
Prita merapikan kembali dandanannya yang sempat berantakan gara-gara pertengkaran yang terjadi antara Bayu dan Irgi. Ia menghela nafas. Menatap bayangannya sendiri di dalam cermin, tampilannya begitu anggun. Perasaan yang beragam kini berkecambuk di dalam hatinya. Kebulatan tekad untuk menikah tiba-tiba kembali goyah setelah mendengarkan pendapat dari sahabat-sahabatnya.
Matanya tiba-tiba berubah sendu, mempertanyakan keputusannya kali ini akankah menjadi keputusan terbaik atau sesuatu yang kembali ia sesali.
Tiba-tiba ia kembali mengingat saat-saat pernikahan pertamanya dengan Ayash. Saat itu, kondisi hatinya juga naik turun tak menentu. Selama berlangsungnya acara dia selalu was-was jikalau ada yang mengetahui kondisi kehamilannya. Ia seperti menjalani pernikahan palsu, menyembunyikan kenyataan bahwa saat menikah dia sedang hamil dari pihak keluarga.
Akhirnya, setelah pernikahan, kehidupannya pun tidak berjalan mulus. Ibu mertuanya tidak henti-henti mempertanyakan asal-usul anak pertamanya yang lahir hanya enam bulan setelah pernikahan. Saat itu ia menyesali jika mungkin keputusannya salah. Ayash menyuruhnya tetap menyembunyikan fakta itu. Tapi, pernikahan bukan sekedar hubungan antara dua orang, melainkan dua keluarga besar. Itu yang tidak diperhitungkan saat itu. Meskipun mendapatkan suami tipe malaikat, kehidupannya tetap terasa tersiksa.
Kali ini, ia benar-benar mengambil keputusan sendiri. Meskipun mungkin semua sahabatnya menentang, tapi ia yakin kali ini dia akan siap dengan segala konsekuensinya. Dia tahu, Bayu pernah menjadi orang yang sangat berbahaya. Tapi, setelah mengenal lebih dekat, Bayu tidak seburuk itu. Dia banyak mengungkapkan perhatian dengan caranya sendiri. Tingkahnya yang agresif kadang terlihat menakutkan. Namun karakternya memang begitu.
Wanita mana yang tidak akan luluh jika sering diberi perhatian? Bayu seperti orang tepat yang datang di saat yang tepat. Di kala Prita merasa sedih dengan kegagalan pernikahannya, dia yang datang mengganti kesedihannya dengan kekesalan. Ya, Bayu lebih banyak membuatnya kesal daripada tertawa. Tapi hal itu juga yang mengalihkannya dari memikirkan masalah-masalahnya. Seharusnya dia sedih, tapi jadi marah campur kesal kalau sudah ada Bayu. Lelaki pengganggu yang tahu bagaimana caranya menarik perhatian orang lain.
tok tok tok
Suara pintu diketuk. Samuel sudah bersiap di depan pintu untuk menjemput mempelai wanita. Lelaki paruh baya itu tersenyum memandangi wanita yang akan menjadi menantunya.
Prita mengambil buket bunga berwarna pink yang tergeletak di atas meja. Lalu, ia berjalan menghampiri Samuel yang masih berdiri di ambang pintu.
"Kamu cantik sekali."
"Terima kasih, Tuan Samuel."
Samuel mengeryitkan dahi sehingga guratan-guratan di wajahnya sangat kentara, "Kamu memanggilku 'tuan'? Panggil saja aku 'ayah', seperti Bayu memanggilku."
"Ah, maaf, saya masih canggung." balasnya sembari menampilkan senyuman kaku.
"Kalau begitu dibiasakan, sebentar lagi kita akan menjadi keluarga, kamu akan menjadi anakku juga."
"I.... Iya." Prita masih menjawabnya dengan nada sungkan. Bagaimanapun juga, dia belum terlalu mengenal sosok lelaki yang akan menjadi ayah mertuanya. Lelaki itu lebih menakutkan dibandingkan dengan Bayu.
"Dulu aku datang ke pernikahanmu sebagai tamu."
Prita mendengarkan Samuel berbicara dengan serius. Dia juga baru tahu kalau ayah Bayu menjadi salah satu tamu saat acara pernikahannya dengan Ayash.
"Sekarang, aku akan menjadi orang yang akan mengantarkanmu kepada anakku. Aku harap kalian bisa bersatu selamanya."
"Aku yang sudah Bayu sendiri sejak kecil. Mungkin dia juga sudah cerita kalau ibunya meninggal saat dia masih kecil."
