita mendengarkan perkataan Yessica. Sejak tadi dia juga sudah berusaha tenang dan mengatur nafasnya. Meskipun beberapa kali merasakan kontraksi, ia menahan untuk tidak mengejan sebelum ada perintah dari dokter hingga menunggu pembukaan lengkap.


"Siap-siap.... Tarik nafas.... Keluarkan perlahan.... Dorong."

__ADS_1


"Uuhhh.... "


Prita berusaha mendorong kuat agar bayinya keluar. Keringat mengucur dengan deras. Sebelah tangannya menggenggam erat tangan Bayu, sedangkan tangannya yang lain menggam sprei kuat.


"Atur nafas lagi.... Rilek.... Tarik nafas.... Keluarkan.... Dorong."


"Uuhhh.... " Prita kembali mengejan sekuat tenaga sesuai instruksi dokter.


Bayu yang ada di sampingnya semakin cemas. Istrinya sudah tampak sangat kelelahan dan kesakitan namun bayinya belum juga keluar. Ingin rasanya ia marah-marah kepada Yessica dan seluruh perawat yang ada di sana. Mereka tidak bisa mempercepat proses kelahiran istrinya.


"Ayo, sekali lagi.... Tarik nafas.... Keluarkan perlahan.... Dorong!"


"Uuhhh.... "


"Yes, apa tidak bisa dipercepat? Bagaimana kalau operasi saja? Istriku sudah sangat kesakitan!"


Akhirnya kata-kata mutiara keluar juga dari mulut Bayu. Dia sudah tidak tahan melihat istrinya kesakitan berjuang sendiri melahirkan anaknya.


"Kamu diam, Bayu. Kita sedang konsentrasi untuk melahirkan anakmu." Yessica tetap fokus pada bayi yang akan dilahirkan. Dia memberi aba-aba kapan waktu yang tepat Prita harus mengejan.


"Yes! Daritadi begitu terus tapi bayinya belum keluar! Kelamaan!"


Omelan Bayu sangat mengganggu konsentrasi Yessica.


"Mas.... " Prita mencoba menenangkan suaminya dengan suara yang lemah. Seharusnya Bayu yang menenangkannya, tapi malah suaminya itu yang membuat keributan di ruangan itu.


"Diam, Bayu. Kamu mengganggu."


"Istriku kesakitan, Yes!"


Ocehan yang terus keluar dari mulut Bayu semakin membuat Yessica pusing. Padahal dia juga sedang berusaha membantu kelahiran anak Bayu, tapi lelaki itu keberadaannya sangat mengganggu.


"Bruder, tolong bawa keluar orang ini. Dia sangat mengganggu."


Yessica menyuruh tiga perawat laki-laki untuk menarik Bayu keluar. Tentu saja Bayu berusaha memberontak.


"Yessica!" teriaknya.


"Jangan lupa kunci pintunya." perintah Yessica lagi.

__ADS_1


"Prita, maaf ya, aku terpaksa harus mengusir suamimu. Dia sangat berisik."


Prita hanya mengangguk lemah. Yang ia inginkan hanyalah bayinya segera bisa keluar dan rasa sakit yang dia rasakan bisa mereda.


__ADS_2