__ADS_1
"Bayu bukan orang yang mudah ditebak isi hatinya. Perbuatannya kadang bisa di luar nalar, tidak peduli dengan apapun dan kadang hanya memperdulikan apa yang dianggapnya benar. Dia keras kepala. Aku harap kamu bisa bersabar dengan sifatnya."
"Mungkin karena tidak pernah mendapat kasih sayang seorang ibu makanya dia tumbuh menjadi orang seperti itu. Atau mungkin cara asuhku selama ini yang salah, aku juga tidak tahu. Aku hanyalah seorang ayah yang berusaha membesarkan anak sebaik mungkin dengan cara yang aku tahu."
Prita seperti sedang mendengar wejangan pernikahan dari mertua. Samuel panjang lebar menceritakan tentang Bayu dari sisi yang ia tahu.
"Aku harap kamu juga bisa mendukung karir dan bisnisnya. Dia sangat cerdas dan berbakat, hanya saja semangatnya yang sering tidak ada."
"Iya, saya akan berusaha untuk selalu mendukungnya."
Samuel tersenyum. Prita sama sekali tidak tahu makna yang tersembunyi di balik senyuman itu. Dia hanya tahu, Samuel seorang ayah yang sebenarnya peduli terhadap anaknya.
"Maaf, Pak. Acaranya akan segera dimulai." terdengar ucapan seseorang dari arah luar pintu.
"Oh, iya. Kami akan segera keluar." jawab Samuel.
"Ayo." Samuel memberi kode pada Prita. Dia memberikan lengan kirinya untuk digandeng. Prita menyambutnya dengan perasaan canggung.
Alunan musik mulai mengalun, sebuah lagu dari Boyzone, Everyday I Love You mengiringi langkah Prita bersama Samuel menuju ke altar.
๐ถ ๐ถ ๐ถ
That some things are meant to be
And that you'll make a better me
Everyday I love you
I never thought that dreams came true
But you showed me that they do
You know that I learn something new
Everyday I love you
'Cause I believe that destiny
__ADS_1
Is out of our control (don't you know that I do)
And you'll never live until you love
With all your heart and soul
It's a touch when I feel bad
It's a smile when I get mad
All the little things I am
Everyday I love you
๐ถ ๐ถ ๐ถ
Tak banyak tamu yang datang. Kursi yang tersedia hanya dipenuhi oleh orang-orang yang Bayu anggap penting untuk datang seperti manager-manager klabnya dan beberapa orang kantor. Dari pihak Prita hanya Irgi, Raeka, dan Andin yang hadir. Mereka memilih duduk di bangku paling belakang.
"Kamu sudah menghubungi Ayash apa belum, Ndin?" tanya Irgi. Dia sejak tadi sudah berusaha menghubunginya tapi tidak diangkat.
"Sudah, Ir. Aku sudah menghubunginya juga berkali-kali, aku juga sudah mengirim pesan, tapi sama, belum ada balasan."
Mereka bertiga tampak frustasi dengan keputusan Prita. Memang, seharusnya mereka merasa bahagia melihat sahabatnya menikah lagi. Tapi, entahlah, mereka masih merasa belum rela.
Anak-anak Prita duduk bersama para pengasuhnya. Mereka tidak terlalu paham dengan apa yang mereka saksikan, kecuali Daniel yang sudah tahu kalau mamanya akan menikah dengan Bayu, ayah kandungnya.
Di deretan bangku lain, ada Roy, salah satu manager klab Bayu yang sedang duduk bersama teman-temannya yang lain. Ia memegangi kepalanya, merutuki kebodohannya saat itu. Ia hampir memperkosa wanita yang akan menjadi istri bosnya itu. Karena itu juga ia mendapatkan hukuman dari bosnya yang tidak akan pernah mungkin ia lupakan. Bahkan, bekas cambukan yang diberikan masih membekas di sekujur tubuhnya.
Sementara, Bayu menunggu Prita di depan altar. Pandangannya tak lepas dari sosok wanita yang digandeng ayahnya. Senyuman seakan tak mau lepas dari bibirnya. Ia sangat bahagia. Melihat Prita dalam balutan busana pengantin seperti mimpi yang menjadi nyata. Itu yang dia impikan sejak lama. Seharusnya sejak dulu mereka sudah bersama jika saja tak banyak kendala yang ada di antara mereka.
Akhirnya hari ini telah tiba. Keduanya mengucapkan janji suci pernikahan di depan semua orang dan mengikatkan rasa cinta mereka lewat sebuah ciuman sebagai pasangan yang sah di mata dunia.
ย
Jangan marah ya.... ๐ฅฒ
Ayash mana ya, kok dihubungi nggak bisa ๐ค
__ADS_1
Kalau berkenan, bantu vote ya.... Kalau banyak yang dukung diusahakan update lebih banyak chapter๐๐ป